• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.4 Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SDN Tambakaji 02 Semarang. Dengan variabel penelitian sebagai berikut:

3.4.1 Variabel Tindakan

Penerapan model terpadu Time Token Arends dan STAD berbantuan media Audio-visual

3.4.2 Variabel Masalah

a. Keterampilan guru dalam pembelajaran IPS kelas V SDN Tambakaji 02. b. Aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS kelas V SDN Tambakaji 02. c. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS kelas V SDN Tambakaji 02

3.5 DATA DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA

3.5.1 Sumber Data

Sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh (Widoyoko, 2013: 29). Arikunto (2011:129) mengatakan data yang baik adalah data yang diambil dari sumber yang tepat dan akurat. Dalam PTK ini sumber data adalah sebagai berikut :

3.5.1.1 Siswa

Sumber data dari siswa diperoleh dari observasi yang dilakukan pada siklus pertama kedua, dan ketiga untuk mengetahui aktivitas siswa dan hasil belajar siswa kelas V SDN Tambakaji 02 dalam penerapan terpadu Time Token Arends dan STAD berbantuan media Audio-visual. Data dari siswa merupakan hasil dari observasi, wawancara, dan hasil belajar.

3.5.1.2 Guru

Sumber data berasal dari lembar pengamatan keterampilan guru dan wawancara pelaksanaan pembelajaran dalam penerapan model terpadu Time Token Arends dan STAD dengan media Audio-visual.

3.5.1.3 Data Dokumen

Sumber data dokumen berupa daftar nilai siswa kelas V SDN Tambakaji 02 dilakukan tindakan/solusi, foto, dan video tentang jalannya Proses Belajar Mengajar sebagai bukti keterampilan guru dan aktivitas siswa dalam penerapan model terpadu Time Token Arends dan STAD dengan media Audio-visual. Foto dan video diambil oleh observer sehingga guru fous dalam mengajar dan tidak mengganggu jalannya proses belajar dan mengajar.

3.5.1.4 Catatan Lapangan

Sumber data ini berupa catatan-catatan kegiatan-kegiatan yang terjadi selama proses pembelajaran berupa data yang belum tercantum dalam hasil observasi terhadap keterampilan guru dan aktivitas siswa pada saat berlangsungnya proses pembelajaran.

3.5.2.1 Data Kuantitatif

Data kuantitatif ini berupa hasil penilaian aspek pengetahuan KD 2.3 mata pelajaran IPS yang diperoleh siswa. Data ini berupa angka.

3.5.2.2 Data Kualitatif

Data kualitatif berupa gambaran/deskripsi kegiatan pembelajaran yang diperoleh dari hasil observasi dengan menggunakan lembar pengamatan keterampilan guru, aktivitas siswa, wawancara, serta catatan lapangan dalam pembelajaran menggunakan penerapan model terpadu Time Token Arends dan STAD berbantuan media Audio-visual.

Secara umum ada dua macam teknik pengumpulan data, yaitu teknik tes dan non tes. Dengan teknik tes, asesmen dilakukan dengan menguji siswa. Sementara dengan teknik non tes, asesmen dilakukan tanpa menguji siswa. (Poerwanti, 2008: 3.16). Dalam penelitian ini digunakan dua macam teknik pengumpulan data, yaitu teknik tes dan non tes yang dijabarkan sebagai berikut. 3.5.3 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah teknik tes dan non tes yang dijabarkan sebagai berikut:

3.5.3.1Teknik Tes

Tes adalah seperangkat tugas yang harus dikerjakan atau sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa untuk mengukur tingkat pemahaman dan penguasaannya terhadap cakupan materi yang dipersyaratkan dan sesuai dengan tujuan pengajaran tertentu (Poerwanti, 2008: 1-5). Kegiatan tes dapat dilaksanakan jika tersedia perangkat tugas, pernyataan, atau latihan. Perangkat

tugas, pertanyaan, atau latihan itulah yang kemudian dikenal sebagai alat tes atau instrumen tes.

Tes dikelompokkan menjadi beberapa jenis, salah satu jenis tes adalah jenis tes berdasarkan tahapan/waktu penyelenggaraan. Jenis tes berdasarkan tahapan/waktu penyelenggaraan terbagi menjadi empat, yaitu: tes masuk, tes formatif, tes sumatif, dan pra-tes post-tes (Poerwanti, 2008: 4.8). Penelitian ini menggunakan jenis tes formatif. Tes dilakukan pada ahkir pembelajaran untuk mengetahui pencapaian siswa selama proses belajar mengajar berlangsung. Kemudian berdasarkan cara pengerjaannya dibagi menjadi tes tertulis, te lisan, dan tes unjuk kerja. Jenis tes yang digunakan adalah tes tertulis dengan dilakukan secara tertulis baik soal maupun jawabannya. Selain itu, jenis tes lisan juga digunakan dalam kuis sebagai pelengkap instrumen tes tertulis.

Terdapat dua bentuk soal tes tertulis, yaitu soal dengan memilih jawaban dan soal dengan mensuplai jawaban. Soal dengan memilih jawaban terdiri dari pilhan ganda, dua pilihan benar salah, dan menjodohkan. Kemudian soal dengan mensuplai jawaban terdiri dari isian singkat, uraian terbatas, uraian objektif/nonobjektif, dan uraian terstruktur/nonterstruktur (Majid, 2014: 264). Pada penelitian ini bentuk soal yang digunakan adalah pilihan ganda, isian singkat, dan uraian terstruktur.

Jadi teknik tes yang digunakan adalah tes formatif yang dilakukan di akhir pelajaran yang soal dan cara pengerjaannya dilakukan tertulis dengan bentuk soal pilihan ganda, isian singkat, dan uraian terstruktur. Selain itu, dilakukan tes lisan berupa kuis.

3.5.3.2Teknik Non Tes a. Observasi

Poerwanti (2008: 3.22) berpendapat bahwa observasi adalah mengamati dengan suatu tujuan, dengan menggunakan berbagai teknik untuk merekam atau memberi kode pada apa yang diamati. Observasi dalam penelitian ini digunakan untuk menggambarkan keterampilan guru, aktivitas siswa, hasil belajar afektif, dan psikomotorik dalam proses pembalajaran menggunakan model time token arends dengan media audio- visual pada siswa kelas V SDN TambakAji 02 Semarang.

b. Wawancara

Menurut Esterberg (dalam Sugiyono, 2010 : 317) wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Teknik wawancara ini digunakan untuk mengetahui informasi tentang siswa secara mendalam.

Dalam pelaksanaan wawancara ini, dilakukan oleh peneliti dengan guru kelas V SDN Tambak Aji 02 Semarang yang bertujuan untuk mengetahui kendala apa saat proses pembelajaran berlangsung dalam kelas. Hasil wawancara tersebut digunakan peneliti untuk menyusun identifikasi masalah dalam pembuatan PTK. c. Studi Dokumentasi

Pada penelitian ini, data studi dokumentasi yang diperoleh peneliti berupa daftar kelompok siswa dan daftar nilai siswa. Untuk dapat memberikan gambaran secara konkret mengenai kegiatan siswa baik individu maupun

kelompok selama proses pembelajaran berlangsung maka peneliti menggunakan dokumentasi berupa foto dan video.

d. Catatan Lapangan

Catatan lapangan berisi tentang permasalahan-permasalahan yang terjadi pada saat pembelajaran IPS dengan model Time Token Arends berbantuan media audio-visual sebagai pendukung dari teknik pengumpulan lain. Catatan lapangan tersebut bertujuan untuk membantu peneliti apabila menemui kesulitan dalam proses pembelajaran, untuk mendeskripsikan kegiatan pembelajaran secara lebih detail yang belum tercantum dalam instrumen pengamatan dan sebagai bahan guru untuk melakukan refleksi.

Dokumen terkait