• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

D. Teknik Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data yang akan digunakan penulis, maka sesuai dengan dengan jenis penelitian ini penulis menggunakan satu jenis teknik pengumpulan data. Berikut ini jenis teknik pengumpulan data yang digunakan adalah:

1. Instrument Penelitian a. Wawancara

Wawancara adalah suatu kejadian atau suatu proses interaksi antara pewawancara dengan orang yang diwawancarai melalui komunikasi langsung. Dapat pula dikatakan bahwa wawancara merupakan percakapan tatap muka antara pewawancara dengan responden. Dimana pewawancara bertanya langsung tentang suatu objek yang telah dirancang sebelumnya. 34

Menurut V.Wiratna Sujarweni wawancara adalah salah satu instrument yang digunakan untuk menggali data secara lisan. Hal ini haruslah dilakukan secara mendalam agar kita mendapatkan data yang valid dan detail. 35

Dapat disimpulkan wawancara adalah suatu percakapan Tanya jawab yang dilakukan oleh penanya kepada responden, dengan

34 Fadhilla Yusri, 2014, Instrumentasi Non Tes Dalam Konseling, (Bukittinggi:IAIN Bukittinggi),h.111

35 V. Wiratna Sujarweni, 2014, Metodologi Penelitian Keperawatan, (Yogyakarta:GAVA MEDIA),h.90

berpedoman kepda pedoman wawancara yang telah dibuat oleh peneliti, pertanyaan berkaitan dengan masalah yang sedang dialami, guna untuk mendaptkan informasi yang lebih tepat.

Wawancara yang akan dilakukan peneliti adalah wawancara dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan dan dijawab secara lisan pula oleh responden untuk memperoleh data atau informasi secara lebih luas. Berdasarkan hasil wawancara, peneliti akan mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang situasi dan fenomena yang terjadi. Dalam penelitian ini peniliti melakukan wawancara terbuka, yaitu wawancara dengan memberikan kebebasan kepada responden untuk menjawab.36 E. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun data secara sistematis yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dan temuan dalam penelitian ini dapat pula diinformasikan kepada orang lain. Analisis data kualitatif ini dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain. 37

36Irna Andriati, 2019, Tuntutan Praktis Mempelajari Metodologi Penelitian Pendidikan,…h.35

37Irna Andriati, 2019, Tuntutan Praktis Mempelajari Metodologi Penelitian Pendidikan,…h.38

Teknik analisa data dalam penelitian ini adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Reduksi data

Data yang diperoleh ditulis dalam bentuk laporan atau data yang terperinci. Laporang yang disusun berdasarkan data yang diperoleh direduksi, dirangkum, dipilih hal-hal yang pokok, difokuskan pada hal-hal yang penting.

2. Penyajian data

Data yang diperoleh dikategorisasikan menurut pokok permasalahan dan dibuat dalam bentuk matriks sehingga memudahkan peneliti untuj melihat pola-pola hubungan satu data dengan data lainnya.

3. Penyimpulan dan verifikasi

Kegiatan penyimpulan merupakan langkah lebih lanjut dari kegiatan reduksi dan penyajian data. Data yang sudah direduksi dan disajikan secara sistematis akan disimpulkan sementara. Kesimpulan yang diperoleh pada tahap awal biasanya kurang jelas, tetapi pada tahap-tahap selanjutnya akan semakin tegas dan memiliki dasar yang kuat.

4. Kesimpulan akhir

Kesimpulan akhir diperoleh berdasarkan kesimpulan sementara yang telah diverifikasi. Kesimpulan final ini diharapkan dapat diperoleh setelah pengumpulan data selesai. 38

Reduksi data, penyajian data, penyimpulan dan verifikasi serta kesimpulan akhir menjadi gambaran keberhasilan secara berurutan sebagai rangkaian kegiatan analisis yang saling susul menyusul.

F. Teknik Keabsahan Data

Teknik yang dipakai untuk pengujian keabsahan temuan ini yaitu dengan teknik triangulasi. Teknik triangulasi merupakan teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Dengan demikian terdapat tiga tringulasi, antara lain:39

1. Triangulasi sumber

Dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Data yang diperoleh dianalisikan oleh peneliti sehingga menghasilkan suatu kesimpulan.

2. Triangulasi teknik

Dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.

38 V. Wiratna Sujarweni, 2014, Metodologi Penelitian Keperawatan….h.35

39 Novita Lusiana, Rika Andriyani, dan Miratu Megasari, 2015, Buku Ajar Metodologi Penelitian Kebidanan, (Yogyakarta:CV Budi Utama),h.53

3. Triangulasi waktu

Dapat dilakukan dengan pengecekan dengan wawancara, observasi atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda. Bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda, maka akan dilakukan secara berulang-ulang sehingga sampai ditemukan kepastian datanya.

Dalam penelitian ini peneliti lebih memilih triangulasi sumber daripada triangulasi yang lainnya.

53 A. Deskripsi Umum Penelitian

Penelitian ini untuk mendapatkan informasi mengenai cara mengatasi kecemasan wanita dalam menghadapi premenopouse di Jorong Suayan Tinggi Nagari Suayan. Untuk mendapatkan data yang akurat data diperoleh langsung dari lapangan dengan metode pengumpulan data observasi dan wawancara adalah sebagai berikut:

1. Deskripsi Lokasi Penelitian

Penelitian ini berlokasi di Jorong Suayan Tinggi Nagari Suayan Kecamatan Akabiluu Kabupaten Lima Puluh Kota. Lokasi ini merupakan tempat tinggal peneliti sendiri. Nagari Suayan mempunyai empat jorong, yaitu Suayan Tinggi, Suayan Randah, Suayan Soriak dan Suayan Sabar.

Disini peneliti akan melakukan penelitian di Jorong Suayan Tinggi.

2. Deskripsi Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah Wanita Premenopouse usia empat puluh sampai empat puluh lima tahun yang berada di Jorong Suayan Tinggi Nagari Suayan dan anak dari Wanita Premenopouse tersebut.

B. Deskripsi Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil wawancara di lapangan dapat diuraikan bahwa kondisi psikologis wanita dalam menghadapi Premenopouse di Jorong Suayan Tinggi Nagari Suayan adalah sebagai berikut:

1. Wanita Premenopouse mengalami penurunan daya ingat

Pada masa ini wanita sering mengalami penurunan daya ingat yang menyebabkan kondisi ini berdampak pada gaya hidup, kemampuan bersosialisasi dan aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Nepi Elfina di Jorong Suayan Tinggi Nagari Suayan pada tanggal 17 Juni 2021

Apakah ibuk mengalami penurunan daya ingat?

“Saya memang mengalami hal ini di usia saya yang sekarang.

Terkadang hanya hitungan menit saya sudah lupa dengan perkataan orang. Saya sering lupa apabila ada yang menitip pesan kepada saya.

Hal ini cendrung membuat saya tidak nyaman sendiri, karena sungguh tidak tenang rasanya kalau pelupa seperti ini. Saya kadang heran kok bisa seperti ini sekarang, padahal sebelumnya ingatan saya masih kuat untuk mengingat suatu hal”.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Eli Desni di Jorong Suayan Tinggi Nagari Suayan pada tanggal 17 Juli 2021

“Saya memang sangat pelupa. Dalam satu hari saya sering lupa ketika memasak untuk mematikan kompor gas. Hampir setiap hari masakan hampir hangus, bahkan sempat hangus. Sering saya di tegur oleh suami saya karena hal ini. Tetapi hal ini terus terjadi, terkadang juga membuat saya tidak nyaman, dan juga kadang saya marah sendiri pada diri saya, kok gini amat diri saya saat ini, cuma hal seperti ini saja saya sulit untuk merubahnya”.

Maka dapat disimpulkan bahwa sebagian wanita Premenopouse mengalami penurunan daya ingat. Seperti halnya dengan Ibu Nepi Elfina dan Ibu Eli Desni, yang sama-sama mengalmi hal yang sama, yaitu sering pelupa atau mengalami penurunan daya ingat yang mempengaruhi kehidupannya sehari-hari.

Berdasarkan teori mengungkapkan produksi endorphin pada masa Premenopouse mengalami penurunan, hal ini terjadi karena penurunan kadar endorphin, dofamin dan serotonin. Endorphin adalah pereda nyeri pada tubuh yang di produksi tubuh sebagai respons terhadap stress atau ketidaknyamanan yang terjadi. Dofamin adalah juga dikenal dengan hormone perasaan baik yang merupakan bagian penting dari sistem otak.

Serotonim adalah hormone membantu mengatur suasana hati serta tidur, nafsu makan, pencernaan,kemampuan belajar dan memori. 40

2. Wanita Premenopouse sering merasakan mudah tersinggung

Pada masa Premenopouse ini wanita sangat mudah sekali tersinggung oleh ucapan atau kata-kata orang lain. Hal ini dikarenakan wanita Premenopouse merasakan kecemasan dengan perubahan yang dia alami, dan apapun yang dikatakan oleh orang lain dia akan mudah sekali untuk tersinggung.

40 Suci Aulia Triastini, 2018, Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Premenopouse Terhadap Perubahan Masa Menopouse Di Desa Orawa Kecamatan Triwuta Kabupaten Kolaka Timur, Politeknik KesehatanKendari Jurusan Kebidanan Prodi D-IV.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibuk Usni Susanti di Jorong Suayan Tinggi Nagari Suayan pada tanggal 17 Juli 2021.

Apakah ibuk mengalami perasaan mudah tersinggung?

“Saya merasakan di usia saya yang sekarang ini saya mudah tersinggung dengan ucapan dan kata-kata orang lain terhadap saya.

Padahal niat mereka baik tapi saya mengganggap itu buruk bagi diri saya dan seolah-olah mereka menceritakan keburukan saya. Apabila sebelumnya saya biasa saja bergurau dengan teman-teman seusia saya, namun sekarang tidak bisa lagi seperti dulu, karena sering bertengkar hanya karena candaan yang seharusnya saya tidak merasa tersinggung tapi ini malahan saya merasa tersinggung”.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Eli Desni di Jorong Suayan Tinggi Nagari Suayan pada tanggal 17 Juli 2021

“Saya merasakan mudah tersinggung di usia saya yang sekarang. Dari ucapan dan perkataan orang lain, yang terkadang niat mereka memberikan saya nasehat, tetapi saya merasa tersinggung dan tidak menerima perkataan mereka. Terkadang mereka mentertawai saya, kok saya mudah sekali marah dan lalu tersinggung, padahal niatnya ingin memberi nasehat atau hanya sebagai candaan”.

Maka dapat disimpulkan bahwa wanita Premenopouse mengalami perasaan mudah tersinggung terhadap ucapan dan perkataan orang lain disekitarnya. Seperti halnya dengan Ibu Usni Susanti dan Ibu Eli Desni yang sama-sama merasakan mudah tersinggung di usianya yang sekarang.

Berdasarkan teori mengungkapkan bahwa kondisi psikologis wanita Premenopouse salah satunya adalah mudah tersinggung. Hal ini terjadi

karena menurunnya hormone Serotonin yang membantu mengatur suasana hati.41

3. Wanita Premenopouse mengalami susah tidur

Hal ini hampir di alami semua wanita Premenopouse. Mereka mengalami kesusahan dalam tidur atau istirahat. Hal ini disebabkan karena keringat di malam hari, dan terkadang karena lelah dengan pekerjaan di siang hari, akan membuat sulit tidur dan badanpun akan terasa sakit.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Eli Desni di Jorong Suayan Tinggi Nagari suayan pada tanggal 17 Juli 2021

Apakah ibu pernah mengalami susah tidur di usia ibu saat ini?

“Saya sering mengalami susah tidur di malam hari. Hal ini sangat menggangu pekerjaan saya di siang hari. Mungkin karena lelah bekerja di siang hari, sehingga malamnya mata akan sulit sekali untuk tidur. Biasanya apabila lelah di siang hari, malamnya pasti akan cepat sekali mata tertidur. Tapi sekarang lain lagi, sulit sekali untuk tidur, yang terasa hanyalah badan sakit-sakit, yang pada akhirnya tidur juga tapi tidak nyenyak, sering terbangun, malahan sebelum pagi akan terbangun setidaknya empat kali”.

Berdasarkan wawancara dengan Ibu Usni Susanti di Jorong Suayan Tinggi Nagari Suayan pada tanggal 17 Juli 2021

“ Saya sering mengalami susah tidur. Siang nya mata ngantuk dan pekerjaanpun menjadi terbengkalai karena mata mengantuk. Hal ini karena malamnya mata susah sekali untuk tidur. Ketika bisa tidurpun

41 Suci Aulia Triastini, 2018, Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Premenopouse Terhadap Perubahan Masa Menopouse Di Desa Orawa Kecamatan Triwuta Kabupaten Kolaka Timur, Politeknik KesehatanKendari Jurusan Kebidanan Prodi D-IV.

tetapi tidak nyenyak, bisa terbangun beberapa kali. Terkadang hal ini membuat saya jadi emosi sendiri, karena akibatnya pekerjaan di siang hari tidak akan berjalan dengan baik, dan pekerjaan pasti akan menumpuk setiap harinya”.

Maka dapat disimpulkan bahwa wanita Premenopouse mengalami perubahan kondisi psikologis yaitu susah tidur atau insomnia. Seperti halnya Ibu Eli Desni dan Ibu Usni Susanti yang sering mengalami susah tidur, yang berefek kepada pekerjaan di siang hari yang menjadi terbengkalai karena malamnya susah tidur, namun siangnya mata mengantuk ketika bekerja.

Berdasarkan teori mengungkapkan bahwa kondisi psikologis wanita Premenopouse salah satunya adalah mengalami susah tidur. Susah tidur disebabkan karena keringat di malam hari. Kesulitan tidur dipengaruhi dengan rendahnya kadar Serotin pada masa Premenopouse.42

4. Wanita Premenopouse merasakan kecemasan dengan perubahan yang dia alami saat ini

Sebagian dari wanita Premenopouse mengalami kecemasan dengan perubahan yang dia alami. Hal ini sangat wajar terjadi, karena setiap perubahan yang terjadi pada diri pasti akan membuat setiap orang akan

42 Fiyya Anaqotul Hessy dan Trmeilia Suprihatiningsih, 2018, Hubungan Syndrom Premenopouse Dengan Tingkat Stres Pada Wanita Usia 40-45 Tahun, Jurnal Kesehatan Al-Irsyad(JKA), Volume XI Nomor 01

merasa cemas. Karena tidak terbiasa dan pasti akan membuat diri sendiri tidak nyaman.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Nepi Elfina di Jorong Suayan Tinggi Nagari Suayan pada tanggal 17 Juli 2021

Apakah ibuk merasa cemas dengan perubahan yang ibu alami saat ini?

“Saya benar-benar merasa cemas dengan perubahan yang saya alami saat ini. Apalagi pada usia saya yang sekarang saya sering sekali merasakan sakit kepala, padahal sebelumnya saya tidak pernah merasakan sakit kepala. Hal lainnya berat badan saya yang melonjak naik setelah saya berusia empat puluhan. Dulu berat saya hanya lima puluhan, tetapi sekarang tujuh puluhan keatas dan tidak bisa turun.

Takutnya nanti saya gemuk malah menimbulkan penyakit, dan saya cemas nanti suami saya akan meninggalkan saya ketika saya sakit”.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Samsuarni di Jorong Suayan Tinggi Nagari Suayan pada tanggal 17 Juli 2021

“Saya tidak terlalu bermasalah dengan perubahan saya pada saat ini.

karena saya orangnya tidak terlalu ambil pusing dengan perubahan yang saya alami. Walaupun memang banyak yang berubah dari penampilan saya pada saat ini, tetapi saya merasa percaya diri saja dan tidak terlalu jadi masalah bagi diri saya pribadi”

Maka dapat disimpulkan bahwa sebagian dari wanita Premenopouse mengalami kecemasan dengan adanya perubahan dalam penampilan.

Seperti halnya yang dirasakan oleh Ibu Nepi Elfina yang tidak percaya diri dengan perubahan yang sia alami saat ini dan takutnya akan menjadi penyakit. Beda halnya dengan Ibu Samsuarni yang merasa percaya diri saja dengan perubahan yang dia alami saat ini

Berdasarkan teori mengungkapkan bahwa kondisi psikologis wanita Premenopouse salah satunya adalah mengalami kecemasan dengan perubahan yang dialami. Hal ini terkait penurunan hormonal pada wanita yaitu terutama penurunan hormone estrogen sehingga menyebabkan wanita sering mengalami kecemasan.43

5. Wanita Premenopouse mengalami perasaan mudah lelah

Hal ini terjadi hampir semua wanita Premenopouse mengalami hal ini.

karena di usia tersebut tenaga akan mulai berkurang, apabila sebelumnya seharian bekerja tidak menjadi masalah, namun pada usia ini akan cepat sekali terasa lelah dalam bekerja.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Samsuarni di Jorong Suayan Tinggi Nagari Suayan pada tanggal 17 Juli 2021

Apakah ibu mengalami perasaan mudah lelah?

“Saya merasa mudah sekali lelah dalam bekerja. Hal ini bisa saya lihat dan saya bandingkan ketika usia saya dulu masih tiga puluhan.

Sekarang untuk menjahit saja saya tidak mampu lama-lama duduk di atas kursi jahit. Rasanya pinggang mau putus, dan badan rasanya sakit-sakit. Tidak seperti dulu, dulu saya mampu menjahit berkodi-kodi, bahkan sudah selesai sebelum waktu yang ditentukan, namun sekarang tidak bisa lagi seperti itu, bahkan sering menumpuk kain yang akan di jahit”.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Nepi Elfina di Jorong Suayan Tinggi Nagari Suayan pada tanggal 17 Juli 2021

43 Suci Aulia Triastini, 2018, Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Premenopouse Terhadap Perubahan Masa Menopouse Di Desa Orawa Kecamatan Triwuta Kabupaten Kolaka Timur, Politeknik KesehatanKendari Jurusan Kebidanan Prodi D-IV.

“Saya merasa mudah lelah di usia saya yang sekarang. Sebentar bekerja sudah merasa lelah. Apapun yang dikerjakan tidak bisa lama-lama karena sebentar sudah merasa capek. Saya sering mintak bantuan suami maupun anak saya untuk membantu saya bekerja, karena memang tidak bisa dipaksakan. Kalau dibandingkan dengan yang dulu sudah jauh berbeda. Di usia tiga puluhan apapun yang dikerjakan pasti akan cepat sekali selesainya, lain dengan yang sekarang”.

Maka dapat disimpulkan bahwa wanita Premenopouse mengalami rasa mudah lelah dalam mengerjakan pekerjaan. Apabila sebelumnya masih kuat-kuat saja bekerja sendiri tapi sekarang butuh bantuan dari orang lain.

Seperti halnya yang dirasakan oleh Ibu Samsuarni dan Ibu Nepi Elfina.

Berdasarkan teori mengungkapkan bahwa kondisi psikologis wanita Premenopouse salah satunya adalah mengalami mudah lelah. Rasa lelah lebih sering muncul ketika pada masa Premenopouse karena sering terjadi perubahan hormone pada wanita yaitu terutama hormone estrogen.44 6. Wanita Premenopouse mengalami masalah pada kesehatan

Pada masa Premenopouse wanita banyak mengalami masalah pada kesehatannya. Hal ini merupakan menurunnya kesegaran fisik secara umum dan berdampak pada kesehatan.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Eli Desni di Jorong Suayan Tinggi Nagari Suayan pada tanggal 17 juli 2021

Apakah ibuk mengalami masalah pada kesehatan?

44 Fiyya Anaqotul Hessy dan Trmeilia Suprihatiningsih, 2018, Hubungan Syndrom Premenopouse Dengan Tingkat Stres Pada Wanita Usia 40-45 Tahun, Jurnal Kesehatan Al-Irsyad(JKA), Volume XI Nomor 01

“Saya mengalami masalah pada kesehatan saya yang membuat saya cemas. Tangan saya sering terasa sakit. Sebelumnya saya tidak pernah merasakan sakit ini, tetapi pada usia saat ini saya merasakan sakit di bagian tangan. Saya tidak bisa memegang benda terlalu lama, apabila terlalu lama maka tangan saya akan kesemutan. Dan akhirnya benda itu akan jatuh sendiri. Sudah berbagai obat saya coba, tetapi sakitnya masih tetap sama, tidak ada perubahan”.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Nepi Elfina di Jorong Suayan Tinggi Nagari Suayan pada tanggal 17 Juli 2021

“Saya bermasalah pada kesehatan saya. Pada usia saat ini saya sering merasakan sakit kepala yang membuat saya menjadi cemas.

Sebelumnya saya tidak pernah mengalami sakit kepala, tapi setelah memasuki usia empat puluhan sakit kepala ini mulai muncul.

Terkadang saya sangat merasa cemas, takutnya nanti ini bukan sakit kepala biasa, takutnya ada penyakit lain di balik sakit kepala ini dan membuat saya di rawat di rumah sakit nantinya”.

Maka dapat disimpulkan bahwa wanita Premenopouse mengalami masalah pada kesehatannya yang membuat mereka menjadi cemas dengan penyakit yang mereka rasakan. Seperti yang dirasakan oleh Ibu Eli Desni dan Ibu Nepi Elfina yang merasakan kekhawatiran tentang penyakit yang dia alami, karena sebelumnya belum pernah mengalami penyakit tersebut.

Berdasarkan teori mengungkapkan bahwa kondisi psikologis wanita Premenopouse salah satunya adalah mengalami masalah pada kesehatan.

Menurunnya kesegaran fisik mencakup kecendrungan sakit pada otot,

pusing-pusing biasa, sakit pada lambung, kehilangan selera makan serta insomnia.45

Berdasarkan hasil wawancara di lapangan dapat diuraikan cara mengatasai kecemasan wanita dalam menghadapi Premenopouse di Jorong Suayan Tinggi Nagari Suayan sebagai berikut:

1. Melakukan pembentukan reaksi

Berdasarkan wawancara tentang cara mengatasi kecemasan dengan Ibu Usni Susanti di Jorong Suayan Tinggi Nagari Suayan

Apakah ibu pernah melakukan pertahanan diri secara tidak sadar mengendalikan kecemasan yang ibu alami?

“Saya pernah mempertahankan diri saya dengan rasa kecemasan karena perubahan yang saya alami, dengan cara mengendalikan diri saya bahwa saya berpikir setiap orang pasti akan mengalami perubahan dari dalam dirinya. Karena kita pasti tidak akan muda terus, ada masanya kita akan mengalami hal yang kita tidak sukai sama sekali seperti halnya sekarang ini yang saya alami”.

Berdasarkan wawancara tentang cara mengatasi kecemasan dengan Ibu Nepi Elfina di Jorong Suayan Tinggi Nagari Suayan

“Saya pernah mengendalikan diri saya untuk tidak terlalu cemas dengan perubahan yang saya alami saat ini. Walau sebenarnya memang sedikit sulit, tetapi saya memberanikan diri untuk mengontrol kecemasan yang sedang saya rasakan, agar kecemasan

45 Elizabeth B Hurlock, Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan, (Jakarta:Erlangga,1980),h.326-328

ini tidak berpengaruh kepada keluarga saya, terutama pada anak saya”.

Maka dapat disimpulkan bahwa dengan adanya perubahan tersebut wanita Premenopouse mengalami kecemasan. Salah satu cara dalam mengatasi kecemasan yaitu dengan melakukan pembentukan reaksi, yaitu mengendalikan diri dari rasa cemas secara tidak sadar. Hal ini telah dilakukan oleh Ibu Usni Susanti dan Ibu Nepi Elfina.

Berdasarkan teori mengungkapkan bahwa salah satu cara mengatasi kecemasan adalah pembentukan reaksi, yaitu seseorang akan menampilkan respons yang berlawanan dengan yang dirasakan pada situasi harus melindungi diri. Hal ini dilakukan sebagai upaya menenangkan diri dari kecemasan yang dirasakan. 46

2. Melakukan penyangkalan

Berdasarkan wawancara tentang cara mengatasi kecemasan dengan Ibu Usni Susanti di Jorong Suayan Tinggi Nagari Suayan

Apakah ibu pernah menyangkal bahwa hal yang ibu cemaskan tidaklah benar?

“Saya memang pernah menyangkal bahwa hal yang saya cemaskan itu tidaklah benar. Dan saya sering bicara sendiri pada diri saya bahwa bukanlah hal ini yang patut saya cemaskan, masih banyak hal lain yang patut saya cemaskan.

“Saya memang pernah menyangkal bahwa hal yang saya cemaskan itu tidaklah benar. Dan saya sering bicara sendiri pada diri saya bahwa bukanlah hal ini yang patut saya cemaskan, masih banyak hal lain yang patut saya cemaskan.

Dokumen terkait