• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategi dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.33 Oleh karenanya peneliti menggunakan beberapa teknik sekaligus dengan harapan antara satu dengan yang lainnya dapat saling melengkapi. Teknik yang peneliti gunakan antara lain adalah:

Gambar 3.1

Teknik Pengumpulan Data

1. Observasi

Observasi yang dilakukan adalah observasi langsung dengan cara pengambilan data dengan mengamati secara langsung tanpa menyembunyikan identitas seseorang. Maksudnya penulis mengamati secara langsung proses belajar mengajar guru IPA di kelas.

Tabel 3.1 Instrumen Observasi 33 Ibid., h. 224. DATA Observasi Wawancara Dokumentasi

No Subjek Lokasi Aktivitas 1 Guru Kelas Pelaksanaan

pembelajaran:

 Kegiatan pendahuluan

 Kegiatan Inti

 Kegiatan penutup 2. Siswa Kelas  Keaktifan

 Antusias

2. Wawancara

Wawancara dilakukan kepada kepala sekolah, Guru IPA, dan beberapa siswa untuk mengetahui persepsi mengenai kompetensi profesional guru.

Tabel 3.2

Kisi-kisi wawancara kepala sekolah

Kisi-kisi pertanyaan Butir

Kompetensi guru 1

Peningkatkan kompetensi professional guru 2 Masalah pemahaman salah satu kompetensi

professional yang harus dimiliki guru

3

Kelengkapan administrasi guru 5

Tabel 3.3

Instrument wawancara guru

Kisi-kisi wawancara butir

Ruang lingkup kompetensi professional 1 metode-metode pembelajaran 2

Administrasi guru 3

Peningkatkan kompetensi professional 4

Kelengkapan RPP 5,6

Penetapan metode pembelajaran yang

akan digunakan 7

Tabel 3.4

Instrumen Wawancara siswa

Kisi-kisi pertanyaan Butir

Kegiatan belajar-mengajar 1, 2

Pemahaman materi 3

Saran 4

Tabel 3.5

Instrument Pengukuran Penerapan Metode Pembelajaran Sangat baik Mengetahui dan menerapkan

11 metode pembelajaran

Baik Mengetahui dan menerapkan 7-10 metode pembelajaran

Cukup baik Mengetahui dan menerapkan 4-6 metode pembelajaran

Kurang baik Mengetahui dan menerapkan 1-3 metode pembelajaran

3. Studi dokumentasi

Studi dokumentasi yang dimaksud berupa data yang penulis peroleh dilapangan berupa lembar hasil observasi kelas VII, VIII, dan IX ketika proses belajar-mengajar mata pelajaran IPA. Hasil wawancara dengan Bapak. Drs.Rusli, M.Pd selaku kepala sekolah, Ibu Diana selaku Guru mata pelajaran IPA, dan tiga orang siswi yaitu Tita, Dara, dan Aulia. Serta foto dokumentasi selaku bukti pengumpulan data observasi dan wawancara.

Tabel 3.6

Instrument studi dokumentasi No Jenis dokumen Keterangan

1 Profil sekolah 2 RPP

E. Teknik pengolahan data

Gambar 3.2

Komponen dalam Analisis data

Analisis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Aktivitas dalam analisis data :34

1. Reduksi data, yaitu merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksin akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan.

2. Penyajian data, bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart, dan sejenisnya. Yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang berisi naratif. 3. Penarikan kesimpulan, merupakan temuan baru yang

sebelumnyabelum pernah ada kesimpulan dalamhasil 34 Ibid., h. 246-252. Periode pengumpulan Reduksi Data Display Data Kesimpulan/verifikasi Selama Selama Selama Setelah Setelah Setelah Antisipasi

penyajian data dapat diambil kesimpulan agar lebih mudah dipahami.

47

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Profil Madrasah

1. Identitas

MTs. Nurul Yaqiin terletak di Jalan Raden Fatah Sudimara Selatan Kecamatan Ciledug Kota Tangerang 15151. MTs. Nurul Yaqiin berada dalam naungan Yayasan Pendidikan Islam Nurul Yaqiin (YPINY). Nomor statistik madrasah yaitu 121236710021. Nomor pokok sekolah nasional adalah 20606941. MTs. Nurul Yaqiin merupakan Madrasah Swasta. Waktu belajar disekolah ini dimulai dari pagi. NPWP sekolah ini yaitu 02. 331. 192. 1. 402. 000, telp. 021 – 73441601. Berdiri sejak tahun 1989. Nomor SK Pendirian adalah W.i/KA.010./33/1986. Tanggal SK Pendirian pada 17 Juni 1986. Nomor izin surat keterangan operasional adalah Wi./I/PP.005/221/1990. Tanggal surat keterangan izin operasional yaitu 17 April 1990. Status akreditasi MTs. Nurul Yaqiin adalah B, pada tahun 2011 dan dengan nomor surat keterangan akreditasi yaitu 28.00.SMP/MTs.406.11.

2. Data sarana dan prasarana

Luas tanah madrasah ini adalah 1000 m+, dan Luas Bangunan yaitu 600 m+. Sarana Pendukung Belajar/Mengajar menggunakan sumber penerangan PLN.

Tabel 4.1 Sarana dan Prasarana

No Jenis Ruang/Sarana dan Prasarana Kondisi Baik Rusak Ringan Rusak Berat 1. Ruang Kelas 6 2. Meja Guru 6 3. Bangku Guru 6 4. Meja Siswa 120 5. Bangku Siswa 240 6. Papan Tulis 7 7. Lemari Kelas 6 8. Laptop 1 9. Proyektor 1

10. Alat Peraga IPA 1 11. Pengeras Suara 1 12. Lemari Bola 1

13. Bola Volly 2

14. Bola Basket 2 15. Bola Futsal / Bola

Tendang 2

16. Net Bulu Tangkis 1

17. Corong 10

18. Tongkat Atletik 10 19. Ruang Komputer 1 20. Komputer Praktek 10 21. Ruang Kepala Sekolah 1 22. Ruang Guru 1 23. Ruang Tata Usaha 1

24. Ruang Perpustakaan 1

25. Mushola 1

26. Toilet Guru 1 27. Toilet Siswa 2

Dari daftar tabel diatas diketahui sekolah memiliki sarana dan prasarana yang baik dan cukup untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar. Sarana dan prasarana yang dimiliki dalam kondisi baik atau tidak rusak sehingga layak digunakan untuk guru dan siswa.

3. Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan Tabel 4.2 Tenaga Pendidik No Nama Pendidik Tempat Tanggal Lahir L/P Status Mengajar Kepegawaian Mata Pelajaran 1. Eliyanih, S. Ag Tangerang, 29 Juni 1974 P PNS Al-Qur’an Hadist 2. Titin Nuryanih , S. Ag Tangerang, 20 Juli 1973 P PNS Akidah Akhlak 3. Mulyadih , S. Pd. I Tangerang, 1 Desember 1969 L GTY Fikih 4. M. Jaelani HT. S. Ag Tangerang, 20 Desember 1964 L GTY SKI 5. Moh. Riyanto, S. Pd Jakarta, 19 Oktober 1969 L GTY PKN 6. Suwarti, S. Pd Jakarta, 13 Oktober 1977 P PNS Bahasa Indonesia 7. Suherni, S. S Tangerang, 8 Februari 1980 P PNS Bahasa Arab 8. Avianty, Jakarta, 24 P GTY Bahasa

S. Pd Maret 1970 Inggris 9. Upik Sri Veryning sih, S. Pd Solo, 9 September 1964 P GTY Matematik a 10. Diana Sari, S. Pd Tangerang, 18 April 1984 P GTY IPA 11. Idha Rini Ambarwa ti, S. Sos Blora, 5 Oktober 1969 P GTY IPS 12. Lilis Suryani, S. Pd Tangerang, 13 September 1970 P GTY Seni Budaya 13. Ol Mufad, S. Pd Jakarta, 27 Mei 1970 L PNS PJOK 14. Abdul Rosyd, A. Md Tangerang, 19 November 1981 L GTY TIK 15. Abdul Rosyd, A. Md Tangerang, 19 Noveber 1981 L GTY Prakarya 16. H. M. Darma Wijaya Tangerang, 13 Desember 1952 L GTY BTQ

Berdasarkan data diatas dapat dikatakan bahwa guru yang mengajar di MTs. Nurul Yaqiin mayoritas sudah diploma IV atau S1, akan tetapi hanya lima guru yang sudah menjadi pegawai negri sipil (PNS) dan yang lainnya merupakan guru tetap yayasan (GTY).

Tabel 4.3 Tenaga Kependidikan No Nama Pendidik Tempat Tanggal Lahir L/P Status Bertugas Sebagai Kepegawaian Tenaga 1. Wahyu Hubaidi Tangerang, 11

2. Iis Maryati

Tangerang, 17

Mei 1976 P GTY Kebersihan Tenaga kependidikan yang dimiliki oleh MTs. Nurul Yaqiin hanya ada 2 orang saja yang bertugas di tata usaha dan kebersihan. Tabel 4.4 Pelatih Ekstrakurikuler No Nama Pelatih Tempat Tanggal Lahir L/P Status Bertugas Sebagai Kepegawaian Pelatih 1. Moh. Riyanto, S. Pd Jakarta 19 November 1969 L GTY Pramuka 2. Ade Fiza Fijria Tangerang, 25 Maret 1996 P GTTY Pramuka 3. Yuni Sulistyaw ati Kebumen, 24 Februari 1995 P GTTY Pramuka 4. Bachtiar Tangerang, 7

Agustus 1991 L GTTY Futsal 5. Muhamma d Indra Purnama Tangerang, 7 September 1991 L GTTY Marawis 6. Murdih Tangerang, 6

Maret 1972 L GTTY Qasidah

Ekstrakulikuler yang ada di MTs. Nurul Yaqiin hanya ada empat, diantaranya adalah pramuka, futsal, marawis, dan qasidah. Setiap ekstrakulikuler memiliki satu orang pelatih kecuali pramuka yang memiliki tiga orang pelatih.

4. Data Rekapitulasi Siswa

Tabel 4.5

Kondisi Siswa dan Rombel Tahun Pelajaran 2015/2016

JENJANG KELAS

JENIS

N JUMLAH 7 8 9 L P < 13 13-15 Th > 15 Th SISWA L P L P L P 28 21 32 21 36 18 96 60 49 53 54 TOTAL 49 53 54 156 ROMBEL 2 2 2

Terdapat 6 rombongan belajar data keseluruhan ada 156

siswa yaitu: 49 siswa kelas VII, 53 siswa kelas VIII, dan 54

siswa kelas IX.

B. Deskripsi Data dan Pembahasan

Tabel 4.6

Aspek metode pembelajaran

No Aspek Keterangan

1. Metode pembelajaran yang dikuasai

Sudah menguasai tujuh metode pembelajaran yaitu: metode ceramah, metode tanya-jawab, metode diskusi, metode kerja kelompok, metode drill, metode problem solving, metode tugas dan resitasi

2. Penerapan metode pembelajaran

Penerapan metode pembelajaran berjalan dengan baik sehingga pembelajaran menjadi efektif dan efisien

3. Kesesuaian metode pembelajaran

Metode yang digunakan tepat karena sesuai dengan materi pembelajaran, tujuan pembelajaran dan pengetahuan awal siswa.

4. Antusias dan efektivitas siswa

Dengan variasi metode pembelajaran yang digunakan, siswa menjadi lebih antusias dalam mengikuti pelajaran dan metode tersebut mampu membuat siswa efektif

5. Pemahaman siswa

Variasi metode pembelajaran yang diterapkan mampu membantu siswa lebih mudah memahami materi yang diajarkan

Penerapan berbagai metode yang dipakai oleh guru IPA di kelas berbeda-beda karena harus sesuai dengan materi pembelajaran yang akan disampaikan, sehingga tujuan pembelajaran dapat terlaksana dengan baik.

Tabel 4.7

Metode-metode yang digunakan dikelas VII-1 dan VII-2 Metode yang dipakai pada

materi „besaran dan

satuan’ adalah:35

1. Metode Diskusi

Guru memberikan apersepsi dan motivasi berupa pertanyaan mengenai gejala alam yang termasuk kedalam

35

besaran dan manfaat satuan dalam pengukuran selanjutnya untuk menguji pengetahuan awal siswa maka guru bertanya mengenai pengertian besaran dan satuan serta satuan internasional. Guru membentuk siswa menjadi 3

kelompok, kemudian setiap kelompok mendiskusikan mengenai pengertian besaran dan klasifikasinya hingga akhirnya setiap kelompok harus memiliki kesimpulan sementara.

Kemudian setiap kelompok mengukur panjang dan lebar meja guru menggunakan jengkalnya masing-masing dan mistar plastic. Hasilnya dibandingkan dengan kelompok lain. 2. Metode ceramah

Setelah berdiskusi dan mendapatkan kesimpulan sementara maka guru membahas mengenai jawaban dari peserta didik yang telah didiskusikan dan memberikan informasi yang sebenarnya.

3. Metode Tanya-jawab

Setelah guru menyampaikan materi, guru mempersilahkan siswa untuk bertanya jika ada materi yang belum dipahami siswa. Ketika ada siswa yang

bertanya, guru tidak langsung menjawab melainkan memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk menjawab dan guru menambahkan jawaban siswa tersebut.

4. Metode latihan/ drill

Metode latihan atau drill digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa mengenai materi yang telah disampaikan. Guru memberikan soal di papan tulis kemudian siswa maju kedepan satu-persatu untuk menjawab. Setelah siswa menjawab guru membahas secara bersama-sama hasil jawaban tersebut. Sehingga siswa mengetahui cara perhitungan, jawaban benar atau salah.

Metode yang dipakai pada

materi „besaran dan

satuan’ adalah:36

1. Metode ceramah

Guru memberikan motivasi dan apersepsi berupa pertanyaan mengenai manfaat satuan internasional dan menyebutkan satuan untuk besaran panjang, waktu dan massa.

Kemudian guru membahas mengenai manfaat satuan internasional dan satuan untuk besaran panjang, waktu, dan massa. Guru menjelaskan cara

36

mengkonversikan satuan dengan memakai tangga konversi.

2. Metode kerja kelompok

Guru membentuk 6 kelompok yang terdiri 5-6 orang, kemudian setiap kelompok diberi tugas untuk menuliskan contoh hasil pengukuran, kemudian mengkonversikannya kedalam satuan internasional.

3. Metode Tanya-jawab

Kemudian apabila masih ada siswa yang belum mengerti maka guru mempersilahkan siswa untuk bertanya. Ketika ada siswa yang bertanya, guru tidak langsung menjawab melainkan memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk menjawab dan guru menambahkan jawaban siswa tersebut. 4. Metode latihan/ drill

Guru memberikan contoh soal latihan cara mengkonversi satuan panjang dengan menggunakan tangga konversi. Lalu peserta didik diminta untuk menyebutkan beberapa hasil pengukuran yang biasa mereka temui dalam kehidupan sehari-hari,

kemudian mengkonversikannya kedalam satuan internasional

Metode latihan digunakan untuk mengetahui apakah siswa mampu memahami mengenai materi yang telah disampaikan. Guru memberikan latihan tertulis berupa 5 soal untuk dikerjakan dan dibahas bersama-sama agar siswa benar-benar paham dengan materi yang telah disampaikan baik dari penjelasan guru, pertanyaan serta jawaban yang telah dibahas bersama-sama.

Kemudian guru memberikan pekerjaan rumah (PR) berupa soal PG dan essay

Pada materi besaran dan satuan merupakan IPA bagian fisika. materi ini sulit dipahami, karena mengandung rumus-rumus atau perhitungan. Akan tetapi, setelah penjelasan dari guru, materi ini mampu dipahami dengan baik.37

Pada metode tanya-jawab siswa merasa diberikan waktu leluasa untuk bertanya hal-hal yang tak dimengerti dari materi yang telah disampaikan, serta menyampaikan jawaban yang diketahuinya.

Ketika metode kerja kelompok, siswa terlihat antusias dalam mengerjakan tugasnya, sehingga siswa tidak terpaksa dalam mengerjakannya.

37

Latihan yang diberikan berupa soal-soal hitungan dari besaran dan satuan. Soal tersebut memang sulit akan tetapi dari penjelasan guru dan pemahaman materi yang dipelajari maka siswa mampu mengerjakan latihan dengan baik dan benar.38

Tabel 4.8

Metode-metode yang digunakan dikelas VIII-1 dan VIII-2 Metode yang digunakan pada

materi „pertumbuhan dan

perkembangan’ adalah: 39

1. Metode Diskusi

Guru memberikan motivasi dan apersepsi berupa pertanyaan tahapan perkembangan embrio dan proses metamorphosis kupu-kupu. Dan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa, guru bertanya pengertian pertumbuhan dan perkembangan embrio dan pengertian metamorphosis. Guru membagi siswa

menjadi empat kelompok dan setiap kelompok diberikan tugas untuk mendiskusikan pengertian metagenesis, tahapan-tahapan pembelahan zigot, pengertian pertumbuhan dan

38

Ruang Kelas VII-1, 18 Agustus 2015

39

perkembangan pasca embrionik, perbedaan metamorphosis sempurna dan tidak sempurna.

Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi.

2. Metode ceramah

Guru membahas mengenai jawaban dari setiap kelompok, dan guru menjelaskan mengenai pengertian metagenesis, tahapan-tahapan pembelahan zigot, pengertian pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik, perbedaan metamorphosis sempurna dan tidak sempurna.

3. Metode Tanya-jawab

Apabila masih ada siswa yang belum mengerti maka guru mempersilahkan siswa untuk bertanya. Ketika ada siswa yang bertanya, guru tidak langsung menjawab melainkan memberikan

kesempatan kepada siswa lain untuk menjawab dan guru menambahkan jawaban siswa tersebut.

Metode yang digunakan pada

materi „pertumbuhan dan

perkembangan’ adalah: 40

1. Metode Diskusi

Guru memberikan motivasi dan apersepsi berupa pertanyaan tahapan perkembangan embrio dan proses metamorphosis kupu-kupu. Dan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa, guru bertanya pengertian pertumbuhan dan perkembangan embrio dan pengertian metamorphosis. Guru membagi siswa

menjadi empat kelompok dan setiap kelompok diberikan tugas untuk mendiskusikan pengertian metagenesis, tahapan-tahapan pembelahan zigot, pengertian pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik, perbedaan metamorphosis sempurna

40

dan tidak sempurna.

Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi.

2. Metode ceramah

Guru membahas mengenai jawaban dari setiap kelompok, dan guru menjelaskan mengenai pengertian metagenesis, tahapan-tahapan pembelahan zigot, pengertian pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik, perbedaan metamorphosis sempurna dan tidak sempurna.

3. Metode Tanya-jawab

Kemudian apabila masih ada siswa yang belum mengerti maka guru mempersilahkan siswa untuk bertanya. Ketika ada siswa yang bertanya, guru tidak langsung menjawab melainkan memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk menjawab dan guru

menambahkan jawaban siswa tersebut.

4. Metode Problem Solving Guru menayangkan sebuah

video mengenai metamorfosis serangga, siswa dipersilahkan menjawab dan menjelaskan mengenai metamorfosis serangga tersebut (metamorfosis sempurna atau metamorfosis tidak sempurna )

Pada meteri pertumbuhan dan perkembangan merupakan materi IPA biologi. Materi ini merupakan tentang makhluk hidup yang ada disekeliling manusia, sehingga membuat mereka tertarik dan ingin mengetahui penjelasannya jadi siswa memperhatikan penjelasan guru secara seksama.

Ketika metode diskusi kelompok siswa-siswa antusias karena kelompoknya berdasarkan acak sehingga siswa dapat merasakan situasi berbeda ketika mereka satu kelompok dengan siswa lain yang duduk lebih jauh yang membuat komunikasi atau interaksi mereka menjadi lebih menarik.

Ketika proses metode problem solving, siswa sangat antusias dalam memperhatikan tayangan tersebut. Siswa pun berani untuk menjelaskan dan menjawab mengenai metamorfosis pada serangga tersebut.

Tabel 4.9

Metode-metode yang digunakan dikelas IX-1 dan IX-2

Materi yang dipelajari yaitu „sistem

eksresi pada manusia dan

hubungannya dengan manusia’

yang menggunakan metode:41

1. Metode Ceramah

Guru memberikan motivasi dan apersepsi berupa pertanyaan efek jika kita tidak dapat mengeluarkan feses, dan metabolisme tubuh.

Guru menjelaskan mengenai model ginjal, struktur dan fungsi ginjal manusia, model kulit, struktur dan fungsi kulit. Siswa memperhatikan dengan fokus.

2. Metode diskusi

Peserta didik dibagi menjadi empat kelompok dan berdiskusi mengenai proses pembentukkan urine dalam ginjal, macam-macam gangguan ginjal serta pencegahannya, bagian-bagian kulit serta proses pengeluaran melalui kulit.

41

3. metode tanya-jawab

Setelah guru menjelaskan, siswa dipersilahkan bertanya apabila ada bagian yang tidak dimengerti dari materi yang telah disampaikan. Ketika ada siswa yang bertanya guru tidak langsung menjawab melainkan mempersilahkan siswa lain yang dapat menjawab, jika ada siswa yang menjawab maka guru menambahkan hasil dari jawaban siswa tersebut.

4. Metode tugas & resitasi Metode tugas & reitasi yang

dimaksud pada penerapan metode ini adalah dengan memberikan tugas yaitu: melakukan wawancara kepada dokter, bidan atau petugas kesehatan lainnya tentang penyakit reproduksi dan cara pencegahannya. Hasil wawancara dituli dalam bentuk laporan dan dikumpulkan minggu depan.

Materi yang dipelajari yaitu „sistem

eksresi pada manusia dan

hubungannya dengan manusia’ dan

menggunakan metode:42

1. metode ceramah

Guru memberikan motivasi dan apersepsi berupa pertanyaan makna hatiku deg-degan, hati atau jantung yang deg-degan, tugas hati manusia.

Guru menjelaskan mengenai struktur, fungsi hati, dan paru-paru sebagai alat pengeluaran.

2. Metode diskusi

Membentuk siswa menjadi empat kelompok dan mendiskusikan mengenai letak hati, fungsi hati, proses pengeluaran melalui paru-paru, gangguan dalam system pengeluaran dan cara pencegahannya.

3. metode tanya-jawab

siswa diberikan kesempatan untuk bertanya jika ada materi yang belumdapat dipahami dari penjelasan guru tadi. Jika ada yang

42

bertanya guru melontarkan pertanyaan itu kepada siswa jika ada yang mampu menjawab dan guru akan menambahkan jawaban dari siswa tersebut.

Setelah tidak ada pertanyaan dari murid, selanjutnya adalah guru yang memberikan pertanyaan kepada murid dan murid yang mampu menjawab dipersilahkan untuk menjawab. Dan bagi siswa yang menjawab akan diberikan poin nilai.

4. Metode tugas & resitasi Metode tugas & resitasi

yang dimaksud pada penerapan metode ini adalah dengan memberikan tugas mengenai system eksresi yaitu: Tugas berupa soal (tertulis) dan membuat gambar sitem-sistem eksresi (paru-paru, hati, kulit, ginjal) beserta dengan penjelasan.

Dalam materi sistem eksresi, penjelasan guru sangat baik sehingga siswa paham mengenai materi yang disampaikan. Pelajaran mudah dimengerti.

Ketika ada sesi tanya-jawab, siswa yang kurang mengerti atau kurang paham atas materi yang telah disampaikan dipersilahkan bertanya. Hal ini merupakan suatu tempat dimana guru mampu membuat siswa tidak malu untuk bertanya dan menjawab.

Tugas yang diberikan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Dan tidak memberatkan siswa dalam proses pengerjaan tugas tersebut.43

Metode-metode yang digunakan tepat karena metode tersebut mampu mencapai tujuan pembelajaran dengan efektif, metode tersebut juga sesuai dengan pengetahuan awal siswa sehingga pembelajaran berlangsung dengan baik, dan metode tersebut juga sesuai dengan materi sehingga materi mampu diserap atau dipahami oleh siswa.44

Metode yang dikuasai dan mampu diterapkan dengan baik adalah metode ceramah, metode tanya-jawab, metode diskusi, metode kerja kelompok, metode latihan atau drill, metode problem solving, metode tugas dan resitasi.

Berdasarkan dengan materi yang ada pada bab II guru sudah menguasai tujuh metode pembelajaran dari 11 metode pembelajaran sehingga dapat dikatakan bahwa guru sudah baik dalam memahami dan menguasai metode-metode pembalajaran

43

Ruang kelas XI-1, 18 Agustus 2015.

44

yang mampu menunjang dan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan atau tidak monoton.

Pemilihan metode yang akan digunakan juga mengacu kepada: tujuan pembelajaran yang merupakan hal penting dalam pemilihan metode jadi guru harus memperkirakan apakah metode tersebut mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan, alokasi waktu yang ada sehingga dapat diukur jika menggunakan metode tersebut apakah efisien, sarana penunjang yang akan digunakan demi berjalannya metode pembelajaran yang akan digunakan, pengetahuan awal siswa yang mampu membantu keberlangsungan metode tersebut ketika diterapkan, jumlah siswa diperhitungkan agar metode tersebut dapat efektif.45

Metode pembelajaran yang disukai siswa adalah metode Tanya jawab karena dapat membuat siswa menjadi aktif, metode problem solving karena dapat membuat siswa berpikir dengan seksama dan dapat mengasah otak mereka, metode diskusi karena dapat bermusyawarah dan bertukar pikiran dengan siswa yang lain, dan metode ceramah karena siswa mendapatkan penjelasan yang lebih mendetail dari guru.

Guru IPA sudah mengetahui kompetensi profesional yang harus dimiliki guru. guru tersebut juga sudah mengetahui metode-metode pembelajaran dengan baik. pihak sekolah sudah mengevaluasi cara mengajar guru IPA dan hasilnya adalah kompetensi profesional guru tersebut sudah baik dari pengetahuan maupun penerapannya. Sehingga pembelajarannya pun berjalan dengan efektif dan efisien.46

45

Ruang Guru MTs. Nurul Yaqiin, 03 September 2015.

46

Guru IPA di MTs. Nurul Yaqiin Ciledug-Tangerang sudah menguasai berbagai metode pembelajaran dan mampu melaksanakan metode tersebut dengan baik sehingga proses belajar-mengajar dapat terlaksana sesuai dengan yang diinginkan dan tujuan pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. Pemahaman siswa serta motivasi siswa mengenai pembelajaran materi tersebut menjadi hidup dengan adanya variasi metode yang digunakan. Pembelajaran menjadi menyenangkan seperti pedapat para siswa karena guru menggunakan variasi metode pembelajaran dengan baik dan tepat.

Kompetensi profesional guru IPA di MTs. Nurul Yaqiin Ciledug-Tangerang baik karena guru tersebut diberikan pelatihan, mengikuti seminar-seminar pendidikan, banyak membaca buku, internet dan jurnal-jurnal pendidikan.

Dokumen terkait