• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III Metodologi Penelitian

D. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data pada penelitian kualitatif tidak menggunakan instrument yang sama sebagaimana penelitian kuantatif dimana instrumennya digunakan untuk mengukur variabel – variabel penelitian, namun peneliti sendirilah yang menjadi instrumen (human instrument), sehingga peneliti secara langsung menggali data dari para informan/subyek penelitian melalui teknik observasi, wawancara, kuisioner, dokumen, atau gabungan (Ghony, 2012:163). Dalam penelitian digunakan pedoman penelitian pada setiap teknik pengambilan data dan sudah dilakukan validasi oleh ahli dan dinyatakan layak digunakan. Berikut adalah teknik – teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini:

1. Observasi

Peneliti melakukan pengamatan dilapangan secara langsung dengan cara mendatangi kelas kursus dari awal hingga berakhir. Metode observasi (pengamatan) adalah teknik pengumpulan data dengan cara peneliti turun ke lapangan untuk mengamati hal – hal yang berkaitan dengan ruang, tempat, pelaku, kegiatan, benda – benda, waktu, peristiwa, tujuan, dan perasaan. Akan tetapi tidak seluruh aspek tersebut harus diamati, hanya perlu mengamati aspek – aspek yang relevan dengan penelitian (Ghony, 2012:165). Menurut Ratclif ada beberepa bentuk observasi yang dapat digunakan dalam penelitian kualitatif, yaitu observasi partisipasi (participant observation), observasi tidak berstruktur, dan observasi kelompok (Pupu, 2009:7).

Pada penelitian ini digunakan bentuk observasi partisipasi, yaitu adalah teknik pengumpulan data melalui pengamatan terhadap obyek penelitian dengan langsung hidup bersama, merasakan, serta berada dalam aktivitas kehidupan obyek (Prastowo, 2012:221), namun pengertian lain tentang observasi pasrtisipasi menurut M. Djunaidi Ghony dan Fauzan Almanshur (2012:166) adalah sebuah teknik pengumpulan data yang mengharuskan peneliti melibatkan diri dalam masyarakat dimana peneliti melakukan penelitinnya sehingga peneliti dapat melihat dan juga memahami gejala – gejala yang ada, sebagaimana masyarakat merasakannya.

Observasi partisipasi dapat dikelompokan menjadi empat golongan yaitu partisipasi pasif (passive participation), partisipasi moderat (moderate participation), partisipasi aktif (active participation), dan partisipasi lengkap (complete participation) (Ghony, 2012:170). Dalam penelitian ini digunakan observasi partisipasi pasif (passive participation) yaitu pengamatan secara langsung dimana peneliti tidak terlibat langsung dengan kegiatan subyek penelitian (Ghony, 2012:170). Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam obeservasi partisipasi yaitu kesabaran dan kehati-hatian, pemahaman atas situasi yang tampak, perasaan, dan estimasi durasi observasi langsung (Ghony, 2012:171). Untuk mempermudah penelitian ini berikut adalah kisi – kisi pedoman observasi yang dijelaskan pada tabel 2. berikut.

Tabel 2. Kisi – Kisi Pedoman Observasi

No Aspek yang

diamati Indikator

1 Non-academic aspects

Kesungguhan dalam menangani masalah peserta didik Peduli kepada peserta didik secara personal

Merespon dengan cepat dalam menangani keluhan peserta didik Arsip yang teliti dan mudah diperoleh

Jam pelayanan yang sesuai harapan Bersikap positif

Berkomunikasi dengan baik

Menguasai sistem dan prosedur pelayanan Memberikan pelayanan yang meyakinkan

Memberikan pelayanan dengan batas waktu yang jelas

2 Academic

aspects

Menguasai materi kursus yang diajarkan Peduli terhadap keadaan

Respon terhadap permintaan bantuan Bersikap sopan dan santun

Kesungguhan memecahkan masalah peserta didik Bersikap positif

Berkomunikasi dengan baik

Memberikan kesempatan untuk konsultasi

Berpendidikan dan berpengalaman sesuai dengan materi kursus yang diajarkan

3 Reputation

Instruktur dan karyawan berpenampilan profesional Fasilitas akademik (ruang belajar, dapur praktek) yang baik Materi kursus yang lengkap

Fasilitas tempat istirahat yang baik Fasilitas ruang tunggu yang baik Fasilitas ruang ibadah yang baik Standar minimal ukuran kelas Lokasi kampus yang strategis Tata ruang yang baik Prestasi yang pernah diraih

Lulusan yang mudah mendapatkan pekerjaan

4 Access

Kesetaraan pelayanan

Memberikan kebebasan berpendapat kepada peserta didik Menjamin kerahasiaan informasi peserta didik

Mudah dihubungi melalui telepon Menerima kritik saran untuk perbaikan

Mempunyai standar operasional prosedur pelayanan 5 Program issues Keberagaman program/konsentrasi

Struktur dan silabus program yang fleksibel 6 Understanding Memiliki layanan kesehatan

2. Wawancara

Wawancara adalah suatu metode yang berupa pertemuan dua orang atau lebih secara langsung untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab secara lisan sehingga terbangunlah suatu makna dalam suatu topik tertentu (Prastowo, 2012:212). Pada penelitian kualitatif, lebih menekankan pada teknik wawancara, terutama wawancara mendalam (depth interview) (Ghony, 2012:176). Wawancara mendalam mirip dengan wawancara informal dimana bertujuan memperoleh informasi pada setiap infrorman menggunakan alur, susunan kata, dan pertanyaan yang menyesuaikan informan dan keadaan. Dengan kata lain wawancara mendalam bersifat luwes yang artinya pertanyaan – pertanyaan yang sudah disiapkan bisa diganti pada saat wawancara berlangsung. Dengan menggunakan wawancara terbuka diharapkan akan menghasilkan wawancara yang luwes, lebih terbuka, dan tidak membuat kedua belah pihak merasa bosan. Dalam melaksanakan wawancara ini dibutuhkan paduan wawancara yang berisi butir – butir pertanyaan. Pada penelitian ini menggunakan jenis wawancara semiterstruktur (semistructure interview) yaitu wawancara yang lebih bebas dari pada wawancara terstruktur yang bertujuan menemukan permasalahan dalam penelitian lebih terbuka, diamana informan dimintai pendapat atau ide

– ide yang telah disusun peneliti dalam pedoman wawancara, peneliti mendengarkan secara teliti dan mencatat apa yang telah dikemukakan oleh informan (Sugiyono, 2015:387). Berikut pada tabel 3. adalah kisi – kisi pedoman wawancara yang akan digunakan dalam penelitian ini.

Tabel 3. Kisi – Kisi Pedoman Wawancara Peserta Didik, Instruktur, dan Karyawan

Sumber Data Aspek

Wawancara Indikator No Pertanyaan Peserta Didik, Instruktur, dan Karyawan Non-academic aspects

Kesungguhan menangani masalah peserta didik 1

Merespon keluhan peserta didik 2

Bersikap positif 3

Berkomunikasi dengan baik 4

Peduli kepada peserta didik secara personal 5

Jam pelayanan yang sesuai harapan 6

Arsip yang teliti 7

Arsip yang mudah diperoleh 8

Menguasai prosedur pelayanan 9

Memberikan pelayanan yang terpercaya 10 Memberikan pelayanan dengan batas waktu yang jelas 11

Academic aspects

Peduli terhadap keadaan 12

Merespon permintaan bantuan 13

Kesungguhan memecahkan masalah peserta didik 14

Berkomunikasi dengan baik 15

Bersikap santun 16

Bersikap positif 17

Berpengalaman sesuai materi kursus yang diajarkan 18 Berpendidikan sesuai materi kursus yang diajarkan 19

Memberikan kesempatan konsultasi 20

Reputation

Instruktur berpenampilan professional 21 Karyawan berpenampilan professional 22

Fasilitas akademik yang baik 23

Fasilitas ruang tunggu yang baik 24

Fasilitas ruang ibadah yang baik 25

Standar minimal ukuran kelas 26

Materi kursus yang lengkap 27

Lokasi kampus yang strategis 28

Tata ruang yang baik 29

Prestasi yang pernah diraih 30

Lulusan yang mudah mendapat pekerjaan 31

Access

Kesetaraan pelayanan 32

Memberikan kebebasan berpendapat kepada peserta didik 33 Menjamin kerahasiaan informasi peserta didik 34

Mudah dihubungi melalui telepon 35

Menerima kritik saran untuk perbaikan 36 Mempunyai standar operasional prosedur pelayanan 37

Programmes issues

Keberagaman konsentrasi kursus 38

Struktur program kursus yang fleksibel 39

Understanding Memiliki layanan kesehatan 40

3. Dokumen

Menurut Sugiyono dokumen adalah catatan peristiwa yang sudah berlalu (Prastowo, 2012:226). Dokumen menyimpan sejumlah besar fakta dan data dalam bentuk surat, catatan harian, cenderamata, laporan, artefak, foto, dan sebagainya (Pupu, 2009:7). Teknik telaah dokumentasi pada penelitian dokumentasi adalah salah satu cara untuk mendapatkan informasi catatan peristiwa lampau yang telah terjadi (Prastowo, 2012:227). Diungkapkan oleh Guba dan Lincoln alasan kuat penggunaaan dokumen dalam penelitian kualitatif yaitu karena dokumen merupakan sumber yang stabil, kaya, dan medorong, berguna untuk pengujian, berguna dan sesuai dengan penelitian kualitatif yang bersifat alamiah, tidak reaktif sehingga sulit ditemukan dengan teknik isi, dan hasil kajian isinya membuka kesempatan untuk memperluas pengetahuan penelitian.

Pada penelitian ini foto dan dokumen dipilih sebagai sumber teknik dokumentasi. Berikut pada tabel 4. adalah kisi – kisi pedoman dokumentasi yang akan digunakan dalam penelitian ini.

Tabel 4. Kisi – Kisi Pedoman Dokumentasi Aspek

Dokumentasi Indikator Sumber

Non-academic Aspects

Jam Pelayanan Brosur Kursus

Ketelitian Arsip Buku Induk Peserta Didik

Reputation Penampilan instruktur Galeri Foto

Materi Kursus Brosur Kursus

Dokumen terkait