BAB III METODOLOGI PENELITIAN
E. Teknik Pengumpulan Data
1. Observasi. Pengamatan yang dilakukan secara langsung dan pencatatan sistematis terhadap objek yang diteliti untuk mendapatkan data-data mengenai gambaran umum dan fenomena yang tampak pada siswa MTs Muhammadiyah I Ciputat.
2. Interview (Wawancara). Pengambilan data dengan menggunakan sebuah dialog tanya jawab lisan antara dua orang atau lebih secara langsung. Metode ini digunakan untuk melengkapi data yang dianggap perlu, sehingga lebih meyakinkan data yang diperoleh dari sumber-sumber lainnya.
3. Angket. Pengambilan data dengan menyebarkan daftar pertanyaan untuk dijawab oleh sampel yang telah ditentukan, yaitu siswa kelas 2 MTs Muhammadiyah I Ciputat.
F. Teknik Pengolahan Data Dan Analisis Data
a. Teknik Pengolahan Data
Data yang telah terkumpul diolah terlebih dahulu melalui langkah- langkah sebagai berikut:
1. Editing. Yaitu memeriksa daftar pertanyaan yang telah diserahkan oleh responden. Tujuannya untuk merapihkan data agar bersih dan rapih sehingga dapat mengadakan pengolahan lebih lanjut.
2. Scoring. Yaitu pemberian scor terhadap butir-butir pertanyaan yang terdapat dalam angket, dengan memperthatikan jenis data yang ada, sehingga tidak terjadi kesalahan terhadap butir pertanyaan yang tidak layak diberi scor.
3. Tabulating. Bertujuan untuk mendapatkan gambaran frekuensi dalam setiap item yang penulis kemukakan. Untuk itu dibuatlah tabel yang mempunyai kolom setiap bagian angket, sehingga terlihat jawaban yang satu dengan yang lain.
b. Teknik Analisis Data
Setelah data tekumpul dengan lengkap tahap berikutnya adalah tahap analisis data. Analisis data dilakukan dengan menggunakan tabel dan menggunakan teknik deskriptif prosentase sebagai berikut:
P = F x 100 N P : Persentase F : Frekuensi
N : Number of case (banyaknya responden)
Kemudian teknik analisa selanjutnya adalah dengan skoring untuk menentukan skor masing-masing responden. Semua pertanyaan dan pernyataan setiap itemnya dengan bobot nilai untuk setiap jawaban sebagai berikut:
Tabel 3. 1
Skor Item Alternatif Jawaban Responden
Positif (+) Negatif (-)
Jawaban Skor Jawaban Skor Selalu 4 Selalu 1 Sering 3 Sering 2 Kadang-kadang 2 Kadang-kadang 3
Tidak pernah 1 Tidak pernah 4
Positif (+) Negatif (-)
Jawaban Skor Jawaban Skor Sangat perlu 4 Sangat perlu 1
perlu 3 perlu 2
Kurang perlu 2 Kurang perlu 3 Tidak perlu 1 Tidak perlu 4
Kemudian dengan melihat rata-rata skor jawaban siswa dengan klasifikasi sebagai berikut:
Tabel 3. 2
Klasifikasi Skor Angket
Interval Korelasi
15 – 30 Kurang
31 – 50 Sedang
Dalam penelitian ini rumus yang digunakan adalah korelasi product moment, secara operasional analisis data tersebut dilakukan melalui tahap:
1. Mencari angka korelasi dengan rumus:
2 2 2 2 xy Y) ( Y [(N ] X) ( x [(N Y) ( X) ( XY N r ∑ − ∑ ∑ − ∑ ∑ ∑ − ∑ =
Dengan ketentuan sebagai berikut: X : Adalah angket akhlak siswa
Y : Adalah angket disiplin belajar siswa
rxy : Adalah angket indeks korelasi “r” product moment ∑X : Jumlah seluruh skor X
∑Y : Jumlah seluruh skor Y
∑XY : Jumlah hasil perkalian anatara X dan Y N : Number of case2
2. Memberikan interpretasi terhadap angka indeks korelasi “r” product moment.
a. Interpretasi kasar atau sederhana, yaitu dengan mencocokkan perhitungan dengan angka indeks korelasi “r” product moment, seperti dibawah ini:
2
Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003), cet. 12. h. 193
Tabel 3. 4
Tabel Interpretasi Nilai “r”
Besarnya “r”
Product Moment Interpretasi
Antara variable X dan Y memang terdapat korelasi, akan tetapi korelasi tersebut diabaikan atau dianggap tidak ada hubungan antara variabel X dan Y
0,00 - 0,20
Antara variable X dan Y terdapat korelasi yang lemah atau rendah
0,20 - 0,40
Antara variable X dan Y terdapat korelasi yang sedang atau cukup
0,40 – 0,70
Antara variable X dan Y terdapat korelasi yang kuat atau tinggi
0,70 – 0,90
Antara variable X dan Y terdapat korelasi yang kuat atau sangat tinggi3
0,90 - 1,00
b. Interpretasi menggunakan tabel nilai “r” product moment (rt), dengan terlebih dahulu mencari derajat besarnya (db) atau degress of freedom (df) yang rumusnya adalah:
df = N - nr df : Degress of freedom N : Number of case nr : Banyaknya variabel4 3
Anas Sudijono, pengantar statistik pendidikan…, h. 180
4
Dengan diperolehnya df atau db maka dapat dicari besarnya “r” yang tercantum dalam tabel nilai “r” product moment taraf signifikansi 5%. Jika ro sama dengan atau lebih besar dari pada rt maka Ha disetujui
atau terbukti kebenarannya. Jika sebaliknya maka Ho tidak disetujui atau tidak terbukti kebenarannya.
G. Instrumen Penelitian
Menurut Ronny Kountur, instrumen penelitian adalah alat yang dipakai untuk mengumpulkan data melalui pedoman tertulis tentang wawancara, pengamatan atau daftar pertanyaan yang disiapkan untuk mendapatkan informasi dari responden.5
Adapun kisi-kisi instrumen dalam penyusunan angket (daftar pertanyaan) tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel 3. 5 Kisi-Kisi Instrument
No Variabel Indikator Butir Soal Jumlah
1 Akhlak Siswa Akhlak Siswa Kepada Allah 1, 8, 14 & 15 4 Akhlak siswa
kepada orang tua 2, 12 & 13 3
Akhlak siswa
kepada guru 3, 4 & 5 3
5
Ronny kountur, Metode Untuk Penulisan Skripsi & Tesis, (Jakarta: CV Taruna Grafika, 2003), cet. I, h. 113
Akhlak siswa di lingkungan
sekolah
6, 7, 9, 10,
& 12, 5
2 Disiplin Belajar Siswa
Pemahaman siswa terhadap kedisiplinan 1, 2, 3 & 4 4 Ketaatan siswa Dalam mematuhi peraturan sekolah 5 & 6 2 Keteraturan siswa
dalam belajar 8, 9 & 11 3
Konsentrasi siswa dalam belajar 14 & 15 2 Kesungguhan siswa dalam belajar 7, 10, 12, & 13 4
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dan setelah melakukan analisis data yang diperoleh, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Pelaksanaan pendidikan akhlak di MTs Muhammadiyah I Ciputat berjalan dengan sangat baik, karena di samping guru memahami teori mengajar yang baik, guru juga dapat menguasai kelas dan dapat mempraktekkannya serta dapat memberikan contoh-contoh yang baik pula.
2. Tingkat kedisiplinan belajar yang dimiliki siswa MTs Muhammadiyah I Ciputat termasuk dalam katagori disiplin belajar yang cukup baik.ini bisa dilihat dari hasil yang diperoleh rxy sebesar 0,559 lebih besar darif taraf signifikansi 5 % yang diperssoleh sebesar 0,288 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Selanjutnya rxy sebesar 0,559 lebih besar pada taraf signifikansi 1 % sebesar 0,372. sehingga, Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dari hasil perbandingan tersebut, pada taraf signifikansi 5 % terdapat hubungan positif antara variabel X dan Y dengan katagori sedang atau cukup. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat
92
pengaruh yang positif antara variabel X yaitu Pendidikan akhlak dengan variabel Y yaitu disiplin belajar siswa dengan kategori sedang atau cukup.
3. Kontribusi yang ditimbulkan dari pendidikan akhlak di MTs Muhammadiyah I Ciputat ini menunjukkan peranan yang positif dalam membantu membina disiplin belajar siswa. Sehingga seorang siswa menjadi lebih teratur dalam segala hal terutama dalam belajar, selain itu akan membuat siswa memiliki kecakapan mengenai cara belajar yang baik.
B. Saran-saran
1. Hendaknya sarana disekolah lebih dilengkapi dan lebih dioptimalkan dalam penggunaannya, karena dengan sarana yang cukup dan memadai akan dapat menunjang keberhasilan dalam proses belajar mengajar.
2. Hendaknya antara kepala sekolah, guru, dan wali murid lebih meningkatkan hubungan kerjasamanya dalam pembinaan anak didik sehingga anak dapat terkontrol baik di rumah maupun di sekolah. Karena sebagian besar pendidikan anak dipengaruhi oleh lingkungan. Sedangkan waktu di rumah lebih banyak dibandingkan dengan waktu di sekolah. Oleh karena itu, peran serta orang tua dalam pembinaan anak sangat dibutuhkan untuk tercapainya tujuan pendidikan.
3. Pengelolaan Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah I Ciputat terus meningkatkan pendidikan yang telah berjalan. Khususnya peraturan yang ada di madrasah lebih ditingkatkan guna menambah tingkat kedisiplinan belajar siswa dan membenahi segala kekurangan yang ada.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 1 Ciputat
Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah adalah amal usaha Muhammadiyah yang bergerak dalam pendidikan di bawah naungan Perguruan Cabang Muhammadiyah Ciputat.Lokasinya terletak di desa Cimangis Kecamatan Ciputat Kab Tangerang madrasah ini dibangun diatas tanah 1125 M2 letaknya cukup strategis dan mudah dijangkau.
Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Ciputat didirikan pada tahun 1960, adalisasi dan keinginan masyarakat Ciputat yang bermula dari suatu pengajian yang diadakan di Rumah Bapak Mualim Junaidi (Cimanggis) yang hadir pada pengajian tersebut adalah: Bapak Asman Ambo, HA Tarmizie, HA. Kadir, H. Abdul Karim, H. Syamsuddin, H. Daiman, KH A. Darwie, H. Zarkasih Noor dan masyarakat kampung Cimanggis.
Keberadaan MTs Muhammadiyah 1 Ciputat ini sejak awal berdiri hingga sekarang ini dipimpin oleh :
1. Drs. A. Gani Sulaiman : 1961-1962
2. Drs. Tazar Qur’an : 1962-1964
3. Drs. Muardi Chatib : 1964-1966
4. Drs. Hasan Badrudin : 1966-1968
6. HM Nasir Salam, BA : 1973-1976 7. Drs. Mursyidi : 1976-1978 8. Sukiman A. Kadir, BA : 1978-1985 9. Basyari BSc : 1985-1988 10.Drs. Zaini Ahmad : 1988-1990 11.Drs. Nasihudin : 1990-1998
12.Dra. Euis Amalia : 1998-Hingga sekarang
B. Visi, Misi dan Tujuan MTs Muhammadiyah I Ciputat