• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KERANGKA PIKIR PEMECAHAN MASALAH BABIII PENDEKATAN DAN METODE

METODOLOGI PENELITIAN

G. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian, teknik pengumpulan data merupakan faktor penting demi keberhasilan penelitian. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, siapa sumbernya, dan apa alat yang digunakan.

1. Pengamatan

Pengamatan merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Pengamatan yang dilakukan peneliti.

Objek pengamatan yang akan dilakukan peneliti adalah berkaitan dengan pelaksanaan supervisi pembelajaran yang dilakukan oleh pengawas, kepala sekolah dan LPIA dalam peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Al Azhar Medan.Alat yang digunakan peneliti dalam teknik observasi ini antara lain : lembar cek list, buku catatan, kamera photo, alat rekam dan yang lainya yang dianggap perlu. Adapun yang menjadi objek observasi peneliti adalah:

xlviii

a. Kegiatan di ruang pengawas. Pengamatan diruang pengawas peneliti

akan mengamati kegiatan pengawas dalam pelaksanaan supervisi pembelajaran.

b. Kegiatan di ruang kepala sekolah. Pengamatan diruang kepala sekolah

peneliti akan mengamati aktivitas kepala sekolah dalam melakukan supervisi pembelajaran.

c. Kegiatan di ruang PKS, Koordinator dan TU. Peneliti akan mengamati

aktivitas PKS, Koordinator Agama dan TU dalam melakukan atau membantu pelaksanaan supervise pembelajaran.

d. Kegiatan di ruang pendidik. Peneliti mengamati aktivitas pendidik

dalam melaksanakan aktivitas.

e. Kegiatan di ruang kelas. Pengamatan peneliti diruang kelas yaitu

mengamati pelaksanaan Pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik begitu juga aktivitas peserta didik dalam pembelajaran PAI.

f. Kegiatan di ruang Lembaga pengembangan Ilmu Agama (LPIA). Peneliti

akan mengamati tentang aktivitas ketua LPIA dan para stafnya dalam melaksanakan supervisi pembelajaran.

g. Kegiatan-kegiatan eksrakurikuler. Peneliti akan mengamati

ekstrakurikuler yang dibina di sekolah.

h. Kegiatan rapat/musyawarah. Peneliti mengamati materi, situasi dan

kondisi rapat yang dilaksanakan.

i. Sarana dan prasarana seperti mushala, laboratorium, lapangan olah raga

dan kamar mandi. Peneliti akan mengamati apakah sarana prasarana yang ada mendukung pembelajaran PAI.

2. Wawancara

Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data. Wawancara yang dilakukan peneliti terbagi atas wawancara terstruktur dan tidak terstruktur.

xlix

Wawancara terstruktur adalah daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. Peneliti juga menggunakan alat bantu tape recorder, kamera photo, dan material lain yang dapat membantu kelancaran wawancara.

Studi Dokumen

Dokumen adalah sumber informasi yang merupakan rekaman kejadian masa lalu seperti: catatan program-program, foto-foto, Film, profil dan lain sebagainya.

1. Credibility (Kepercayaan)

Kepercayan adalah kesesuaian konsep peneliti dengan kenyataan yang diteliti. Peneliti menggunakan beberapa cara dalam menjaga derajat kepercayaan penelitian, sebagaimana menurut Dja’man Stori dan Aan komariah

yaitu : a) Prologed engagement (perpanjangan penelitian). b) Persistent

observation (peningkatan ketekunan) dan c) Peer debriefing (triangulasi).55 a. Prologed Engagement (Perpanjangan Penelitian).

Peneliti melakukan perpanjangan pengamatan memugkinkan data yang diperoleh lebih akurat dan juga memungkinkan peneliti lebih akrab dengan sumber sehingga semakin terbuka dan memperoleh data yang lebih sempurna. Perpanjangan pengamatan penelitian ini tentang pelaksanaan supervisi pembelajaran yang dilaksanakan oleh pengawas, kepala sekolah dan LPIA dalam peningkatan mutu pembelajaran PAI di SMP AL Azhar Medan.

b. Persistent Observation (Peningkatan Ketekunan).

Peneliti akan tekun dalam mengejar data yang sudah diperoleh untuk lebih diperdalam dan yang belum diperoleh akan terus diupayakan keberadaanya.

Peneliti melakukan Persistent Observation (Peningkatan Ketekunan)

tentang pelaksanaan supervisi pembelajaran yang dilakukan pengawas, kepala sekolah dan LPIA dalam peningkatan mutu pembelajaran PAI di SMP AL Azhar Medan.

c. Peer debriefing (Triangulasi).

55

l

Penelitian kualitatif yang dicari adalah kata-kata, maka tidak menutup kemungkinan ada kata-kata yang salah atau kata yang tidak sesuai dengan apa yang dibicarakannya dengan kondisi yang sebenarnya.

Maka peneliti akan melakukan pengecekan yang diperoleh dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan waktu, sehingga triangulasi dilakukan untuk pengecekan atau pembanding data tersebut.

Peneliti akan melakukan triangulasi tentang pelaksanaan supervisi pembelajaran yang dilakukan pengawas, kepala sekolah dan LPIA dalam peningkatan mutu pembelajaran PAI di SMP AL Azhar Medan dengan cara:

a. Membandingkan hasil pengamatan dengan hasil wawancara atau studi

dokumen.

b. Membandingkan apa yang dikatakan pengawas, kepala sekolah atau

LPIA dengan apa yang dikatakan guru atau dan sebaliknya.

c. Membandingkan apa yang dikatakan pengawas, kepala sekolah dan

LPIA dengan apa yang dikatakan guru atau warga sekolah lainnya warga lainnya.

2. Transferability (Keteralihan)

Tranferability (keteralihan) yaitu hasil penelitian ini dapat diaplikasikan atau diberlakukan pada konteks atau situasi yang sejenis. oleh karena itu agar orang lain dapat memahami hasil penelitian tersebut, maka harus memberikan uraian yang jelas, rinci, sistematis, dan dapat dipercaya, untuk itu peneliti mencari serta mengumpulkan data kejadian empiris, untuk memberikan data secukupnya.

Maka hasil penelitian ini diharapkan dapat diaplikasikan sehingga pembaca

penelitian ini memperoleh gambaran situasinya. Adapun Transferability

(keteralihan) hasil penelitian yang dimaksud adalah pelaksanaan supervisi pembelajaran yang dilakukan pengawas, kepala sekolah dan LPIA dalam peningkatan mutu pembelajaran PAI di SMP AL Azhar Medan.

3. Dependability (keandalan)

Dependabilty (keandalan) yaitu, peneliti harus dapat diandalkan dengan cara meminimalisir tingkat kecerobohan maupun kesalahan. Jadi peneliti tetap

li

konsisten terhadap data. Hasil studi data penilitian dilakukan dengan cara audit terhadap keseluruhan proses penelitian untuk memastikan keabsahan data yang di peroleh dilapangan, caranya dilakukan oleh pembimbing untuk mengaudit keseluruhan aktivitas peneliti dalam melakukan penelitian, bagaimana peneliti mulai menentukan fokus masalah, memasuki lapangan menentukan sumber data, melakukan analisis data melakukan uji keabsahan data samPAI membuat kesimpulan harus dapat ditunjukkan oleh peneliti.

Dalam menjaga dependabilty (keandalan) maka peneliti akan tetap

konsisten tentang data pelaksanaan supervisi pembelajaran yang dilakukan oleh Pengawas, kepala sekolah dan LPIA dalam peningkatan mutu pembelajaran PAI di SMP AL Azhar Medan.

4. Confirmability (keabsahan)

Cofirmabilty (keabsahan) yaitu hasil penelitian dapat dikonfirmasikan (kepastiannya) dan mengupayakan kualitas yang diperoleh sehingga diakui oleh

khalayak ramai dan dapat dipertanggungjawabkan. uji komfirmabilitas hampir

sama dengan dependability, sehingga pengujiannya dapat dilakukan secara

bersamaan. Menurut Guba ada dua langkah dalam menjamin kebsahan data ini

yaitu mempraktekan triangulasi dan refleksi.56 Triangulasi yaitu dengan cara

mengumpulkan data dengan menggunakan berbagai metode pengumpulan data

dan melakukan cross-chek data. Sedangkan refleksi dengan membuat jurnal

harian dalam penelitian.

Peneliti akan melakukan Cofirmabilty (keabsahan) tentang pelaksanaan

supervisi pembelajaran yang dilakukan pengawas, kepala sekolah dan LPIA dalam peningkatan mutu pembelajaran PAI di SMP AL Azhar Medan.