Menurut Palimo (2010) teknikal indikator adalah nilai tunggal estimator atas sekumpulan (time series) data suatu sekuritas yang dihasilkan dari penggunaan sebuah formula terhadap data harga sekuritas tersebut. Beberapa kelebihan menggunakan teknikal indikator menurut Colby (2002) adalah
1. Teknikal indikator dapat menghemat waktu.
2. Teknikal indikator dapat digunakan pada banyak instrumen finansial, seperti saham, komoditas, mata uang dan lainnya.
3. Teknikal indikator dapat mendeteksi tren dan peluang perubahan tren.
4. Teknikal indikator memberikan fleksibelitas dan adaptasi yang tinggi dibandingkan metode pembuat keputusan lainnya.
5. Teknikal indikator dapat dijelaskan melalui pendekatan scientifik. Penelitian ini menggunakan 15 teknikal indikator, yaitu :
1. Accumulation Distribution Line (AD)
Accumulation Distribution digunakan untuk menghitung posisi dari harga harian close diantara rentang harga harian.
Rumus :
dimana,
AD = Nilai Accumulation Distribution
cum = Kumulatif nilai Accumulation Distribution C = Harga harian Close
H = Harga harian High L = Harga harian Low V = Harian Volume
2. Positive Volume Index (PVI)
PVI ditemukan oleh Paul Dysart, PVI digunakan untuk akumulasi total dari rasio perubahan harga harian hanya pada hari volume naik. Dengan rumus :
Dijabarkan dari rumus 2.33 PVI dihitung mengakumulasi nilai ROC dengan syarat, jika volume (V) lebih besar dari volume periode sebelumnya (V,-1), maka hitung Rate-of-Change (ROC) dari harga close (C) untuk satu periode sebagai nilai
persentase, sedangkan jika volume lebih kecil dibandingkan volume periode sebelumnya, nilai ROC dari harga close bernilai 0.
3. Negative Volume Index (NVI)
NVI ditemukan oleh Paul Dysart, NVI dapat digunakan untuk menghitung beragam interval waktu, seperti menit, jam, harian, mingguan dan bulanan. NVI dijabarkan sebagai akumulasi total dari rasio perubahan harga harian hanya pada hari volume menurun. Dengan rumus :
Dijabarkan dari rumus 2.34 NVI dihitung mengakumulasi nilai ROC dengan syarat, jika volume (V) lebih kecil dari volume periode sebelumnya (V,-1), maka hitung Rate-of-Change (ROC) dari harga close (C) untuk satu periode sebagai nilai persentase, sedangkan jika volume lebih besar dibandingkan volume periode sebelumnya, nilai ROC dari harga close bernilai 0.
4. On Balance Volume (OBV)
Nilai OBV adalah perhitungan tren harga dan volume yang dipopulerkan oleh Joseph E. Granville. Setiap hari OBV diakumulasi dan nilai akumulasi dapat membandingkan grapik tren harga untuk confirmation atau divergence.
dimana,
C = Harga harian Close
P = Harga harian Close periode sebelumnya
|C-P| = Nilai absolute dari selisih dari harga harian close dengan periode sebelumnya
V = Harian Volume
5. Price and Volume Trend Index (PVT)
PVT mirip dengan On Balance Volume yaitu dengan mengakumulasikan total dari volume yang sudah disesuaikan dengan perubahan pada harga close. PVT menambah atau mengurangi hanya sebagaian dari harian volume. Jumlah dari volume ditambahkan ke nilai PVT ditentukan dari jumlah harga naik atau turun yang relative dengan harga close hari sebelumnya. Dengan rumus :
Close = Harga harian Close
Yesterday’s Close = Harga harian Close hari sebelumnya
Volume = Harian Volume
Yesterday’s PVT = PVT hari sebelumnya
6. Rate Of Change (ROC)
ROC merupakan ungkapan umum untuk momentum atau kecepatan harga (pricevelocity) berubah. Umumnya, saat nilai ROC lebih besar dari 0, dikatakan sebagai sinyal pricevelocity yang memperlihatkan tren momentum positif. Nilai ROC lebih besar dari 0 diartikan sebagai sinyal beli dan jika kurang dari 0 diartikan sinyal jual. Dengan rumus :
dimana,
Close = Harga harian Close
Close n periode ago = Harga harian Close n periode lalu
7. Weighted Close (WC)
Indikator WC adalah rata-rata dari harga harian. Nama Weighted Close didapat dari faktanya ada bobot tambahan yang ditambahkan pada harga close. Dengan rumus:
dimana,
Close = Harga harian Close High = Harga harian High Low = Harga harian Low
8. William %R
Dikembangan oleh Larry Williams, nilai dari William %R merepresentasikan tingkat hubungan dari harga close dengan harga high tertinggi periode masa lalu.
Lowest Low = Harga harian Low terrendah selama n periode lalu
Highest High = Harga harian High tertinggi selama n periode lalu
%R = Nilai William %R dikali dengan -100
9. Chaikin Money Flow (CMF)
CMF dikembangkan oleh Marc Chaikin, CMF mengukur jumlah Money Flow Volume selama spesifik periode. Nilai Money Flow Volume berasal dari Accumulation Distribution Line. Dengan rumus :
dimana,
Close = Harga harian Close
High = Harga harian High
Low = Harga harian Low
Volume = Harian Volume
20-period CMF = Chaikin Money Flow dengan 20 periode
10. Average True Range (ATR)
ATR diartikan sebagai rata-rata dari True Range selama n periode, true range adalah rentang seluruh harga pada suatu periode, termasuk gaps. Gaps adalah poin harga dimana tidak ada perdagangan akual yang dieksekusi. J. Welles Wilder, Jr. menjelaskan nilai TrueRange didapat dari nilai maksimum antara :
dimana,
T = True Range
H = Harga High dari periode saat ini L = Harga Low dari periode saat ini P = Harga Close dari periode saat ini
VI dikembangkan oleh Etienne Botes dan Douglas Siepman, VI mengandung duaoscillators yang menampilkan positif dan negatif pergerakan tren. Dengan rumus:
12. Commodity Channel Index (CCI)
CCI adalah indicator momentum yang dkembangankan oleh Donald R. Lambert. nilai CCI mirip dengan nilai perhitungan standard score statistika untuk mengukur penyimpangan harga dari rata-rata harga. Dengan rumus perhitungan :
dimana,
M = (H+L+C)/3 = rata-rata harga dari satu periode H = Harga harian High dari periode
L = Harga harian Low dari periode C = Harga harian Close dari periode A = n-periode dari moving average M
D = Rata-rata deviation, nilai absolut dari perbedaan antara rata-rata harga dan simple moving average dari rata-rata harga (M-A).
13. Ulcer Index
Dikembangan oleh Peter Martin dan Byron McCann pada 1987, Ulcer index menghitung volatility berdasarkan penurunan harga tinggi selama n periode masa lalu. Secara umum n yang digunakan sebanyak 14 periode, Ulcer Index merepresentasikan persentase perkiraan drawdown selama 14 periode. Dengan rumusan :
14. Average Directional Moment (ADX)
Directional Movement Index (DMI) dikembangkan oleh J. Welles Wilder, Jr. ADX adalah exponentialsmoothing dari Directional Movement. ADX menghitung kekuatan tren tanpa menghiraukan arah tren. ADX memilik rumus :
dimana,
DI = Directional Index DM = Directional Movement +DI = DI positif saat ini -DI = DI negative saat ini +DMn = Moving average dari +DM +DM = Positif DM saat ini
Ht = Harga harian High saat ini
Ht-1 = Harga harian High sebelum hari ini Lt = Harga harian Low saat ini
Lt-1 = Harga harian Low sebelum hari ini -DMn = Moving Average dari –DM saat ini -DM = DM negative saat ini
TRn = Moving Average dari True Range saat ini TR = True Range
n = Periode