• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN

3.3. Teknik Pengumpulan Data

Metode penelitian dalam penelitian ini memenggunakan metode dokumentasi, yaitu sebuah metode yang dilakukan dengan mengumpulkan data annual report perusahaan dimana annual report tersebut nantinya akan disesuaikan elemen-elemen yang terdapat dalam integrated reporting. Annual report yang dibutuhkan adalah annual report perusahan tambang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2018. Selain itu, penelitian ini menggunakan studi pustaka untuk mencari teori-teori yang relevan dalam penelitian ini. Metode studi pustaka menggunakan literatur berupa buku, jurnal penelitian dan skripsi penelitian terdahulu.

31 3.4. Definisi Operasional Variabel Penelitian

3.4.1. Variabel Dependen a. Integrated Reporting

Dalam penelitian ini variabel dependen yaitu integrated reporting adalah konsep pelaporan yang menggambarkan hubungan antara strategi perusahaan, tata kelola, kinerja keuangan, dalam konteks ekonomi perusahaan untuk menciptakan nilai perusahaan. Variabel ini diukur menggunakan elemen-elemen yang terdapat dalam integrated reporting yang telah ditentukan oleh International Integrated Reporting Commitee (IIRC). Adapun elemen-elemen tersebut berdasarkan Integrated Freamework yang harus dipenuhi agar sebuah laporan perusahaan dapat disebut sebagai laporan yang terintegrasi adalah sebagai berikut:

1. Organizational overview and external environment.

2. Governance 3. Business Model 4. Risk and Opportunity

5. Strategy And Resource Allocation 6. Performance

7. Outlook

8. Basis Of Presentation

Jika annual report perusahaan melampirkan informasi dari masing-masing elemen diatas maka diberi poin 1 untuk masing-masing elemen tersebut dan jika tidak melampirkan maka diberi poin 0 dan dijumlahkan seberapa besar perusahaan sudah menerapkan elemen integrated dan dibagi dengan jumlah elemen indikator integrated reporting yang seharusnya dilaporkan. Semakin besar jumlah elemen yang dilampirkan dalam annual report perusahaan maka perusahaan tersebut mengindikasikan bahwa sudah melaporkan dalam bentuk integrated reporting.

Integrated reporting = Total elemen yang dilaporkan

3.4.2. Variabel Independen a. Profitabilitas

Profitabilitas merupakan rasio yang digunakan para stakeholder untuk melihat kemampuan perusahaan dalam mendapatkan keuntungan atau laba dari

32 aktivitas operasionlanya. Profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba menggunakan modal yang dimiliki. Semakin tinggi profitabilitas yang diraih maka akan menunjukan bahwa perusahaan tersebut dalam kondisi kinerja yang baik. Tak hanya itu tingginya profitabilitas juga akan mempengaruhi stakeholder untuk berinvestasi atau melanjutkan investasinya pada perusahaan tersebut.

Dalam penelitian ini variabel independen profitabilitas diukur menggunakan Return Of Asset (ROA) yang dihasilkan dari bagi hasil laba bersih perusahaan terhadap nilai buku total aset perusahaan.

ROA = Earning After Tax Total Aset

b. Kepemilikan Institusional

Kepemilikan saham institusional adalah kepemilikan saham oleh pihak-pihak yang berbentuk institusi seperti bank, perusahaan asuransi, perusahaan investasi, dana pensiun dan institusi lainnya. Varaiabel ini diukur dari jumlah presentase saham yang dimiliki institusi dengan rumus sebagai berikut.

KI = Jumlah saham yang dimiliki institusi Jumlah saham biasa

c. Umur Perusahaan

Umur perusahaan merupakan lamanya perusahaa tersebut berdiri atau listing pertama kali di Bursa Efek Indonesia. Variabel ini menggambarkan bahwa perusahaan dapat bersaing dan tetap eksis. Perusahaan yang sudah lama beroperasi mampu beradaptasi dengan perkembangan jaman yaitu dapat menyesuaikan dengan perubahan kebijakan. Salah satu contohnya yaitu dapat menerapkan konsep laporan integrated reporting. Dalam penelitian ini, pengukuran umur perusahaan dilakukan dari tahun awal perusahaan tercatat di bursa efek indonesia sampai dengan saat ini. pengakuran ini mengacu paada penelitian yang dilakukan oleh Linda Santioso dan Erline Chandra yang dilakuakn menggunakan rumus:

Umur Perusahaan = Tahun Penelitian – Tahun ke-n (tahun first issue di BEI)

33 3.5. Teknik Analisi Data

3.5.1. Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif digunakan untuk memperjelas keadaan data penelitian yang bersangkutan. Pada bagian ini dijelaskan data masing-masing variabel yang telah diolah dan dianalisis sehingga menjadi informasi yang jelas dan mudah dipahami.

Pengukuran yang digunakan dalam statistik deskriptif ini meliputi jumlah data, nilai maksimun, nilai minimun, nilai rata-rata, dan standar deviasi.

3.5.2. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik digunakan untuk menguji apakah model regresi menunjukan hubungan yang signifikan dan representatif, maka model tersebut harus memenuhi uji asumsi klasik. Terdapat tiga macam uji yang dilakuakn terkait uji asumsi klasik yaitu uji normalitas, uji multikolinearitas dan uji heteroskedastisitas.

a. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk menguji tingkat kenormalan distribusi data yang digunakan dalam penelitian baik variabel independen maupun dependen. Uji normalitas dapat diuji menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Untuk mengetahui hasil dari uji ini adalah dnegan membandingkan probabilitas yang diperoleh dengan batas sisgnifikan α = 0,05. Apabila sign hitung > α, maka data terdistribusi normal, sedangkan jika sebaliknya maka data tersebut tidak terdistribusi normal.

b. Uji Multikolinearitas

Uji ini bertujuan untuk menguji apakah model regersi ditemukan adanya korelasi atau hibungan antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi. Uji Multikolinearitas dilakukan dengan cara melihat nilai tolerance dan lawannya, serta Variance Inflation Factor (VIF).

Apabila nilai VIF kurang dari 10 atau nilai tolerance > 0,10 maka model regresi berganda tidak terjadi Uji Multikolinearitas.

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika hasil uji menunjukan Heteroskedastisitas maka akan menyebabakan penafsiran koefisien regersi menjadi tidak efisien. Model regresi

34 yang baik adalah bila varian varian atau residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain tetep atau homoskedastisitas.

Uji glejser mengusulkan untuk meregresi nilai absolut residual terhadap variabel independen dengan persamaan regresi :

|Ut| = α + βXt + vt

Jika variabel independen signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen, maka ada indikasi terjadi heteroskedastisitas. Sebaliknya, apabila variabel independen secara statistik tidak mempengaruhi variabel dependen, maka tidak ada indikasi terjadi heteroskedastisitas.

d. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk membuktikan ada tidaknya korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dan periode t-1. Suatu model yang baik adalah model yang bebas dari autokorelasi. Jika terjadi kesalahan, maka denamakan problem autokorelasi. Salah satu cara yang digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi adalah menggunakan uji Run Test. Uji ini dinyatakan tidak terjadi autokorelasi apabila nilai signifikan diatas 0,005 ( ≥ 0,005).

3.5.3. Analisis Regresi Linier Berganda

Analisisi data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda untuk menguji pengaruh profitabilitas, kepemilikan institusional dan umur perusahaan terhadap integrated reporting. Modek analisi penelitian ini dijabarkan sebagai berikut:

IRt+1 : α + 1PFt+0 + 2KIt+0 + 3UPt+0 + ε Keterangan :

α : Konstanta

1 3 : koefisien regresi IR : Integrated Reporting PF : Profitabilitas

KI : Kepemilikan Institusional UP : Umur perusahaan

ε : Standar Error

35 3.5.4. Uji Hipotesis

a. Uji Koefisien Determinasi (R2)

Uji ini bertujuan untuk menguji seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. nilai koefisien determinasi adalah nol sampai satu. Semakin kecil R2, maka semakin terbatas kemampuan variabel independen bisa menjelaskan variabel dependennya. Nilai yang mendekati angka satu maka variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen.

b. Uji F

Uji F atau uji pengaruh stimulan bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh variabel independen dalam penelitian secara bersamaan terhadap variabel dependen. Untuk menguji hipotesis dapat menggunakan uji statistik F yaitu apabila nilai F lebih kecil dari 0,005 maka Ho dapat ditolak pada derajat kepercayaan 5%. Kemudian cara yang berikutnya yaitu dengan membandingkan nilai F hitung dan F tabel. Apabila F hitung lebih besar dari F tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima.

c. Uji t

Uji t digunakan untuk menguji tingkat signifikan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara terpisah. Kriteria pengujian menggunakan uji t dalah jika nilai signifikan variabel < 0,05, maka artinya secara parsial variabel independen mempengaruhi variabel independen dan sebaliknya.

36 BAB IV

Dokumen terkait