Menyajikan Ulasan Cerita
MEDIA PEMBELAJARAN
5. Teks Bacaan Kehidupan pada Masa Hindu dan Buddha
Kehidupan pada Masa Hindu dan Buddha
Sebelum masuknya kebudayaan Hindu-Buddha, masyarakat telah memiliki kebudayaan yang cukup maju. Unsur-unsur kebudayaan asli Indonesia telah tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Bangsa Indonesia yang sebelumnya memiliki kebudayaan asli tidak dengan begitu saja menerima budaya-budaya baru tersebut. Proses masuknya pengaruh budaya Indonesia terjadi karena adanya hubungan dagang antara Indonesia dan India. Kebudayaan yang datang dari India kemudian mengalami proses penyesuaian dengan kebudayaan asli Indonesia. Pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia ini dapat dilihat dari peninggalan-peninggalan sejarah dalam berbagai bidang, antara lain seperti berikut.
a) Bidang Keagamaan
Sebelum budaya Hindu-Buddha datang, telah berkembang kepercayaan yang berupa pemujaan terhadap roh nenek moyang di Indonesia. Kepercayaan itu bersifat animisme dan dinamisme. Animisme merupakan suatu kepercayaan
merupakan suatu kepercayaan bahwa setiap benda memiliki kekuatan gaib. Dengan masuknya kebudayaan Hindu-Buddha, masyarakat Indonesia secara perlahan memeluk agama Hindu dan Buddha, diawali oleh golongan elit di sekitar istana.
b) Bidang Politik
Masyarakat Indonesia dikenalkan oleh orang-orang India tentang sistem pemerintahan kerajaan. Dalam sistem ini, kelompok-kelompok kecil masyarakat bersatu dengan kepemilikan wilayah yang luas. Kepala suku yang terbaik dan terkuat berhak atas tampuk kekuasaan kerajaan. Kemudian, pemimpin ditentukan secara turun-temurun berdasarkan hak waris sesuai dengan peraturan hukum kasta.Karena itu, lahirlah kerajaan-kerajaan di Indonesia, seperti Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, dan kerajaan bercorak Hindu-Buddha lainnya.
c) Bidang Sosial
Masuknya kebudayaan Hindu menjadikan masyarakat Indonesia mengenal aturan kasta, yaitu: (1) Kasta Brahmana (kaum pendeta dan para sarjana), (2) Kasta Ksatria (para prajurit, pejabat dan bangsawan), (3) Kasta Waisya (pedagang petani, pemilik tanah dan prajurit). (4) Kasta Sudra (rakyat jelata dan pekerja kasar). Namun, unsur budaya Indonesia lama masih tampak dominan dalam semua lapisan masyarakat. Sistem kasta yang berlaku di Indonesia berbeda dengan kasta yang ada di India, baik ciri-ciri maupun wujudnya. Hal ini tampak pada kehidupan masyarakat dan agama di Kerajaan Kutai. Berdasarkan silsilahnya, Raja Kundungga adalah orang Indonesia yang pertama tersentuh oleh pengaruh budaya India. Pada masa pemerintahannya, Kundungga masih mempertahankan budaya Indonesia karena pengaruh budaya India belum terlalu merasuk ke kerajaan. Penyerapan budaya baru mulai tampak pada saat Aswawarman, anak Kundungga, diangkat menjadi raja menggantikan ayahnya. Adanya pengaruh Hindia mengakibatkan Kundungga tidak dianggap sebagai pendiri Kerajaan Kutai.
bukti pengaruh dari kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia. Lembaga pendidikan tersebut mempelajari satu bidang saja, yaitu keagamaan.
e) Bidang Sastra dan Bahasa
Pengaruh Hindu-Buddha pada bahasa adalah dikenal dan digunakannya bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa oleh masyarakat Indonesia. Pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia, seni sastra sangat berkembang terutama pada zaman kejayaan Kerajaan Kediri.
f) Bidang Arsitektur
Salah satu arsitektur Zaman Megalitikum adalah Punden berundak. Arsitektur tersebut berpadu dengan budaya India yang mengilhami pembuatan bangunan candi. Jika kita memperhatikan, Candi Borobudur sebenarnya mengambil bentuk bangunan punden berundak agama Buddha Mahayana. Pada Candi Sukuh dan candi-candi di lereng Pegunungan Penanggungan, pengaruh unsur budaya India sudah tidak begitu kuat. Candi-candi tersebut hanyalah punden berundak. Begitu pula fungsi candi di Indonesia, candi bukan sekadar tempat untuk memuja dewa-dewa seperti di India, tetapi lebih sebagai tempat pertemuan rakyat dengan nenek moyangnya. Candi dengan patung induknya yang berupa arca merupakan perwujudan raja yang telah meninggal. Hal ini mengingatkan kita pada bangunan punden berundak dengan menhirnya.
Tema : Indahnya Kebersamaan Sub Tema : Bersyukur atas Keberagaman Pembelajaran : 1
Mata Pelajaran Kompetensi Dasar Indikator Teknik penilaian Bentuk Instrumen
Bahasa Indonesia
1.1 Meresapi makna anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang diakui sebagai bahasa persatuan yang kokoh dan sarana belajar untuk memperoleh ilmu pengetahuan Penilaian sikap spiritual 1. Lembar pengamat-an sikap spiritual 2. Jurnal
2.5 Memiliki perilaku jujur dan santun terhadap nilai peninggalan sejarah dan perkembangan Hindu-Budha di Indonesia melalui
pemanfaatan bahasa Indonesia
Penilaian sikap sosial
1. Lembar pengamat-an sikap sosial 2. Jurnal
3.5 Menggali informasi dari teks ulasan buku tentang nilai peninggalan sejarah dan perkembangan Hindu-Budha di Indonesia dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku
3.5.1 Memberikan contoh
peninggalan sejarah pada masa Hindu Budha di Indonesia.
Penilaian pengetahuan
Tes tertulis
4.5 Mengolah dan menyajikan teks ulasan buku tentang nilai peninggalan sejarah dan perkembangan Hindu- Budha di Indonesia secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku
4.5.1 Menuliskan kembali bahan bacaan dengan menggunakan kata-kata sendiri dengan menemukan informasi penting dalam setiap paragraf. Penilaian keterampilan rubrik penilaian keterampilan menulis
IPS 1.1 Menerima karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala
perubahannya
1. Lembar pengamat-an sikap spiritual 2. Jurnal
dengan lingkungan dan teman sebaya 2. Jurnal 3.2 Memahami manusia, perubahan dan
keberlanjutan dalam waktu pada masa praaksara, Hindu-Buddha, Islam dalam aspek pemerintah, sosial, ekonomi, dan pendidikan
3.2.1 Menggambarkan perbedaan pada masa praaksara dan masa aksara.
3.2.2 Menganalisis fakta-fakta penting dari masa praaksara, masa Hindu-Buddha, dan masa Islam.
Penilaian pengetahuan
Tes tertulis
4.2 Merangkum hasil pengamatan dan menceritakan manusia, perubahan dan keberlanjutan dalam waktu pada masa praaksara, Hindu Buddha, Islam dalam aspek pemerintah, sosial, ekonomi, dan pendidikan
4.2.1 Membuat laporan tentang fakta-fakta penting dari masa Pra aksara, masa Hindu Budha dan masa Islam.
Penilaian keterampilan
rubrik keterampilan menulis
SBdP 1.1 Mengagumi ciri khas keindahan karya seni dan karya kreatif masing-masing daerah sebagai anugerah Tuhan
1. Lembar pengamat-an sikap spiritual 2. Jurnal
2.3 Menunjukkan perilaku mengenal sikap disiplin, tanggung jawab dan kepedulian terhadap alam sekitar melalui berkarya sen
Penilaian sikap sosial
1. Lembar pengamat-an sikap sosial 2. Jurnal
3.5 Memahami cerita terkait situs-situs budaya baik benda maupun tak benda di Indonesia dengan menggunakan bahasa daerah
3.5.1 Menuliskan contoh situs budaya di Indonesia.
Penilaian pengetahuan
Tes tertulis
4.17 Menceritakan cerita terkait situs-situs budaya baik benda maupun tak benda di Indonesia dengan menggunakan bahasa daerah
4.17.1 Membuat cerita sederhana tentang situs-situs budaya dengan menggunakan bahasa daerah
Penilaian keterampilan
rubrik keterampilan menulis
Lampiran 4 Penilaian Sikap Spiritual (KI-1)
No Nama Siswa Perilaku yang diamati
Skala akhir/ predikat Perilaku syukur Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan
Rubrik Penilaian Sikap Spiritual
Pedoman Pensekoran Kriteria :
Skor 4 : baik sekali Skor 3 : baik Skor 2 : cukup Skor 1 : kurang Skor maksimal : 8 Skor minimal : 0 n = (8 - 0) + 1 = 9 Letak K1 = (n + 1) = (9 + 1) = 2,5 jadi nilai K1 adalah 2,5
Letak K2 = ( n + 1) = (9 + 1) = 5 jadi nilai K2 adalah 5
Letak K3 = ( n + 1) = (9 + 1) = 7,5 jadi nilai K3 adalah 7,5
Jumlah skor =… kategori….
Kriteria Baik sekali Baik Cukup Kurang
4 3 2 1
Perilaku syukur Selalu menunjukkan rasa syukur Sering menunjukkan rasa syukur Kadang-kadang menunjukkan rasa syukur Tidak bersyukur Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan Selalu melakukan doa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan Sering berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan Kadang-kadang berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan Tidak berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan
Kriteria ketuntasan Kategori 7,5 ≤ skor ≤ 8 Sangat baik
5 ≤ skor <7,5 Baik 2,5 ≤ skor <5 Cukup 0 ≤ skor <2,5 Kurang
Lampiran 5 Penilaian Sikap Sosial (KI-2)
No Nama Siswa Perilaku yang diamati Skala akhir/ predikat Disiplin Peduli Santun
Rubrik Penilaian Sikap Sosial
Kriteria
Baik sekali Baik Cukup Kurang
4 3 2 1 Disiplin Mampu menjalankan aturan dengan kesadaran sendiri Mampu menjalankan aturan dengan pengarahan guru Kurang mampu menjalankan aturan Belum mampu menjalankan aturan Peduli Selalu empati dengan lingkungan sekitar dan temannya Sering empati dengan lingkungan sekitar dan temannya Kadang-kadang empati dengan lingkungan dan temannya Belum / tidak empati dengan lingkungan dan temannya Santun Berbahasa positif dan bersikap positif Berbahasa positif tapi bersikap kurang sopan Berbahasa negatif dan bersikap kurang sopan Berbahasa negatif dan tidak sopan
Pedoman Pensekoran Skor maksimal : 12 Skor minimal : 0 n = (12 - 0) + 1 = 13 Letak K1 = (n + 1) = (13 + 1) = 3, 5 jadi nilai K1 adalah 3,5
Letak K2 = ( n + 1) = (13 + 1) = 7
jadi nilai K2 adalah 7
Letak K3 = ( n + 1) = (13 + 1) = 10,5 jadi nilai K3 adalah 7,5
Jumlah skor =… kategori…. Kriteria ketuntasan Kategori
10,5 ≤ skor ≤ 12 Sangat baik 7 ≤ skor <10,5 Baik
3,5 ≤ skor <7 Cukup 0 ≤ skor <3,5 Kurang
PENILAIAN PENGETAHUAN