BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.4. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka penelitian tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang merupakan kombinasi dari beberapa teknik yaitu:
3.4.1 Sumber Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya dan masih bersifat mentah karena belum diolah. Data ini diperoleh melalui:
1. Pengamatan/Observasi
Observasi biasa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan dengan sistematis terhadap fenomena-fenomena yang diteliti. Dalam penelitian ini peneliti langsung terjun ke lokasi penelitian dan melakukan pengamatan langsung terhadap
objek-objek yang diteliti, kemudian dari pengamatan tersebut melakukan pencatatan data-data yang diperoleh yang berkaitan dengan aktivitas penelitian.
Selain itu observasi merupakan kegiatan yang meliputi pencatatan secara sistematik kejadian-kejadian perilaku, objek-objek yang dilihat dan hal-hal lain yang diperlukan dalam mendukung penelitian yang sedang dilakukan. Konsep yang dikemukakan oleh Faisal dalam Sugiyono (2009:226) yang mengklasifikasikan observasi sebagai berikut:
a. Observasi berpartisipasi (participant observation)
b. Observasi yang secara terang-terangan dan tersamar (overt observation and
convert observation), dan
c. Observasi yang tidak terstuktur (unstructured observation)
Jadi berdasarkan pengklasifikasian observasi di atas, observasi yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah observasi terang-terangan, dimana peneliti dalam melakukan pengumpulan data menyatakan terus terang kepada sumber data, bahwa peneliti sedang melakukan penelitian. Sehingga pihak-pihak yang diteliti mengetahui sejak awal sampai akhir tentang aktivitas peneliti. Dan juga peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari yang menjadi sumber data penelitian. Sehingga diperlukan data yang akurat, lengkap, tajam dan terpercaya. Selain itu peneliti juga melakukan observasi secara tersamar dimana pihak-pihak yang diteliti belum mengetahui bahwa peneliti sedang melakukan aktivitas meneliti.
2. Wawancara
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus di teliti,
tetapi juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam. Teknik pengumpulan data ini mendasarkan diri pada laporan tentang diri sendiri atau self-report atau setidak-tidaknya pada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi (Sugiyono,2012;72).
Wawancara mendalam adalah teknik pengolahan data yang pengumpulan data didasarkan pada percakapan secara intensif dengan suatu tujuan tertentu untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya. Wawancara dilakukan dengan cara mendapat berabagai informasi menyangkut masalah yang diajukan dalam penelitian. Wawancara dilakukan pada informan yang dianggap menguasai penelitian. Adapun wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur yang pewawancaranya menetapkan sendiri masalah dan pertanyaan yang akan diajukan oleh peneliti.
Wawancara dilakukan dengan cara mempersiapkan terlebih dahulu berbagai keperluan yang dibutuhkan yaitu sampel informan, kriteria informan, dan pedoman wawancara yang disusun dengan rapih dan terlebih dahulu dipahami peneliti, sebelum melakukan wawancara peneliti terlebih dahulu melakukan hal-hal sebagai berikut: a. Menerangkan kegunaan serta tujuan dari penelitian
b. Menjelaskan alasan mengapa informan terpilih untuk diwawancarai c. Menentukan strategi dan taktik wawancara
d. Mempersiapkan pencatat data wawancara
Hal-hal tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi kepada informan untuk melakukan wawancara dengan menghindari keasingan serta rasa curiga informan
untuk memberikan keterangan dengan jujur. Selanjutnya, peneliti mencatat keterangan-keterangan yang diperoleh dengan cara pendekatan kata-kata dan merangkainya kembali dalam bentuk kalimat.
Wawancara perlu dilakukan lebih dari dua kali karena dua alasan utama. Pertama adalah pendekatan pengetahuan temporal. Istilah temporal maksudnya adalah istilah filosofis yang mendefinisikan bagaimana situasi dan pengetahuan orang saat itu dipengaruhi oleh pengalamannya dan bagaimana situasi saat itu akan menentukan masa depannya. Alasan kedua melakukan wawancara lebih dari satu kali adalah untuk memenuhi criteria rigor (ketepatan/ketelitian). Selain itu juga memungkinkan peneliti mengkonfirmasi atau mengklasifikasi informasi yang ditentukan pada wawancara pertama.
Jadi, dapat disimpulkan wawancara terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama meliputi perkenalan, memberikan gambaran singkat proses wawancara dan membangun hubungan saling percaya. Tahap kedua merupakan tahap terpenting dengan diperolehnya data yang berguna. Tahap terakhir adalah ikhtisar dari respon informan dan memungkinkan konfirmasi atau adanya informasi tambahan.
a. Pedoman Wawancara
1. Dalam penelitian mengenai Implementasi Program Kartu Jakarta Pintar Pada Jenjang Pendidikan SMA/SMK di Kecamatan Kalideres ,mengacu pada teori implementasi menurut Van Meter dan Van Horn (1975) dengan variabel yang mempengaruhi Implementasi Kebijakan yaitu Sumberdaya, Karakteristik Agen Pelaksana, Sikap/Kecenderungan (disposition) para pelaksana, Komunikasi antar organisasi dan aktivitas pelaksana, Lingkungan ekonomi, sosial, dan Politik
Tabel 3.1 Pedoman Wawancara
No Variabel Pertanyaan
1.
Implementasi :
Sosialisasi 1. Apakah mengikuti/mengadakan sosialisasi program KJP?
2. Dimana diadakan sosialisasi program KJP? 3. Kapan diadakan sosialisasi program KJP? 4. Siapa yang menyampaikan sosialisasi?
5. Siapa saja pihak yang terlibat dalam sosialisasi? 6. Apa yang disampaikan dalam sosialisasi?
2. Verifikasi data 1. Apakah dilaksanakan verifikasi data peserta KJP yang diusulkan peserta didik?
2. Siapa saja pihak yang melaksanakan verifikasi datanya?
3. Bagaimana pelaksanaan verifikasi datanya? 4. Variabel-variabel apa yang digunakan untuk
verifikasi?
5. Jika tidak melaksanakan verifikasi data, mengapa?
3. Penyaluran dana 1. Kapan penyerahan KJP dilakukan kepada peserta didik penerima?
2. Siapa pihak yang membagi kartu tersebut? 3. Kapan penyaluran dana dilakukan?
4. Apa saja permasalahan saat penyerahan/ pencairan dana KJP?
4. Pelaporan penggunaan dana
1. Apakah ada pelaporan untuk penggunaan dana yang diberikan?
2. Bagaimana bentuk pelaporannya?
No Variabel Pertanyaan 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program :
Sumberdaya 1. Berapa jumlah pelaksana yang terlibat dalam pelaksanaan program KJP ini?
2. Siapa saja yang terlibat?
3. Apakah mereka mendapatkan pelatihan sebelumnya?
2. Karakteristik agen pelaksana
1. Bagaimana jika ada peserta didik yang mengusulkan menjadi peserta KJP namun tidak memenuhi kriteria yang ditentukan?
2. Apakah pernah terjadi penerimaan peserta KJP yang tidak tepat sasaran?
3. Apakah ada sanksi yang diberikan apabila terbukti penyalahan prosedur atau ketentuan program?
4. Seperti apa sanksi tersebut?
3. Sikap/Kecenderungan Agen Pelaksana
1. Apakah program KJP baik/penting untuk dijalankan?
2. Apakah mekanisme pelaksanaan program sudah cukup memudahkan bagi pelaksana menjalankan program tersebut?
3. Apakah saudara melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwenang?
4. Komunikasi dan Aktivitas Pelaksana
1. Apakah ada rapat koordinasi (rakor) pelaksanaan program KJP ini?
2. Kapan diadakan?
3. Siapa saja peserta rakor?
4. Apa aja yang dibahas dalam rakor tersebut? 5. Kendala apa yang dihadapi saat koordinasi
antara pelaksana program?
5. Lingkungan ekonomi, sosial dan politik
1. Apakah saudara/anak saudara mendapatkan dana KJP?
2. Apakah saudara/anak saudara layak mendapatkan dana KJP?
3. Apakah menurut saudara ada manfaat dari bantuan dana KJP tersebut?
4. Digunakan untuk apa saja bantuan dana KJP tersebut?
5. Apakah ada yang menolak keberadaan program KJP ini di wilayah saudara?
6. Bagaimana bentuk penolakan tersebut?
Sumber : Peneliti 2014
3.4.2 Sumber Data Sekunder
Sumber data sekunder ini merupakan sumber data yang diperoleh melalui kegiatan studi literatur atau studi kepustakaan dan dokumentasi mengenai data yang diteliti.
1. Studi kepustakaan
Pengumpulan data ini diperoleh dari berbagai referensi yang relevan dengan penelitian yang dijalankan dan teknik ini berdasarkan text books maupun jurnal ilmiah.
2. Studi dokumentasi
Studi dokumentasi, yakni pengumpulan data yang bersumber dari dokumen yang resmi dan relevan dengan permasalahan yang akan diteliti.
Selanjutnya sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini terbagi atas data primer dan data sekunder. Data primer diambil langsung dari informan penelitian. Dalam hal ini data primer diambil melalui wawancara (interview). Sedangkan data sekunder adalah data yang tidak langsung berasal dari informan. Oleh karena itu, dalam penelitian ini data sekunder diperoleh melalui data-data dan dokomen-dokumen yang relevan mengenai masalah yang diteliti. Data-data tersebut merupakan data yang diperlukan dalam menyelesaikan masalah yang dibahas dalam penelitian ini.
3.5 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengikuti teknik analisis data kualitatif mengikuti konsep yang dikemukakan (Irawan, 2005;27) yang terdiri dari langkah-langkah yang sistematis dimulai dari pengumpulan data mentah, transkip data, pembuatan koding, kategorisasi data, penyimpulan sementara, triangulasi dan yang terakhir yaitu penyimpulan akhir.
Jadi, dalam analisis data pada penelitian kualitatif bersifat induktif (grounded) dapat diartikan bahwa kesimpulannya penelitian adalah dengan cara mangabstaraksikan data-data empiris yang dikumpulkan dari lapangan dan mencari pola-pola yang terdapat di dalam data-data tersebut. Karena itu analisis data dalam
penelitian kualitatif tidak perlu menunggu sampai seluruh proses pengumpulan data selesai dilaksanakan. Analisis itu dilaksanakan secara paralel pada saat pengumpulan data dan dianggap selesai manakala peneliti merasa telah memiliki data sampai
tingkat “titik jenuh” atau reliable (data yang didapat telah seragam dan telah menemukan pola aturan yang peneliti cari). Maka, tidak heran bila dalam penelitian kualitatif dapat berlangsung berbulan-bulan.
Maksud dari analisis data adalah untuk penyederhanaan data ke dalam formula yang sederhana dan mudah dibaca serta mudah diinterpretasikan. Maksudnya analisis data di sisni tidak saja memberikan kemudahan interpretasi tetapi mampu memberikan kejelasan makna dari setiap fenomena yang diamati sehingga implikasi yang lebih luas dari hasil penelitian dapat dijadikan sebagai bahan simpulan akhir penelitian.
Adapun langkah dalam melakukan teknik analisis data yang digunakan menurut (Irawan, 2005;27) adalah sebagai berikut :
1. Pengumpulan Data Mentah
Pada tahap ini peneliti melakukan kegiatan mengumpulkan data dengan teknik pengumpulan data seperti wawancara terhadap informan yang telah ditetapkan (purposive) dan informan sekunder, melakukan observasi di lokasi penelitian serta studi dokumentasi guna memperkuat data yang didapat. Yang peneliti catat hanya data apa adanya (verbatim). Jangan dicampurkan dengan pemikiran peneliti, komentar peneliti maupun sikap peneliti.
2. Transkrip data
Pada tahap ini, peneliti mencoba catatan ke dalam bentuk tertulis dengan kata-kata apa adanya.
3. Pembuatan Koding
Pada tahap ini, peneliti membaca ulang seluruh data yang sudah di transkrip. Perlu ketelitian dalam membaca transkrip, pada bagian-bagian tertentu dari transkrip itu peneliti akan menemukan hal-hal penting yang
perlu peneliti catat untuk proses berikutnya. Dari hal-hal penting ini dapat diambil kata kuncinya dan diberikan kode.
4. Kategorisasi Data
Pada tahap ini, peneliti mulai menyederhanakan data dengan cara mengikat kata-kata kunci dalam suatu kategorisasi.
5. Penyimpulan Sementara
Pada tahap ini, peneliti mengambil kesimpulan yang bersifat sementara dan harus berdasarkan data sehingga kesimpulan ini tidak dapat dicampur adukan dengan pemikiran dan penafsiran peneliti. Adapun jika peneliti ingin memberikan penafsiran dari pemikiran peneliti sendiri (observers
comment), maka peneliti dapat Menuliskannya pada bagian akhir
kesimpulan sementara. 6. Triangulasi
Pada tahap ini, peneliti melakukan proses check and recheck antara satu sumber data dengan sumber data lainnya.
7. Penyimpulan Akhir
Pada tahap ini, setelah data dianggap cukup dan dianggap telah sampai pada titik jenuh atau telah memperoleh kesesuaian, maka kegiatan selanjutnya adalah peneliti membuat kesimpulan akhir dan mengakhiri penelitian. Langkah-langkah teknik analisis data menurut (Irawan, 2005;5) tersebut dapat ditunjukkan pada gambar berikut:
Gambar 3.1
Proses Analisis Data Menurut Irawan
Sumber: Irawan (2005:5)
Analisis data dimulai sejak pengumpulan data dan dilakukan lebih intensif lagi setelah kembali dari lapangan. Seluruh data yang tersedia, ditelaah dan direduksi
Pengumpulan Data mentah Transkrip Data Pembuatan Koding Kategorisasi Data Penyimpulan Akhir Triangulasi Penyimpulan Sementara
sehingga terbentuk suatu informasi. Satuan informasi inilah yang ditafsirkan dan diolah dalam bentuk hasil penelitian sampai pada tahap kesimpulan akhir.
3.6 Pengujian Keabsahan Data