• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.7 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan (Sugiyono,2012: 224). Dalam penelitian ini, teknik yang digunakan peneliti dalam pengumpulan data adalah:

3.7.1 Sumber Data Primer

Sumber data primer adalah sumber data yang langsung diberikan oleh narasumber kepada peneliti. Data ini diperoleh melalui kegiatan:

1. Observasi

Secara luas, observasi atau pengamatan berarti setiap kegiatan untuk melakukan pengukuran. Akan tetapi, observasi atau pengamatan disini diartikan lebih sempit, yaitu pengamatan dengan menggunakan indera penglihatan yang berarti tidak mengajukan pertanyaan-pertanyaan (Soehartono,2004: 69). Tujuan menggunakan metode ini untuk mencatat hal-hal, perilaku, perkembangan, dan sebagainya. Faisal dalam Sugiyono (2009: 226) yang mengklasifikasikan observasi sebagai berikut:

a. Observasi berpartisipasi (participant observation)

b. Observasi yang secara terang-terangan dan tersamar (overt observation and convert observation), dan

c. Observasi yang tidak terstuktur (unstructured observation)

Berdasarkan pengklasifikasian observasi di atas, observasi yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah observasi terang-terangan, di mana peneliti dalam melakukan pengumpulan data menyatakan tujuan serta maksud kepada sumber data, bahwa peneliti sedang melakukan penelitian agar pihak-pihak yang diteliti mengetahui tujuan peneliti. Sehingga diharapkan data yang diperoleh merupakan data yang akurat sesuai dengan apa yang dibutuhkan peneliti.

2. Wawancara

Wawancara (interview) untuk keperluan penelitian berbeda dengan percakapan sehari-hari. Wawancara biasanya dimaksudkan untuk memperoleh keterangan, pendirian, pendapat secara lisan dari seseorang (yang lazim disebut responden) dengan berbicara langsung (face to face) dengan orang tersebut. Dengan demikian, wawancara berbeda dengan ngobrol, bercakap-cakap, dan beramah-tamah (Suyanto dan Sutinah,2004: 69). Wawancara merupakan bagian dari metode kualitatif. Dalam metode kualitatif ini dikenal dengan teknik wawancara mendalam (in-depth interview). Wawancara mendalam adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan responden atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara di mana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama (Sutopo,2006: 72). Dalam wawancara mendalam dilakukan penggalian secara mendalam terhadap satu topik yang telah ditentukan berdasarkan tujuan dan maksud diadakan wawancara tersebut dengan menggunakan pertanyaan terbuka.

Estenberg dalam Sugiyono (2012: 233) mengemukakan tiga jenis wawancara, yaitu wawancara terstruktur, semistruktur, dan tidak terstruktur.

a) Wawancara terstruktur (structured interview), digunakan sebagai teknik pengumpulan data bila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh.

b) Wawancara semistruktur (semistructure interview), sudah termasuk dalam kategori in-depth interview yang pelaksanaannya lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara terstruktur.

c) Wawancara tidak terstruktur (unstructured interview), merupakan wawancara yang bebas dan peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya.

Dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara yang terstruktur. Peneliti telah menyusun pedoman wawancara yang mencakup serangkaian pertanyaan yang disusun secara sistematis dalam rangka mendapatkan penjelasan masalah dari penelitian yang sedang dilakukan. Dalam wawancara ini, setiap responden akan diberikan pertanyaan masing-masing sesuai dengan indikator-indikator Implementasi Kebijakan Publik menurut Mazmanian dan Sabatier.

TABEL 3.2 Pedoman Wawancara

No Dimensi Kisi-Kisi Pertanyaan Informan

1 Karakteristik Masalah

a) Kesulitan teknis dalam mengatasi pencemaran sungai di Kota Tangerang

b) Keragaman perilaku masyarakat dalam menyikapi permasalahan pencemaran akibat limbah cair industri

c) Ruang lingkup perubahan perilaku masyarakat yang diharapkan

I1, I2, I3, I4,I5, I6

2 Karakteristik Kebijakan

a) Tujuan kebijakan dalam pengelolaan air limbah industri b) Sumber daya yang dibutuhkan

dalam mengimplementasikan suatu kebijakan

c) Lembaga pemerintah yang terkait dalam implementasi kebijakan

d) Koordinasi antar dinas dalam mengimplementasikan kebijakan

e) Akses kelompok luar untuk berpartisipasi dalam

implementasi kebijakan

I5, I6, I7, I8,

3 Lingkungan Kebijakan

a) Kondisi sosial, ekonomi masyarakat dan kemajuan ekonomi

b) Dukungan masyarakat terhadap sebuah kebijakan

c) Sikap dan sumber yang dimiliki masyarakat dalam

mempengaruhi suatu kebijakan d) Komitmen dan keterampilan

para implementor

I1, I2, I3, I4, I5, I6, I7, I8

3.7.2 Sumber Data Sekunder

Sumber data sekunder merupakan sumber data yang diperoleh melalui kegiatan studi kepustakaan dan dokumentasi mengenai data yang diteliti

1. Studi Kepustakaan

Yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mempelajari buku-buku referensi, laporan-laporan, majalah-majalah, jurnal-jurnal ilmiah yang berkaitan dengan obyek penelitian.

2. Studi Dokumentasi

Studi dokumentasi (Soehartono,2004: 70) merupakan teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan kepada subjek penelitian. Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seorang. Studi dokumentasi merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif (Sugiyono,2012: 240). Hasil dari observasi dan wawancara akan semakin sah dan dapat dipercaya apabila didukung oleh foto-foto.

Selanjutnya, supaya hasil wawancara dapat terekam dengan baik, dan peneliti memiliki bukti telah melakukan wawancara kepada informan atau sumber data, maka diperlukan alat-alat sebagai berikut:

1. Buku catatan : berfungsi untuk mencatat semua percakapan dengan sumber data.

2. Alat perekam : berfungsi untuk merekam semua percakapan atau pembicaraan.

3. Kamera : untuk memotret kalau peneliti sedang melakukan pembicaraan dengan informan/sumber data. Dengan adanya foto ini, maka dapat meningkatkan keabsahan penelitian akan lebih terjamin, karena peneliti betul-betul melakukan pengumpulan data.

Sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini terbagi atas data primer dan data sekunder. Data primer berupa data dalam bentuk verbal atau kata-kata yang diucapkan secara lisan oleh subyek penelitian atau informan penelitian. Dalam hal ini data primer diambil melalui wawancara (interview). Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari teknik pengumpulan data yang menunjang data primer. Oleh karena itu, dalam penelitian ini data sekunder diperoleh melalui hasil observasi yang telah didokumentasikan dalam bentuk foto-foto serta data-data hasil dari studi pustaka yang berkaitan dengan masalah yang ada di dalam penelitian ini.

Dokumen terkait