• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.1. Uraian Teoritis

2.1.5. Sarana dan Prasarana Pendukung

2.1.5.2. Teknologi Informasi

Teori Pertumbuhan adalah teori ekonomi yang menyelidiki alasan untuk pertumbuhan dan pembangunan. Menurut Adam Smith, teori tersebut telah dikembangkan selama lebih dari dua ratus tahun. Teori pertumbuhan dapat dibedakan menjadi Teori Pertumbuhan Klasik, Teori Pertumbuhan Neoklasik, dan Teori Pertumbuhan Baru. Teori Pertumbuhan Klasik menganggap peningkatan produktivitas tenaga kerja sebagai alasan utama untuk pertumbuhan, sedangkan Teori Pertumbuhan Baru memperluas alasan pada kemajuan teknologi dan kreativitas (Lucas, 1988). Teori Pertumbuhan Baru mempercayai bahwa teknologi merupakan variabel endogen dan bukan eksogen (seperti yang diyakini pada Teori Pertumbuhan Neoklasik). Ada tiga unsur kunci yang diperlukan untuk pertumbuhan: peningkatan modal manusia, peningkatan penelitian, dan perumusan kebijakan pertumbuhan pro-perdagangan. Teori Pertumbuhan Baru mendukung ekonomi berbasis pengetahuan, dan mengakui pentingnya informasi dan teknologi komputer.

Berdasarkan Teori Pertumbuhan Baru, maka dapat dinyatakan bahwa informasi dan teknologi komputer (ICT) memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan pengembangan akuntansi pemerintah. Sistem akuntansi pemerintah perlu untuk memanfaatkan semua jenis informasi dan teknologi komputer untuk memberikan informasi dan layanan pemerintah kepada masyarakat. Bellamy dan Tylor (1998), dan Heeks (1999) menyoroti bahwa informasi dan teknologi komputer telah memainkan peran yang semakin penting dalam administrasi publik. Istianingsih dan Wijanto (2009) memperoleh bukti bahwa penggunaan teknologi informasi dalam akuntansi dapat mempengaruhi kepuasaan pengguna laporan keuangan karena kualitas, kecepatan dan keakuratan data yang terdapat dalam laporan keuangan bersangkutan.

Teknologi informasi meliputi komputer (mainframe, mini, micro), perangkat lunak (software), database, jaringan (internet, intranet), electronic commerce, dan jenis lainnya yang berhubungan dengan teknologi

adanya (a) pengolahan data, pengolahan informasi, sistem manajemen dan proses kerja secara elektronik dan (b) pemanfaatan kemajuan teknologi informasi agar pelayanan publik dapat diakses secara mudah dan murah oleh masysrakat (Hamzah, 2009 dalam Winidyaningrum, 2010).

2.2. Kerangka Konseptual

Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang diteliti yaitu variabel dependen dan variabel independen. Variabel dependen yang menjadi variabel utama dalam penelitian ini adalah Kualitas Laporan Keuangan. Dua variabel independen yang mempengaruhi variabel dependen adalah Rekonsiliasi Data, Kompetensi SDM, serta Sarana dan Prasarana Pendukung. Ketiga variabel independen tersebut dianggap memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan Kualitas Laporan Keuangan pada satker di lingkungan BMKG.

Sesuai Undang – Undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara pasal 9 menyatakan bahwa Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai pengguna anggaran/pengguna barang Kementerian Negara/Lemaga yang dipimpinnya mempunyai tugas antara lain menyusun dan menyampaikan laporan keuangan Kementerian Negara/Lembaga yang dipimpinnya. Laporan keuangan yang dihasilkan diharapkan dapat memiliki karakteristik kualitatif yang bersifat relevan, andal, dapat dibandingkan, dan dapat dipahami. Sehingga guna menghasilkan laporan keuangan yang memiliki kualitas nilai informasi, maka diperlukan data akuntansi yang akurat dan terpercaya.

Untuk memperoleh data akuntansi yang akurat dan terpercaya maka perlu dilaksanakan rekonsiliasi data. Rekonsiliasi adalah proses pencocokan data transaksi keuangan yang diproses dengan beberapa sistem/subsistem yang berbeda berdasarkan dokumen sumber yang sama. Perdirjen Perbendaharaan No. 36/PB/2009 tentang Pedoman Rekonsiliasi dan Penyusunan Laporan Keuangan Kuasa Bendahara Umum Negara merupakan sumber hukum yang menjadi dasar pelaksanaan rekonsiliasi pada satker di Kementerian Negara/Lembaga. Pelaksanaan rekonsiliasi data dilakukan melalui dua tahapan, yang terdiri atas rekonsiliasi internal dan rekonsiliasi eksternal. Pelaksanaan rekonsiliasi internal

dilaksanakan pada tingkat internal dari masing – masing satker. Pelaksanaan rekonsiliasi dilakukan antara SIMAK BMN dengan SAK untuk mencocokkan data akuntansi berupa Barang Milik Negara (BMN). Rekonsiliasi dilakukan untuk mendapatkan kesamaan data BMN yang terdapat pada laporan Neraca BMN dengan Neraca SAKPA. Sehingga laporan keuangan Neraca menampilkan kondisi BMN yang sebenarnya yang dimiliki oleh satker yang bersangkutan. Sedangkan, rekonsiliasi eksternal merupakan rekonsiliasi yang dilakukan oleh satker dengan KPPN selaku BUN. Rekonsiliasi data dengan KPPN dilakukan untuk menyamakan data akuntansi sehubungan pengeluaran anggaran yang telah dilakukan. Kesamaan data akuntansi antara satker dengan KPPN akan mendorong terciptanya laporan keuangan yang akurat dan terpercaya.

Burn dan Robins (2003) berpendapat bahwa faktor – faktor manusia seperti kemampuan belajar dan pengetahuan merupakan faktor penting yang mempengaruhi pengembangan Sistem Akuntansi Pemerintah. Robinson dan Harun (2004) melibatkan Sumber Daya Manusia (SDM), teknologi informasi, dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA). Sumber daya manusia merupakan pelaksana dari sistem yang digunakan, sementara teknologi informasi merupakan alat yang berfungsi untuk mendukung kesuksesan pelaksanaan sistem pelaporan keuangan dengan mempermudah dan mempercepat serta menciptakan keakuratan hasil yang berupa laporan keuangan. Sehubungan dengan audit yang telah dilakukan oleh BPK terhadap laporan keuangan Kementerian Negara/Lembaga mulai Tahun 2006 s.d. 2010, menunjukkan peningkatan opini terhadap laporan keuangan BMKG. Dimana sejak Tahun 2008 s.d. 2010, BMKG telah memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dengan perolehan WTP murni pada Tahun 2010 (Tahun 2008 s.d. 2009 memperoleh WTP – Dengan Paragaraf Penjelasan). Peningkatan diperoleh dimana sebelumnya di Tahun 2006 memperoleh opini Tidak Memberi Pendapat (TMP) dan di Tahun 2007 memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Hal ini mengindikasikan kompetensi SDM merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan kualitas laporan keuangan BMKG.

Menurut Adam Smith, Teori Pertumbuhan Baru mempercayai bahwa teknologi merupakan variabel endogen dan bukan eksogen (seperti yang diyakini pada Teori Pertumbuhan Neoklasik). Berdasarkan Teori Pertumbuhan Baru, maka dapat dinyatakan bahwa informasi dan teknologi komputer (ICT) memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan pengembangan akuntansi pemerintah. Sistem akuntansi pemerintah perlu untuk memanfaatkan semua jenis informasi dan teknologi komputer untuk memberikan informasi dan layanan pemerintah kepada masyarakat. Bellamy dan Tylor (1998), dan Heeks (1999) menyoroti bahwa informasi dan teknologi komputer telah memainkan peran yang semakin penting dalam administrasi publik. Istianingsih dan Wijanto (2009) memperoleh bukti bahwa penggunaan teknologi informasi dalam akuntansi dapat mempengaruhi kepuasaan pengguna laporan keuangan karena kualitas, kecepatan dan keakuratan data yang terdapat dalam laporan keuangan bersangkutan. Dukungan teknologi informasi akan memberi kemudahan bagi satker untuk dapat melakukan koordinasi terhadap KPPN terkait pelaksanaan rekonsiliasi melalui layanan electronik mail (email) dan proses updating data keuangan (seperti update aplikasi, peraturan keuangan, dan informasi keuangan lainnya. Namun, di samping dukungan teknologi informasi sebagai sarana pendukung, maka kondisi prasarana pendukung seperti kondisi ruangan yang nyaman dan tertata rapi juga dianggap perlu guna meningkatkan motivasi kerja para petugas SAI. Ketersediaan sarana dan prasarana pendukung juga dianggap sebagai salah satu faktor pendukung kualitas laporan keuangan satker di lingkungan BMKG.

Hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen, tampak pada diagram sebagai berikut :

Gambar 2.5 KerangkaKonseptual

2.3. Perumusan Hipotesis

Berdasarkan kerangka kerangka konseptual yang telah dijelaskan dan digambarkan sebelumnya, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut :

H1 : Pelaksanaan rekonsiliasi data berpengaruh positif terhadap kualitas

laporan keuangan;

H2 : Kompetensi SDM berpengaruh positif terhadap kualitas laporan

keuangan;

H3 : Ketersediaan Sarana dan prasarana pendukung berpengaruh positif

terhadap kualitas laporan keuangan.

Rekonsiliasi Data

Kompetensi SDM

Sarana dan Prasarana Pendukung

Kualitas Laporan Keuangan

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian adalah penelitian kausal, yaitu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lain yang terkontrol secara ketat (dalam Sugiono:2002:6 dan Indriantoro:1999:31). Penelitian dilakukan untuk menguji keterkaitan hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen yang disertai dengan ketersediaan data empiris.

Dokumen terkait