• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS

2. Teman Sebaya

a. Pengertian teman sebaya

Dalam kamus konseling Sudarsono (1997:31), teman sebaya

berarti teman-teman yang seusia dan sejenis, perkumpulan atau kelompok

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, teman sebaya diartikan sebagai

kawan, sahabat atau orang yang sama-sama bekerja atau berbuat. Teman

sebaya memiliki hal yang sangat penting terhadap kehidupan remaja.

Laursen menegaskan bahwa pada kenyataannya dalam kehidupan

sehari-hari remaja dalam hidup masyarakat seperti sekarang ini lebih

menghabiskan waktu mereka bersama tamen-temannya.

Menurut Nora (2015:181) kelompok teman sebaya adalah

kelompok persahabatan yang mempunyai nilai-nilai dan pola hidup

sendiri, di mana persahabatan dalam periode teman sebaya penting sekali

karena merupakan dasar primer mewujudkan nilai-nilai dalam suatu

kontak sosial. Disamping itu juga mempraktekkan berbagai prinsip kerja

sama, tanggungjawab bersama, persaingan yang sehat dan sebagainya. Jadi

kelompok teman sebaya adalah media bagi anak untuk mewujudkan

nilai-nilai sosial tersendiri dalam melakukan prinsip kerjasama, tanggungjawab

dan kompetisi.

Teman sebaya merupakan tempat memperoleh informasi yang

tidak didapat dari keluarga, dan tempat informasi lain setelah keluarga

yang mengarahkan anaknya agar memiliki prilaku yang lebih baik serta

memberikan saran terhadap kekurangan yang dimiliki, sehingga

memberikan dampak positif bagi teman sebaya yang lainnya.

b. Fungsi kelompok sebaya

Menurut Nora (2015:184) di dalam kelompok sebaya anak belajar

itu terbentuk dengan secara kebetulan. Dalam perkembangan selanjutnya

masuknya anak dalam suatu kelompok sebaya berdasarkan pilihan. Setelah

anak masuk ke sekolah kelompok sebayanya dapat berupa teman

sekelasnya, dan kelompok permainannya.

Dalam kelompok teman sebaya anak belajar menerima dan

memberi dalam pergaulan sehari-hari bersama temannya. Partisipasi dalam

kelompok sebaya memberikan peluang yang besar bagi anak mengalami

proses belajar sosial (sosial learning). Bergaul dengan teman sebaya

merupakan persiapan penting dalam kehidupan seseorang setelah dewasa.

Selain itu, didalam kelompok sebaya anak mempelajari kebudayaan

masyarakat. Bahwa melalui kelompok sebaya anak belajar bagaimana

menjadi manusia yang baik sesuai gambaran dan cita-cita masyarakatnya,

tentang kejujuran, keadilan, kerjasama dan tanggungjawab. Sehingga

kelompok sebaya menjadi wadah dalam mengajarkan mobilitas sosial.

Melalui pergaulan didalam lingkungan kelompok sebaya itu anak-anak

yang berasal dari kelas sosial bawah menangkap nilai-nilai, ide-ide,

cita-cita dan pola tingkah laku anak dari golongan menengah keatas demikian

juga sebaliknya.

Kelompok sebaya juga masing-masing individu mempelajari peranan

sosial yang baru. Anak yang biasa di didik dengan pola otoriter dapat

mengenal kehidupan dapat mengenal kehidupan demokratis dalam

kelompok sebaya. Didalam kelompok sebaya mungkin anak berperan

Sehingga didalam kelompok sebaya anak mempunyai kesempatan

melakukan bermacam-macam kelompok sosial.

c. Macam-macam teman sebaya

Menurut Hurlock (dalam Nora, 2015:185) ada lima macam kelompok

teman sebaya dalam remaja, antara lain:

1) Teman dekat.

Remaja biasanya mempunyai dua atau tiga orang teman dekat.

2) Teman kecil

Kelompok ini biasanya kelompok teman-teman dekat.

3) Kelompok besar

Kelompok besar terdiri dari beberapa kelompok kecil dan

kelompok teman dekat, berkembangan dengan meningkatnya minat

akan pesta dan kencan. Karena kelompok besar ini maka

penyesuaian minat berkurang di antara anggota-anggotanya

sehingga terdapat jarak sosial yang lebih besar yang lebih besar

diantara mereka.

4) Kelompok terorganisasi

Kelompok pemuda yang dibina oleh orang dewasa, dibentuk oleh

sekolah dan orangisasi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan

sosial para remaja yang tidak mempunyai kelompok besar. Banyak

remaja yang mengikuti kelompok seperti ini merasa diatur dan

5) Kelompok gang

Remaja yang tidak termaksud kelompok besar dan tidak merasa

puas dengan kelompok yang terorganisasi, mungkin akan

mengikuti kelompok gang. Anggota biasanya terdiri dari anak-anak

sejenis.

Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa ada beberapa jenis

kelompok teman sebaya. Teman sebaya disekolah adalah kelompok yang

terorganisir, misalnya teman sebaya dikelas yang pasti kerberadaan

anggotanya dan bersifat tetap.

d. Hakikat teman sebaya

Kelompok teman sebaya sebagai lingkungan sosial bagi remaja

mempunyai peranan yang cukup tinggi dan penting bagi perkembangan

kepribadiannya. Hakikat kelompok teman sebaya dikemukan dalam

bukunya Santosa sebaimana dikutip oleh Dimas (2019:45) yaitu:

1) Kelompok teman sebaya terbentuk dari kelompok informal ke

organisasi.

2) Kelompok sebaya mempunyai aturan-aturan tersendiri baik ke dalam

maupun keluar.

3) Kelompok teman sebaya menyatakan tradisi, kebiasaan, nilai, bahkan

bahasa mereka.

4) Harapan kelompok sebaya sepenuhnya disetujui oleh harapan orang

5) Pada kenyataannya kelompok teman sebaya diketahui dan diterima

oleh sebagian besar orang tua dan guru.

6) Secara kronologi, kelompok sebaya adalah lembaga kedua yang utama

untuk bersosialisasi

e. Karakteristik teman sebaya

Menurut WF Connell (1972) kelompok teman sebayalah sampai

dengan masa remaja (adolesence).

Kelompok teman sebaya dalam kelompok utama. Kelompok utama

merupakan kelompok sosial dimana masing-masing anggota terjalin

hubungan yang erat dan bersifat pribadi. Sebagai hasil hubungan yang

bersifat pribadi adalah peleburan dan individu dalam kelompok, sehingga

tujuan individu menjadi tujuan kelompoknya. Kelompok–kelompok

sebaya dikampung-kampung mereka bersatu dalam satu permainan,

berdiskusi tentang sesuatu masalah. Dalam kelompok ini mereka

menemukan sesuatu yang tidak mereka ketemukan di rumah. Saling

hubungan yang bersifat pribadi itu menyebabkan seseorang dapat

mencurahkan isi hatinya kepada teman-temannya baik sesuatu yang

menyenangkan atau sesuatu yang menyedihkan. Oleh karena itu anak-anak

ini sering meninggalkan rumh dalam waktu yang berjam-jam lamanya.

Dalam kelompok ini terjadi kerjasama, tolong menolong, akan tetapi

Ciri-ciri kelompok utama teman sebaya:

1) Jumlah anggotanya kecil.

2) Ada kepentingan yang bersifat umum dan dibagi secara langsung.

3) Terjadi kerjasama dalam suatu kepentingan yang diharapkan.

4) Pengertian pribadi dan saling hubungan yang tertinggi antar anggota

dalam kelompok biarpun dapat terjadi pertentangan.

Kelompok teman sebaya baik yang di masyarakat maupun di sekolah

terdiri kelompok sosial yang memiliki anggota dalam satu kelompok.

Dalam kelompok sering terjadnya tukar-menukar pengalaman, kerjasama,

tolong-menolong. Dalam kelompok sosial ada rasa empati, simpati dan

antipasti. Antipasti yang terjadi dalam kelompok dikarenakan adanya

ketidakcocokan antara satu orang dengan orang lain sehingga terjadi

ketidakcocokan antar anggota.

Kingley Davis (1970) menyatakan bahwa untuk memahami kelompok

utama perlu diperhatikan.

1) Kondisi fisik dari kelompok utama.

2) Sifat-sifat hubungan primair.

3) Kelompok-kelompok yang konkrit dan hubungan primair.

f. Hubungan teman sebaya dengan keberhasilan belajar siswa.

Siswa berinteraksi dengan siswa lain baik di lingkungan sekolah

maupun tempat asal dengan teman sebaya. Interaksi dengan teman sebaya

memerlukan waktu yang banyak untuk berinteraksi bersama teman sebaya.

Selain itu, siswa lebih untuk mengikuti apa yang dibuat oleh temannya.

Apabila siswa berinteraksi bersama teman sebaya yang membawa

dampak positif misalnya kelompok belajar, maka akan membawa dampak

positif juga bagi perkembangan dan hasil belajar siswa, sebaliknya apabila

siswa bergaul dengan kelompok teman sebaya mengarah ke hal negatif

misalnya pergaulan bebas akan berdampak buruk bagi siswa itu sendiri

baik tingkah laku maupun (peer friendship group) adalah kelompok

anak-anak atau pemuda yang berumur sama atau berasosiasi sama dan

mempunyai kepentingan umum tertutup, seperti persoalan-persoalan

anak-anak umur.

Dokumen terkait