BAB III PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS PERANGKAT
3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra Terkait dengan
Untuk mewujudkan birokrasi yang bersih, kompeten dan melayani, harus dilakukan secara bertahap dan terus menerus melalui Transformasi Birokrasi dan Pengelolaan SDM Aparatur, dengan tahapan tahun 2013 melalui pengelolaan administrasi kepegawaian (rule based bureaucracy), tahun 2018 melalui manajemen Sumber Daya Manusia Aparatur (performance based bureaucracy), tahun 2025 melalui pengembangan potensi human capital (dynamic governance).
Pemerintah telah menjalankan program reformasi birokrasi nasional sejak tahun 2010. Sesuai dengan Visi Perencanaan SDM ASN Nasional yang menjadi Visi Pemerintah adalah “Mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur”. Hingga saat ini pelaksanaan reformasi birokrasi nasional telah memasuki tahap ketiga yang ditandai dengan disusunnya Road Map Reformasi Birokrasi 2020-2024 melalui Permenpan-RB No. 25 Tahun 2020. Dalam Road Map tersebut ditetapkan 3 (tiga) sasaran dan 8 (delapan) area perubahan reformasi birokrasi 2020-2024.
Ketiga sasaran Reformasi Birokrasi adalah : a. Birokrasi yang bersih dan akuntabel;
b. Birokrasi yang kapabel; serta c. Pelayanan publik yang prima.
Ketiga sasaran tersebut juga ditetapkan target 2020 pada masing-masing indikator. Untuk mewujudkan ketiga sasaran reformasi birokrasi sebagaimana disebutkan di atas, ditetapkan area perubahan reformasi birokrasi. Perubahan-perubahan pada area tertentu dalam lingkup birokrasi diharapkan menciptakan kondisi yang kondusif untuk mendukung pencapaian tiga sasaran reformasi birokrasi. Area perubahan reformasi birokrasi tersebut adalah: Mental Aparatur, Pengawasan, Akuntabilitas, Kelembagaan, Tatalaksana, SDM Aparatur, Peraturan Perundang-Undangan, dan Pelayanan Publik.
a. Renstra BKN
Berdasarkan Rencana Strategis Badan Kepegawian Negara tahun 2020-2024 yang memiliki Visi “”Mewujudkan Pengelola ASN yang Profesional
dan Berintegritas untuk mendukung tercapainya Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong”.
Dijabarkan dalam 5 pilar yang menjadi misi Badan Kepegawaian Negara yakni meningkatkan kualitas ASN melalui:
1. Pembinaan penyelenggaraan manajemen ASN, 2. Penyelenggaraan manajemen ASN,
3. Penyimpanan informasi pegawai ASN,
4. Pengawasan Dan Pengendalian Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria Manajemen ASN.dan
5. Mengembangkan dan mengoptimalkan sistim manajemen internal BKN
Dengan tujuan sebagaimana berikut :
1. Mewujudkan Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN yang Berkualitas sebagai referensi pembinaan penyelenggaraan Manajemen ASN. Tercapainya tujuan ini diindikasikan oleh pengelolaan PNS yang baik, yang meliputi: penyusunan dan penetapan kebutuhan serta pengadaan PNS; pengembangan PNS (mutasi, promosi, penilaian kinerja dan pola karir); kompensasi (penggajian, tunjangan dan penghargaan); kesejahteraan PNS (Tabungan Hari Tua/THT dan perlindungan sosial).
2. Mewujudkan Penyelenggaraan Manajemen ASN Berkualitas Prima sebagai sarana Mewujudkan manajemen talenta nasional dalam rangka penyelenggaraan Manajemen ASN yang handal dan dinamis.
Tercapainya tujuan ini diindikasikan oleh keberhasilan pengelolaan atau manajemen kepegawaian yang sesuai dengan norma, standar dan prosedur (NSP) kepegawaian di lingkungan instansi Pusat dan Pemerintah Daerah, meningkatnya kinerja PNS dalam melaksanakan pekerjaan, tugas pokok dan fungsi unit kerjanya;
3. Mewujudkan Peningkatan Kualitas Database Dan Sistem Informasi ASN (SI – ASN) sebagai sarana penerapan sistem merit. Tercapainya tujuan ini diindikasikan oleh Sistem Informasi ASN yang terpadu dan terintegrasi secara nasional (meliputi pengelolaan data ASN yang handal dan terkini serta penyajian informasi kepegawaian secara
akurat dan penyusunan talent pool); serta pengelolaan kepegawaian yang berbasis teknologi informasi (on-line);
4. Mewujudkan Pengawasan dan Pengendalian Pelaksanaan NSPK Manajemen ASN. Indikasi tercapainya tujuan ini adalah penyelenggaraan Manajemen ASN yang handal dan dinamis. Lebih jauh dari itu, indikasi keberhasilan pelaksanaan pengawasan dan pengendalian NSPK manajemen ASN akan membuat manajemen ASN berjalan sesuai NSPK yang akan mendorong terciptanya reformasi birokrasi dan good governance; dan
5. Mewujudkan Tata Kelola Manajemen ASN BKN Yang Efektif, Efisien, Dan Akuntabel dalam rangka mewujudkan visi & misi organisasi.
Tercapainya tujuan ini diindikasikan oleh meningkatnya pengelolaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instasi Permerintah yang Baik, Opini WTP BPK, tingkat kepuasan publik terhadap pelayanan internal BKN, ketersediaan layanan informasi publik, penempatan pegawai yang sesuai dengan kompetensi serta pemenuhan standar dan mutu sarana prasarana kantor.
Sejalan dengan Visi dan Misi serta Tujuan Badan Kepegawaian Negara sebagai instansi Pembina urusan penunjang bidang kepegawaian, maka Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan berusaha menyelaraskan Rencana Strategisnya dengan Rencana Strategis BKN.
Benang Merah dari kajian Rencana Strategis BKN adalah pada Periode Renstra 2020-2024 berfokus kepada Pembinaan dan Penyelenggaraan Manajemen ASN.
Hal ini senada dengan Tujuan yang terdapat didalam Renstra Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019-2023 yakni
“Mewujudkan Aparatur Sipil Negara yang profesional dan berkinerja”
dengan sasaran “Meningkatnya kualitas manajemen ASN yang efisien dan efektif secara professional” melalui indeks system merit. Dengan penerapan Sistem Merit ini diharapkan akan menjawab permasalahan seputar aspek pengelolaan kepegawaian meliputi perencanaan kebutuhan, pengadaan, pengembangan karier, promosi dan mutasi, manajemen kinerja, penggajian, penghargaan, dan disiplin,
perlindungan dan pelayanan, serta sistem informasi. Diharapkan dengan adanya upaya perbaikan pada kedelapan aspek di atas, diahrapkan mampu mendongkrak indeks profeionalitas ASN Provinsi Sulawesi Selatan.
b. Renstra Kemenpan-RB
Dalam Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 24 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Tahun 2020-2024, dijabarkan visi, misi, tujuan dan sasaran strategis sebagai berikut :
Visi “Mewujudkan Aparatur Negara yang Profesional dan Berintegritas Tinggi untuk Mencapai Pemerintahan yang Berkelas Dunia dalam pelayanan kepada Presiden dan Wakil Presiden untuk mewujudkan visi presiden dan wakil presiden: “Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan berkepribadian yang berlandaskan Gotong Royong”.
Kementerian PANRB melaksanakan Misi Presiden dan Wakil Presiden yaitu Pengelolaan Pemerintahan yang Bersih, Efektif, dan Terpercaya, dengan uraian sebagai berikut :
1. Menciptakan Kelembagaan dan Tata Kelola Birokrasi yang Ramping, Lincah, Terintegrasi dan Berbasis Elektronik – digital bureaucracy.
2. Membangun SDM Aparatur yang Adaptif, Profesional, Kompetitif dan Berwawasan Global.
3. Mengembangkan Sistem Manajemen Kinerja Instansi Pemerintah yang Transparan dan Akuntabel.
4. Menciptakan Sistem Pengawasan yang Profesional, Independen dan Berintegritas.
5. Mewujudkan Pelayanan Publik yang Bersih, Akuntabel dan Melayani.
6. Meningkatkan Kualitas Pengelolaan Reformasi Birokrasi Adapun tujuan dijabarkan sebagai berikut :
1. Terwujudnya birokrasi yang berkualitas, kapabel dan berdaya saing.
Kementerian PANRB melakukan upaya-upaya lanjutan untuk menciptakan birokrasi yang memiliki kemampuan yang andal dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dan menyikapi era disrupsi.
2. Terwujudnya Kementerian PANRB yang berkualitas dan kapabel.
Pembangunan Kementerian PANRB ke “dalam” atau internal, agar Kementerian PANRB sebagai salah satu instansi pemerintah juga dapat mendukung pencapaian tujuan Kementerian PANRB secara nasional, yaitu untuk mewujudkan kelembagaan, SDM, penerapan manajemen sektor publik, dan pelayanan publik yang sesuai standar nasional.
Dari penjabaran di atas, beberapa hal yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi BKD Prov.Sulsel yaitu mengenai agenda penyederhanaan dan perampingan struktur kelembagaan dan struktur jabatan SDM aparatur yang mengoptimalkan peran tenaga fungsional dalam memeberikan pelayanan prima dan profesonal sesuai amanat presiden Republik Indoensia dengan menyederhanakan struktur organisasi untuk memudahkan pemberian pelayanan terhadap publik yang cepat dan berkualitas. Disamping itu, Kemenpan-RB sebagai instansi pembina terkait penataan dan evaluasi jabatan ASN berkaitan dengan upaya penempatan pegawai dalam jabatan sesuai kebutuhan dan kompetensi demi mewujudkan ASN yang profesional, berintegritas, dan berkinerja tinggi.
3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup strategis
Karakteristik wilayah Provinsi Sulawesi Selatan yang terdiri dari 24 kabupaten/kota yang dihuni oleh beragam suku, agama dan ras serta memiliki kontur wilayah geografis yang kompleks meliputi pesisir, pulau-pulau kecil, pegunungan, dan dataran rendah yang melahirkan karakter penduduk yang khas dan menjadikan simpul transportasi, industri, perdagangan, pariwisata, permukiman, pertanian, lahan pangan berkelanjutan, serta untuk meningkatkan kualitas lingkungan daerah aliran sungai, secara sinergis antar sektor maupun antar wilayah, partisipatif, demokratis, adil dan seimbang, dalam sistem tata ruang wilayah nasional, yang bermuara pada proses peningkatan kesejahteraan rakyat, khususnya warga Sulawesi Selatan secara berkelanjutan membuat
Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai perangkat daerah yang melaksanakan urusan penunjang bidang kepegawaian turut menyiapkan strategi dalam upaya pembinaan dan pemberian pelayana kepada seluruh ASN lingkup Pemprov Sulsel maupun kabupatenkota di Sulsel sehingga dapat menjalankan kewajiban dan menerima haknya dengan baik melalui penatana system manajemen SDM aparatur berbasis merit system menjadikan ASN Pemprov Sulsel yang berkualitas sebagai modal penggerak tercapainya visi dan misi pembangunan daerah.
3.5 Penentuan Isu-Isu Strategis
Melihat permasalahan dan isu yang berkembang terhadap pelayanan di BKD Prov.Sulsel, sehingga perlu menetapkan dan menentukan isu-isu strategis dalam mencapai tujuan, visi dan misi organisasi yang akan dijalankan selama lima tahun yaitu Tahun 2018-2023 sebagai berikut : 1. Belum optimalnya pemetaan kompetensi PNS sebagai dasar
pengembangan kompetensi dan karier;
2. Penerapan secara konsisten peningkatan profesionalisme kompetensi pegawai dan mutasi jabatan berdasarkan merit sistem dengan prinsip The Right Man on The Right Job melalui optimalisasi pengukuran kompetensi pegawai dengan pendekatan assessment center;
3. Optimalisasi dan pengembangan aplikasi sistem informasi kepegawaian untuk mendukung interlink pengelolaan kepegawaian di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan
4. Pembinaaan dan pengembangan karier jabatan PNS belum didasarkan pada standar kompetensi jabatan yang dipersyaratkan dan Pola Karier PNS yang jelas;
5. Evaluasi Kinerja PNS belum berdasarkan pada Sistem Penilaian Kinerja berbasis merit, yang memungkinkan capaian kinerja individu pegawai dapat mendorong peningkatan karirnya dan memungkinkan pemberian kompensasi dapat dilakukan secara adil berdasarkan prestasi pegawai sesuai dengan bobot jabatannya dan beban kerja (Sistem Renumerasi
Berbasis Kinerja), serta belum diterapkannya sistem reward and punishment;
6. belum terbangunnya Sistem Perencanaan dan Rekrutmen PNS berdasarkan kebutuhan formasi jabatan dan standar kompetensinya, mengakibatkan distribusi dan alokasi pegawai secara tidak merata;
7. Kondisi kepegawaian yang ada masih diwarnai ketidakkonsistenan penyelenggaraan manajemen PNS terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.
BAB IV
TUJUAN DAN SASARAN
Dalam rangka pelaksanaan pembangunan sumber daya manusia aparatur Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan berupaya menyelenggarakan pelayanan manajemen kepegawaian yang berkualitas, maka dirumuskan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai sebagai berikut :
4.1 Tujuan
Tujuan memuat secara jelas arah mana yang akan dituju atau diinginkan organisasi yang merupakan penjabaran dari misi yang telah ditetapkan, dan bersifat spesifik, realistis, terukur, dan dapat dapat dicapai dalam periode waktu yang telah direncanakan. Dengan ditetapkannya tujuan organisasi maka dapat diketahui dengan jelas apa yang harus dilaksanakan oleh organisasi dalam memenuhi target untuk periode satu sampai lima tahun ke depan.
Tujuan yang dirumuskan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan selama periode lima tahun ke depan adalah mewujudkan Aparatur Sipil Negara yang profesional dan berkinerja.
Indeks Profesionalitas ASN sebagai indicator dari tujuan di atas sejalan dengan tujuan dari Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara yaitu membangun aparatur sipil negara yang profesional. Indeks Profesionalitas ASN diukur dengan menggunakan 4 (empat) dimensi sebagaimana diatur dalam Peraturan Kementerian PAN dan RB Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengukuran Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil Negara, antara lain : (1) Kualifikasi; (2) Kompetensi; (3) Kinerja (target dan pencapaian); (4) Disiplin.
Adapun indikator dari setiap dimensi dimaksud adalah sebagai berikut :
1) Kualifikasi (bobot 25%)
Kualifikasi diukur dari indikator riwayat pendidikan formal terakhir yang telah dicapai, meliputi :
a. Pendidikan S-3 (Strata Tiga);
b. Pendidikan S-2 (Strata-Dua);
c. Pendidikan S-1 (Strata-Satu) /D-4 (Diploma-Empat);
d. Pendidikan D-3 (Diploma-Tiga);
e. Pendidikan D-1 (Diploma-Satu) /D-1 (Diploma-Satu)/SLTA Sederajat;
f. Pendidikan di bawah SLTA.
2) Kompetensi (bobot 40%)
Kompetensi diukur dari indikator riwayat pengembangan kompetensi yang telah dilaksanakan yang meliputi :
a. Diklat Kepemimpinan;
b. Diklat Fungsional;
c. Diklat Teknis;
d. Seminar/Workshop/Konferensi/Setara 3) Kinerja (bobot 30%)
Kinerja diukur dari indikator penilaian prestasi kerja PNS yang meliputi:
a. Sasaran Kerja Pegawai (SKP); dan b. Perilaku Kerja.
4) Disiplin (bobot 5%)
Disiplin diukur dari indikator riwayat penjatuhan hukuman disiplin yang pernah dialami yang meliputi :
a. Tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin;
b. Pernah dijatuhi hukuman disiplin (ringan, sedang dan berat).
Selain berkomitmen membangun ASN Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang profesional melalui perhitungan indeks profesionalitas ASN, BKD Prov.Sulsel juga melakukan berbagai upaya perbaikan proses dan prosedur layanan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kepegawaian yang diselenggarakan kepada seluruh ASN Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan baik di tingkat Provinsi maupun di Kabupaten/Kota. Untuk mengetahui sejauh mana dampak yang dihasilkan dari upaya perbaikan tersebut, BKD Provinsi Sulawesi Selatan melakukan perhitungan Indeks Kepuasan Pelayanan Kepegawaian melalui pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM).
Survei Kepuasan Masyarakat yang dilaksanakan BKD Prov.Sulsel sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat. Dalam Permenpan dimaksud disebutkan bahwa Survei Kepuasan Masyarakat ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik, dengan sasaran antara lain :
1. Mendorong partisipasi masyarakat sebagai pengguna layanan dalam menilai kinerja penyelenggara pelayanan;
2. Mendorong penyelenggara pelayanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik;
3. Mendorong penyelenggara pelayanan menjadi lebih inovatif dalam menyelenggarakan pelayanan publik;
4. Mengukur kecenderungan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik.
Adapun Unsur-unsur yang menjadi fokus dalam pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat ini terdiri dari 9 unsur yaitu :
1. Persyaratan adalah syarat yang harus dipenuhi dalam pengurusan suatu jenis pelayanan, baik persyaratan teknis maupun administratif;
2. Sistem, mekanisme dan prosedur adalah tata cara pelayanan yang dilakukan bagi pemberi dan penerima pelayanan termasuk pengaduan;
3. Waktu penyelesaian adalah jangka waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh proses pelayanan dari setiap jenis pelayanan;
4. Biaya/Tarif adalah ongkos yang dikenakan kepada penerima layanan dalam mengurus dan atau memperoleh pelayanan dari penyelenggara yang besarnya ditetapkan Berdasarkan kesepakatan antara penyelenggara dan masyarakat;
5. Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan adalah hasil pelayanan yang diberikan dan diterima sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
Produk pelayanan ini merupakan hasil dari setiap spesifikasi jenis pelayanan;
6. Kompetensi Pelaksana adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh pelaksana meliputi pengetahuan keahlian keterampilan dan pengalaman;
7. Perilaku Pelaksana adalah sikap petugas memberikan pelayanan;
8. Penanganan pengaduan, saran dan masukan adalah tata cara pelaksanaan penanganan pengaduan dan tindak lanjut;
9. Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud dan tujuan. Prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (usaha, pembangunan, proyek). Sarana yang digunakan untuk benda yang bergerak (computer dan mesin) dan prasarana untuk benda yang tidak bergerak (gedung).
4.2 Sasaran
Sasaran strategis Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan disusun berdasarkan hasil identifikasi potensi permasalahan dalam rangka mencapai tujuan. Sasaran strategis merupakan ukuran kinerja dari tujuan strategis organisasi yang dapat direncanakan dan dilaksanakan setiap tahunnya. Adapun sasaran strategis BKD Prov.Sulsel yaitu :
1. Meningkatnya kualitas manajemen ASN yang efisien dan efektif secara professional.
2. Meningkatnya akuntabilitas kinerja, Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan Perangkat Daerah
Sesuai tujuan dari misi 1 (pertama) Gubernur Sulawesi Selatan yaitu mewujudkan pemerintahan yang berorientasi melayani dan inovatif, maka ditetapkan indikator keberhasilan sasaran strategis mencakup penataan pegawai sesuai dengan formasi kebutuhan dan kompetensi sehingga tugas dan tanggung jawab dapat dilaksanakan dengan baik dan penuh dedikasi.
Pelaksanaan faktor-faktor penunjang dalam rangka mewujudkan penyelenggaran pemerintahan yang melayani melalui pengembangan layanan kepegawaian berbasis aplikasi online dan paper less (kenaikan pangkat, pensiun, perpindahan PNS, penilaian kinerja, izin belajar dan tugas belajar, dll), updating dan validasi data secara berkala, transaksi data kepegawaian melalui SAPK BKN terintegrasi, serta pemanfaatan CAT (Computer Assissted Test) dalam berbagai kegiatan manajemen
kepegawaian. Sedangkan penerapan penilaian kinerja pegawai berbasis online dilakukan secara terintegrasi dengan pemberian tunjangan (kesejahteraan) pegawai berbasis kinerja dalam rangka peningkatan kualitas kinerja organisasi dan perorangan.
Adapun penetapan indikator kinerja dari sasaran tersebut yaitu:
- Indeks Sistem Merit
(Berdasarkan PermenpanRB Nomor 40 Tahun 2018 dan Peraturan KASN Nomor 5 Tahun 2017)
- Indeks Kepuasan Masyarakat
(Berdasarkan Permenpan RB No.14 Tahun 2017) - Nilai SAKIP Perangkat Daerah
(Berdasarkan PermenpanRB Nomor 12 Tahun 2015) - Persentase temuan materiil
(Jumlah Rupiah Temuan dibagi Realisasi Belanja Perangkat Daerah dikali 100%)
Tujuan dan sasaran jangka menengah Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel T-C.25
Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan BKD Prov.Sulsel
NO TUJUAN SASARAN INDIKATOR
KINERJA PERHITUNGAN TARGET KINERJA PADA TAHUN KE- 2019 2020 2021 2022 2023
Jumlah total hasil perkalian dari bobot indikator dikalikan nilai Tahun 2018 dan Peraturan KASN No.5
Tahun 2017)
Total dari nilai persepsi per unsur dibagi total unsur yangn terisi
dikalikan nilai penimbang
BAB V
STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
Untuk mewujudkan tujuan dan sasaran Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan disusun srategi dan kebijakan sebagai berikut : 5.1 Strategi
Strategi dimaksud disusun secara optimal untuk mewujudkan tujuan dan sasaran dalam rangka melaksanakan misi pemerintahan bidang kepegawaian meliputi :
1. Peningkatan profesionalisme SDM aparatur
2. Implementasi sistem merit dalam manajemen ASN
3. Peningkatan kualitas layanan administrasi bidang kepegawaian dan akuntabilitas kinerja organisasi
Dengan strategi di atas diharapkan akan bermuara kepada meningkatnya pengembangan manajemen kepegawaian berbasis merit sistem, peningkatan kompetensi, efisiensi, dan efektivitas penyelenggaraan tugas dan fungsi manajemen kepegawaian yang meliputi perencanaan, pengadaan, pengembangan kualitas, penempatan, promosi, kesejahteraan dan pemberhentian PNS untuk mendukung terselenggaranya manajemen kepegawaian yang transparan dan akuntabel guna mempercepat terwujudnya PNS yang profesional, berkinerja dan sejahtera.
5.2 Arah Kebijakan
Atas dasar sasaran dan strategi yang telah ditetapkan, maka kebijakan yang ditempuh untuk menetapkan program dan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi adalah sebagai berikut :
1. Perencanaan formasi dan pengadaan pegawai;
2. Distribusi penempatan ASN dalam jabatan sesuai kualifikasi dan kompetensi;
3. Peningkatan kualifikasi dan kompetensi ASN;
4. Pengembangan talent pool menuju sistem merit pengelolaan kepegawaian;
5. Pelaksanaan sistem promosi terbuka;
6. Penerapan manajemen kinerja;
7. Peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) bidang kepegawaian;
8. Layanan kepegawaian secara less paper;
9. Transformasi layanan kepegawaian berbasis aplikasi (virtual).
Adapun relevansi dan konsistensi antar pernyataan visi dan misi RPJMD periode berkenaan dengan tujuan, sasaran, strategi, dan arah kebijakan BKD Prov.Sulsel dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel T-C.26
Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Kebijakan
NO TUJUAN SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN
1 2 3 4 5
Visi : ( Sulawesi Selatan yang inovatif, produktif, kompetitif, inklusif, dan berkarakter ) Misi 1 : ( Mewujudkan pemerintahan yang berorientasi melayani dan inovatif )
1
BAB VI
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN
Rencana program dan kegiatan disusun untuk mewujudkan tujuan dan sasaran yang sudah ditetapkan sejalan dengan arah dan kebijakan maupun strategi selama periode perencanaan. Adapun program dan kegiatan tersebut dijabarkan sebagai berikut :
6.1 Rencana Program dan Kegiatan
Berdasarkan Rencana Strategis Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Program Tahun 2018-2023 mengacu pada Peraturan Meneri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah telah berjalan sejak Tahun 2019 sampai denganTahun 2020 yang memiliki 10 (sepuluh) program dan 50 Kegiatan. Program dan kegiatan tersebut terbagi dalam 2 (dua) kategori sebagai berikut :
1. Program Rutin
a. Program Pelayanan Adminstrasi Perkantoran
b. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
c. Program Peningkatan Perencanaan, Penganggaran, dan Evaluasi Kinerja
d. Program Peningkatan Disiplin dan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 2. Program Teknis
a. Program Penilaian Potensi dan Kompetensi b. Program Pendidikan Kedinasan
c. Program Peningkatan Kesejhateraan dan Kinerja Aparatur d. Program Pembinaan dan Pengendalian Aparatur
e. Program Pengembangan Karier Aparatur f. Program Perencanaan dan Informasi ASN
Sedangkan dengan diberlakukannnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenkalatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah, maka proses pembangunan dan pelayanan pemerintahan bidang kepegawaian mengacu pada perubahan Renstra BKD Tahun 2018-2023 yang berlaku
muali Tahun 2021-2023 sebagai implementasi Permendagri tersebut yang terbagi kedalam 2 program, 12 kegiatan, dan 101 sub kegiatan sebagai berikut :
1. Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Provinsi
a. Kegiatan Perencanaan, Penganggaran, dan Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah
b. Administrasi Keuangan Perangkat Daerah
c. Administrasi Barang Milik Daerah pada Perangkat Daerah d.Administrasi Kepegawaian Perangkat Daerah
e. Administrasi Umum Perangkat Daerah
f. Pengadaan Barang Milik Daerah Penunjang Urusan Pemerintah Daerah
g. Penyediaan Jasa Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah
h. Pemeliharaan Barang Milik Daerah Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah
2. Program Kepegawaian Daerah
a. Kegiatan Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian ASN b. Mutasi dan Promosi ASN
c. Pengembangan Kompetensi ASN
d. Penilaian dan Evaluasi Kinerja Aparatur
Adapun yang menjadi kelompok sasaran dari program, kegiatan, dan sub kegiatan pada Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018-2023 adalah masyarakat dan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai pemakai jasa layanan kepegawaian.
6.2 Pendanaan
Dalam pelaksanaan program dan kegiatan dalam Perubahan Renstra Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018-2023 perlu didukung oleh pendanaan guna mencapai target dan sasaran sesuai target yang telah ditetapkan. Adapun pendanaan indikatif dapat dilihat pada Tabel T-C.27 (terlampir).
BAB VII
KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN
Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan memiliki indikator kinerja yang akan dicapai dalam periode lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk medukung pencapaian tujuan dan sasaran dalam Perubahan RPJMD Prov.Sulsel Tahun 2018-2023.
Berikut ini adalah indikator kinerja Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan :
Tabel T-C.28
Indikator Kinerja yang Mengacu Pada Tujuan dan Sasaran RPJMD
NO Indikator
1 Indeks Profesionalitas ASN 66
(rendah) 68 3 Nilai SAKIP Perangkat
Daerah BB
5 Rasio pegawai Fungsional (%) PNS tidak termasuk
7 Jumlah Jabatan Pimpinan Tinggi pada Instansi
Pemerintah % 59 56 56 56 56
8 Jumlah Jabatan Administrasi
pada Instansi Pemerintah % 8.536 8.481 8.252 8.039 7.837
9 Jumlah Pemangku Jabatan Fungsional Tertentu pada
Instansi Pemerintah % 6.243 16.030 15.751 15.441 15.101
BAB VIII PENUTUP
Secara operasional, penjabaran Perubaha Renstra Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018-2023 akan dituangkan ke dalam
Secara operasional, penjabaran Perubaha Renstra Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018-2023 akan dituangkan ke dalam