• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada Pemda Kabupaten Asahan bagian Kependudukan

dan Catatan Sipil Jl. Jenderal Sudirman No.5 Kisaran – 21216. Waktu penelitian

berlangsung sejak bulan Mei 2011 sampai dengan Juli 2011.

3.3. Batasan operasional

Penelitian ini mengkhususkan pembahasan mengenai pengaruh komunikasi

terhadap efektivitas kerja. Variabel-variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah:

a. Variabel Independen (X) yaitu komunikasi

b. Variabel Dependent (Y) yaitu efektivitas kerja.

3.4. Operasionalisasi Variabel

Operasional variabel adalah menentukan indikator-indikator (petunjuk) dari dari

variabel-variabel, dan data atau informasi empiris dapat diketahui melalui operasional

variabel (Ginting, 103:2008).

a. Variabel Independent (X) : Komunikasi

Komunikasi adalah merupakan suatu proses pertukaran informasi antar

individu melalui suatu sistem yang biasa (lazim), baik dengan simbol-simbol,

sinyal-sinyal maupun perilaku atau tindakan (Purwanto, 3:2006). Berdasarkan

pengukuran komunikasi yang telah diuraikan, maka Indikator variabel dari

komunikasi adalah:

1. Tujuan Komunikasi

Tujuan komunikasi adalah keinginan untuk berbagi pengertian tentang

informasi yang disampaikan oleh masyarakat kepada pegawai dan informasi

tersebut dapat dipahami agar memungkinkan suatu organisasi dapat mencapai

tujuanya.

2. Media Komunikasi

Media komunikasi adalah sarana yang digunakan dalam menyampaikan

pesan baik berupa lisan ataupun tulisan maupun dengan media elektronik.

3. Pengelolaan Komunikasi

Pengelolaan komunikasi adalah cara dalam menangani pesan-pesan yang

bersifat rutin dan bagaimana menangani krisis komunikasi sehingga pesan

dapat diterima dengan baik oleh komunikan.

4. Umpan Balik (feedback)

Umpan balik (feedback) adalah respon atau tanggapan yang diterima oleh

pegawai terhadap pesan yang telah ditangkapnya dengan memberikan pesan

balasan.

b. Variabel Dependent (Y) : Efektivitas kerja

Efektivitas kerja menurut (Gitosudarmo 2001:7) dapat diartikan sebagai

tingkat atau derajat pencapaian hasil yang diharapkan. Berdasarkan pengukuran

efektifitas kerja yang telah diuraikan, maka dapat disimpulkan bahwa indikator-

indikator dari efektivitas kerja adalah:

a. Ketepatan waktu adalah rentang waktu mulai masuknya data hingga proses

pengerjaan sampai selesainya data sesuai dengan waktu yang telah

disepakati bersama.

b. Target adalah penyelesaikan pekerjaan sesuai harapan dengan pencapaian

yang maksimal.

c. Tanggung jawab kerja adalah suatu sikap yang ditunjukan oleh pegawai

dimana mereka merasa bekerja sebaik-baiknya terhadap pekerjaan yang

diberikan.

Berdasarkan definisi operasional yang dikemukakan, maka peneliti

merumuskan mekanisme penganalisaan variabel sebagai berikut :

Tabel 3.1

Operasionalisasi Variabel

Sumber : Purwanto (2006), Gitosudarmo (2001) data diolah

3.5 Skala Pengukuran Variabel

Pengukuran masing-masing variabel dalam penelitian ini menggunakan skala

likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi

seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dengan skala likert, maka

Variabel Definisi Variabel

Indikator Variabel

Skala

Komunikasi

(X)

Suatu proses pertukaran informasi antar individu melalui suatu sistem yang biasa (lazim), baik dengan simbol-simbol, sinyal-sinyal maupun perilaku atau tindakan

1.Tujuan komunikasi:

2.Media komunikasi

3.Pengelolaan komunikasi

4.Umpan balik (feedback)

Likert

Efektivitas Kerja

(Y)

Efektivitas kerja dapat diartikan sebagai tingkat atau derajat pencapaian hasil yang diharapkan.

1. Ketepatan waktu 2. Target

variabel yang diukur dijabarkan menjadi indikator variabel ( Sugiyono, 2008:132 ).

Sebagai gambaran bila peneliti memberikan lima alternatif jawaban kepada

responden maka skala yang digunakan adalah 1 sampai 5. Skala Likert menggunakan

5 ( lima ) tingkatan jawaban dapat dilihat pada Tabel 3.2 berikut :

Tabel 3.2 Instrumen Skala Likert

No Pertanyaan Skor

1 Sangat Setuju 5

2 Setuju

4

3 Kurang Setuju 3

4 Tidak Setuju

2

5

Sangat Tidak Setuju

1

Sumber : Sugiyono (2008 :132)

  

3.6. Populasi dan Sampel

a.

Populasi

Menurut Sugiyono (2008:115) populasi adalah wilayah generalisasi yang

terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakterisrik tertentu

yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulan.

Populasi di dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Pemda Kab. Asahan

Bagian Kependudukan Dan Catatan Sipil yang berjumlah 97 orang.

b.

Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh

populasi. Maka sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Sampling Jenuh

sampel (Sugiyono,2008:122). Dalam penelitian ini sampel yang digunakan

berjumlah 97 orang pegawai.

  

3.7 Metode Pengumpulan Data

1.

Koesioner

Yaitu pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan yang tersusun

secara sistematis untuk diisi oleh pegawai secara objektif.

2.

Studi Dokumentasi

Studi dokumentasi, yaitu memperoleh data dengan cara mengumpulkan data

dan informasi dari buku-buku, jurnal, internet dan skripsi yang berhubungan

dengan masalah yang diteliti.

       

3.8. Uji Validitas dan Realibilitas

3.8.1 Uji Validitas

Dilakukan untuk menguji apakah kuesioner layak digunakan dalam

penelitian. Valid berarti pertanyaan tersebut dapat digunakan untuk mengukur

apa yang seharusnya diukur, dan jika digunakan beberapa kali untuk mengukur

objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono, 2008:455).

Uji validitas di lakukan pada Pemda Kotamadya Tanjung Balai bagian

Kependudukan dan Catatan Sipil yang berjumlah 30 orang. dengan

menggunakan program SPSS versi 17.00 for windows dengan kriteria sebagai

berikut:

Jika rhitung < rtabel, maka pernyataan tersebut dinyatakn tidak valid

3.8.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dilakukan untuk melihat apakah alat ukur yang

digunakan (kuesioner) menunjukkan konsistensi dalam mengukur gejala yang

sama (Sugiyono, 2008:456). Butir pertanyaan yang sudah dinyatakan valid

dalam uji validitas akan ditentukan reliabilitasnya dengan menggunakan

program SPSS versi 17.00 for windows dengan kriteria sebagai berikut:

Jika ralpha positif atau > rtabel, maka pernyataan reliabel.

Jika ralpha negatif atau < rtabel, maka pernyataan tidak reliabel.

3.9 Teknik Analisis Data

Untuk memperoleh analisis data, penulis menggunakan prosedur sampling untuk

memperoleh sampel, maka metode analisis data yang digunakan adalah :

a.

Analisis Deskriptif

Metode analisis deskriptif merupakan metode yang digunakan yaitu dengan

cara mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menginterpretasikan data

sehingga diperoleh gambaran yang jelas mengenai fakta-fakta, masalah serta

hubungan antar fenomena yang diteliti.

b. Analisis Regresi Linier Sederhana

Metode regresi linier sederhana digunakan karena jumlah variabel bebas dan

variabel terikatnya tidak lebih dari satu dan untuk melihat bagaimana

pengaruh komunikasi terhadap efektivitas kerja pegawai yang dapat

dirumuskan sebagai berikut :

Dimana :

Y

=

efektivitas kerja

a

=

kostanta

b

=

koefisien regresi

X

=

komunikasi

c.Uji Hipotesis

1. Koefisien Determinasi (R

2

)

Koefisien Determinasi (R

2

) digunakan untuk mengukur proporsi atau

persentase kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat.

Koefisien determinasi berkisar antara nol sampai dengan satu ( 0 ≤ R

2

≥ 1 ).

Jika R

2

semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa

pengaruh variabel bebas (komunikasi) adalah besar terhadap variabel

terikat yaitu (efektivitas kerja). Hal ini berarti model yang digunakan

semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas yang diteliti

terhadap variabel terikat. Jika R

2

semakin kecil (mendekati nol), maka

dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel

terikat (Y) semakin kecil (Sugiyono, 2008:186).

2. Uji Signifikan Individual/ Uji Parsial (Uji–t)

Uji–t menunjukkan seberapa besar pengaruh variabel bebas secara

individual terhadap variabel terikat. Adapun Uji–t menggunakan langkah-

langkah sebagai berikut:

H

0

: b

1

= 0, artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dan

signifikan dari variabel bebas yaitu (komunikasi) terhadap variabel terikat

yaitu (efektivitas kerja)

H

a

: b

1

≠ 0, artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan

signifikan dari variabel bebas yaitu (komunikasi) terhadap variabel terikat

yaitu (efektivitas kerja).

Kriteria pengambilan keputusan :

H

0

diterima jika t

hitung

< t

tabel

pada α = 5%

Ha diterima jika t

hitung

> t

tabel

pada α = 5%

               

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait