• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Penelitian

4.2.1 Unsur Intrinsik Novel

4.2.1.1 Tema

Tema merupakan aspek cerita yang sejajar dengan ‘makna’ dalam pengalaman manusia, sesuatu yang menjadikan suatu pengalaman begitu diingat (Stanton, 2012:36). Tema merupakan gagasan pokok atau masalah utama yang dituangkan oleh penulis di dalam cerita. Tema yang diangkat di dalam sebuah novel dapat memiliki lebih dari satu interpretasi. Novel Surat Kecil untuk Tuhan karya Agnes Davonar memiliki tema utama dan juga tema tambahan.

a. Tema utama

Tema utama dalam novel Surat Kecil untuk Tuhan The Story of Life karyaAgnes Davonaradalah perjuangan. Perjuangan ini berawal dari kisah hidup dua saudara yaitu seorang laki-laki dan seorang gadis yang ditinggalkan oleh orang tuanya dan harus hidup menjadi yatim piatu. Inilah awal dari perjangan mereka berdua untuk terus bertahan hidup dan saling menjaga satu dengan yang lainnya. Hal ini tampak pada kutipan berikut ini.

(1) “Kisah ini berawal dari kakak beradik bernama Anton dan Angel yang tinggal di sebuah perkampungan kumuh di Jakarta. Mereka tengah menunggu kedatangan ayah dan ibunya sambil menahan lapar karena uang dan persediaan makanan mereka telah habis. Kemudian, terdengar suara pintu diketuk yang serentak membuat Anton dan Angel bersemangat karena mengira orang tua mereka telah tiba. Namun, yang datang adalah bibi mereka bersama ketua RT dengan membawa kabar buruk. Ayah dan ibu mereka mengalami kecelakaan bus saat kembali ke Jakarta. Anton dan Angel menangis tak kuasa menahan kepergian ayah dan ibu mereka tercinta.” (Novel Surat Kecil untuk Tuhanthe Story of Life: Hlm. 2-8)”

(2) Kini Angel sadar bahwa kakaknya telah berkorban demi Wira dan baginya kakaknya akan selalu hidup melalui Wira. Angel dan Wira menyadari bahwa Tuhan telah menjawab doa mereka melalui surat kecil untuk Tuhan dan mempertemukan mereka kembali untuk mencari kehidupan yang indah, seindah surat kecil untuk Tuhan.” (Novel Surat Kecil untuk Tuhanthe Story of Life: Hlm. 131-132)

Dua kutipan di atas memperlihatkan awal mula kedua saudara Anton dan Angel menjadi yatim. Tidak mudah menjadi seorang anak yatim di usia yang masih kecil. Mereka bukan terlahir dari keluarga yang kaya dan bahkan tinggal di kawasan kumuh. Setelah orang tua mereka meninggal, mereka diasuh oleh om dan tantenya. Om dan tantenya ternyata tidak mengasuh mereka dengan sepenuh hati hingga akhirnya mereka harus hidup terlunta-lunta di jalan. Pesan dari cerita

ini memberikan gambaran bahwa walau berbagai masalah menghadang namun hidup tetap harus berjuang.

b. Subtema/ Tema Tambahan

Subtema atau tema tambahan adalah tema yang hadir pada beberapa bagian dari novel yang menimbulkan makna tambahan. Tema tambahan akan memberikan kesan sebuah novel tidak jadi membosankan. Berikut tema tambahan yang diangkat dalam novelSurat Kecil untuk Tuhan The Story of Life karyaAgnes Davonar.

1) Persahabatan

(3) Angel menatap Wira untuk terakhir kalinya. Ia kemudian memeluk dan memberikan senyum termanis yang bisa ia berikan. Dengan wajah sedih, Wira terpaksa meninggalkan kedua sahabat yang telah memberinya banyak kebahagiaan. (Novel Surat Kecil untuk Tuhanthe Story of Life: Hlm.81) (4) “Ini untuk kamu. Aku dan kakak juga punya, kami akan

mengirimkannya ke Tuhan”. “Bocah laki-laki itu, langsung membacanya dengan penuh haru, sama seperti ketika Anton membacanya. Mendadak sebuah ide muncul di pikiran Wira, ketika ia melihat seorang penjual balon gas berdiri tak jauh dari mereka”. “Kita terbangkan saja surat ini kelangit…. Pakai balon”. (Novel Surat Kecil untuk Tuhanthe Story of Life. Hlm: 78-79)

Tema persahabatan dari novel terlihat pada kutipan di atas. Dalam kutipan di atas, Angel, Anton, dan anak-anak lain sama-sama berjuang untuk hidup walau harus mengemis dan sering mendapat tindakan kekerasan dari Om Rudy. Persahabatan mereka juga diuji saat satu persatu anak mendapatkan orang tua asuh dan mungkin mereka tidak dapat berjumpa lagi. Sebelum berpisah, mereka juga menyempatkan diri untuk membuat janji agar bisa bertemu lagi. Dari hal ini,

terasa suasana persahabatan yang erat di antara para tokoh. 2) Percintaan

(5) “Aku tidak tahu bahwa hidupku ini telah membuat kakak kamu tiada. Aku sungguh menyesal.” “Kakak sudah tenang disana, dan dia juga ada diantara kita. Aku tidak marah pada semua ini. Bagiku....kak Anton akan tetap selalu hidup...hidup melalui kamu,Wira” (Novel Surat Kecil untuk Tuhanthe Story of Life. Hlm: 213)

Tema percintaan dari novel terlihat pada kutipan di atas. Dalam kutipan tersebut, Angel dan Wira bertemu saat sudah sama-sama dewasa. Mereka menyadari bahwa ada kecocokkan antara mereka satu dengan yang lain. Mereka juga merasa diri saling bisa mengisi dan cocok. Wira pun menyadari bahwa Angel adalah wanita kuat yang hebat dan baik.

Tema ini dimunculkan penulis untuk memperkaya alur cerita menjadi semakin menarik dan membuat pembaca jadi penasaran. Hal ini juga membantu kemunculan akhir cerita yang dapat dikatakan memiliki akhir yang menyenangkan atau happy endingsehingga perjuangan yang dilakukan tokoh-tokoh utama tidak sia-sia.

3) Pendidikan

(6) “Sehari-hari Anton tidak bersekolah dan rencananya Bibi akan menyekolahkan pada tahun ajaran baru nanti. Sambil menunggu, Bibi meminta Anton untuk membantunya berdagang di pasar sepanjang pagi. Untuk itu, Anton harus bangun pagi jam 5 dan meninggalkan Angel di rumah bersama paman yang menjaganya. Ia membantu apapun yang bisa ia lakukan untuk meringankan beban Bibi, mulai dari mengikat sayur, menimbang cabe atau mengangkut sayur yang telah dibeli pelanggan ke becak atau motor”. (Novel Surat Kecil untuk Tuhanthe Story of Life. Hlm. 9)

(7) “Keesokan harinya, Anton dan Angel heran melihat anak-anak lainnya pergi. Mereka bertanya ke Om Rudy dan Om Rudy menjawab bahwa mereka mencari uang untuk membantu Om Rudy” (Novel Surat Kecil untuk Tuhanthe Story of Life. Hlm.44)

Tema pendidikan dari novel terlihat pada kutipan di atas. Dalam kutipan tersebut, terlihat Anton dan anak-anak lainnya yang harus berhenti sekolah dan tidak mendapatkan cukup pendidikan karena terhalang oleh situasi dan biaya. Saat di penampungan, mereka bahkan harus mengemis agar bisa mendapatkan makan dan tidak dikasari oleh Om Rudy. Hal ini cukup menggambarkan kenyataan yang sering terjadi di lingkungan masyarakat. Anak-anak harus putus sekolah dan tidak bisa mengenyam pendidikan dengan layak.

4) Kemiskinan

(8) “Sehari-hari Anton tidak bersekolah dan rencananya Bibi akan menyekolahkan pada tahun ajaran baru nanti. Sambil menunggu, Bibi meminta Anton untuk membantunya berdagang di pasar sepanjang pagi. Untuk itu, Anton harus bangun pagi jam 5 dan meninggalkan Angel di rumah bersama paman yang menjaganya. Ia membantu apapun yang bisa ia lakukan untuk meringankan beban Bibi, mulai dari mengikat sayur, menimbang cabe atau mengangkut sayur yang telah dibeli pelanggan ke becak atau motor”. (Novel Surat Kecil untuk Tuhanthe Story of Life. Hlm. 9)

Data (8) mengandung unsur instrinsik tema kemiskinan. Wujud penanda tema kemiskinan pada data tersebut adalah “sehari-hari Anton tidak bersekolah dan rencananya Bibi akan menyekolahkan pada tahun ajaran baru nanti”. Pada tuturan tersebut, tema kemiskinan ditunjukan dengan keadaan tokoh Anton yang tidak dapat sekolah yang disebabkan oleh kekurangan biaya. Keadaan tersebut juga didukung dengan rencana Bibi Anton untuk membantu menyekolahkannya. Selain itu, tema kemiskinan juga ditunjukkan pada tuturan. Biasanya, orang miskin selalu berusaha untuk dapat bekerja. Pekerjaan yang dilakukan biasanya sesuai dengan kemampuan. Seperti Anton dalam tuturan tersebut, ia selalu berusaha untuk bekerja agar dapat bertahan hidup dengan cara membantu bibinya mengikat sayur, serta mengangkat cabai dan sayur.

4.2.1.2 Alur

Alur merupakan rangkaian-rangkaian peristiwa yang disampaikan dalam cerita yang memiliki hubungan sebab-akibat yang saling berkaitan. Pada dasarnya, setiap cerita dihubungkan oleh peristiwa satu dengan yang lain yang mempunyai hubungan sebab-akibat (Stanton, 2012:26). Alur yang digunakan di dalam novel Surat Kecil untuk Tuhan the Story of Life karya Agnes Davonar adalah alur lurus. Alur lurus adalah alur progresif disebut juga alur kronologis, lurus, atau maju. Alur dikatakan progresif bila peristiwa-peristiwa yang dikisahkan bersifat kronologi dan berurutan. Tahap awal/pengenalan, kemudian tahap tengan/pertikaian, dan tahap akhir/peleraian. Alur lurus dalam novel dapat dibuktikan pada kutipan berikut.

(9) “Seorang anak laki-laki kurus berusia 9 tahun tampak bergerak cepat menaruh sebuah panci agar lantai rumahnya tidak becek. Disampingnya, seorang gadis kecil berambut lurus sebahu duduk di kasur dengan wajah kebingungan. Angel si gadis kecil berusia 6 tahun itu, terus memegangi perutnya yang lapar.” (Novel Surat Kecil untuk Tuhanthe Story of Life. Hlm.2).

(10) Anton berlari sejauh 2km ke rumah. Dengan penuh keringat, ia mendengar tangisan sang adik dari balik pintu. Ia membuka pintu mendapatkan Angel tengah dipukul Paman Marcus. Pamannya sedang melihat Anton dengan bingung.” (Novel Surat Kecil untuk Tuhanthe Story of Life. Hlm. 14).

Data (9) dan (10) sama-sama mengandung unsur instrinsik alur lurus. Wujud penanda alur lurus pada data 9 adalah seorang anak laki-laki kurus berusia 9 tahun, bergerak cepat, menaruh panci pada tempatnya dan seorang gadis kecil berambut lurus sebahu duduk di kasur dengan wajah kebingungan Angel si gadis kecil berusia 6 tahun itu, terus memegangi perutnya yang lapar.

Pada data tersebut, alur lurus ditunjukan dengan penyebutan urutan waktu yang dilakukan oleh seorang tokoh cerita yang bernama Angel. Urutan alur dimulai dari penyebutan jenis kelamin, usia, aktivitas dan akhir dari kegiatan tokoh. Perwujudan waktu tersebut menunjukan adanya penyebutan alur pada data (9). Penyebutan data tersebut sesuai dengan teori yang jelaskan dalam teori bab 2 yaitu adanya tahap awal (penyituasian, pengenalan, pemunculan konflik), tahap tengah (konflik meningkat, klimaks), dan akhir (penyelesaian).

Pada data (10), wujud penanda alur lurus adalah “Anton berlari sejauh 2 km ke rumah, keringat. Ia mendengar tangisan sang adik dari balik pintu, pamannya memukul sang adik, dan sang paman bingung melihat Anton”. Pada data tersebut, alur lurus dijelaskan dengan menggunakan penyebutan tokoh, aktivitas tokoh, dan perasaan tokoh. Adanya penyebutan alur tersebut memberikan rincian tentang kegiatan yang dilakukan oleh seorang tokoh dalam cerita secara terperinci.

4.2.1.3 Tokoh dan Penokohan

Tokoh adalah peran yang diberikan oleh pengarang dengan karakter tertentu. Setiap tokoh biasanya akan diberi karakter tokoh yang berbeda-beda tergantung kebutuhan dan alur yang sudah direncanakan. Daritokoh ini, akan muncul karakter atau penokohan yang bermacam-macam pula. Penokohan adalah cara pengarang mengambarkan dan mengembangkan karakter tokoh-tokoh dalam cerita (Kokasih, 2012:67). Karakter tokoh dalam sebuah cerita akan dibuat sedemikian rupa agar cerita dapat berjalan sesuai dengan alur yang telah ditentukan penulis dan juga untuk menghidupkan suasana cerita.

a. Tokoh Utama

1) Tokoh Angel

Angel merupakan tokoh utama yang dikisahkan jalan hidupnya oleh penulis didalam novel ini. Hal itu dibuktikan oleh kutipan-kutipan berikut.

(11) “Angel semakin tak bisa menahan emosi dan mulai menangis. Sementara Om Rudy semakin terhenyak di tempat duduknya, menyadari ia akan mendapatkan karmanya.” (Novel Surat Kecil untuk Tuhanthe Story of Life. Hlm. 199)

(12) “Angel, si gadis cilik berusia 6 tahun itu, terus memegangi perutnya yang lapar. Matanya yang bulat dan jernih mengikuti gerak Anton, sang kakak yang masih sibuk mencari benda lain untuk menampung iar bocoran dari atap genteng rumah mereka”. (Novel Surat Kecil untuk Tuhanthe Story of Life. Hlm. 2)

(13) “Angel yang pintar, dengan cepat sudah bisa menuliskan beberapa huruf yang selama ini belum ia ketahui” .(Novel Surat Kecil untuk Tuhan the Story of Life. Hlm. 56)

(14) “Angel memiliki alasan yang kuat dalam memilih cita-cita dan tujuanhidupnya. Ketidakadilan yang pernah ia alami membuatnya bertekad untuk mencegah orang lain mengalami hal yang sama dengan dirinya dan keluarganya dulu” (Novel Surat Kecil untuk Tuhanthe Story of Life. Hlm. 132)

(15) “... Ia kini telah tumbuh menjadi gadis dewasa yang cantik dengan tubuh tinggi semampai. Rambutnya berwarna merah dengan wajah oriental Asia yang begitu memikat. Ia sedikt tomboy dalam bersikap tapi feminim dalam berpenampilan”. (Novel Surat Kecil untuk Tuhanthe Story of Life. Hlm. 133)

Pada data (11), (12), (13), (14), dan (15) di atas mengandung unsur instrinsik tokoh utama. Secara fisik, tokoh Angel digambarkan sebagai gadis kecil berambut lurus dengan mata bulat dan jernih, yang kemudian ketika dewasa menjadi seorang gadis yang cantik. Selain itu, tokoh Angel juga digambarkan sebagai anak

yang berkepribadian ceria, pintar, dan pantang menyerah. Dari kutipan-kutipan di atas dapat dikatakan bahwa tokoh Angel menjadi pusat cerita dalam tuturan tersebut. Tokoh Angel selalu muncul dari awal cerita hingga akhir. Tokoh Angel juga menjadi pusat perhatian penulis karena penulis menjelaskan cerita hidup Angel dengan cukup terperinci. Bahkan, hingga akhir tokoh Angel digambarkan memiliki hidup yang bahagia bersama Wira.

Tokoh Angel dalam novel juga dimainkan sebagai tokoh protagonis. Hal ini terlihat dari kutipan bahwa ia anak yang sabar dan memiliki hati yang lembut. Bahkan saat sudah pendapat orang tua asuh dan hidup lebih baik serta bisa mengenyam pendidikan tinggi, ia tetap memiliki keinginan memperjuangkan hak hidup dan keadilan orang lain. Hal ini mencerminkan karakter yang baik hati.

2) Tokoh Anton

Anton merupakan tokoh utama dalam novel Surat Kecil untuk Tuhanthe Story of Life karena tokoh Anton juga sering muncul dalam cerita dari awal hingga akhir walau di dalam cerita ia harus meninggal karena menjadi korban penjualan organ tubuh. Hal ini dapat dilihat dari kutipan-kutipan berikut.

(16) .. Seorang anak laki-laki kurus berusia 9 tahun tampak bergerak menaruh sebuah panci agar lantainya tidak becek. (Novel Surat Kecil untuk Tuhanthe Story of Life. Hlm.1)

(17) .. Ia berjanji akan menjaga adiknya dengan segenap jiwa dan raga di depan makam ayah dan ibu mereka. (Novel Surat Kecil untuk Tuhanthe Story of Life. Hlm.8)

(18) .. Biasanya setelah membantu, mengangkat barang bawaan belanja pelanggan, Anton akan mendapatkan uang receh yang ia kumpul diam-diam dari bibinya. Uang itu kemudian sebagian ia belikan coklat atau jajanan untuk diberikan kepada Angel saat

pulang. (Novel Surat Kecil untuk Tuhanthe Story of Life. Hlm.9) (19) .. “Om Rudy punya berita baik untuk kamu”.

“Apa, Om?”.

“Ada yang bersedia membantu biaya rumah sakit adik kamu. Tapi orang ini ingin satu hal

“Dia ingin kamu jadi anaknya dan kamu harus ikut dengannya dalam dua hari. (Novel Surat Kecil untuk Tuhanthe Story of Life. Hlm.95)

Data (16), (17), (18), dan (19) pada kutipan di atas menjelaskan bahwa Anton merupakan sosok kakak yang sangat bertanggung jawab karena ia mau menjaga Angel dalam situasi apapun. Hal ini telah diungkapkan oleh Anton di depan makam kedua orang tuanya. Kasih sayang Anton terhadap Angel telah terbukti dalam hari-hari hidup mereka dan Anton selalu menjaga adiknya. Hal ini menjadikan tokoh Anton juga menjadi tokoh utama di dalam cerita.

Anton memiliki karakter protagonis. Hal ini terlihat dari sikap Anton. Walau memiliki umur yang masih kecil layaknya anak-anak kecil yang masih membutuhkan kebebasan dalam bermain, Anton memilih untuk membantu bibinya berjualan di pasar. Dalam kutipan, dijelaskan juga bahwa Anton rela mengikuti semua perintah Om Rudy untuk kesembuhan adiknya. Namun, kebaikan dan kepolosan Anton dimanfaatkan oleh Om Rudy untuk menambah kekayaannya dengan menipu Anton bahwa ada orang tua angkat yang mau mengadopsi dia dan bersedia membayar biaya rumah sakit tempat Angel dirawat. Demi cintanya untuk adik semata wayang, Anton rela mengikuti apa yang dikatakan oleh Om Rudy padahal itu akan mengakibatkan mereka untuk terpisah.

b. Tokoh Utama Tambahan

Om Rudy merupakan tokoh sentral dalam novel Surat Kecil Untuk Tuhanthe Story of Life karena tokoh ini sangat penting dalam perkembangan alur dan penyebab munculnya konflik. Awalnya Om Rudy dianggap sebagai malaikat bagi Angel karena ia telah berbuat baik dengan menolong. Pada pertengahan hingga akhir cerita, diketahui Om Rudy sebagai tokoh antagonis yang melakukan eksploitasi dan menjual organ tubuh anak-anak demi memperkaya dirinya. Hal itu dibuktikan oleh kutipan berikut.

(20) ..“Tak usah takut. Om ini orang baik. di rumah ada anak-anak juga yang selalu Om Tolong. Kalau kalian tidak percaya, kalian bisa ikut om untuk lihat.”

“Jadi kami harus mengemis dijalan?” Tanya Anton. “Ya begitulah... kalau kalian bisa bekerja seperti ini, tidak masalah. Kita cari cara lain saja,” jawab Om Rudy.”

“Tidak apa-apa, Om. Kami mengemis saja,“balas Angel. (Novel Surat Kecil untuk Tuhanthe Story of Life. Hlm. 27-46)

(21) ..“Kenyataannya, ia memanfaatkan anak-anak yang polos tanpa orang tua sebagai perlindungan itu, untuk menjadi sumber mata pencahariannya di dunia pasar gelap organ manusia”. (Novel Surat Kecil untuk Tuhanthe Story of Life. Hlm. 84)

(22) .. “Dengan kasar, Om Rudy mengambil pensil dan buku itu, dipatahkannya pensil itu dan dirobeknya buku di hadapan Angel dan Anton”. (Novel Surat Kecil untuk Tuhanthe Story of Life. Hlm. 57)

Data (20)memperlihatkan bahwa tokoh Om Rudy sangat penting keberadaannya sebagai pemuncul konflik yang semakin rumit dalam kehidupan dua tokoh utama. Hal ini membuat tokoh Om Rudy tidak bisa dihilangkan begitu saja di dalam cerita. Bahkan, tokoh ini hadir sampai cerita berakhir.

Tokoh Om Rudy di dalam novel dihadirkan sebagai tokoh yang memiliki karakter antagonis. Awalnya, Om Rudy memperkenalkan dirinya adalah sosok yang baik. Ia dapat menampung anak-anak jalanan di rumahnya. Ia pula menawarkan kebaikannya itu kepada Anton dan Angel untuk tinggal bersama-sama dengan dia. Sikap polos yang dimiliki oleh Angel dapat membuatnya luluh dengan perkataan Om Rudy. Hal ini mencerminkan sikap kemunafikan Om Rudy terhadap Anton dan Angel.

Data (21) dapat dilihat bahwa Om Rudy adalah sosok yang kejam, jahat, dan tidak memiliki hati nurani karena Om Rudy sudah banyak menipu anak-anak jalanan yang diasuhnya untuk mendapat uang sehingga mereka akan diasuh oleh orang tua angkat. Namun, semua itu hanyalah kebohongan belaka karena sudah banyak anak-anak jalanan yang menjadi korban perjualan organ tubuh, salah satunya adalah Anton. Data (22) memperlihatkan bahwa Om Rudy sangat kejam terhadap Angel dengan mematahkan pensil dan merobek bukunya. Hal ini membuat Angel menjadi sedih dengan perbuatan Om Rudy. Dapat dilihat bahwa ia tidak mau anak-anak jalananmelakukan hal-hal lain selain mengemis di jalanan.

c. Tokoh Tambahan

1) Tokoh Bibi Feli dan Paman Marcus

Bili Feli dan Paman Marcus merupakan tokoh tambahan dalam dalam novel Surat Kecil Untuk Tuhanthe Story of Life Karya Agnes Davonar karena Bibi Feli dan Paman Marcus muncul hanya beberapa kali saja di awal cerita tersebut. Bibi Feli dan Paman Marcus merupakan pasangan suami istri di dalam novel Surat

Kecil untuk Tuhanthe Story of LifeKarya Agnes Davonar. Mereka yang merawat Anton dan Angel setelah bapak dan ibunya meninggal dunia akibat kecelakaan bus. Bibi Feli sangat baik dalam merawat dan menjaga Anton dan Angel karena bibi Feli tidak mempunyai anak. Bibi Feli juga sudah berniat akan menyekolahkan Anton. Namun, keinginan tersebut tidak tercapai karena Anton dan Angel pergi meninggalkan rumahnya. Hal itu terjadi karena perilaku suami Bibi Feli yang kasar dan jahat terhadap kedua keponakannya. Hal itu dibuktikan oleh kutipan berikut.

(23) .. “Anton dan Angel kini menempati sebuah kamar kosong di rumah yang jauh lebih layak dari rumah mereka dulu. Bibi Feli memperlakukan mereka dengan baik, sementara suaminya tidak banyak bicara kepada anak-anak ini. Sehari-hari Anton tidak bersekolah dan rencananya bibi akan menyekolahkan pada tahun ajaran baru nanti. Sambil menunggu bibi meminta Anton untuk membantunya berdagang di pasar sepanjang pagi”. (Novel Surat Kecil untuk Tuhanthe Story of Life. Hlm 8)

(24) .. “Jangan pukul adik saya!” seru Anton.

“Bocah kurang ajar. Kamu berani teriaki saya? Sudah bagus kamu saya pungut dari jalanan.” Paman Marcus kemudian mengayunkan sapunya untuk memukul Anton. “Yang berkuasa di rumah ini saya, rumah ini punya saya. Kalau kalian tidak senang. Silakan keluar.” (Novel Surat Kecil untuk Tuhanthe Story of Life. Hlm 14-15)

Data (23) dan (24) menjelaskan sifat Bibi Feli dan Paman Marcus yang sangat berbeda. Bibi Feli memiliki karakter protagonis dengan hati yang baik, terbuka, dan ramah dalam menerima Anton dan Angel untuk tinggal di rumahnya. Ia juga sangat baik dalam merawat dan mendidik Anton dan Angel selayaknya seorang ibu kandung terhadap anaknya. Bibi Feli tidak pernah berlaku kasar terhadap mereka. Ia berencana akan menyekolahkan Anton pada tahun ajaran

baru. Namun semua itu hanyalah sebuah rencana.

Dokumen terkait