• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di KPP Pratama Magelang yang beralamat di Jalan Veteran Nomor 20, Magelang. Waktu mulai pelaksanaan penelitian ini yaitu pada bulan April 2018.

46 C. Populasi dan Sampel Penelitian

Menurut Sugiyono (2013:80) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek atau subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu. Populasi dalam penelitian ini yaitu Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Magelang pada tahun 2016 yaitu berjumlah 134.078 orang Wajib Pajak Orang Pribadi.

Menurut Sugiyono (2013:81) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif atau mewakili. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu nonprobability sampling dengan teknik penentuan sampel yaitu sampling insidental. Nonprobability sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel (Sugiyono, 2013:84).

Sampling insidental yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan atau insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan tersebut cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2013:85).

47

Sampel pada penelitian ini yaitu sebagian Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Pratama Magelang. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin yaitu sebagai berikut:

Keterangan:

N : ukuran sampel N : ukuran populasi

e : batas toleransi kesalahan (error balance) = 5 %

Berdasarkan data yang diperoleh dari KPP Pratama Magelang, jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar yaitu 134.078. Berikut perhitungan sampel menggunakan rumus Slovin:

( ) ( )

( ) ( )

( )

Berdasarkan perhitungan di atas, maka jumlah sampel yang diambil dari populasi dalam penelitian ini yaitu 400 Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Magelang.

48 D. Definisi Operasional Variabel

Menurut Sugiyono (2013:38), variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain maka macam-macam variabel dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:

1. Variabel Independen

Variabel independen merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Variabel independen dalam penelitian ini yaitu persepsi amnesti pajak, persepsi sanksi pajak, dan pengetahun perpajakan.

2. Veriabel Dependen

Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel independen (bebas).

Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Pratama Magelang.

Berdasarkan teori-teori yang telah dikemukakan, maka definisi operasional masing-masing variabel dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:

1. Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi

Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi merupakan suatu keadaan dimana Wajib Pajak Orang Pribadi bersedia untuk menaati peraturan perpajakan yang berlaku dalam rangka menjalankan kewajibannya

49

sebagai Wajib Pajak Orang Pribadi. Variabel ini diukur dengan menggunakan indikator dalam penelitian Sari dan Fidiana (2017) yaitu sebagai berikut:

a. Paham dan berusaha memahami Undang-Undang Perpajakan.

b. Mengisi formulir pajak dengan benar.

c. Patuh membayar pajak sesuai dengan nominal yang sebenarnya.

d. Pembayaran pajak selalu tepat waktu.

e. Pelaporan pajak tepat waktu.

2. Persepsi Amnesti Pajak

Persepsi amnesti pajak yaitu pandangan Wajib Pajak Orang Pribadi tentang penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan cara mengungkap harta dan membayar uang tebusan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pengampunan Pajak.

Variabel ini diukur dengan menggunakan indikator dalam penelitian Sari dan Fidiana (2017) yaitu sebagai berikut:

a. Wajib Pajak mau berpartisipasi dalam program tax amnesty.

b. Tax amnesty dapat meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak dalam melaksanakan kewajibannya.

c. Tax amnesty mendorong kejujuran dalam pelaporan sukarela atas data harta kekayaan Wajib Pajak.

d. Tax amnesty dapat digunakan sebagai alat transisi menuju sistem perpajakan yang baru.

50

e. Tax amnesty dapat meningkatkan penerimaan negara.

3. Persepsi Sanksi Pajak

Persepsi sanksi pajak yaitu pandangan Wajib Pajak Orang Pribadi tentang suatu tindakan berupa hukuman yang diberikan kepada Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak memenuhi kewajibannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.Variabel ini diukur dengan menggunakan indikator dalam penelitian Husnurrosyidah dan Ulfah (2016) yaitu sebagai berikut:

a. Sanksi dalam SPT sangat di perlukan.

b. Sanksi administrasi berupa denda 50% dari pajak yang kurang bayar, apabila pengisian SPT (Surat Pemberitahuan) dilakukan dengan tidak benar.

c. Denda keterlambatan pelaporan SPT (Surat Pemberitahuan) Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi adalah Rp. 100.000,00.

d. Membayar kekurangan pajak penghasilan sebelum dilakukan pemeriksaan dari aparat pajak.

e. Mengisi SPT sesuai dengan peraturan yang berlaku.

f. Melakukan evaluasi secara berkala untuk mengantisipasi adanya pemeriksaan dari aparat.

4. Pengetahuan Perpajakan

Pengetahuan perpajakan yaitu segala sesuatu yang diketahui oleh Wajib Pajak Orang Pribadi mengenai ketentuan umum perpajakan yang digunakan sebagai dasar untuk bertindak, mengambil keputusan, dan

51

menempuh arah atau strategi tertentu sehubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban di bidang perpajakan. Variabel ini diukur dengan menggunakan indikator dalam penelitian Sari dan Fidiana (2017) yaitu sebagai berikut:

a. Pengetahuan mengenai ketentuan terkait kewajiban perpajakan yang berlaku.

b. Pengetahuan mengenai seluruh peraturan mengenai batas waktu pelaporan.

c. Pengetahuan mengenai NPWP yang berfungsi sebagai identitas Wajib Pajak dan tiap Wajib Pajak harus memilikinya.

d. Pengetahuan mengenai pajak yang berfungsi sebagai sumber penerimaan negara terbesar.

e. Pengetahuan mengenai pajak yang disetor dapat digunakan untuk pembiayaan oleh pemerintah.

f. Pengetahuan mengenai sistem perpajakan yang digunakan saat ini (menghitung, memperhitungkan, melapor, dan menyetorkan sendiri).

Dokumen terkait