PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih
1. Visi
Visi merupakan arah atau kondisi ideal di masa depan yang ingin dicapai (Clarity of direction) berdasarkan situasi dan kondisi saat ini. Pemerintah Kota Tangerang telah menetapkan visi dan misi pembangunan jangka menengah daerah tahun 2019-2023 yang merupakan penjabaran dari Visi Walikota Tangerang, yaitu sebagai berikut :
“Terwujudnya Kota Tangerang yang Sejahtera Berakhlaqul Karimah dan Berdaya Saing”
Penjabaran dari Visi Kota Tangerang adalah sebagai berikut : a. Kota Tangerang Sejahtera
Kota Tangerang yang sejahtera tentu menjadi harapan dan cita-cita dari semua masyarakat. Kehidupan yang baik itu akan menumbuhkan nilai, derajat dan martabat hidup seseorang. Jika masyarakatnya sejahtera tatanan kehidupan manusia pun akan semakin baik dan berkualitas. Dan jika rakyat sejahtera maka masyarakat tidak lagi menjadi objek tapi subjek yang menerima kehidupan yang makmur dan berkeadilan sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945;
b. Kota Tangerang Berakhlaqul Karimah
Akhlaqul Karimah adalah simbol dari masyarakat Kota Tangerang. Aspek ini bersumber dari sikap dan prilaku akhlak mulia yang dicerminkan melalui kualitas hubungan antara manusia dengan tuhan dan hubungan antar manusia itu sendiri.
Akhlak mulia menjadi landasan moral dan etika dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pemahaman dan pengalaman agama secara benar diharapkan dapat mendukung terwujudnya masyarakat yang religius, demokratis, mandiri, berkualitas sehat jasmani rohani, serta tercukupi kebutuhan material spiritual, sehingga mampu mewujudkan madaniyyah
dan hidup menuju negeri yang baldatun toyibatun warobun ghafur.
c. Kota Tangerang Berdaya Saing
Kota berdaya saing adalah kemampuan kota yang unggul dalam berkompetisi untuk mendapatkan sumber daya yang terbatas.
Dalam membangun kota, dibutuhkan banyak sumber daya diantaranya sumber daya alam, energi, manusia, sosial, keuangan, dan teknologi. Sedangkan ketersedian sumber daya merupakan suatu yang langka dan harus diperjuangkan. Oleh karena itu, suatu kota diharapkan mampu berkompetisi dan bersaing dalam memenuhi sumber daya yang dibutuhkan. Mulai dari mengenali kemampuan kekurangan dan kelebihan untuk mengoptimalkan segala potensi yang ada. Sehingga, kota memiliki kemampuan untuk mengantisipasi tantangan dan peluang yang dapat dijadikan modal dasar pembangunan untuk merebutkan ketersediaan sumber daya yang langka tersebut dengan efektif dan efisien.
2. Misi
Secara umum, Misi dapat diartikan sebagai suatu rumusan umum mengenai upaya-upaya yang dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Berdasarkan pada rumusan Visi Kota Tangerang 2019-2023 tersebut, maka misi yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut:
a. Bersama membangun kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan mutu pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial dengan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berintegritas;
b. Bersama meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana kota yang berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan;
c. Bersama meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang mandiri dan berkeadilan.
Dinas Komunikasi dan Informatika mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian urusan pemerintahan daerah di bidang
informasi dan komunikasi berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan. Berdasarkan tugas pokok tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika mendukung pencapaian Misi ke-1 yaitu Bersama membangun kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan mutu pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial dengan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berintegritas.
Keterkaitan antara misi Kota Tangerang dengan tugas pokok dan fungsi SKPD dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3.2
Keterkaitan Visi dan Misi Kota Tangerang dengan Tugas Pokok dan Fungsi SKPD
Misi Keterkaitan dengan Tugas Pokok dan Fungsi SKPD
Misi ke-1 Bersama membangun kualitas sumber daya manusia
melalui peningkatan mutu pendidikan,
kesehatan dan kesejahteraan sosial dengan mewujudkan
tata kelola pemerintahan yang
profesional dan berintegritas
a. Mendorong terwujudnya sistem kinerja administrasi dan koordinasi pemerintahan yang optimal melalui dukungan teknologi informatikadan komunikasi.
b. Perumusan kebijakan teknis urusan informasi dan komunikasi;
c. Penyelenggaraan pengendalian dan operasional informasi dan komunikasi;
d. Pelaksanaan tugas teknis pengolahan data dan pengembangan multi media;
e. Pelaksanaan pemberian pelayanan Komunikasi dan Informatika pembangunan kepada masyarakat;
f. Pelaksanaan teknis administratif meliputi administrasi umum, kepegawaian, keuangan, sarana prasarana, dan administrasi perlengkapan;
g. Pengoordinasian lintas sektor;
h. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
Adapun permasalahan yang diperkirakan dapat menghambat ketercapaian misi ke-1 dan juga beberapa pendorong untuk tercapainya misi ke-1 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.3
Misi, Permasalahan Layanan Dinas Kominfo dan Faktor Penghambat maupun Pendorong
Misi Permasalahan Pelayanan SKPD
Faktor
Penghambat Pendorong Misi ke-1 kerjasama bidang informasi komunikasi yang dilaksanakan oleh Pemda dengan media cetak
2. Belum optimalnya pengelolaan website Kota Tangerang, e-mail resmi, Call Center sebagai sarana interaksi antara pemerintah dengan pemerintah,
pemerintah dengan masyarakat dan dunia
usaha secara
elektronik
3. Belum optimalnya bimbingan teknis tata cara penggunaan aplikasi atau sistem informasi yang sudah terbangun atau dikembangkan
4. Belum optimalnya pelayanan kepada masyarakat dalam hal penyediaan sarana Teknologi Informasi dan komunikasi yang cepat, tepat dan mudah diakses
5. Belum optimalnya integrasi aplikasi/
sistem informasi layanan aparatur dan layanan publik berbasis web
6. Kurangnya sarana dan prasarana kantor terutama yang mendukung bagi kegiatan penerapan teknologi informatika dan komunikasi.
7. Belum optimalnya aparatur dalam memanfaatkan aplikasi yang sudah dibangun
1. Belum adanya kesiapan SDM untuk
penerapan TIK pada seluruh penerapan TIK untuk seluruh komponen instansi
pemerintah di Kota informasi yang dimiliki dan luasannya masih terbatas. apartaur yang memadai untuk dikembangkan dalam
penerapan TIK.
2. Dukungan finansial baik melalui APBD Kota, Provinsi maupun
melalui pendanaan nasional.
3. Pada sebagian wilayah sudah terbangun infrastruktur jaringan TIK.
4. Tren era globalisasi yang tidak dapat ditolak.
5. Perkembangan layanan
Misi Permasalahan Pelayanan SKPD
Faktor
Penghambat Pendorong dan dikembangkan
untuk menunjang pelaksanaan
administrasi
perkantoran melalui jaringan Local Area Network (LAN).
maupun internet 8. Belum optimalnya
pengelolaan sistem
database Kota
Tangerang yang berbasis teknologi informatika dan komunikasi yang dapat di akses oleh pihak-pihak yang membutuhkan.
9. Belum optimalnya kualitas dan kuantitas jaringan media informasi dan komunikasi untuk masyarakat.
10. Belum optimalnya kondisi infrastruktur teknologi informatika untuk mendukung pelayanan elektronik kepada pengambil kebijakan.
11. Rendahnya Cakupan Pengembangan dan Pemberdayaan
Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Di Tingkat Kecamatan.
12. Kurang optimalnya sistem pengawasan berbasis teknologi informatika dan komunikasi (IT) untuk mengatasi pelanggaran dan penyalahgunaan dalam penggunaan aplikasi elektronik dan kerusakan jaringan di Kota Tangerang.
13. Belum optimalnya pelayanan tindak lanjut Pengaduan Masyarakat secara Online.
14. Terbatasnya kapasitas aparatur pemerintah
yang memadai dalam
pengembangan TIK.
Misi Permasalahan Pelayanan SKPD
Faktor
Penghambat Pendorong daerah dalam Bidang
teknologi dan informasi untuk mendukung
pengembangan e-government.
15. Belum adanya
hubungan dan
kerjasama bidang pengembangan
telematika dengan kota-kota yang sudah menerapkan teknologi informatikadan
komunikasi secara maksimal.
16. Belum optimalnya pemanfaatan Sistem Pengadaan secara Elektronik.
17. Belum terstandarnya layanan Teknologi Iinformasi dan Komunikasi (TIK).
18. Belum tersedianya peraturan daerah yang mendukung
terlaksananya tertib penggunaan media informasi dan komunikasi elektronik.
19. Belum terpenuhinya sarana prasarana, sumber daya manusia serta software dan hardware Teknologi informatika (TI) sesuai dengan Masterplan Teknologi informatika yang telah ada.