• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

2. Tempat penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di RSU Dr.Pirngadi Medan. 4.4. Pertimbangan etik

Dalam melakukan penelitian, peneliti perlu mendapatkan rekomendasi ataupun persetujuan dari pendidikan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Setelah itu peneliti mengirimkan surat permohonan kepada direktur RSUD Dr. Pirngadi Medan sebagai tempat penelitian. Setelah mendapat persetujuan, peneliti kemudian dapat melakukan penelitian dengan melihat data penderita kanker serviks pada tahun 2012 di RSUD Dr. Pirngadi Medan lalu dipilih sesuai dengan kriteria sampel. Berdasarkan data tersebut peneliti mengunjungi calon responden yang

memenuhi kriteria sampel untuk dijadikan sebagai responden dan diberikan informed consent sebagai bukti pernyataan akan mengikuti penelitian ini (informed consent). Sebelum responden mengisi dan menandatangani lembar persetujuan, peneliti terlebih dahulu menjelaskan maksud, tujuan, dan prosedur penelitian. Penelitian ini tidak menimbulkan risiko bagi individu yang menjadi responden, baik fisik maupun psikis (protection from discomfort).

Untuk menjaga kerahasiaan responden, peneliti tidak mencantumkan nama lengkap tetapi hanya mencantumkan inisial nama responden atau memberi kode pada masing-masing lembar pengumpulan data (anonymity). Kerahasiaan informasi responden dijamin keamanannya oleh peneliti dan hanya kelompok data tertentu saja yang akan dilaporkan sebagai hasil penelitian (confidentiality). Jika responden menolak, maka peneliti tidak akan memaksa dan tetap menghormati hak-haknya tanpa ada tekanan fisik ataupun psikologis (self determination).

4.5. Instrumen Penelitian

Adapun alat pengumpul data yang peneliti gunakan adalah kuisioner. Bagian pertama instrument penelitian tentang data demografi pasien yang meliputi: umur, tingkat pendidikan, suku, pekerjaaan, penghasilan, status menikah, dan pengalaman operasi.

Bagian kedua instrumen yang digunakan adalah instrumen untuk mengkaji data yang berkaitan dengan tingkat kecemasan, menggunakan skala Hamilton anxiety rating scale (HARS) yang sudah dimodifikasi sesuai kebutuhan penelitian dalam menyusun pertanyaan kuisioner.

Kemudian pada saat responden mengisi kuisioner, peneliti mendampingi responden untuk memberikan petunjuk dan mengklarifikasi isi kuisioner selama proses pengisian kuisioner yang dilakukan selama sepuluh menit.

Masing-masing gejala dikelompokkan dengan diberi penilaian 0 sampai 4 dan di kategorikan sebagai berikut:

0 : Tidak ada gejala 1: Gejala ringan 2 : Gejala sedang 3 : Gejala berat 4 : Gejala berat sekali

Kemudian dicocokkan dengan skala HARS (Hamilton anxiety rating scale) dengan deskripsi:

Total nilai: <14 (Tingkat kecemasan rendah) Total nilai: 14-20 (Kecemasan ringan) Total nilai: 21-27 (Kecemasan sedang) Total nilai: 28-41 (Kecemasan berat) Total nilai: 42-56 (Kecemasan berat sekali)

4.6. Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan mengajukan surat permohonan izin ke pendidikan Fakultas Keperawatan terlebih dahulu, setelah itu peneliti mengajukan surat permohonan izin ke Direktur RSU Dr. Pirngadi Medan untuk mendapatkan data responden yang menderita kanker serviks. Diantara seluruh penderita yang terdiagnosa kanker serviks, peneliti memilihnya sesuai dengan kriteria sampel yang telah ditentukan. Setelah itu, peneliti mengunjungi calon responden di ruangan masing-masing

Kelompok Intervensi Tingkat Kecemasan Tingkat Kecemasan Dzikir -Terdapat Pengaruh -Tidak Terdapat Pengaruh

dengan menjelaskan tujuan, manfaat, dan prosedur pengumpulan data yang akan dilakukan. Setelah calon responden setuju dengan prosedur penelitian yang akan dilakukan, peneliti memberikan informed consent untuk ditandatangani sebagai bukti persetujuan untuk menjadi responden. Selanjutnya peneliti mengelompokkan responden yang bersedia mengikuti kegiatan penelitian hanya kedalam satu kelompok yaitu kelompok intervensi. Pada kelompok intervensi diberikan perlakuan dzikir yang dilakukan dua jam sebelum dilakukan tindakan operasi. Pasien diberi posisi yang nyaman dapat dengan duduk atau berbaring. Pasien di relakskan atau ditenangkan terlebih dahulu dengan cara menarik nafas dalam. Kemudian dilakukan pengukuran tingkat kecemasan dengan menggunakan skala Hamilton anxiety rating scale (HARS) untuk mendapatkan data pre test. Setelah itu dilakukan dzikir yaitu mengucapkan Subhaanallaah sebanyak 33x, Alhamdulillaah sebanyak 33x, dan Laa ilaaha illallaah sebanyak 33x selama lima belas menit yang diucapkan didalam hati. Penggunaan ucapan “Subhanallah”, ”Alhamdulillah”, ”Laa ilaha Illallah” karena Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ”Mengucapkan ”Subhanallah”, ”Alhamdulillah”, ”Laa ilaha Illallah”, dan ”Allahu Akbar” lebih aku sukai dari semua yang terkena sinar matahari”(Bayumi, 2005). Dalam melakukan dzikir perhitungan dilakukan dengan menggunakan jaritangan dan dzikir dilakukan sebanyak 4 sampai 5 siklus dalam waktu 15 menit, dengan responden menutup mata agar lebih khusyuk dan terfokus.

Setelah diberi perlakuan dzikir maka dilakukan pengukuran tingkat kecemasan kembali dengan menggunakan skala Hamilton anxiety rating scale (HARS) untuk mendapatkan data post test.

Setelah didapatkan data pre test dan post test dari kelompok intervensi tersebut, peneliti akan mulai mengolahnya dengan menggunakan komputerisasi untuk mengetahui perubahan dan perbedaan tingkat kecemasan dari data kelompon intervensi.

4.7. Analisa Data

Analisa data dilakukan setelah semua data terkumpul melalui beberapa tahapan yaitu dengan editing untuk memeriksa kelengkapan identitas dan data responden serta memastikan bahwa semua data konsisten. Kemudian dilakukan pengaturan informasi, koding dan dilanjutkan dengan meringkas informasi dengan membuat matriks, diagram dan lain-lain.

Setelah dilakukan pengumpulan data, maka dilakukan analisa data yaitu sebagai berikut :

4.7.1. Analisis Univariat. Adalah analisis yang dilakukan untuk satu variabel atau per variabel atau disebut juga dari analisis berdistribusi tunggal. Analisis univariat bertujuan untuk menggambarkan masing-masing variabel bebas dan variabel terikat dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi (pendidikan, pekerjaan, suku bangsa, penghasilan, status menikah, pengalaman

operasi) dan menggunakan deskriptif (usia untuk melihat mean dan standar deviasi).

4.7.2. Analisis Bivariat. Adalah analisis yang dilakukan untuk menganalisis hubungan dua variabel. Analisis bivariat bertujuan untuk melihat hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. 4.7.2.1. Uji paired t-test digunakan untuk menguji dua sampel

berpasangan, apakah mempunyai rata-rata yang berbeda secara signifikan pada data yang bertipe riel. Maka, uji paired t-test (t test berpasangan) digunakan untuk meneliti pengaruh dzikir terhadap penurunan tingkat kecemasan dengan melihat nilai P (probabilitas) diterima atau ditolak. Karena data tidak berdistribusi normal, maka digunakan uji wilcoxon non parametrik.

BAB V

Dokumen terkait