BAB III METODE PENELITIAN
G. Teknik Penjaminan Keabsahan Data
Dalam penelitian ini, digunakan teknik trianggulasi antar sumber data dengan menggali informasi dari masyarakat sekitar yang mampu membantu setelah diberi penjelasan. Selain itu, juga dilakukan teknik member check, dengan membandingkan hasil wawancara informan satu dengan informan lainnya.
58 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar 1. Sejarah Berdirinya PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar
PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar didirikan pada tahun 1994 berdasarkan Akte Notaris Singgih Susilo,SH di Pekanbaru No.85 tanggal 23/07/1994 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman RI No.C2.15.472.HT.01.01.Th.1994 tertanggal 14 Oktober dengan Izin Usaha Industri dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan RI No.68/
Dirjen-IKAH/IVI/IX/98 tanggal 20 November 1998 yang bertempat di Batusangkar.
PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar diresmikan oleh bapak Bupati Kepala Daerah Tingkat II Tanah Datar pada tanggal 6 Juni 1998. PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar adalah perusahaan swasta dengan modal perorangan yang bergerak dalam bidang Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Perusahaan ini didirikan oleh Bapak H. Darwin yang bertujuan untuk mengelola sumber daya alam yang berlokasi di Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum Daerah Tingkat II Kabupaten Tanah Datar. Sumber daya alam berasal dari sumber mata air Kiambang yang berjarak 100 meter dari perusahaan.
Pendirian perusahaan atas dasar permintaan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar kepada pengusaha pribumi maupun di luar daerah Sumbar untuk menanamkan investasi di daerah sendiri. Pada bulan Desember 1997 adalah produksi perdana perusahaan dengan wilayah pemasaran Padang dan Pekanbaru.
2. Visi dan Misi Perusahaan a. Visi
Sesuai dengan perkembangan teknologi sebagai pemenuh kebutuhan manusia, maka PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar memiliki beberapa visi dari usahanya, yaitu:
1.) Ikut ambil bagian dalam dunia usaha
2.) Dengan meningkatkan hasil produksi dan mengutamakan mutu, maka PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar akan berperan juga di dunia usaha menuju pasar bebas
3.) Dengan adanya mutu yang baik, maka air minum (mineral) PT.
Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar akan lebih berpotensi dan berpengaruh di pasaran dunia sehubungan dengan ikutnya PT.
AII sertifikat ISO 9002 : 2008
4.) Mengurangi pengangguran di Batusangkar b. Misi
Misi dari perusahaan yaitu, untuk mencapai industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang terbaik dan memberikan pelayanan yang tepat, cepat dan efektif yang merupakan harapan pelangan.
c. Sistem Manajemen Mutu
PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar menerapkan lingkup sistem manajemen mutu ISO 9001: 2008 SNI 01-3553-2006 untuk produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) untuk semua elemen desain dan pengembangan serta memperoleh sertifikat halal MUI Sumatra Barat. Adapun Motto dari PT Amanaha Insanillahia (AMIA) Batusangkar adalah “ MUTU KOMITMEN KAMI”.
d. Lingkup Sertifikasi
PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar mengajukan sertifikat untuk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) sesuai persyaratan SNI 01-3553-2006 dengan merk AMIA, AQEZ, ARTHA, dan TAMIA yang dikemas dalam 5 jenis meliputi:
1.) Galon 19 liter
2.) Botol 3.) Cup 240 ml 4.) Cup 220 ml 21
Pengolahan dilakukan dengan menggunakan teknologi yang modern serta dikemas dengan mesin pengisian yang canggih serta otomatis.
e. Aset yang Dimiliki oleh Perusahaan 1.) Tanah
Tanah yang dimilki oleh perusahaan adalah tanah yang dijadikan sebagai tempat berdirinya bangunan pabrik.
2.) Bangunan
Bangunan yang dimiliki perusahaan terdiri dari bangunan kantor dan bangunan pabrik
3.) Mesin – mesin
Peralatan mesin yang dimiliki oleh perusahaan dalam menunjang proses produksi antara lain :
a.) Mesin Auto Cup Sealer 8x2 line sejumlah 1 unit, dengan kapasitas produksi gelas 240 ml 8x2 line yaitu 400 karton per/jam
b.) Mesin Auto Cup Sealer 4x2 line sejumlah 1 unit, dengan kapasitas produksi gelas 240 ml 4x2 line yaitu 110 karton/
jam
c.) Mesin Botol 600 ml sejumlah 1 unit, dengan kapasitas produksi botol 600 ml yaitu 150 karton/ jam
d.) Mesin Galon 19L sejumlah 1 unit, dengan kapasitas produksi 200 botol/ jam
e.) Peralatan water treatment sejumlah 1 unit f.) Shrink tunel sejumlah 2 unit
g.) Generator set sejumlah 1 unit h.) Kompresor sejumlah 1 unit
4.) Peralatan
Peralatan yang digunakan oleh PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar dapat dikelompokan menjadi 5 kategori yaitu:
a.) Peralatan gudang yang terdiri dari Seal Cup, Palet, Lid, Layar dan Etikat
b.) Peralatan produksi dan pabrik, antara lain Bak Penampung, Pompa Air, Sand Filter, Carbon Filter, Balance Tank, Lampu Ultarviolet, Graviti Tank, Mesin Filling Cup, Mesing Filling Galon, Mesin Filling Botol c.) Peralatan Labor, antara lain Oven, Buret 25 ml,
Erlenmeyer 250 ml, Labu Ukur 250 ml dan 100 ml, Gelas Ukur 100 ml, Pipet Takar 25 ml dan 10 ml, Breaker Gelas 500 ml dan 1000 ml, Bola Isap, Termometer Air Raksa, Konduktiviti Meter, Turbidi Meter, Inkubator, Waterbath dan Autoclave
d.) Peralatan Mekanik yang terdiri dari Gerinda Listrik, Bor Listrik, Pompa Gomok, Pompa Angin, Tabung Las, Trafo Las, Solder dan Kunci.
5.) Kendaraan
Kendaraan yang dimiliki perusahaan dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu:
a.) Truk
b.) Mobil Dinas 6.) Inventaris ( Peralatan Kantor )
Inventaris kantor yang dimiliki oleh perusahaan antara lain kursi, meja, lemari, komputer, kalkulator, telepon faksimile, AC, dan kipas angin.
3. Struktur Organisasi PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar Gambar 4. 1
Struktur Organisasi PT. Amanah Insanillahia ( AMIA ) Batusangkar
4. Kegiatan Utama PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar Kegiatan utama yang dilakukan oleh perusahaan adalah memproduksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan memproduksi kemasan yang akan digunakan untuk memproduksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) tersebut
a. Untuk Produksi Air Minum Dalam Kemasan terdiri dari : 1.) Produk dengan kemasan Galon 19 Liter
2.) Produk dengan kemasan Cup yang terdiri dari 2 ukuran yaitu kemasan Cup 240 ml, dan Cup 220 ml
3.) Produk dengan kemasan botol
Produk- produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang dihasilkan tersebut mempunyai merek yang terdiri dari AMIA, AQEZ, ARTHA, dan TAMIA
b. Untuk Produksi di Pabrik Cup terdiri dari:
1.) Pembuatan kemasan Galon 19 Liter
2.) Pembuatan kemasan Cup yang terdiri dari 2 ukuran yaitu kemasan Cup 240 ml, dan Cup 220 ml
3.) Pembuatan kemasan Botol B. Hasil dan Pembahasan
Implementasi Corporate Social Responsibility pada PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar
Corporate Social Responsibility atau CSR merupakan komitmen perusahaan atau dunia bisnis untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi yang berkelanjutan dengan memperhatikan tanggung jawab sosial perusahaan dan menitikberatkan pada keseimbangan antara perhatian terhadap aspek ekonomis, sosial dan lingkungan. Kompleksitas permasalahan sosial yang semakin rumit dalam dekade terakhir dan implementasi desentralisasi telah menempatkan CSR sebagai suatu konsep yang diharapkan mampu memberikan alternatif terobosan baru dalam pemberdayaan masyarakat miskin. (Untung, 2009:1)
CSR mempunyai tiga prinsip utama, yaitu 3P (Profit, People dan Planet). Prinsip ini saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Artinya, dalam suatu perusahaan, tujuan yang hendak dicapai tidak hanya sebatas keuntungan semata, malainkan agar perusahaan tidak mengabaikan lingkungan sosial masyarakat dan juga lingkungan alam. Terkait dengan penelitian ini, PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar sebagai salah satu perusahaan yang proses produksinya menggunakan sumber daya alam, telah menyisihkan 2 % dari dana entertain mereka untuk program CSR. Hal ini dinyatakan oleh Wakil Manajemen PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar yaitu Bapak Firdaus. Namun, nominal dari biaya yang dikeluarkan tersebut tidak disebutkan secara jelas, karena menurut beliau hal itu sudah merupakan kebijakan perusahaan.
Undang-Undang Perseroan Terbatas pasal 74 ayat (1) menyatakan bahwa perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau
berkaitan dengan segala sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Selanjutnya, ayat (2) menegaskan bahwa tanggung jawab sosial dan lingkungan itu merupakan kewajiban perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran. Dari peraturan yang disebutkan di atas, dapat disimpulkan bahwa tanggung jawab sosial dan lingkungan atau Corporate Social Responsibility merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari sebuah perusahaan yang kegiatan usahanya berkaitan dengan segala sumber daya alam.
Kewajiban menjalankan atau menerapkan program tanggung jawab sosial lingkungan atau CSR bertujuan demi kebaikan bersama. Di mana perusahaan bertindak sebagai dermawan, dan masyarakat serta lingkungan diuntungkan dalam hal kesejahteraan, sehingga perusahaan, masyarakat, dan lingkungan berjalan bergandengan menuju kebaikan bersama. Serta, tidak ada pihak yang dirugikan atas beroperasinya perusahaan di tengah-tengah masyarakat.
Berdasarkan wawancara dengan bapak Firdaus, selaku Wakil Manajemen PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar, pada Sabtu, 27 Juli 2019, bahwasanya PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar telah menerapkan program CSR. Beliau mengatakan
“PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar secara tanggung jawab sosial telah menerapkan beberapa program CSR seperti:
Program Tahunan dan Pemberian Sponsor”.
Lebih lanjut beliau menjelaskan untuk program tahunan terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan seperti penerimaan karyawan diutamakan bagi penduduk asli sekitar perusahaan berada. Hal ini bertujuan agar tingkat pengangguran di sana berkurang. Kecuali jika dibutuhkan karyawan dengan keahlian tertentu yang memang harus didatangkan dari luar daerah. Selanjutnya, perusahaan mengadakan buka bersama dengan anak yatim dan pemberian santunan bagi mereka pada saat Bulan Suci Ramadhan. Perusahaan juga membagikan Tunjangan Hari
Raya (THR) bagi masyarakat sekitar perusahaan berupa produk air mineral yang diproduksi oleh perusahaan. Untuk pemberian sponsor, perusahaan berusaha membantu mensponsori beberapa kegiatan baik itu yang dilakukan oleh masyarakat sekitar, Pemerintah Daerah, maupun kampus yang berada di sekitar perusahaan.
Namun di sisi lain, masyarakat sekitar tidak sepenuhnya sependapat dengan pihak PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar.
Seperti yang dinyatakan oleh Kepala Jorong Kubu Rajo selaku wakil masyarakat pada saat dilakukan sesi wawancara pada Senin, 29 Juli 2019 di Kantor Jorong Kubu Rajo, yang mana beliau mengatakan bahwa
“Sepengetahuan Kepala Jorong, PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar tidak pernah memberikan informasi mengenai program tahunan yang telah dinyatakan oleh Wakil Manajemen PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar. Begitupun dari masyarakat belum ada informasi mengenai hal tersebut. Ketika dikonfirmasi ke Kepala Jorong sebelumnya, beliau pun juga tidak pernah mendapat informasi mengenai hal tersebut. Akan tetapi, benar bahwasanya PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar telah memberikan sponsor kepada pihak-pihak yang membutuhkan, salah satunya untuk acara tujuh belas Agustus.”
Hal tersebut juga diperkuat oleh pernyataan dari salah satu anggota Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) yaitu bapak Denggri Rinaldo, pada waktu dan tempat yang bersamaan dengan Kepala Jorong Kubu Rajo, beliau mengatakan bahwa selaku penduduk asli Jorong Kubu Rajo, beliau belum pernah mendapat informasi mengenai program tahunan yang disebutkan oleh Wakil Manajemen PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar. Begitupun dari sesama penduduk atau masyarakat sekitar, beliau juga belum pernah mendengar hal tersebut. Tetapi beliau juga setuju dengan Kepala Jorong Kubu Rajo mengenai pemberian sponsor yang telah diberikan PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar sebelumnya.
Untuk memastikan hal tersebut, dicarilah informasi kepada pihak yang pernah menerima sponsor dari PT. Amanah Insanillahia (AMIA)
Batusangkar.Salah satunya adalah UKM Seni IAIN Batusangkar.
Berdasarkan wawancara peneliti dengan Ketua Umum UKM Seni IAIN Batusangkar sebagai salah satu penerima sponsor dari PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar, yaitu saudara Muhammad Frima Dasyah pada Kamis 25 Juli 2019, beliau mengatakan bahwa
“UKM Seni IAIN Batusangkar pernah mendapat sponsor dari PT.
Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar pada acara ART AND CULTURE I dan ART AND CULTURE II. Dalam acara ini, UKM Seni IAIN Batusangkar mendapatkan dua dus air mineral yang diproduksi oleh PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar.”
Selanjutnya, dilakukan wawancara dengan salah satu pemuda Jorong Kubu Rajo yang pernah menerima sponsor dari PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar, yakni saudara Dedet Kurnia pada Selasa 30 Juli 2019. Beliau mengatakan bahwa pernah menerima sponsor dari PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar dalam salah satu acara yang diadakan oleh pemuda Jorong Kubu Rajo. Mereka mendapat bantuan sponsor berupa produk air mineral sebanyak dua dus.
Dari hasil analisis dan wawancara, dapat disimpulkan bahwa PT.
Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar telah menerapkan program CSR. Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang diterapkan oleh PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar baru sebatas pemberian sponsor. Artinya, penerapan CSR oleh PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar belum optimal dari segi sosial masyarakat.
Corporate Social Responsibility atau tanggung jawab sosial perusahaan tidak semata mengenai pemberian sumbangan atau bantuan saja. CSR juga terkait dengan lingkungan. Karena, dalam kegiatan suatu perusahaan yang menggunakan sumber daya alam sebagai bahan bakunya tentu saja akan memiliki dampak tersendiri bagi lingkungan sekitar. Dalam penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan, terdapat Undang-Undang yang mengatur mengenai
penilaian peringkat kinerja perusahaan atau badan usaha berdasarkan penerapan tanggung jawab sosial dan lingkungan atau CSR.
Undang-Undang yang mengatur mengenai hal tersebut adalah Undang-Undang Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 06 Tahun 2013 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup yang terdapat pada pasal 7 ayat (1) menegenai kriteria ketaatan meliputi :
a. Dokumen lingkungan atau izin lingkungan b. Pengendalian pencemaran air
c. Pengendalian pencemaran udara, dan
d. Pengendalian limbah berbahaya dan beracun (B3)
Selanjutnya, pasal 8 mengenai kriteria penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan (beyond compliance) meliputi:
a. Sistem manajemen lingkungan
b. Pemanfaatan sumber daya yang terdiri atas : 1. Efisiensi energi
2. Pengurangan dan pemanfaatan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3)
3. Reduce, reuse dan recycle (3R) limbah yang padat non bahan berbahaya dan beracun (B3)
4. Pengurangan pencemar udara
5. Konservasi dan penurunan beban pencemaran air 6. Perlindungan keanekaragaman hayati
c. Pemberdayaan masyarakat
d. Penyusunan dokumen ringkasan kinerja pengelolaan lingkungan.
PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar merupakan salah satu perusahaan yang kegiatan usahanya menggunakan sumber daya alam, secara langsung maupun tidak langsung akan memiliki dampak bagi lingkungan sekitar. Berdasarkan wawancara dengan bapak Firdaus, beliau mengatakan bahwa penilaian terhadap PT. Amanah Insanillahia (AMIA)
Batusangkar berdasarkan penerapan CSR belum ada sampai saat ini.
Penilaian tersebut biasanya dilakukan oleh Pemerintah Daerah setempat.
Berikut pembahasan mengenai kriteria ketaatan PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar.
a. Kriteria Ketaatan Sistem Manajemen Lingkungan yang Baik di PT.
Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar
Sistem Manajemen Lingkungan yang baik, merupakan kriteria pertama yang harus dipenuhi oleh setiap badan usaha yang kegiatan usahanya melibatkan sumber daya alam sebagai bahan baku utama.
Sistem Manajemen Lingkungan yang baik adalah bagian dari pengelolaan lingkungan internal dan eksternal. Lingkungan internal mencakup lingkungan pabrik, fasilitas produksi, dan lingkungan kerja karyawan. Lingkungan eksternal mencakup lingkungan diluar perusahaan yang terdampak oleh aktivitas perusahaan.
ISO (International Standarization for Organization) adalah organisasi yang mengeluarkan ISO 14001 tentang standar internasional mengenai SML merupakan dasar konsep ISO 14000, yaitu suatu sistem untuk mencapai pengelolaan lingkungan yang baik dan bersifat sukarela. SML adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup (PROPER KLH, 2012).
Kriteria penilaian kinerja lingkungan dilakukan berdasarkan atas kinerja perusahaan dalam memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selama melakukan penelitian, ditemukan hasil bahwa PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar telah melaksanakan SML dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya mutu air mineral yang baik dengan ikutnya PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar sertifikat ISO 9002 : 2008. Selanjutnya PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar menerapkan lingkup sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2008 SNI
01-3553-2006 untuk produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dalam semua elemen desain dan pengembangan serta memperoleh sertifikat halal MUI Sumatera Barat. Produk AMDK yang telah mengajukan sertifikasi adalah merk AMIA, AQEZ, ARTHA dan TAMIA.
Ketaatan yang dilakukan oleh PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar ini tentu saja sudah memenuhi kriteria Sistem Manajemen Lingkungan yang baik dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam perundang-undangan yang berlaku. Kriteria dan aspek inilah yang menjadi acuan untuk menilai kinerja lingkungan perusahaan yang berguna untuk memberikan prestasi warna kepada perusahaan.
Prestasi warna menurut PROPER adalah bentuk penghargaan yang diberikan oleh pemerintah kepada perusahaan, yang bersifat terbuka untuk umum. Prestasi PROPER diumumkan secara rutin kepada masyarakat, sehingga perusahaan yang dinilai akan mendapatkan insentif maupun disinsentif reputasi, tergantung ketaatannya (Setyaningsih 2016: 5)
b. Kriteria Ketaatan Pemanfaatan Sumber Daya di PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar
Kriteria pemanfaatan sumber daya terbagi atas; efisiensi energi;
pengurangan dan pemanfaatan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3); Reduce, Reuse dan Recycle limbah yang padat non bahan berbahaya dan beracun (B3); pengurangan pencemar udara; konservasi dan penurunan beban pencemaran air; dan perlindungan keanekaragaman hayati.
1. Efisiensi Energi
Kegiatan efisiensi energi yang dinilai dalam kriteria penilaian adalah upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi pemakaian energi melalui kegiatan-kegiatan peningkatan efisiensi, Retrofit (penggantian/perbaikan) peralatan ramah lingkungan, efisiensi bagunan, dan efisiensi sistem transportasi
(PROPER KLH, 2013). Pada PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar, kriteria efisiensi energi sudah diterapkan melalui retrofit peralatan perusahaan, memaksimalkan setiap sudut ruangan gedung untuk kegiatan produksi dan operasional, karena menurut Wakil Manajemen PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar, setiap satu rupiah cost atau biaya yang dikelarkan oleh PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar untuk pembangunan sangatlah berarti, sehingga tidak ingin ada satupun gedung atau ruangan gedung yang tidak dimanfaatkan. Selain itu, demi keefisienan sistem transportasi, PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar mempunyai 23 kendaraan operasional yang dimanfaatkan untuk karyawan dan pengangkutan bahan baku maupun mendistribusikan produk ke berbagai daerah pemasaran.
Oleh sebab itu, hal ini membuktikan bahwa PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar sudah memenuhi kriteria ketaatan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Pengurangan dan Pemanfaatan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
Dalam upaya mengurangi dan memanfaatkan limbah B3, PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar memanfaatkan oli bervolume minim untuk mesin yang memiliki kompresor. Tidak semua mesin memiliki kompresor karena sebagian mesin adalah mesin mekani dan elektrik. Hal ini dinyatakan oleh bapak Firdaus selaku Wakil Manajemen PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar pada saat wawancara penelitian. Oleh karena itu, PT.
Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar telah melakukan upaya pengurangan pemakaian bahan-bahan yang nantinya bisa menghasilkan limbah B3 dalam proses produksinya. Menurut bapak Firdaus, PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar hanya menghasilkan limbah berupa limpahan air sisa produksi
yang diatur sedemikian rupa agar mengalir ke sawah masyarakat sekitar. Selain itu, limbah yang dihasilkan berupa limbah yang bernilai ekonomis seperti kardus, botol plastik dan sejenisnya.
Upaya ini tentu saja sudah memenuhi kriteria pengurangan dan pemanfaatan limbah B3 yang merupakan salah satu dari kriteria yang diatur dalam perundang-undangan yang berlaku.
3. Reduce, Reuse dan Recycle Limbah Padat Non Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
Berdasarkan hasil wawancara dengan Wakil Manjemen PT.
Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar yaitu bapak Firdaus, beliau mengatakan
“Untuk limbah padat non B3, pihak PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar telah bekerja sama dengan pihak ketiga yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah untuk menanggulangi limbah padat non B3. Limbah padat yang dihasilkan adalah limbah yang bernilai ekonomis seperti botol plastic, kardus bekas dan sejenisnya.”
PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar bekerja sama dengan pihak ketiga dalam memanfaatkan limbah padat non B3. PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar memiliki kontrak kerjasama dengan pihak ketiga tersebut. Kerjasama dilakukan sesuai dengan jangka waktu yang disepakati oleh semua pihak. Kegiatan reduce, reuse dan recycle ini dilakukan oleh pihak ketiga tersebut di Kota Payakumbuh. Pihak ketiga mendatangi PT.
Amanah Insanillahia (AMIA) untuk mengambil botol, plastik, kardus dan sejenisnya. Limbah ini dijual oleh PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar dengan harga sesuai harga pasar yang berlaku. Selama masih terikat kontrak, pihak ketiga nantinya diwajibkan membeli limbah tersebut ke PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar bahkan jika harga jual limbah padat tersebut sedang mengalami kenaikan. Oleh karena itu, ketaatan yang dilakukan oleh PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar yang telah bekerjasama dengan Pemerintah Daerah ini sudah sesuai
dengan kriteria ketaatan dalam pemanfaatan sumber daya berupa reduce, reuse dan recycle limbah padat non B3 yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan.
4. Pengurangan Pencemar Udara
Pengurangan pencemar udara yang termasuk dalam lingkup penilaian adalah seluruh kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengurangi emisi bahan pencemaran udara ke lingkungan dan upaya tersebut tidak menyebabkan pencemaran ke media lain secara signifikan. Pencemar udara yang dimaksud adalah sulfur dioksida, partikulat, hidrokarbon, hydrogen sulfide, carbon dioksida, methan, nitogen oksida dan fluronated gases. (PROPER KLH, 2013)
Kriteria ketaatan pengurangan pencemar udara di PT.
Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar sudah terpenuhi dengan baik, karena PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar tidak menggunakan bahan yang mengakibatkan terjadinya pencemaran udara. Dalam proses produksinya, PT.
Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar menggunakan mesin mekanik dan elektrik yang tidak menyebabkan pencemaran udara.
Mesin mekanik dan elektrik ini merupakan mesin yang digunakan untuk memperoduksi cup atau botol air mineral dan mesin air mineral. Sehingga, dalam proses produksinya, PT. Amanah Insanillahia (AMIA) Batusangkar tidak memerlukan cerobong asap dan tidak memiliki cerobong asap di pabriknya.
5. Konservasi dan Penurunan Bahan Pencemar Air
Penilaian konservasi dan penurunan bahan pencemar air meliputi aspek reklamasi air, daur ulang, pemanfaatan kembali, dan peningkatan kinerja sistem penyediaan air. Reklamasi air adalah pengolahan atau pemrosesan air limbah untuk dapat digunakan kembali sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dan memenuhi kriteria kualitas air sesuai peraturan yang berlaku. Daur
ulang air adalah pemanfaatan limbah yang telah diolah untuk
ulang air adalah pemanfaatan limbah yang telah diolah untuk