1. Instrumen Penelitian
Pada penelitian ini instrumen penelitian yang penulis gunakan yaitu angket. Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.50
Angket yang digunakan yaitu dengan skala Likert, dimana angket ini biasanya digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang terhadap fenomena sosial.
Angket disusun dengan menjabarkan variabel, variabel dalam penelitian ini adalah pengaruh teman sebaya (variabel X) terhadap moral (variabel Y). Masing-masing variabel dijabarkan kedalam sub-sub variabel, dari sub-sub variabel disusun butir-butir (item) yang berupa pertanyaan positif dan pertanyaan negatif. Setiap responden dapat memilih jawaban dengan cara memberi tanda cek (β) pada lembar jawaban.
Penulis menggunakan skala likert, yaitu skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi sesorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Adapun alternatif jawaban pada angket yang digunakan yaitu:
Tabel
Pedoman Alternatif Jawaban Angket Teman Sebaya Terhadap Moral Siswa
Alternatif Jawaban Angket Sangat Sesuai (SS)
Sesuai (S)
50 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D,...h. 142
Kurang sesuai (KS)
Tidak sesuai (TS)
Sangat tidak sesuai (STS)
Pernyataan instrumen terdiri dari pernyataan positif dan negatif.
Untuk pernyataan positif diberi skor masing-masing secara berturut-turut adalah 5, 4, 3, 2, 1 dan untuk pernyataan negatif diberi skor masing-masing 1, 2, 3, 4, 5. Pengumpulan data melalui angket ini ditujukan kepada siswa SMAN 1 Palupuh yang menjadi anggota sampel. Angket yang diberikan
terdiri atas dua bagian, yaitu angket yang berisikan pernyataan tentang teman sebaya dan angket yang berisikan pernyataan tentang moral siswa. Adapun kisi-kisi angket teman sebaya terhadap moral siswa diantaranya:
Adapun kisi-kisi instrumen Pengaruh Teman Sebaya Teman Sebaya terhadap Moral Siswa disusun sebagai berikut:
Kisi-kisi angket
l a
Menunjukkan ekspresi non verbal dalam memahami
Memahami perilaku jujur 9 ,
Memahami sikap pemaaf 1 7
1
memahami perilaku ikhlas 2 8
1 5 memahami sikap rendah
hati
mengendalikan diri dari
5 1
5 4
6
perilaku negatif ,
menunjukkan sikap sopan santun kepada orang
menunjukkan sikap patuh dan hormat kepada
kan
terhadap orang lain 7
,
Membantu atau menolong orang lain
Keadi Berfikir terbuka/objektif dalam menghadapi
lan Menunjukkan sikap adil
dalam berkompetisi
1
3
or
Kemampuan dalam bergaul 5 7
Hubungan dengan guru 6 5
Hubungan dengan keluarga 6 9
7 0
7 2
Jumlah 1
6 3
a. Validitas Instrumen
Sebuah instrumen membutuhkan suatu pengukur dari sebuah data yaitu validitas. Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu instrumen pengukur (tes) dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu tes dikatakan memiliki validitas yang tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukur secara tepat atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut.51 Artinya hasil ukur dari pengukuran tersebut merupakan besaran yang mencerminkan secara tepat fakta atau keadaan sesungguhnya dari apa yang diukur.
Untuk menemukan validitas instrumen ini penulis menggunakan katergori uji validitas sebagaimana yang diungkapkan oleh Suharsimi Arikunto yaitu:
1) Content validity (Validitas isi) yaitu suatu instrumen dikatakan valid apabila sebuah instrumen tersebut secara isi telah menggambarkan apa
51 Zulkifli Matondang, βJurnal Tabularasa PPS UNIMED-Validitas dan Reliabilitas Suatu Instrument Penelitianβ, (Medan: UNIMED, 2009) h. 89
yang diukur secara keseluruhan. Content validity dilakukan dalam bentuk pencekan kembali dari butir-butir instrumen penelitian terhadap teori yang dikemukakan.
2) Construct validity (Validitas konstruk) yaitu suatu instrumen dinyatakan valid setelah dikonsultasikan dengan orang yang ahli di bidang tersebut. Dilakukan dalam bentuk konsultasi kepada beberapa orang dosen yang dianggap ahli. Dalam hal ini ahli yang penulis maksud adalah dosen pembimbing yang ahli di bidangnya. Penelaahan isi instrumen yang akan penulis gunakan akan dilakukan oleh dosen IAIN Bukittinggi yaitu Bapak Budi Santosa, M.Pd, Bapak Syawaluddin, M.Pd, dan Ibu Hayati ,M.Pd dengan hasil baik serta bisa dilanjutkan dengan sedikit revisi.
3) Validitas empiris yaitu melakukan uji coba instrumen.52
Peneliti melakukan uji coba instrumen kepada 30 orang siswa diluar sampel penelitian.
Setelah diperoleh harga ππ₯π¦ selanjutnya dikonsultasikan dengan nilai ππ‘ππππ. Apabila ππ₯π¦β₯ ππ‘ππππ maka angket dikatakan valid. Suatu instrumen dikatakan valid jika nilainya minimal +0,30. Sedangkan butir yang memiliki skor validasi dibawah +0,30 maka dinyatakan tidak valid.53
Adapun hasil validitas instrumen penelitian yaitu:
52 Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara.
1999) h. 66-67
53Purswanto, Metodologi Penelitian Kuantitatif untuk Psikologi dan Pendidikan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012), hal. 197
Tabel
Hasil Validitas Instrumen
Keterangan Item valid Item Tidak valid Teman
45, 46, 47, 48, 49, 50, 51, 52, 53, 54, 55, 56, 58, 59, 60, 61,64, 65, 66, 67, 68, 69, 70, 71
Jumlah 57 14
Berdasarkan tabel diatas diketahui pada variabel Teman Sebaya terdapat 43 item valid dan 22 item tidak valid. Pada variabel Moral siswa terdapat 57 item valid dan 14 item tidak valid yang akan digunakan sebagai instrumen penelitian karena tidak memenuhi syarat.
b. Reliabelitas Instrumen
Suatu instrument pengukuran dikatakan reliabel jika pengukurannya konsisten dan cermat akurat. Jadi uji reliabelitas instrumen dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui konsistensi dari instrumen sebagai alat ukur. Sehingga pengukuran dapat dipercaya. Hasil pengukuran dapat dipercaya hanya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subjek yang homogen diperoleh hasil yang relatif sama, selama aspek yang di ukur dalam diri subjek memang belum berubah.
Suatu item / pernyataan dapat dikatakan reliabel jika koefisien korelasinya besar dari nilai rtabel pada taraf signifikansi 0,05 (5%). Jika koefisien
korelasinya kecil dari nilai rtabel pada taraf signifikansi 0,05 (5%) maka pernyataan / item tersebut dapat dikatakan tidak reliabel.
Uji reliabelitas juga dilakukan dengan menggunakan rumus alpha cronbach dengan bantuan SPSS 22.54 Setelah uji reliabelitas menggunakan SPSS 22 dilakukan, akan ditemukan reliabel atau tidaknya suatu instrumen yang digunakan dalam sebuah penelitian.
Reliabilitas dinyatakan oleh koefisien reliabilitas yang angkanya berada dalam rentang dari 0 sampai dengan 1,00. Semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati angka 1,00 berarti semakin tinggi reliabilitas.
Sebaliknya koefisien yang semakin rendah mendekati angka 0 berarti semakin rendahnya reliabilitas.55Pernyataan tersebut diperkuat bahwa instrumen dikatakan reliabel bila hasil perhitungan reliabilitas dengan rumus alpha cronbach menunjukkan angka minimal 0,65.56
Dari 65 butir pernyataan angket teman sebaya diketahui sebanyak 43 butir pernyataan dikatakan valid. Dan 71 butir pernyataan angket teman sebaya diketahui sebanyak 57 butir pernyataan dikatakan valid. Untuk menentukan apakah angket penelitian reliabel atau tidak, dilakukan perbandingan antara nilai reliabilitas yang diperoleh dengan standar yang ada, dimana semakin koefisien reliabelitas mendekati 1 maka semakin tinggi.
54 Sambas Ali Muhidin dan Maman Abdurahman, Analisis Korelasi, Regresi dan Jalur dalam Penelitian, (Bandung: Pustaka Setia, 2009), h. 37
55Saifuddin Azwar, Reliabilitas dan Validitas, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010), hal.
10
56Purwanto, Metodologi Penelitian Kuantitatif untuk Psikologi dan Pendidikan, ..., hal.
197
F. Teknik Analisa Data