• Tidak ada hasil yang ditemukan

Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

BAB III PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH

3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

Sebagaimana tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016-2021 bahwa Visi Pembangunan Kota Bontang yang ditetapkan untuk tahun 2016-2021 adalah : ” Menguatkan Bontang Sebagai Kota Maritim, Berkebudayaan Industri Yang Bertumpu pada Kualitas Sumber Daya Manusia dan Lingkungan Hidup untuk Kesejahteraan Masyarakat ”.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Bontang (RPJMD) Tahun 2016 – 2021 dimuat visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih sebagai penjabaran visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Bontang (RPJPD) Tahun 2015 – 2025. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Bontang (RPJMD) juga merupakan pedoman bagi Perangkat Daerah (PD) dalam menyusun Rencana Strategis (Renstra) PD.

Dikaitkan dengan visi dan misi tersebut di atas, serta urusan Umum dan Pemerintahan yang diselenggarakan oleh Badan Pendapatan Daerah Kota Bontang, maka fungsi dan tugas Badan Pendapatan Daerah terkait erat dengan Misi 3, yaitu: “Menjadikan Kota Bontang Sebagai Creative City Melalui Pengembangan Kegiatan Perekonomian Berbasis Sektor Maritim”.

Untuk menyelaraskan antara tupoksi Badan Pendapatan Daerah dengan Visi, Misi dan Program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih yang dituangkan dalam RPJMD Kota Bontang Tahun 2016-2021 juga memperhatikan dan melanjutkan Rencana Strategis Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Bontang Tahun 2016 – 2021, maka program yang akan ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Badan Pendapatan Daerah Tahun 2019-2021 adalah Program Peningkatan Penerimaan Pendapatan Daerah. Adapun faktor-faktor penghambat dan pendorong

pelayanan Badan Pendapatan Daerah terhadap pencapaian visi, misi, dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah sebagaimana diuraikan pada tabel berikut ini:

Tabel 3.2

Faktor-faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan Perangkat Daerah

Visi : Menguatkan Bontang Sebagai Kota Maritim Berkebudayaan Industri yang Bertumpu Kualitas Sumber Daya Manusia, Lingkungan Hidup untuk Kesejahteraan Masyarakat

Misi dan Program KDH dan Wakil KDH Terpilih

Permasalahan

Misi : Menjadikan Kota Bontang Sebagai

Penyediaan

3.3 Keterkaitan Rencana Strategis Bapenda Kota Bontang dengan Rencana Strategis Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kaltim Berdasarkan renstra Badan Pendapatan Provinsi Kalimantan Timur 2013 – 2018 Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Timur menetapkan visi sebagai berikut : TERWUJUDNYA PENDAPATAN DAERAH

YANG OPTIMAL. Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Timur menetapkan misi sebagai berikut:

1. Meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia pegawai;

2. Meningkatkan kesadaran masyarakat atas kewajibannya membayar pajak,retribusi dan pendapatan lain-lain;

3. Meningkatkan mutu pelayanan prima kepada masyarakat;

4. Meningkatkan kontribusi yang optimal bagi pembiayaan daerah.

Sebagai salah satu komponen dari perencanaan strategis tujuan yang dirumuskan merupakan gambaran tentang keadaan yang diinginkan oleh Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kaltim berdasarkan tugas pokok dan fungsinya serta sebagai upaya mendukung pencapaian pembangunan Pemerintah Daerah Provinsi seperti yang tertuang dalam RPJMD 2013 - 2018.

Dari uraian di atas, yang memiliki korelasi dengan Renstra Bapenda Kota Bontang dengan Renstra Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Timur adalah dari sisi Misi 2 yaitu Meningkatkan kesadaran masyarakat atas kewajibannya membayar pajak,retribusi dan pendapatan lain-lain. Dan dari Tujuan 2 yaitu Meningkatkan Penerimaan Daerah menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendapatan daerah bagi pembangunan. Pada Tujuan 3 yaitu Tersedianya Pelayanan Prima yang mudah terjangkau oleh masyarakatserta cepat, efektif dan efisien. Serta pada Tujuan 4 Meningkatkan Penerimaan Daerah.

Secara tupoksi dan struktural birokrasi dalam sistem pemerintahan, Bapenda Kota Bontang berkorelasi dengan tupoksi Pemerintah Provinsi dan Kementerian Keuangan. Dalam menetapkan programnya, Badan Pendapatan Daerah mengacu kepada program yang ditetapkan RPJMD Kota Bontang Tahun 2016-2021. Sedangkan RPJMD Kota Bontang berpedoman pada RPJPD Kota Bontang, RTRW dan RPJM Provinsi Kalimantan Timur dengan

memberikan dampak positif bagi daerah, khususnya terhadap tugas pokok dan fungsi Bapenda sebagai koordinator bidang pendapatan daerah.

Adapun dalam Renstra Kementerian Keuangan disebutkan bahwa dengan mempertimbangkan capaian kinerja, potensi dan permasalahan, serta memperhatikan aspirasi masyarakat maka visi Kementerian Keuangan untuk tahun 2015-2019 adalah : “Kami akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia yang Inklusif di abad ke-21”. Kementerian Keuangan juga memperbaharui misinya agar mencerminkan kegiatan inti dan mandatnya dengan lebih baik. Berikut Misi Kementerian Keuangan adalah :

1. Mencapai tingkat kepatuhan pajak, bea dan cukai yang tinggi melalui pelayanan prima dan penegakan hukum yang ketat;

2. Menerapkan kebijakan fiskal yang prudent;

3. Mengelola neraca keuangan pusat dengan risiko minimum;

4. Memastikan dana pendapatan didistribusikan secara efesien dan efektif;

5. Menarik dan mempertahankan talent terbaik di kelasnya dengan menawarkan proposisi nilai pegawai yang kompetitif.

Tujuan Kementerian Keuangan pada Tahun 2015-2019 yaitu:

1. Terjaganya keseimbangan fiskal;

2. Optimalisasi penerimaan negara dan reformasi administrasi perpajakan serta reformasi kepabeanan dan cukai;

3. Pembangunan sistem Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang handal untuk optimalisasi penerimaan negara;

4. Peningkatan kualitas perencanaan penganggaran, pelaksanaan anggaran, dan transfer ke daerah;

5. Peningkatan kualitas pengelolaan kekayaan negara dan pembiayaan anggaran;

6. Peningkatan pengawasan di bidang kepabeanan dan cukai serta perbatasan;

7. Kesinambungan reformasi birokrasi, perbaikan governance, dan penguatan kelembagaan.

Sehingga keterkaitan Renstra Bapenda Kota Bontang dengan Renstra Kementerian Keuangan yaitu pada Misi : “Mencapai tingkat kepatuhan pajak, bea dan cukai yang tinggi melalui pelayanan prima dan penegakan hukum yang ketat”, serta pada Tujuan :

1. Optimalisasi penerimaan negara dan reformasi administrasi perpajakan serta reformasi kepabeanan dan cukai;

2. Pembangunan sistem Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang handal untuk optimalisasi penerimaan negara.

Dalam arah kebijakan Renstra Bapenda Kota Bontang terdapat faktor penghambat dan pendorong yang dapat mempengaruhi permasalahan pelayanan Bapenda ditinjau dari Sasaran Jangka Menengah. Berikut faktor-faktor yang dirasa dapat mempengaruhi permasalahan pelayanan Bapenda.

 Faktor Penghambat

Beberapa faktor yang dimungkinkan dapat menghambat permasalahan pelayanan Bapenda ditinjau dari Renstra Kementrian Keuangan adalah:

a. Adanya pembatasan oleh Undang-Undang perpajakan, sehingga berpengaruh pada penerimaan daerah;

b. Kurang optimalnya koordinasi, konsultasi, konfimasi dan konsolidasi dengan Kementerian Keuangan terkait, khususnya tentang transfer dana ke daerah;

c. Adanya kecenderungan penurunan produksi dan harga Sumber Daya Alam;

d. Dengan diterapkannya desentralisasi fiskal berdampak pada Perda yg

e. Sumber pendanaan daerah terlalu bertumpu pada alokasi pusat berupa transfer (Dana Perimbangan, Dana Bagi Hasil, DAU, DAK dan Dana Penyesuaian).

 Faktor Pendorong

Sedangkan faktor-faktor yang diperkirakan dapat mendorong penyelesaian permasalahan pelayanan Bapenda ditinjau dari Renstra Kementerian Keuangan antara lain :

a. Secara intensif melakukan koordinasi, konsolidasi dan konfirmasi dengan Kementerian Keuangan;

b. Adanya pelimpahan kewenangan pemungutan pajak dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah;

c. Penambahan alokasi DAU sebagai dasar pembiayaan minimal untuk kebutuhan belanja pegawai.

3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Berdasarkan atas Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,Paragraf 1 tentang Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Pasal 15 ayat (1) dan (2) yakni :

1. Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib membuat KLHS untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana, dan/atau program;

2. Pemerintah dan pemerintah daerah wajib melaksanakan KLHS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ke dalam penyusunan atau evaluasi :

a. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) beserta rencana rincinya, rencana pembangunan jangka panjang (RPJP);

b. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota;

c. Kebijakan, rencana, dan/atau program yang berpotensi menimbulkan dampak dan/atau risiko lingkungan hidup.

Yang dimaksud dengan Telaah Lingkungan Hidup Strategis yaitu dampak yang signifikan dalam pembangunan terkait perubahan status lingkungan kota dan tatanan sosial budaya masyarakat. Untuk mengantisipasi dampak yang akan terjadi akibat pembangunan yang dilakukan, maka perlu disusun Kajian Lingkungan Hidup Strategis yakni pengkajian pengaruh kebijakan, rencana, dan/atau program terhadap kondisi lingkungan suatu wilayah.

Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis, terkait dengan ektensifikasi pengelolaan Pendapatan Asli Daerah.

Ektensifikasi pengelolaan pendapatan daerah yang sudah dilakukan dengan cara mendata obyek dan wajib pajak yang belum didata dan juga dengan melakukan pendataan ulang terhadap obyek pajak dan wajib pajak yang mengalami perubahan. Dengan melakukan pendataan tersebut diharapkan dapat mengetahui potensi PAD baik secara kuantitatif maupun kualitatif antara lain dengan cara meningkatkan serta menggali potensi Wajib Pajak yang ada di wilayah Kota Bontang.

Disamping itu sebagai bentuk ektensifikasi terhadap pendapatan daerah, telah di tetapkan Peraturan Daerah sebagai dasar hukum Pendapatan Asli Daerah yaitu :

1. Perda Nomor 9 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah;

2. Perda Nomor 13 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bontang Tahun 2016-2021 diuraikan terkait dengan kebijakan pengembangan wilayah sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Daerah Kota Bontang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bontang Tahun 2012-2032, bahwa tujuan penataan ruang Kota Bontang adalah untuk mewujudkan Kota Bontang sebagai kota maritim berkebudayaan industri yang berwawasan lingkungan dan mensejahterakan masyarakat melalui keterpaduan perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang antar wilayah (Nasional, Provinsi maupun Kota), dan antar kawasan (lindung dan budidaya).

Secara struktur ruang dan perwilayahan, Kota Bontang dibagi menjadi 3 Bagian Wilayah Kota (BWK), yaitu:

1. BWK I yang mempunyai fungsi utama sebagai pusat perdagangan dan jasa, sedangkan kegiatan pendukungnya adalah kawasan lindung, permukiman, pariwisata, pelabuhan, dan perikanan;

2. BWK II yang mempunyai fungsi utama sebagai kawasan industri, pelabuhan dan pergudangan, sedangkan kegiatan pendukungnya adalah kawasan lindung, permukiman, pariwisata, perikanan, militer, alur pelayaran;

3. BWK III yang mempunyai fungsi utama sebagai pusat pemerintahan kota, industri, dan pusat kegiatan olahraga, sedangkan kegiatan pendukungnya adalah kawasan lindung, permukiman, pariwisata, alur pelayaran, perikanan dan bandar udara Adapun untuk hirarki pusat pelayanan, ditetapkan BWK III sebagai pusat pelayanan skala kota, untuk itu diarahkan untuk pengembangan perkantoran pemerintahan daerah dan fasilitas kantor pemerintahan pendukung dan pelayanan publik lainnya.

Adapun BWK II dan BWK III ditetapkan sebagai sub pusat pelayanan kota yang berperan sebagai pendukung kegiatan kota.

Berdasarkan tata ruang, Bontang Utara dikembangkan untuk kawasan industri berbasis kimia, kawasan pelabuhan umum, pelabuhan pendaratan ikan kawasan wisata, dan kawasan perniagaan.Pusat perkantoran lama juga ada di daerah ini sehingga pertumbuhan penduduk paling tinggi dan pemukiman bertumbuh sangat pesat.Dengan demikian, wajar jika pemerintah memberikan porsi pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum lainnya yang lebih besar jika dibanding kecamatan lainnya.Kecamatan Barat merupakan pintu gerbang masuk ke Kota Bontang. Wilayah ini diarahkan untuk menyangga daerah sekitarnya sehingga di dalamya dibangun rumah sakit umum, terminal antar kota dan kawasan niaga. Tingkat kepadatannya sedang karena hampir sepertiga dari wilayahnya merupakan hutan lindung.Sebagian besar wilayahnya merupakan wilayah pemukiman sehingga pembangunan diarahkan pada pembangunan infrastruktur pemukiman berupa jalan pemukiman dan drainase.Kecamatan Bontang Selatan merupakan wilayah administrasi yang paling luas dengan kepadatan paling kecil.Wilayah tersebut menjadi kawasan pengembangan di Kota Bontang.Untuk mendorong keseimbangan kepadatan penduduk, maka wilayah tersebut diarahkan untuk pengembangan industri migas, kawasan industri baru, kawasan perdagangan, pelabuhan rakyat, kawasan pusat perkantoran pemerintah, dan bandara. Agar berkembang lebih cepat, pemerintah juga membangun akses jalan yang cukup besar yang menghubungkan pusat kota dengan pusat pemerintahan, bandara, kawasan industri baru dan rencana jalan bebas hambatan yang akan dibangun Pemerintah Provinsi Kaltim. Walaupun pertumbuhan penduduknya sangat pesat, kemacetan jalan di Kota Bontang belum terasa sampai saat ini.

Dalam rangka mendukung pengembangan transportasi khususnya untuk

salah satu prioritas daerah adalah mengembangkan sistem jaringan transportasi udara. Pemerintah kota Bontang akan mengupayakan untuk membangun bandar udara yang akan melengkapi layanan transportasi baik bagi masyarakat umum maupun perusahaan.

Dari uraian di atas dapat tergambar penataan ruang yang akan berkaitan dengan proses pemungutan pajak dan retribusi sebagai penopang PAD. Terdapat korelasi positif dan negatif dari pemungutan PAD dengan penataan ruang di Kota Bontang.Terdapat pembatasan-pembatasan terkait wilayah industri,perdagangan dan sektor perekonomian lainnya yang tidak dapat dilaksanakan pemungutan pajak dan/atau retribusi. Namun disisi lain ditetapkan wilayah yang dapat dijadikan lokasi intensifikasi dan ektensifikasi PAD.

Berdasarkan atas dinamika lokal dalam penentuan isu strategis pembangunan berkelanjutan Badan Pendapatan Daerah Kota Bontang, maka dapat dilihat dalam KLHS - RPJMD Kota Bontang 2016-2021 tentang Permasalahan Pelayanan Pemerintah Daerah Berdasarkan Analisis KLHS beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Lainnya seperti tertuang dalam tabel berikut:

Tabel 3.4

Hasil KLHS Terkait Tugas dan Fungsi Badan Pendapatan Daerah Kota Bontang

No. Hasil KLHS

2 Wilayah Industri visi dan misi Kepala Daerah sangat besar

3.5 Penentuan Isu-Isu Strategis

Dalam rangka untuk mensinergikan perencanaan pembangunan nasional dengan pembangunan daerah, diperlukan suatu media untuk menjembatani kedua struktur perencanaan pembangunan tersebut dan menampung kegiatan strategis dan prioritas dalam struktur anggaran sehingga terdapat keselarasan antara perencanaan pembangunan nasional dan perencanaan pembangunan daerah. Dalam rangka untuk sinkronisasi perencanaan dan penganggaran telah dilakukan beberapa langkah penyempurnaan pada proses penyusunan perencanaan baik ditingkat Provinsi maupun Kabupaten dan salah satunya dengan menyusun isu-isu strategis beserta kegiatannya.

Isu-isu strategis/program prioritas adalah sasaran strategis pemerintah daerah yang dianggap cukup signifikan dan relevan untuk mendukung tercapainya visi dan misi pembangunan daerah dalam jangka waktu tertentu yang terkait dengan perencanaan RPJMD dengan spesifikasi antara lain : 1. Merupakan bagian dari misi prioritas pembangunan daerah;

2. Mempunyai keterkaitan dengan isu strategis nasional;

3. Merupakan kewenangan daerah secara keseluruhan atau sebagian;

4. Memiliki lokasi dan sasaran yang jelas dan terukur

Pengertian isu strategis/program prioritas adalah sasaran strategis PD yang relevan untuk mendukung pencapaian visi dan misi PD dalam jangka waktu tertentu dengan tetap mengacu pada RPJMD, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan prakiraan kapasitas perencanaan yang akan datang. Isu strategis/program prioritas PD juga diharapkan mampu memberikan manfaat sebagai penghubung yang dapat mensinkronkan perencanaan program prioritas dan strategis antara PD dengan program-program Pemerintah Daerah.

Berdasarkan hasil analisis penentuan isu-isu strategis, maka dirumuskan isu-isu utama yang dihadapi Badan Pendapatan Daerah pada periode 5 tahun kedepan adalah sebagai berikut :

1. Tingkat kemandirian Kota Bontang masih rendah karena sangat tergantung dengan Pendapatan Transfer;

2. Basis data potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum sesuai dengan kondisi yang sebenarnya;

3. Peraturan-perundangan yang ditetapkan Pemerintah Pusat terkait Pendapatan Daerah kurang berpihak kepada situasi dan kondisi Daerah;

4. Bapenda merupakan Perangkat Daerah baru yang memerlukan manajemen organisasi, sarana prasarana dan aparatur yang kuat;

5. Sistem Informasi yang mendukung pelaksanaan pemungutan PAD belum terintegrasi.

BAB IV

TUJUAN DAN SASARAN

4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah 4.1.1 Tujuan

Tujuan merupakan sesuatu kondisi yang akan dicapai dalam jangka waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahunan. Tujuan ini ditetapkan dengan mengacu kepada pernyataan visi dan misi daerah serta didasarkan pada isu-isu strategis dan analisis lingkungan. Tujuan ini dirumuskan untuk memberikan arah dalam setiap penyusunan perencanaan pembangunan yang dilakukan oleh Badan Pendapatan Daerah Kota Bontang.

Adapun rumusan tujuan dalam Rencana Strategis Badan Pendapatan Daerah Kota Bontang Tahun 2019 – 2021 adalah “Meningkatnya Kemandirian Pembiayaan Pembangunan Daerah” dengan target indikator “Proporsi Pendapatan Asli Daerah Dalam Penerimaan Daerah”.

4.1.2 Sasaran

Sasaran merupakan hasil yang akan dicapai secara nyata, spesifik, terukur dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan, dalam kurun waktu tertentu/tahunan secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan.

Sasaran di dalam Rencana Strategis Badan Pendapatan Daerah Kota Bontang Tahun 2019 – 2021 adalah :

1. Meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan indikator : - Persentase Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai tujuan dan sasaran jangka menengah Badan Pendapatan Daerah Kota Bontang, dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 4.1

Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Badan Pendapatan Daerah

TUJUAN SASARAN

INDIKATOR TUJUAN/

SASARAN

REALISASI KINERJA TARGET KINERJA 2016 2017 2018 2019 2020 2021

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

Meningkatnya Kemandirian pembiayaan pembangunan daerah

Persentase

Pendapatan Asli Daerah terhadap Pendapatan Daerah

Meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Persentase peningkatan Pendapatan Asli Daerah

19,45% -0,62% 17,98% 9% 9,5% 10%

BAB V

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

5.1 Strategi dan Arah Kebijakan

Rumusan strategi merupakan pernyataan-pernyataan yang menjelaskan bagaimana tujuan dan sasaran akan dicapai serta selanjutnya dijabarkan dalam serangkaian kebijakan. Rumusan strategi menunjukkan keinginan yang kuat bagaimana Bapenda menciptakan nilai tambah (value added) bagi stakeholder layanan.

Sedangkan Kebijakan adalah pedoman yang wajib dipatuhi dalam melakukan tindakan untuk melaksanakan strategi yang dipilih, agar lebih terarah dalam mencapai tujuan dan sasaran.

Tabel 5.1

Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Kebijakan

Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan

1. Meningkatnya

 Membuat regulasi yang komprehensif

berdasarkan kajian potensi untuk

memaksimalkan sumber potensi baru yang dapat meningkatkan PAD

 Meningkatkan koordinasi dengan seluruh

 Melaksanakan optimalisasi sosialisasi terkait peraturan

perundang-undangan dan pemberian penghargaan kepada masyarakat yang taat pajak

 Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat

 Meningkatkan kualitas SDM aparatur

BAB VI

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN

6.1 Rencana Program dan Kegiatan

Rencana program dan kegiatan adalah cara untuk melaksanakan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan serta upaya yang dilakukan untuk mengetahui capaian keberhasilan sasaran dan tujuan. Sedangkan program dimaksudkan sebagai kumpulan kegiatan yang sistematis dan terpadu untuk mendapatkan hasil yang dilaksanakan Badan Pendapatan Daerah Kota Bontang guna mencapai sasaran tertentu.

Adapun Rencana Program dan Kegiatan Badan Pendapatan Daerah Tahun 2019-2021 :

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran yang diwujudkan dalam kegiatan-kegiatan:

a. Penyediaan jasa surat-menyurat

b. Penyediaan jasa Komunikasi, Sumber daya air dan listrik

c. Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan Kendaraan dinas/operasional

d. Penyediaan jasa kebersihan kantor e. Penyediaan alat tulis kantor

f. Penyedian barang cetakan dan penggandaan

g. Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor h. Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor

i. Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan j. Penyediaan bahan logistik kantor

k. Penyediaan makanan dan minuman

l. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah m. Penyediaan jasa tenaga administrasi/ teknis perkantoran

n. Penataan kearsipan kantor

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur yang diwujudkan dalam kegiatan-kegiatan:

a. Pengadaan kendaraan dinas/operasional b. Pengadaan meubelair

c. Pemeliharaan Rutin/ berkala gedung kantor

d. Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional e. Pemeliharaan rutin/berkala peralatan dan perlengkapan kantor 3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur yang diwujudkan dalam

kegiatan:

a. Pengadaan pakaian dinas beserta kelengkapannya

4. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur yang diwujudkan dalam kegiatan-kegiatan:

a. Pendidikan dan pelatihan formal

5. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan yang diwujudkan dalam kegiatan-kegiatan:

a. Penyusunan Laporan Review Rencana Strategis (RENSTRA) b. Penyusunan Laporan Keuangan Semesteran dan Prognosis

Realisasi Anggaran

c. Penyusunan Laporan Keuangan Akhir Tahun d. Penyusunan Rancangan Rencana Kerja (RENJA)

e. Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP)

6. Program Penyebarluasan Informaasi Pembangunan Daerah yang diwujudkan dalam kegiatan :

a. Publikasi kegiatan pembangunan

7. Program Peningkatan Penerimaan Pendapatan Daerah yang diwujudkan dalam kegiatan-kegiatan :

a. Jasa penyampaian SPPT PBB oleh RT melalui Kelurahan b. Validasi data pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perkotaan c. Pengembangan dan Pemeliharaan SISMIOP PBB

d. Pelaksanaan pemungutan dan monitoring PBB Sektor Pedesaan dan perkotaan

e. Penyusunan Zona Nilai Tanah (ZNT) f. Monitoring dan evaluasi pajak daerah g. Gebyar Pajak Daerah

h. Asosiasi Daerah Penghasil Migas i. Rapat Koordinasi Pendapatan Daerah j. Orientasi pengembangan pajak daerah

k. Pengembangan sistem monitoring dan pengendalian operasional wajib pajak berbasis web service

l. Sistem dan prosedur pendapatan daerah

m. Pengembangan dan Pemeliharaan system informasi pendapatan daerah (SIMPATDA)

n. Pengaruh media terhadap peningkatan pendapatan daerah o. Penyusunan naskah akademik RAPERDA

p. Penyusunan buku peraturan pajak daerah da retribusi daerah

q. Pengembangan data base profil potensi pajak daerah dan retribusi daerah

r. Penyusunan roadmap PAD untuk kemandirian fiskal daerah Kota Bontang

s. Sosialisasi pajak daerah dan retribusi daerah

t. Intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah

v. Pengendalian Yustisi Pajak w. Gathering Wajib Pajak x. Validasi Wajib Pajak

Estimasi biaya yang dilakukan terhadap setiap program dan kegiatan yang telah disusun untuk mencapai target outcome program, merupakan perhitungan biaya yang diperlukan sebagai pendanaan indukatif terhadap pelaksanaan program dan kegiatan.

Adapun rencana Program dan Kegiatan, Indikator Kinerja,Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif yang akan ditetapkan oleh Badan Pendapatan Daerah Kota Bontang pada tahun 2019 – 2021 dapat dijelaskan sesuai tabel 6.1 berikut (Terlampir)

BAB VII

KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN

Rencana Strategis Badan Pendapatan Daerah Kota Bontang Tahun 2019-2021 merupakan dokumen perencanaan perangkat daerah untuk periode 3 (tiga) tahunan yang memuat tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan yang disusun sesuai dengan tugas dan fungsi Perangkat Daerah serta berpedoman kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Kota Bontang Tahun 2019-2021.

Keberhasilan pelaksanaan Renstra periode 2019-2021 sangat ditentukan oleh kesiapan kelembagaan, ketata laksanaan, SDM dan sumber pendanaan serta komitmen semua pimpinan dan staf Badan Pendapatan Daerah. Selain itu, untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan Renstra periode 2019-2021, setiap tahun akan dilakukan evaluasi.Apabila diperlukan, dapat dilakukan perubahan/revisi muatan Renstra termasuk indikator-indikator kinerjanya yang dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang berlaku dan tanpa mengubah tujuan Badan Pendapatan Daerah Kota Bontang periode 2019-2021.

Rencana Strategis Badan Pendapatan Daerah Kota Bontang Tahun

Rencana Strategis Badan Pendapatan Daerah Kota Bontang Tahun