• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. METODE PENELITIAN

B. Tempat dan Lokasi Penelitian

Tempat penelitian ini berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, di lakukan di wilayah Bantaran Kali Code, Kampung Jogoyudan, Kelurahan Gowongan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta.

C. Informan Penelitian

Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive

sampling dengan beberapa kriteria:

1. Informan adalah Kepala Kelurahan Gowongan, Ketua Kampung Jogoyudan, ketua RW Jogoyudan, dan masyarakat Kali Code Kampung Jogoyudan yang terdampak dari program pengentasan kemiskinan yang ada.

2. Informan adalah masyarakat yang terlibat dalam program pengentasan kemiskinan di Jogoyudan dan masyarakat Jogoyudan minimal yang telah

2 Damsar dan Indrayani, Pengantar Sosiologi Ekonomi, Edisi kedua, (Jakarta: Kencana, 2009), hlm. 15.

berkeluarga dan memiliki anak yang memperoleh dari salah satu program pengentasan kemiskinan di Jogoyudan.

3. Informan adalah pemimpin yang berwenang atas terlaksananya program pengentasan kemiskinan yang pernah dilakukan, sedang berjalan dan yang akan dilakukan seperti: Kepala Kelurahan Gowongan, Kepala Kampung Jogoyudan, dan Ketua RW Jogoyudan yang merupakan orang-orang yang dapat mengimplementasikan program pengentasan kemiskinan di wilayah bantaran Kali Code kampung Jogoyudan.

D. Teknik Penentuan Informan

Informan pada penelitian ini penulis mencari masyarakat yang berada di Bantaran Kali Code Kampung Jogoyudan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu jumlah sampel yang dipilih tidak ditentukan dan tidak ada aturan baku tentang jumlah minimal dari narasumber, pengumpulan data akan dihentikan apabila peneliti tidak dapat menemukan lagi informasi baru. Informan dipilih berdasarkan dengan karakteristik dari tujuan

penelitian yang akan dilakukan.3 Beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam

penentuan sampel, diantaranya adalah:

1. Pengambilan sampel harus didasari atas ciri-ciri, sifat atau karakteristik tertentu, yang merupakan ciri-ciri pokok populasi.

3 Boedi Abdullah dan Beni Ahmad Saebani, Metode Penelitian Ekonomi Islam (Muamalah), (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2014), hlm. 72.

2. Subjek yang diambil sebagai sampel benar-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada populasi (key subjectis).

3. Penentuan karakteristik populasi dilakukan cermat di dalam studi pendahuluan. 4

E. Teknik Pengumpulan Data

Untuk mengumpulkan data di lokasi penelitian, peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data diantaranya:

1. Metode Observasi

Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang memiliki ciri-ciri berbeda dari teknik wawancara dan kuesioner. Karena jika wawancara dan kuesioner melakukan interaksi dengan adanya komunikasi dengan subjek penelitian, namun observasi tidak hanya terbatas pengamatan pada subjek penelitian (orang), tetapi adanya pengamatan pada objek-objek alam lainnya seperti perilaku manusia, proses kerja, dan gejala-gejala alam, dengan syarat jika responden yang diamati tidak terlalu besar jumlahnya. Dari segi proses dalam pelaksanaan pengumpulan datanya menggunakan observasi nonpartisipan, karena peneliti tidak perlu terlibat langsung dalam aktivitas orang-orang yang sedang

diamati, hanya sebagai pengamat independen. 5

Selanjutnya instrumen yang digunakan sebagai alat untuk observasi adalah observasi terstruktur yaitu observasi yang telah dirancang secara sistematis,

4 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Pendekatan Praktik, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2013), hlm. 183.

5Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dab R & D, Cetakan ke 20, (Bandung: Alfabeta, 2014), hlm. 145.

tentang apa saja yang akan diamati, kapan dan di mana tempatnya. Sehingga observasi terstruktur dilakukan jika peneliti telah mengetahui secara pasti tentang

variabel apa yang akan diteliti.6

2. Metode Wawancara

Wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan cara memperoleh informasi melalui tanya jawab terhadap data yang ingin diperoleh dari responden terhadap permasalahan yang harus diteliti dan ingin mengetahui

hal-hal yang lebih mendalam tentang responden.7 Wawancara yang digunakan

dalam penelitian ini adalah wawancara tidak terstruktur atau wawancara terbuka, karena peneliti ingin mengetahui permasalahan secara mendalam terkait permasalahan dalam penelitian. Dan peneliti belum mengetahui secara pasti data yang akan diperoleh sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan penuturan dari responden. Setelah itu jawaban dari responden dianalisis, kemudian peneliti dapat mengajukan berbagai pertanyaan yang lebih terarah pada tujuan penelitian yang

diinginkan.8 Peneliti melakukan wawancara secara langsung dengan pihak-pihak

terkait dengan program pengentasan kemiskinan di Jogoyudan dan masyarakat yang merasakan dampak dari program pengentasan kemiskinan di Bantaran Kali Code, Kampung Jogoyudan, Daerah Istimewa Yogyakarta.

6 Ibid., hlm. 146.

7Boedi Abdullah dan Beni Ahmad Saebani, Metode…, hlm. 207.

8

3. Metode Dokumentasi

Metode dokumentasi merupakan merupakan metode pengumpulan data dengan melihat dokumen dalam bentuk catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berupa tulisan, gambar, maupun karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen dalam bentuk tulisan seperti catatan harian, ceritera, biografi, peraturan, kebijakan. Dokumen yang berbentuk gambar misalnya foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain. Metode dokumentasi merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Penelitian akan lebih kredibel jika hasilnya didukung oleh sejarah pribadi kehidupan, dan akan lebih kredibel lagi jika disertakan foto-foto maupun karya

tulis akademik dan seni yang telah ada.9

F. Keabsahan Data

Triangulasi merupakan teknik pengumpulan data yang bersifat

menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Teknik ini bertujuan untuk mengecek kredibelitas data yang di dapatkan dari teknik pengumpulan data dari berbagai sumber data yang berbeda-beda untuk menghasilkan data dari sumber yang sama. Dengan tujuan bukan untuk mencari kebenaran tetang beberapa fenomena, namun lebih pada peningkatan pemahaman

peneliti terhadap temuan peneliti.10

9 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif…, hlm. 240.

10

Triangulasi merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan hal lain di luar sumber data untuk mengecek atau untuk membandingkan data. Dalam penelitian kualitatif, teknik triangulasi dimanfaatkan sebagai pengecekan keabsahan data yang peneliti temukan dari hasil wawancara peneliti dan informan, kemudian peneliti mengkonfirmasikan dengan studi dokumentasi yang berhubungan dengan penelitian serta hasil pengamatan peneliti di

lapangan sehingga kemurnian dan keabsahan data terjamin.11

Triangulasi pada penelitian ini, peneliti gunakan sebagai pemeriksaan melalui sumber lainnya. Dalam pelaksanaannya peneliti melakukan pengecekan data yang berasal dari hasil wawancara dengan masyarakat dan pihak terkait yang ada di Bantaran Kali Code, Kampung Jogoyudan, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hasil dari wawancara tersebut kemudian penulis telaah lagi dengan hasil pengamatan yang penulis lakukan selama masa penelitian untuk mengetahui apakah implementasi dari program pengentasan kemiskinan telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan dari program yang telah ada tersebut. Setelah terlaksananya metode tersebut maka terkumpul data-data yang diperlukan setelah itu, data diorganisasikan dan disistematisasikan agar siap dijadikan sebagai bahan analisis.

Teknik triangulasi data digunakan untuk mengkaji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber data yang sama dengan teknik berbeda. Misalnya data diperoleh dengan wawancara, lalu dicek dengan observasi

11Iskandar, Metode Penelitian Pendidikan Dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif), (Jakarta: GP Press, 2009), hlm. 230.

atau dokumentasi. Bila dengan teknik pengujian data tersebut menghasilkan data yang berbeda-beda, maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data yang bersangkutan untuk memastikan data mana yang dianggap benar, atau mungkin

semuanya benar namun karena sudut pandangnya yang berbeda.12

Dokumen terkait