METODE PENELITIAN
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan di Desa Sindumartani Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Juni sampai Juli 2015.
C. Populasi dan Sample Penelitian
Populasi merupakan keseluruhan individu yang dimaksudkan untuk diteliti, dan yang nantinya akan dikenai generalisasi (Tulus Winarsunu. 2010: 11). Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah masyarakat dan tokoh masyarakat yang ada di Desa Sindumartani.
a. Dusun
Terdapat 11 dusun yang terletak di desa Sindumartani seperti yang tertera dalam tabel 2.
Tabel 2. Daftar Nama Dusun di Desa Sindumatani Ngemplak Sleman Yogyakarta
No. Dusun 1. Jelapan 2. Pencar 3. Morangan 4. Kentingan 5. Tambakan 6. Ngasem 7. Kejambon Lor 8. Kejambon Kidul 9. Koripan 10. Bokesan 11. Kayen
b. Tokoh Masyarakat
Tokoh masyarakat dalam penelitian ini mencakup tokoh masyarakat formal yang ada di desa Sindumartani seperti kepala desa dan kepala dusun (dukuh) serta kepala bagian pemerintahan yang ada di desa Sindumartani seperti Bagian keuangan dan sebagainya.
c. Warga Masyarakat
Warga masyarakat yang dijadikan populasi adalah warga masyarakat yang telah memiliki hak pilih atau yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap pada pemilu terakhir yakni Pemilu Presiden tahun 2014.
Menurut Nanang Martono (2012: 74) sampel merupakan bagian dari populasi yang memiliki ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti. Dengan kata lain, sampel dapat diartikan sebagai anggota poppulasi yang dipilih dengan menggunakan suatu prosedur tertentu yang diharapkan dapat mewakili populasi. a) Dusun
Pengambilan sampel dusun dilakukan dengan carapurposive sampling
yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Adapun kriteria sampel untuk dusun adalah ;
1). Memiliki masyarakat dan tokoh masyarakat yang bersikap terbuka bagi peneliti untuk melakukan penelitian
Oleh karena itu, dari 11 dusun yang ada di desa Sindumartani hanya dipilih 3 dusun untuk menghindari jumlah sampel yang terlalu banyak sehingga dapat mempersulit jalannya penelitian. Dusun yang dijadikan sampel dalam penelitian ini yaitu dusun Bokesan, Tambakan, dan Kayen. Dusun Bokesan diambil berdasarkan fakta bahwa dusun ini adalah dusun paling maju dan paling terbuka yang ada di desa Sindumartani. Dusun Kayen dan dusun Tambakan dipilih karena dua dusun ini selain masyarakat dan tokohnya bersikap terbuka bagi penelitian, juga karena baru saja mengalami pergantian pemimpin dan pengurus.
b) Tokoh masyarakat
Pengambilan sampel tokoh masyarakat dilakukan dengan cara sampling jenuh, dimana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel karena jumlah populasi yang relatif kecil. Sehingga dalam penelitian ini, sampel tokoh masyarakat adalah seluruh tokoh yang bertempat tinggal di dusun Kayen, Tambakan, dan Bokesan yang meliputi dukuh Kayen, dukuh Tambakan, dukuh Bokesan dan juga kepala desa Sindumartani serta Bagian Keuangan desa Sindumartani yang juga tinggal di dusun Tambakan.
c) Masyarakat
Pengambilan sampel untuk masyarakat dilakukan dengan cara quota sampling dengan menggunakan rumus dari Suharsimi Arikunto (2006: 134) yaitu sebanyak 10% apabila jumlah populasi lebih dari 1000 orang.
Tabel 3. Jumlah Daftar Pemilih Tetap
No. Dusun Jumlah DPT
1. Bokesan 222
2. Tambakan 651
3. Kayen 442
Total 1315
Sumber : Kantor Kelurahan Desa Sindumartani
Dari jumlah daftar pemilih tetap tersebut, maka sampel masyarakat dalam penelitian ini berjumlah :
= 10
100 1315 = 131,5 = 132
D. Variabel Penelitian
Dalam suatu penelitian komparatif hanya terdapat variabel bebas saja dan tidak memiliki variabel terikat, sehingga dalam penelitian ini terdapat dua variabel bebas (independent variables), yaitu:
Variabel (X1) : Persepsi Tokoh Masyarakat tentang Money Politic
Variabel (X2) : Persepsi Warga Masyarakat tentang Money Politic
E. Definisi Operasional
Menurut Suryabrata (Purwanto. 2010: 93), definisi operasional merupakan definisi yang didasarkan pada sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati atau diobservasi. Definisi operasional sendiri digunakan untuk menghindari adanya perbedaan penafsiran dalam memahami suatu penelitian.
1. Persepsi
Dalam penelitian ini, yang dimaksud dengan persepsi adalah kemampuan seseorang dalam memandang suatu persoalan atau rangsangan yang diterima olehnya.
2. Tokoh masyarakat
Tokoh masyarakat dalam penelitian ini diartikan sebagai seseorang yang memiliki kedudukan formal dalam masyarakat sehingga dihormati oleh seluruh anggota masyarakat
3. Masyarakat
Dalam penelitian ini masyarakat diartikan sebagai sekelompok manusia yang tinggal disuatu tempat tertentu yang memiliki pemikiran, perasaan, nilai, norma, yang hampir serupa.
4. Money politic
Dalam penelitian ini, money politic atau politik uang diartikan sebagai tindakan atau perbuatan yang dilakukan seseorang dengan memberikan ataupun menjanjikan sesuatu dapat berupa barang maupun uang kepada seseorang yang lain terkait dengan kepemilikan suara dalam pemilihan umum.
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan cara-cara yang dilakukan seorang peneliti untuk memperoleh dan mengumpulkan data serta keterangan-keterangan yang mendukung penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan kuesioner (angket). Kuesioner (angket) merupakan teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab secara tertulis pula (Sugiyono. 2011: 199).
Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini bersifat tertutup. Kuesioner tertutup merupakan salah satu bentuk kuesioner yang berisikan pertanyaan yang disertai dengan pilihan jawaban sehingga responden hanya diminta untuk memberikan tanda silang (x) atau tanda checklist () pada pilihan jawaban yang telah disediakan (Wijaya Kusumah . 2011: 78).
G. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian merupakan alat ukur yang nantinya akan digunakan untuk mengumpulkan data-data dalam penelitian (Purwanto. 2010: 9). Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner (angket) yang sifatnya tertutup dengan menggunakan skala Likert. Jawaban dari masing-masing pertanyaan dalam instrumen memiliki nilai yang berbeda-beda. Berikut adalah tabel skor untuk pertanyaan negatif dan positif dalam instrumen.
Tabel 4. Skor Jawaban Pertanyaan
Kriteria Pertanyaan Positif Pertanyaan Negatif
Sangat setuju (SS) 4 1
Setuju (S) 3 2
Tidak Setuju (TS) 2 3
Sangat Tidak Setuju (STS) 1 4
Adapun kisi-kisi kuesioner (angket) dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 5. Kisi-kisi Instrumen Penelitian
Variabel Indikator Butir soal �
Positif Negatif
Persepsi Pengetahuan umum tentang money politic
1,2,5,7,9 3,4,6,8
9 Pelaksanaan money politic 15,17 10,11,12,
13,14,16, 8 Dampak money politic 19,20,21,22,
23,24,25,27, 28,29,30
18,26
13
Jumlah 30
H. Validitas dan Reliabilitas
1. Uji Validitas Instrumen
Validitas suatu instrumen menunjukkan suatu alat ukur yang dapat mengukur sejauh mana kebenaran alat itu untuk mengukur sesuatu yang diperlukan, atau seberapa besar kesahihannya (Mardalis. 2003: 60).
Pengujian validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah construct validity (validitas konstruk). Setelah instrumen dikonstruksi, selanjutnya dikonsultasikan dengan ahli. Kemudian diteruskan dengan uji coba instrumen. Instrumen dicobakan pada sampel dari mana populasi diambil (Sugiyono, 2005: 141).
Validitas setiap butir pernyataan dalam instrumen penelitian ini diukur dengan rumus product moment sebagai berikut :
� = nXY− X (Y)
Keterangan :
� : Korelasi antara variabel x dan y n : Jumlah responden
�X : Jumlah Skor X �Y : Jumlah Skor Y
(�X)(�Y) : Jumlah perkalian skor X dan Y (Suharsimi Arikunto. 2013: 213).
Pengujian instrumen suatu butir dikatakan valid, apabila harga r hitung lebih besar atau sama dengan r tabel pada taraf signifikan 5%, maka butir tersebut valid. Kebalikannya, apabila diketahui r hitung lebih kecil dari r tabel maka butir dari instrumen tersebut tidak valid.
Tidak validnya suatu butir dalam sebuah instrumen penelitian setidaknya dapat disebabkan oleh 3 hal, yakni :pertama, soal yang dibuat kurang jelas sehingga dapat menimbulkan kebingungan bagi responden dalam menentukan pilihan jawaban. Kedua, bahasa yang digunakan terlalu tinggi sehingga terkadang responden kurang dapat memahami maksud soal tersebut. Ketiga,
ketidakkonsistenan responden dalam memberikan jawaban. Tidak konsistennya masyarakat dalam memberikan jawaban disini dapat dikarenakan oleh sikap malas responden untuk menjawab dengan seksama isi kuesioner atau angket yang kita berikan. Akibatnya, setiap butir dalam angket
yang dijawab secara asal-asalan oleh responden yang harusnya memiliki niai tinggi justru memperoeh nilai rendah, demikian pula sebaliknya
Setelah melakukan uji coba penelitian, kemudian dibuat kesimpulan berdasarkan hasil perhitungan tersebut dengan membandingkan r hitung dengan r tabel (0,396) untuk mengetahui butir yang valid dan yang tidak valid. Uji coba instrumen dilakukan di dusun Kayen, Tambakan, dan Bokesan dengan responden 21 masyarakat dan 4 tokoh masyarakat (RT/RW). Hasil uji validitas instrumen Perbedaan Persepsi Antara Tokoh Masyarakat dengan Warga Masyarakat Tentang Praktik Money Politic dalam Pemilu di Desa Sindumartani Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebagai berikut :
Tabel 6. Ringkasan Uji Validitas Instrumen
Butir R hitung R tabel Keterangan
1 -0,085 0,396 Tidak valid 2 0,549 0,396 Valid 3 0,009 0,396 Tidak valid 4 -0,311 0,396 Tidak valid 5 0,504 0,396 Valid 6 -0,147 0,396 Tidak valid 7 0,596 0,396 Valid 8 0,022 0,396 Tidak valid 9 0,650 0,396 Valid 10 0,538 0,396 Valid 11 0,679 0,396 Valid 12 0,540 0,396 Valid 13 0,538 0,396 Valid 14 0,254 0,396 Tidak valid 15 0,701 0,396 Valid 16 0,149 0,396 Tidak valid 17 0,709 0,396 Valid 18 -0,099 0,396 Tidak valid 19 0,208 0,396 Tidak valid 20 0,638 0,396 Valid 21 0,668 0,396 Valid 22 0,064 0,396 Tidak valid 23 0,694 0,396 Valid 24 0,645 0,396 Valid 25 0,619 0,396 Valid 26 -0,277 0,396 Tidak valid 27 -0,071 0,396 Tidak valid 28 0,508 0,396 Valid 29 -0,049 0,396 Tidak valid 30 0,479 0,396 Valid 31 0,551 0,396 Valid 32 0,573 0,396 Valid 33 0,617 0,396 Valid 34 0,565 0,396 Valid 35 0,648 0,396 Valid 36 0,530 0,396 Valid 37 0,599 0,396 Valid 38 0,599 0,396 Valid 39 0,621 0,396 Valid 40 0,712 0,396 Valid 41 0,625 0,396 Valid 42 0,477 0,396 Valid 43 0,585 0,396 Valid 44 0,086 0,396 Tidak valid 45 0,159 0,396 Tidak valid
Berdasarkan hasil perhitungan dengan bantuan program SPSS Versi 17.0 dari 45 butir soal dalam instrumen Perbedaan Persepsi Antara Tokoh Masyarakat dengan Warga Masyarakat Tentang Praktik Money Politic dalam Pemilu di Desa Sindumartani Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, pernyataan yang dinyatakan valid sebesar 30 butir dan yang tidak valid sebesar 15 butir.
2. Reliabilitas Instrumen
Thorndike dan Hagen (Purwanto. 2010: 161) menyatakan bahwa reliabilitas erat kaitannya dengan akurasi suatu instrumen dalam mengukur apa yang diukur, kecermatan hasil ukur, dan seberapa akurat seandainya dilakukan suatu pengukuran ulang.
Dalam penelitian ini reabilitas instrumen diuji dengan menggunakan rumus koefisien Alpha Cronbach sebagai berikut:
r11 = k k−1 1 − �i2 �i2 Keterangan: r11 : Realiabilitas Instrumen k : Banyaknya butir pertanyaan
σi2 : Jumlah varian butir
σi2 : Varian soal Suharsimi Arikunto (2013: 239)
Uji reliabilitas instrumen dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan program SPSS Versi 17.0. Adapun hasil uji coba instrumen dalam penelitian
disajikan dalam tabel (tabel terlampir). Berikut ringkasan hasil uji reliabilitas instrumen:
Tabel 7. Hasil Uji Reliabilitas
Koefisien Alfa Cronbach Kriteria Keterangan
0,909 0,600 Reliabel
Sumber : data primer yang diolah 2015
Hasil uji reliabilitas dengan menggunakan bantuan Program SPSS Versi 17.0 menunjukkan bahwa nilai koefisien reliabilitas (alfa cronbach) telah berada diatas kriteria yang telah ditentukan yaitu 0,600. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa instrumen penelitian tersebut reliabel untuk digunakan dalam penelitian.
I. Analisis Data Penelitian
1. Uji Persyaratan Analisis
Analisis data merupakan suatu proses yang dilakukan untuk menyederhanakan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan (Masri Singarimbun. 1987: 263). Sebelum data dianalisa, maka terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan analisis yang tujuannya untuk mengetahui apakah data yang akan dianalisa telah memenuhi persyaratan untuk dianalisis menggunakan teknik statistik tertentu. uji analisis yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi uji normalitas sebaran dan uji homogenitas variansi.
a. Uji Normalitas Sebaran
Uji normalitas sebaran ini bertujuan untuk menegatahui sebaran data yang diambil dalam penelitian berdistribusi normal.Untuk menguji uji normalitas data pada penelitian ini digunakan rumus uji Kolmogorov- Smirnov sebagai berikut.
KS = 1,36 1+ 2
1 2
Keterangan:
KS : Harga Kolmogrov-Smirnov yang dicari n1 : Jumlah sampel yang diperoleh
n2 : Jumlah sampel yang diharapkan (Sugiyono,2013: 257). Hasil perhitungan kemudian dikonsultasikan dengan harga tabel, a = 5% (0,05). Apabila hasil Kolmogorov-Smirnov lebih kecil daripada harga tabel maka data perhitungan tersebut berdistribusi tidak normal. Begitu juga sebaliknya, apabila hasil perhitungan Kolmogorov-Smirnov memiliki nilai signifikansi yang lebih besar daripada harga tabel maka data perhitungan tersebut dikatakan berdistribusi normal.
b. Uji Homogenitas Variansi
Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui seragam tidaknya variasi sampel yang diambil dari popilasi yang sama. Rumus yang digunakan untuk uji homogenitas dalam penelitian ini adalah dengan rumus uji-F, yaitu :
F = �12 �22 Keterangan: F : Koefisien F �12 : Varian terbesar �22 : Varian terkecil
Apabila hasil pengolahan menyatakan Fhitunglebih besar dari Ftabel, maka variansi yang dimiliki sampel tidak homogen dan begitu juga sebaliknya.
2. Tahap Analisis Data
Tahapan analisis data dalam penelitian ini meliputi (1) analisis statistik deskriptif, dan (2) uji hipotesis.
a. Analisis Statistik Deskriptif
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif. Statistik deskriptif merupakan statistik yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberikan gambaran mengenai objek penelitian melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku umum.
Teknik analisis deskriptif dalam penelitian ini digunakan melalui perhitungan gejala pusat (Tendency Central) dan variabilitas, yaitu melalui perhitungan Mean atau Rata-rata (M) Median (Me), Modus (Mo), dan Standar Deviasi. Guna memperjelas penyajian data sebaran atau
distribusi frekuensi digunakan tabel serta grafik histogram. Adapun pembuatan daftar distribusi frekuensi dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a. Mengurutkan data dari yang terkecil sampai yang terbesar
b. Menentukan rentang (r/range) kelas, yaitu data tertinggi dikurangi data terendah
c. Menentukan banyaknya kelas interval dengan menggunalkan rumus Sturges, yakni k = 1 + 3,3 log n, dimana n merupakan jumlah responden.
d. Menentukan panjang kelas interval dengan menggunakan rumus :
�=�
�, dimana r adalah rentang, dan k adalah kelas interval.
Penentuan kedudukan (pengkategorisasian) digunakan dengan menggunakan perhitungan mean serta standar deviasi ideal. Dalam menentukan mean serta standar deviasi ideal dapat dihitung dengan acuan : �� =�� + � 2 ���=�� − � 6 Keterangan : Mi = Mean Ideal
SDi = Standar Deviasi Ideal Max = Skor ideal Tertinggi Min = Skor ideal Terendah
Skor ideal tertinggi (max) dan skor ideal terendah (min) diperoleh berdasarkan penilaian Likert ( rentang skor 1-4), skor tertinggi adalah 4 dan skor terendah adalah 1 dikalikan jumlah butir pertanyaan. Berdasarkan pertimbangan Mi dan SDi tersebut dapat dikategorikan sebagai berikut : Tidak Berpengaruh : X Mi + SDi
Cukup Berpengaruh : Mi - Sdi X Mi + SDi Sangat berpengaruh : X Mi - SDi
b. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis yang digunakan adalah pengujian hipotesis komparatif. Pengujian hipotesis ini dilakukan untuk menguji parameter populasi yang berbentuk perbandingan melalui ukuran sampel yang berbentuk perbandingan atau untuk menguji kemampuan generalisasi (signifikansi hasil penelitian) yang berupa perbandingan keadaan variabel dari dua sampel atau lebih dengan menggunakan tingkat signifikansi = 0,05. Pengujian hipotesis disini nantinya akan melalui 3 tahapan, yaitu :
1). Merumuskan Hipotesis
Hipotesis Nol (Ho) dan Hipotesis Alternatif (Ha) dirumuskan sebagai berikut :
Ho : Tidak ada perbedaan persepsi antara tokoh masyarakat dengan warga masyarakat tentang praktik money politicdalam Pemilu Ha : Ada perbedaan persepsi antara tokoh masyarakat dengan warga
masyarakat tentang praktik money politicdalam Pemilu
Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji independent t-test untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan persepsi antara tokoh masyarakat dengan warga masyarakat tentang praktik money politic dengan rumus sebagai berikut: t = X1−X2 SD1 2 N1− 1 + SD2 2 N2− 1 Keterangan :
X1 = Mean pada distribusi sampel 1 X1 = Mean pada distribusi sampel 2 SD1 2 = Nilai varian pada distribusi sampel 1 SD2 2 = Nilai varian pada distribusi sampel 2 N1 = Jumlah individu pada sampel 1
2). Langkah selanjutnya adalah menentukan nilai t hitung dengan tingkat signifikansi 0,05 ( = 0,05) dan dk = n1+ n1 - 2, kemudian membandingkan antara t hitung dengan t tabel.
3). Kesimpulan :
(1) Apabila t hitung < t tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak
66
BAB IV