• Tidak ada hasil yang ditemukan

Istilah / kata berita berasal dari bahasa Sansekerta, yakni vrit yang kemudian masuk dalam bahasa Inggris menjadi write, arti sebenarnya ialah “ada” atau “terjadi”. Sebagian ada yang menyebutnya vritta, artinya “kejadian” atau “yang telah terjadi”. Vritta masuk ke dalam bahasa Indonesia menjadi “berita” atau “warta”.29 Secara sosiologis, berita adalah semua hal yang terjadi di dunia.30 Berita menampilkan fakta, tetapi tidak setiap fakta merupakan berita. Berita biasanya menyangkut orang-orang, tetapi tidak setiap orang bisa dijadikan berita. Berita merupakan sejumlah peristiwa yang terjadi di dunia, tetapi hanya sebagian kecil saja yang dilaporkan. Berita adalah hasil akhir dari proses kompleks dengan menyortir (memilah-milah) dan menentukan peristiwa

28

http://digilib.petra.ac.id/viewer, diakses pada 24 Juni 2009

29

Totok Djuroto, Manajemen Penerbitan Pers (Bandung : PT.Remaja Rosdakarya, 2004), h. 46.

30

Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature (Bandung : Siombiosa Rekatama Media, 2006), h. 63.

dan tema-tema tertentu dalam suatu kategori tertentu.31 Menurut Hikmat dan Purnama Kusumaningrat, “...Berita tidak mudah untuk didefinisikan, namun lebih mudah untuk diketahui...”32.

“Berita bukanlah cermin kondisi sosial, tetapi laporan tentang salah satu aspek yang telah menonjolkannya sendiri. Dengan demikian perhatian kita diarahkan pada hal-hal yang menonjol (dan bernilai diperhatikan) sebagai laporan berita dalam bentuk yang sesuai bagi pemuatan terencana dan rutin.”33

Di dalam pandangan konstruksionis, berita adalah produk dari profesionalisme yang menentukan bagaimana peristiwa setiap hari dibentuk dan dikonstruksi. Berita bukan menggambarkan realitas, tetapi arena pertarungan antara berbagai pihak yang berkaitan dengan peristiwa. Berita adalah hasil dari konstruksi sosial di mana selalu melibatkan pandangan, ideologi dan nilai-nilai dari wartawan atau media. Bagaimana realitas tersebut dijadikan berita, bergantung pada bagaimana fakta itu dipahami dan dimaknai. Proses pemaknaan selalu melibatkan nilai-nilai tertentu sehingga mustahil berita merupakan cerminan dari realitas. Berita itu bersifat subjektif, di mana opini itu dihilangkan karena ketika meliput, wartawan melihat dengan perspektif pertimbangan subjektif.34 Peristiwa lantas tidak dapat disebut sebagai berita, tetapi harus dinilai terlebih dahulu apakah peristiwa tersebut memenuhi kriteria nilai berita. Peristiwa itu baru disebut memiliki nilai berita dan layak untuk diberitakan kalau peristiwa tersebut memiliki sisi :

31

Eriyanto, Analisis Framing, Konstruksi, Ideologi dan Politik Media, h. 102.

32

Hikmat Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, Jurnalistik Teori & Praktik (Bandung : Rosda Karya, 2005), h. 31.

33

Denis McQuail, Teori Komunikasi Massa Suatu Pengantar (Jakarta :Erlangga, 1987), h. 190.

34

Tabel 01 Nilai Berita35

Nilai Berita Penjelasan

Keluarbiasaan (Unusualiness) News is unusualiness. Berita adalah sesuatu yang luar biasa. Semakin besar suatu peristiwa, semakin besar pula nilai berita yang ditimbulkannya. Nilai berita peristiwa luar biasa, dapat dilihat dari lima aspek, yaitu lokasi peristiwa, waktu peristiwa, jumlah korban, daya kejut peristiwa dan dampak yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut.

Kebaruan (Newness) News is new. Berita adalah semua yang terbaru.

Akibat (Impact) News has impact. Berita adalah segala sesuatu yang berdampak. Semakin besar dampak sosial budaya ekonomi atau politik yang ditimbulkannya, maka semakin besar nilai berita yang dikandungnya.

Aktual (Timeless) News is timeless. Secara sederhana aktual berarti menunjuk pada peristiwa yang baru atau yang sedang terjadi.

Kedekatan (Proximity) News is nearby. Berita adalah kedekatan. Kedekatan mengandung dua arti, yaitu kedekatan geografis dan kedekatan psikologis. Kedekatan geografis menunjuk pada suatu peristiwa atau berita yang terjadi di sekitar tempat tinggal kita. Kedekatan psikologis lebih banyak ditentukan oleh tingkat keterikatan pikiran, perasaan atau kejiwaan seseorang dengan suatu objek berita.

Informasi (Information) News is information. Menurut Wilbur Schramm, informasi adalah segala yang bisa menghilangkan ketidakpastian. Hanya informasi tertentu yang memiliki berita atau memberi banyak manfaat kepada publik yang patut mendapat perhatian media.

35

Konflik (Conflict) News is conflict. Berita adalah konflik atau segala sesuatu yang mengandung unsur atau sarat dengan dimensi pertentangan.

Orang Penting (Public Figure, News Maker)

News is about people. Berita adalah tentang orang-orang ternama, pesohor, selebriti, figur publik. Orang-orang penting, orang terkemuka, di mana pun selalu membuat berita. Nama menciptakan berita (names makes news)

Kejutan (Surprising) News is surprising. Berita adalah sesuatu yang datangnya tiba-tiba, di luar dugaan, tidak direncanakan, di luar perhitungan, tidak diketahui sebelumnya.

Ketertarikan Manusiawi (Human Interest)

News is interesting. Apa saja yang dinilai mengundang minat insani, menimbulkan ketertarikan manusiawi, mengembangkan hasrat dan naluri ingin tahu, dapat digolongkan ke dalam cerita human interest.

Seks (Sex) News is sex. Berita adalah seks. Seks adalah berita. Sepanjang sejarah peradaban manusia, segala hal yang berkaitan dengan perempuan, pasti menarik dan menjadi sumber berita.

Proses kerja dan produksi berita adalah sebuah konstruksi. Sebagai sebuah konstruksi, ia menentukan mana yang dianggap berita dan mana yang tidak, mana yang penting dan mana yang tidak. Terdapat standarisasi nilai yang dipakai oleh wartawan dan media untuk melihat realitas. Selain nilai berita, prinsip lain dalam proses produksi berita adalah apa yang disebut sebagai kategori berita. Terdapat lima kategori berita seperti yang diungkapkan oleh Tuchman, antara lain:

Tabel 02 Kategori Berita36

Kategori Berita Penjelasan

Hard News Berita mengenai suatu peristiwa

tertentu. Kategori berita ini sangat dibatasi oleh waktu dan aktualitas. Semakin cepat diberitakan semakin baik. Bahkan ukuran keberhasilan dari kategori berita ini adalah dari sudut kecepatan diberitakan.

Soft News Kategori berita ini berhubungan

dengan kisah manusiawi. Yang menjadi ukuran dalam kategori berita ini bukanlah informasi dan kecepatan ketika diterima oleh khalayak, melainkan apakah informasi yang disajikan kepada khalayak tersebut menyentuh emosi dan perasaan khalayak.

Spot News Spot news adalah subklasifikasi dari

berita yang berkategori hard news. Dalam spot news, peristiwa yang akan diliput tidak bisa direncanakan. Peristiwa kebakaran, kecelakaan, pembunuhan, gempa bumi adalah jenis-jenis peristiwa yang tidak bisa diprediksi.

Developing News Developing news adalah subklasifikasi

lain dari hard news. Baik spot news

maupun developing news berkaitan dengan peristiwa yang tidak terduga. Tetapi, dalam developing news

dimasukkan elemen lain, peristiwa yang diberitakan adalah bagian dari rangkaian berita yang akan diteruskan ke esokan atau dalam berita selanjutnya.

Continuing News Continuing news adalah subklasifikasi

lain dari hard news. Dalam continuing news peristiwa-peristiwa bisa diprediksikan dan direncanakan. Satu peristiwa bisa terjadi kompleks dan tidak terduga tetapi mengarah pada satu tema tertentu.

36

Ilmu komunikasi sebagai payung jurnalisme memahami ada dua cara pandang berbeda dalam melihat konsep yang bernama “berita”. Pertama, berita sebagai hasil konstruksi realitas dari suatu manajemen produksi institusi media cetak surat kabar ataupun majalah. Berita merupakan hasil dari suatu proses kerja manajemen redaksional dengan sejumlah panduan atau kriteria, mulai dari pencarian dan peliputan peristiwa di lapangan oleh reporter, proses editing redaktur dan redaktur pelaksana, kemudian sampai pada proses seleksi layak muat pada sidang meja redaksi. Kedua, berita sebagai hasil konstruksi realitas yang akan melibatkan produksi dan pertukaran makna. Bahwa berita yang merupakan hasil konstruksi realitas dari sebuah proses manajemen redaksional ternyata tidak selalu menghasilkan makna yang sama seperti yang diharapkan oleh wartawan dalam diri khalayak pembacanya. Berita tidaklah mencerminkan realitas sosial yang direkamnya. Berita yang ada di media dapat memberikan realitas yang sama sekali baru dan berbeda dengan realitas sosialnya.

Berita yang memiliki nilai berita paling banyak dan paling tinggi, semakin besar kemungkinannya menjadi headline, sebaliknya berita yang sedikit atau rendah nilai beritanya, semakin kecil kemungkinannya untuk menjadi headline. Pada akhirnya nilai berita menjadi landasan atau pijakan berpikir bagi wartawan untuk memberikan keputusan realitas mana yang diliput dan mana yang tidak, begitu juga berita seperti apa yang layak muat dan seperti apa pula yang tidak layak muat. Penyampaian sebuah berita menyimpan subjektivitas penulis. Bagi masyarakat biasa, pesan dari sebuah berita akan dinilai apa adanya. Berita dipandang sebagai barang suci yang penuh dengan objektivitas. Namun, berbeda

dengan kalangan tertentu yang memahami betul gerak pers, mereka menilai setiap penulisan berita menyimpan latar belakang seorang penulis.

Dokumen terkait