BAB III METODE PENELITIAN
B. Tempat Dan Waktu Penelitian
Penelitian yang penulis lakukan yaitu di Nagari Simanau Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok.Berikut ini tabel jadwal penelitian yang penulis lakukan yaitu;
Tabel 3. 1
Rancangan Waktu Penelitian Tahun 2019-2020
No. Aktifitas Desember Januari Februari Maret April Mei
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Observasi Awal
2 Pengajuan Judul
3 Bimbingan
4 Seminar Proposal
5 Penelitian
6 Sidang Munaqasah
Gambar: Sumber Data Diolah C. Populasi dan Sampel
Dimana populasi dan sampel dari penelitian yang penulis lakukan sebagai berikut:
1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek-objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2015, p.167).
Berdasarkan hasil wawancara dengan Direktur BUMNag Simanau Jaya bahwa untuk pendirian Badan Usaha Milik Nagari berbasis syariah. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh masyarakat Nagari Simanau yang berjumlah 1.406 Jiwa.
2. Sampel
Dalam Penelitian ini tehnik penarikan sampel untuk mewakili responden dengan mengunakan rumus Slovin (Buchori, 2007, p.35).
Keterangan:
n = Jumlah sampel N= Populasi
E = Taraf signifikan,persen kelonggaran,ketidak telitian karena kesalahan pengambilan sampel.
Maka berdasarkan rumus slovin tersebut dengan kelonggaran 10 % dapat diketahui junlah sampel yang akan diambil dari jumlah penduduk yang terdapat di Nagari Simanau Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok, sebagai berikut:
= 93,3
Jadi jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 93 responden.
Pengambilan sampel yang akan diteliti ditentukan dengan sampling Purposive, Sampling Purposive dengan pertimbangan (Sugiono, 2009, p.120).
Maka penentuan sampel pada penelitian ini dipilih yang memiliki kriteria :
1) Umur 17 sampai dengan 65 tahun 2) Sudah mempunyai pekerjaan 3) Bekerja di tempat penelitian
4) Bertempat tinggaln di wilayah penelitian D. Instrumen Penelitian
Instrumenpenelitian utamanya adalah peneliti sendiri.Sedangkan instrument pendukung, yaitu pedoman wawancara berupa daftar pertanyaan dan kuisioner serta instrument yang menunjang kelengkapan berupa buku catatan, alat tulis, danHandphone.
E. Teknik Pengumpulan Data 1. Wawancara
Wawancara merupakan proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab antara si pewancara dengan responden (Siregar, 2001, p.130). Teknik pengumpulan data melalui wawancara ini penulis lakukan secara langsung dengan direktur Badan Usaha Milik Nagari Simanau Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok, Wali Nagari, Alim Ulama, Datuak-datuak, serta Pemuka masyarakat/bundo Kanduang dan Masyarakat Nagari Simanauyang akan memberikan keterangan terhadap permasalahan yang akan diteliti.
2. Kuisioner (Angket)
Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data dengan mengajukan kuisioner (pertanyaan) mengenai potensi pendirian Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) berbasis syariah kepada masyarakat.
3. Dokumentasi
Dokumentasi dalam penelitian ini berbentuk dokumen-dokumen seperti Profil Nagari, Profil BUMNag Simanau Jaya, AD-ART BUMNag, Surat Perjanjian BUMNag, Surat Permohonan Pemijaman BUMNag, dan Monografi Nagari Simanau.
F. Teknik Analisis Data
Analisa data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yang dilakukan dengan mendeskripsikan hasil survey yang diperoleh menggunakan kuisioner (Fredy Rangkuti, 2013, p.25).
Setelah data terkumpul, penulis akan mengolah data tersebut dengan melakukan penyeleksian terhadap data, kemudian diklasifikasikan sesuai aspek masalah yang telah disusun. Data yang penulis peroleh kemudian akan dioalah dan dianalisis untuk melihat potensi pendirian Badan Usaha Milik Nagari berbasis syariah di Nagari Simanau Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok dengan menggunakan analisis SWOT.
Kemudian, penulis mengolahnya dengan teknik analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.
Hasil analisis data dirangkum kedalam table internal dan eksternal.Dimana pada tebel internal terdapat kolom 1 untuk factor-faktor internal yaitu kekuatan (Streght) dan kelemahan (weakness) dan faktor eksternal peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats).
Kolom 2 untuk bobot beri bobot masing-masing faktor tersebut dengan skala dari 1,0 (paling penting)sampai 0,0 (tidak penting), berdasarkan pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap posisi strategis perusahaan.
Kolom 3 untuk rating masing-masing faktor internal mulai dari 4 (sangat kuat), 3 (kuat), 2 (kurang kuat), 1 (tidak kuat). Pemberian nilai rating terhadap peluang bersifat positif (peluang semakin besar diberi rating +4, tetapi peluangnya kecil diberi rating +1), pemeberian rating ancamannya sangat besar, ratingnya 1 dan sebaliknya jika nilai sedikit ratingnya 4, hal tersebut berdasarkan analisis kita terhadap kemungkinan
yang akan terjadi dalam jangka pendek.Kolom 4 untuk total yaitu kalikan bobot dengan rating sehingga diperoleh hasil skor.
Selanjutnya digabung kedua kondisi internal dan eksternal ini selanjutnya kita masukkan dalam internal ekternal matrik, sehingga kita mengetahui posisi persaingan yang akan terjadi produk yang kita analisis.
Berdasarkan posisi ini kita dapat menentukan strategi yang tepat untuk menentukan memenangkankan persaingan.
Jika telah menyelesaikan pemberian skor, bobot dan penilaian pada faktor-faktor internal dan eksternal tentukan titik sumbu x dan y, dengan cara pengurangan antara jumlah total faktor S dan W (a) dan faktor O dengan T (b), perolehan angka (a = x) selanjutnya menjadi titik pada sumbu X, sementara perolehan angka (b = y) selanjutnya menjadi titik pada sumbu Y.
56 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. Sejarah Nagari Simanau Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok
Pada abad-abad yang lalu uraian peninggalan dari niniak yang diterima secara turun temurun, asal-usul Nagari Simanau dan sekitarnya yang kemudian yang kemudian diterjemahkan oleh Tuanku Lareh Tigo Koto pada tahun 1911, dari uraian orang tua tersebut datanglah beberapa orang dari Bukit Siguntuang-guntuang Panyaringan yang terletak antara Jambi diantarnya bernama Niniak Patiah Bagindo Patiah dan beserta pengikutnya berjumlah kurang dua dari lima puluh (48 orang).
Setelah Niniak Patiah Bagindo Patiah dan rombongan bermungkin di Dusun Tuo tanah Karanjao lama kelamaan tentu berkembang juga jumlah penduduknya, maka dicarilah empat buah taratak yaitu:
a. Taratak Mundan b. Taratak Tabulango c. Taratak Pakano d. Taratak Air Hitam
Niniak yang mula-mula pergi mencari pemukiman baru ke Simanau adalah Niniak Rajo nan Pandak yang membuat taratak di bukit Sobak yang dinamakan Taratak Diaur dan tempat tinggal beliau di Parik Batu karena tempat itu dipagar dengan batu. Tidak beberapa lama kemudian menyusullah kaum-kaum datuak ke Simanau dan membuat pula masing-masing berupa taratak untuk bermukim yang dikenal dengan, taratak di aur, taratak tanjuang manjulai, taratak sungai galanggang, dan taratak katilarawangan.
Karena kaum-kaun ditaratak tersebut telah berkembang juga dijadikan dusun menjadi Koto, Koto dijadikan Nagari kemudian Rabah Pitonggo berdirilah penghulu-penghulu yakni Suku Penghulu Suku Melayu, Penghulu Suku Caniago, Penghulu Suku Kuti Anyia dan Penghulu Suku Tanjuang, karena telah membentuk suku-suku dan mendirikan penghulu maka berdirilah Nagari Simanau.
Sebelum bernama Simanau dulunya bernama Parik Batu, karena niniak-niniak dahulunya melihat disepanjang tepi sungai terdapat banyak batang manau, maka digantilah nama nagari menjadi Sungai Manau dan lama kelamaan Sungai Manau ini karena sulit diucapkan kemudian dikenallah dengan nama Simanau (Monografi Nagari Simanau, 2015, p.10-11).
2. Batasan Nagari Simanau Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok
Nagari Simanau Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok secara administratif terletak secara yuridis formil disahkan melalui SK Bupati Solok pada Tanggal 2 Oktober 2002, sebelumnya merupakan jorong yang tergabung dalam Nagari Rangkiang Luluih.Kecamatan Tigo Lurah sendiri beribukota Batu Bajanjang, terletak arah timur Nagari Simanau dengan jarak 15 Km dari Nagari. Nagari Simanau dikelilingi oleh Nagari-nagari tetangga, sebelah Utara dengan Nagari Supayang dan Nagari Air Luo, sebelah Timur dengan Nagari Tanjuang Balik Sumiso, sebelah Selatan dengan Nagari Sungai Nanam dan Nagari Sirukam. Anagri Simanau terbagi atas 3 Jorong yairu, Jorong Parik Batu, Jorong Tanjuang Manjulai, dan Jorong Karang Putiah (Profil Nagari Simanau, 2019, p.2).
Nagari Simanau terletak pada jalur pengunungan Bukit Barisan.Dengan Topografi berbukit dengan Luas Wilayah keseluruhan 47 Km2, yang mempunyai ketinggian daerah 1000 meter dari permukaan laut.Secara Geografis Nagari Simanau berada pada hamparan lembah yang dikelilingi perbukitan yang secara ekologis
berupa hutan. Selain itu Nagari Simanau dibelah oleh sungai-sungai kecil yang keluar dari anak-anak air yang berada pada sekeliling perbukitan yang melingkari Nagari Simanau. Adapun sungai-sungai tersebut adalah Batang Simanau, Batang Kapujan, dan Batang Kipek suangai-sungai tersebut kemudian bermuara ke Batang Palangkih.Sungai-sungai yang membelah Nagari Simanau dipergunakan masyarakat sebagai kebutuhan air bersih rumah tangga, irigasi maupun sebagai sumber tenaga listrik yang digerakkan oleh Penggerak Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTHM) (Http://qbar.or.id/diakses tanggal 15 Maret 2020 jam 20:00 WIB).
3. Profil Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Simanau Jaya Nagari Simanau Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok
a. Latar Belakang Pendirian Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Simanau Jaya
Nagari merupakan suatu entitas dan komunitas otonom yang memiliki kewenangan untuk mengatur rumah tangganya sendiri.
Pemikiran tersebut membawa konsekuensi bahwa Nagari harus mandiri, berdaya dan memiliki kapasitas untuk mengelola Rumah Tangga Nagari sesuai kebutuhan dan potensi masyarakat Nagari.
Kemandirian Nagari dapat diukur dari kemampuannya untuk membiayai kegiatan Pemerintahan Nagari baik dari sisi pemerintahan, pembangunan maupun kemasyarakatan, sehingga Nagari dituntut untuk bisa menggali potensi yang bisa menjadi sumber pendapatan asli Nagari.
Bertitik tolak dari pemikiran tersebut, keberadaan Badan Usaha Milik Nagari menjadi suatu hal yang strategis karena dengan adanya Badan Usaha Milik Nagari, Nagari bisa mendapatkan alternatif pembiayaan Rumah Tangga Nagari. Disamping itu keberadaan Badan Usaha Milik Nagari juga memberikan sumbangan bagi peningkatan sumber pendapatan masyarakat yang
memungkinkan masyarakat mampu melaksanakan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan secara optimal.
Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) merupakan kegiatan usaha ekonomi masyarakat nagari yang dapat meningkatkan kemampuan keuangan pemerintah nagari dalam penyelenggaraan pemerintahan dan meningkatkan pendapatan masyarakat, BUMNag dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif sumber Pendapatan Asli Nagari (PAN), disamping pendapatan yang bersumber dari pemanfaatan tanah kas nagari serta pendapatan lain-lain nagari yang sah.
Pembentukan Badan Usaha Milik Nagari diprakarsai oleh Pemerintah Nagari berdasarkan Peraturan Perundang–undangan.
Badan Usaha Milik Nagari dikelola oleh Pemerintah Nagari dan Masyarakat, sedangkan permodalan BUMNag dapat berasal dari Pemerintah Nagari, tabungan masyarakat, bantuan Pemerintah, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kabupaten Solok, pinjaman dan/atau penyertaan modal pihak lain atau kerja sama bagi hasil atas dasar saling menguntungkan.
Pada saat sekarang ini, sudah saatnya warga masyarakat menggali potensi yang ada di dalam nagarinya masing-masing melalui sarana pembentukan BUMNag, dan sudah semestinya program ini didukung oleh Pemerintah Nagari dalam hal ini wali nagari selaku dewan penasehat. Kami selaku warga masyarakat yang ingin membangun Nagari Simanau merasa prihatin dengan kondisi Nagari Simanau yang belum bisa memaksimalkan potensi yang ada di Nagari Simanau Segenap warga masyarakat Nagari Simanau ingin mempelopori Badan Usaha Milik Nagari yang diberi nama “BUMNag Simanau Jaya” di Nagari Simanau Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok.
b. Lokasi Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag)
Badan Usaha Milik Nagari berkedudukan di Nagari Simanau dan untuk pertama kali berkantor di Jorong Parik Batu Nagari Simanau Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok atau tempat lain dalam wilayah nagari dengan mempertimbangkan effisiensi dan effektivitas pelayanan (AD-ART BUMNag Simanau Jaya, 2017, p.2).
c. Dasar Hukum Pendirian Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Simanau Jaya.
1) Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2015 tentang pendirian, pengurusan dan Pengelolaanserta Pembubaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
2) Peraturan Daerah Kabupaten Solok Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pedoman Pembentukan dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Nagari.
3) Peraturan Nagari Simanau (Perna) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Badan Usaha Milik Nagari yang terdapat dalam pasal 2 yaitu tujuan pembentukan BUMNag Simanau Jaya.
d. Visi, Misi, dan Motto BUMNag Simanau Jaya 1) Visi BUMNag Simanau Jaya
“Mewujudkan kesejahteraan masyarakat Nagari Simanau melalui pengembangan usaha ekonomi dan pelayanan sosial”
2) Misi BUMNag Simanau Jaya
a) Pengembangan usaha ekonomi melalui usaha simpan pinjam dan usaha sektor riil.
b) Pembangunan layanan sosial melalui sistem jaminan sosial bagi rumah tangga miskin.
c) Pembangunan infrastruktur dasar Nagari yang mendukung perekonomian di Nagari.
d) Mengembangkan jaringan kerjasama ekonomi dengan berbagai pihak.
e) Mengelola dana program yang masuk ke Nagari bersifat dana bergulir terutama dalam rangka pengentasan kemiskinan dan pengembangan usaha ekonomi Nagari.
3) Moto BUMNag Simanau Jaya
“Mari Bersama Membangun Nagari.”
e. Asas, Fungsi, Prinsi p, dan Tujuan BUMNag Simanau Jaya 1) Asas
“BUMNag Simanau Jaya berazazkan Pancasila dan DOUM (Dari Oleh dan Untuk Masyarakat)”
2) Fungsi
“BUMNag “Simanau Jaya” berfungsi sebagai lembaga ekonomi Nagari yang mengembangkan usaha dalam rangka mewujudkan kesejahtraan masyarakat khususnya rumah tangga miskin Nagari Simanau”
3) Prinsip BUMNag
Prinsip tata kelolaBUMNag adalah : a) Profesionalisme.
Semua pelaku memiliki kompetensi pada posisinya masing-masing, yang mengacu pada peningkatan kualitas profesi
b) Kooperatif.
Semua pelaku yang terlibatdidalamBUMNagharus mampu melakukan kerjasama yang baik dengan semua pihakdemipengembangan dan kelangsunganhidup usahanya c) Parsipatif.
Semua pelaku yang terlibat didalam BUMNag harus bersedia secara sukarela, diminta atau t i d a k diminta
memberikan dukungan konstruktif dan kontribusi yang besar dalammendorong kemajuan usaha BUMNag.
d) Emansipatif.
Semua pelaku yang terlibat di dalam BUMNag harus diperlakukan sama tanpa memandang golongan, status, aliran politik, suku, dan agama.
e) Transparan.
Aktivitas BUMNag harus dapat diketahui oleh segenap lapisan masyarakat dengan mudah dan terbuka.
f) Akuntabel.
Seluruh kegiatan usaha harus dapat di pertanggungjawabkan secara teknis maupun administratif, didalam maupun diluar aspek hukum.
g) Sustainabel.
Kegiatanusaha harus dapat dikembangkan dan dilestarikan oleh pelaku dan masyarakat dalam wadah BUMNag.
h) Kewajaran
Kebijakkan yang diambil dan segala sesuatu yang terkait dengan laporan administrasi dan keuangan BUMNag harus dalam kerangka logis baik dari aspek sosial kemasyarakatan, keuangan dan aspek lainnya
f. Tujuan BUMNag Simanau Jaya.
1) Meningkatkan perekonomian Nagari.
2) Mengoptimalkan aset Nagari agar bermanfaat untuk kesejahteraan Nagari.
3) Meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi Nagari.
4) Mengembangkan rencana kerja sama usaha antar Nagari dan/atau dengan pihak ketiga.
5) Menciptakan peluang dan jaringan pasar yang mendukung kebutuhan layanan umum warga.
6) Membuka lapangan kerja.
7) Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan pelayanan umum, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi Nagari.
8) Meningkatkan pendapatan masyarakat Nagari dan Pendapatan Asli Nagari.
g. Rencana Unit Usaha BUMNag Simanau Jaya
1) Kegiatan ssaha yang sedang berjalan yaitu Unit Usaha Simpan Pinjam
2) Kegiatan yang akan direncanakan untuk dikembangkan yaitu pengolahan bambu menjadi tusuk gigi dan pengelolaan air bersih.
h. Kepengurusan BUMNag Simanau Jaya
Sebagaimana halnya sebuah perusahaan, lembaga keuangan juga membutuhkan suatu pengorganisasian sebagai salah satu prinsip manajemen. Organisasi yang baik dan efektif nantinya akan menentukan tugas dan tanggung jawab yang jelas antara bagian-bagian yang ada dalam organisasi, hal tersebut tergambar dalam struktur organisasi yang dimiliki oleh lembaga keuangan.
Gambar 4. 1
Struktur Organisasi Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag)
B. Identifikasi Potensi Pendirian Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Berbasis Syariah dengan Menggunakan Analisis SWOT pada Nagari Simanau
Analisa SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan, analisa ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang (opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats).Berikut adalah data yang penulis peroleh dari kuisioner yang diberikan kepada responden berdasarkan Riset SWOT Implementasi Badan Usaha Milik Nagari berbasis syariah di nagari Simanau.
DIREKTUR BUMNag Dedeng Novia Candra, S.Pd.I
KETUA Wirda Wati
SEKTRETARIS Desi Milda Yenti,S.Psi
BENDAHARA Yosi Efrika
Tabel 4. 1
Rekap Potensi Pendirian Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Berbasis Syariah di Nagari Simanau Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok dari tanggapan Responden (Karyawan BUMNag sebanyak 4 Orang Responden)
Faktor Internal
No. Pertanyaan Jawaban Pengurus
BUMNag I Indikator Kekuatan (Streght)
1. Apakah Karyawan saling bekerjasama dalam pekerjaan?
2. Apakah karyawan sering mengikuti pelatihan untuk
3. Apakah ada keinginan dari pihak BUMNag memakai
4. Apakah karyawan tau orang yang memberi dan menerima
Jumlah 4 5. Apakah karyawan BUMNag
pernah bertransaksi di bank
6. Apakah para karyawan memiliki dan menanamkan sifat rasa percaya diri terhadap diri mereka masing-masing?
8. Apakah BUMNag memiliki SDM yang berusia muda dan potensial untuk
9. Apakah Karyawan memiliki rasa kepedulian yang tinggi
Jumlah 4 II Indicator Kelemahan (weakness)
1. Apakah BUMNag Simanau
2. Apakah BUMNag Simanau Jaya sudah memiliki sistem
3. Apakah BUMNag sudah memiliki akses atas informasi
4. Apakah Karyawan BUMNag Simanau Jaya ada lulusan
5. Apakah BUMNag sudah memiliki sistem pengendalian internal yang baik?
Ya 1
3
Tidak
Jumlah 4
6. Apakah karyawan BUMNag paham dengan sitem syariah?
Ya Tidak
1 3
Jumlah 4
7. Apakah sudah lengkap Peraturan pelaksanaan pengelolaan dana, termasuk Standar Operasi dan Prosedur (SOP) BUMNag yang
mengarah pada sistem syariah?
Ya
Tidak
0
4
Jumlah 4
Tabel 4. 2
Rekap Potensi Pendirian Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Berbasis Syariah di Nagari Simanau Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok dari
tanggapan Responden (Pemerintah Nagari, Pedagang, Petani, dan PNS sebanyak 89 Orang Reponden)
Faktor Eksternal
No. Pertanyaan Jawaban Jumlah
Tanggapan responden III Indikator Peluang (Oppartunities)
1. Apakah seluruh masyarakat Nagari Simanau beragama Islam?
Ya 89
0
Tidak
Jumlah 89
2. Apakah masyarakat mendukung kalau sistem BUMNag berubah ke syariah?
Ya
Tidak
87
2
Jumlah 89
3. Apakah masyarakat sering mengadakan acara keagamaan?
Ya
Tidak
86
3
Jumlah 89
4. Apakah ketika BUMNag berbasis syariah telah didirikan, masyarakat akan berpindah dari lembaga konvensional ke BUMNag yang berbasis syariah?
Ya
Tidak
85
4
Jumlah 89
5. Apakah Nagari Simanau berpotensi di bidang pertanian dan perkebunan?
Ya
Tidak
74
15
Jumlah 89
6. Apakah sudah ada Undang-Undang atau peraturan Nagari Tentang bolehnya BUMNag memakai sistem
Ya 9
syariah? Tidak 0
Jumlah 9
7. Apakah Nagari Simanau memiliki Alim Ulama?
Ya
Tidak
83
6
Jumlah 89
8. Apakah di Nagari Simanau Sudah ada Lembaga Keuangan yang berbasis syariah?
Ya
Tidak
0
89
Jumlah 89
9. Apakah di Nagari Simanau memeiliki Sarjana Ekonomi Islam?
Ya
Tidak
89
0
Jumlah 89
IV Indikator Ancaman (Threats) 1. Apakah masyarakat mendapatkan
modal usaha yang cukup dari BUMNag?
Ya
Tidak
32
57
Jumlah 89
2. Apakah masyarakat pernah bertransaksi di Bank Syariah?
Ya 19
Tidak
70
Jumlah 89
3. Apakah BUMNag yang ada di Nagari Simanau sudah menampung keinginan masyarakat untuk bertransaksi dalam bentuk pembiayaan?
Ya
Tidak
30
59
Jumlah 89
4. Apakah masyarakat paham tentang bermuamalah secara syariah?
Ya
Tidak
14
75
Jumlah 89
5. Apakah adanya transparansi dalam pengelolaan yang dilakukan oleh pihak BUMNag?
Ya
Tidak
11
78
Jumlah 89
6. Apakah BUMNag menampung investasi dari masyarakat?
Ya
Tidak
18
71
Jumlah 89
7. Apakah adanya transparansi dalam pengelolaan yang dilakukan oleh
Ya 11
pihak BUMNag?
Tidak
78
Jumlah 89
1. Streght (Kekuatan) yang dimiliki Nagari Simanau Kecamatan Tigo Lurah untuk Pendirian Badan Usaha Milik Nagari Simanau Jaya Berbasis Syariah
Streght (Kekuatan) yang dimiliki oleh Nagari Simanau untuk pendirian Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) berbasis syariah yaitu sebagai berikut:
a. Karyawan saling bekerjasama dalam pekerjaan
Kerjasama dalam sebuah pekerjaan merupakan salah satu langkah untuk mencapai tujuan bersama, yang apabila berjalan dengan baik tentunya akan lebih memudahkan karyawan untuk menyelesaikan segala bentuk pekerjaan yang dilakukan. Dari hasil olahan kuisioner terdapat 75% responden yang menyatakan adanya kerjasama yang baik yang dijalankan oleh karyawan BUMNag dalam melaksankan pekerjaannya, dan 25% yang menyatakan tidak adanya kerjasama yang dijalankan oleh pihak BUMNag. Dengan adanya kerjasama yang dijalankan tentunya akan berpotensi untuk pengembangan BUMNag sendiri kearah yang lebih baik.
b. Karyawan mengikuti pelatihan untuk pengelolaan BUMNag
Pelatihan sangat diperlukan dalam mengelola suatu usaha Karyawan BUMNag Simanau Jaya sudah dua tahun terakhir sudah mengikuti pelatihan sebanyak 4 kali, informasi tersebut sesuai dengan informasi yang diperoleh dari direktur BUMNag Simanau Jaya. Berdasarkan kuisioner yang penulis buat bahwasannya 100%
responden menyatakan karyawan BUMNag Simanau Jaya mengikuti pelatihan.
c. Adanya keinginan dari pihak BUMNag dan nasabah memakai sistem syariah
Dengan adanya keinginan dari BUMNag sendiri untuk berubah dari sistem konvensional ke syariah tentunya akan menjadi kekuatan dari dalam BUMNag sendiri untuk pendirian BUMNag berbasis syariah. Sebagaimana hasil pengelolaan kuisioner bahwasannya 100% responden menyatakan setuju apabila BUMNag ini berganti ke syariah
d. Karyawan BUMNag Simanau Jaya tahu orang yang memberi dan menerima bunga berdosa
Berdasarkan hasil olahan kuisioner terdapat 100% responden mengetahui orang yang memberi dan menerima bunga dalam setiap pinjaman yang diberikan berdosa.Ini dapat dijadikan suatu potensi untuk menjadikan BUMNag Simanau Jaya berbasis syariah karena masyarakat tau bahwasannya segala sesuatu yang berhubungan dengan bunga yang diterapkan dalam peminjaman akan berdosa.
e. Karyawan BUMNag pernah bertransaksi di bank syariah
Berdasarkan olahan kuisioner terdapat 75% responden menyatakan bahwasannya karyawan BUMNag Simanau Jaya sudah pernah bertransaksi dibank syariah dan 25% lainnya menyatakan belum pernah. Dengan adanya bertransaksi di bank syariah tentunya karyawan akan mudah memahami bagaimana sistem syariah itu sendiri.
f. Karyawan memiliki dan menanamkan sifat rasa percaya diri terhadap diri mereka masing-masing
Berdasarkan olahan kuisioner bahwasannya menurut responden 100% karywan BUMNag memiliki kepercayaan diri yang tinggi, dapat dilihat dari pelayanan yang diberikan terhadap nasabah dan dalam pekerjaan yang dilakukan.
Kepercayaan diri merupakan suatu yang harus diterapkan dalam diri karyawan sendiri, karena dengan adanya kepercayaan diri
tentunya akan memudahkan pihak karyawan dalam mengambil tindakan untuk menghadapi setiap permasalahan.
g. Karyawan memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi kepada nasabah saat melayani nasabah
Pelayanan yang baik tentunya harus dilakukan oleh pihak BUMNag, karena suatu pelayanan yang baik tentunya bisa menarik nasabah untuk bertransaksi di BUMNag sendiri. Begitupun dari segi kepercayaan pihak BUMNag sendiri akan memberikan kepercaayaan kepada nasabah untuk mengelola dana yang telah disalurkan yang berguna untuk mengelola usaha nasabah. Sesuai dengan hasil olahan kuisioner bahwasannya 75% responden yang menyatakan bahwasannya karyawan menunjukkan rasa kepercayaan
Pelayanan yang baik tentunya harus dilakukan oleh pihak BUMNag, karena suatu pelayanan yang baik tentunya bisa menarik nasabah untuk bertransaksi di BUMNag sendiri. Begitupun dari segi kepercayaan pihak BUMNag sendiri akan memberikan kepercaayaan kepada nasabah untuk mengelola dana yang telah disalurkan yang berguna untuk mengelola usaha nasabah. Sesuai dengan hasil olahan kuisioner bahwasannya 75% responden yang menyatakan bahwasannya karyawan menunjukkan rasa kepercayaan