BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
3.5 Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara
BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN
4. 1 Hasil Data Pengukuran Paparan Radiasi
Pesawat Sinar-X yang dipergunakan dalam pengukuran ini adalah Pesawat Sinar-X Mobile dengan merk Philips buatan Belanda, unit model PRACTIX CONVENIO, pesawat jenis ini dapat digunakan untuk pemeriksaan general radiography, baik untuk konvensional maupun pemeriksaan dengan bahan kontras.
Pengukuran dilakukan dengan menggunakan variasi jarak 1 meter, 2 meter, dan 3 meter serta variasi faktor eksposi 50 kV, 60 kV, dan 70 kV dengan penggunaan settingan mAs= 10mAs. FFD 120 dengan luas lapangan penyinaran disesuaikan dengan luas lapangan penyinaran foto thorax.
Adapun hasil pengukuran ini meliputi hasil pengukuran paparan radiasi secara langsung dengan menggunakan 1 (satu) alat ukur surveymeter yang di letakkan arah kanan, arah kiri tabung sinar-x dan arah depan, arah belakang tabung sinar-x yang diuraikan dalam bentuk tabel, kurva.
Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan dengan pesawat X-Ray Mobile, yang telah di kalibrasi alat maka diperoleh hasil paparan radiasi pada table 4.1 (lampiran 1) selengkapnya.
Gambar 4.1 Arah Kanan dan Arah Kiri Tabung
Tabel 4.1 Hasil Pengukuran Paparan Radiasi dengan Menggunakan Berbagai Setting kV dan Jarak Arah Kanan dan Arah Kiri
Setingan kV
50 kV 60 kV
Paparan radiasi (μSv)
70 kV
Paparan radiasi(μSv) Paparan radiasi (μSv)
Jarak 1meter 2meter 3meter 1meter 2meter 3meter 1meter 2meter 3meter Arah Kanan 46μSv 37μSv 23μSv 76μSv 65μSv 26μSv 89μSv 71μSv 36μSv Arah Kiri 48μSv 38μSv 28μSv 78μSv 68μSv 35μSv 96μSv 79μSv 48μSv
Gambar 4.2 Arah Depan dan Arah belakang Tabung
Tabel 4.2 Hasil Pengukuran Paparan Radiasi dengan Menggunakan Berbagai Setting kV dan Jarak Arah Depan dan Arah Belakang
Setingan kV
50 kV 60 kV
Paparan radiasi (μSv)
70 kV
Paparan radiasi(μSv) Paparan radiasi (μSv)
Jarak 1meter 2meter 3meter 1meter 2meter 3meter 1meter 2meter 3meter Arah Depan 206μSv 186μSv 170μSv 310μSv 270μSv 265 μSv 607μSv 587μSv 565μSv Arah Belakang 131μSv 125μSv 102μSv 230μSv 210μSv 195μSv 315μSv 305μSv 295μSv
4. 2 Pembahasan
Dari hasil pengukuran rata-rata radiasi primer yang langsung dari sumber radiasi (tegak lurus sumber) untuk faktor eksposi 50 kV sebesar 970 µSv, faktor eksposi 60 kV sebesar 975 µSv dan faktor eksposi 70 kV sebesar 983 µSv. Tabel 4.I faktor eksposi 50 kV arah kanan menunjukkan penurunan paparan radiasi dari jarak 1 meter ke jarak 2 meter sebesar 55,4%. Dari jarak 2 meter ke 3 meter sebesar 61,7
%. Arah kiri menunjukkan penurunan paparan radiasi dari jarak 1 meter ke jarak 2 meter sebesar 55,8 %, dari jarak 2 meter ke jarak 3 meter sebesar 63,3 %.
Tabel 4.2 Arah depan menunjukkan penurunan paparan radiasi dari jarak 1 meter ke jarak 2 meter sebesar 52,6 %, dari jarak 2 meter ke jarak 3 meter sebesar 72,7 %. Arah belakang menunjukkan penurunan paparan radiasi dari jarak 1 ke jarak 2 sebesar 51,1 %, dari jarak 2 ke jarak 3 sebesar 55,1 %.
Tabel IV.I faktor eksposi 60 kV arah kanan menunjukkan penurunan paparan radiasi dari jarak 1 meter ke jarak 2 meter sebesar 53,9 %. Dari jarak 2 meter ke 3 meter sebesar 71,4 %. Arah kiri menunjukkan penurunan paparan radiasi dari jarak 1 meter ke jarak 2 meter sebesar 53,4 %, dari jarak 2 meter ke jarak 3 meter sebesar 66
%.
Tabel 4.2 Arah depan menunjukkan penurunan paparan radiasi dari jarak 1 meter ke jarak 2 meter sebesar 53,4 %, dari jarak 2 meter ke jarak 3 meter sebesar 50,5 %. Arah belakang menunjukkan penurunan paparan radiasi dari jarak 1 ke jarak 2 sebesar 52,3 %, dari jarak 2 ke jarak 3 sebesar 51,9 %.
Tabel 4.I faktor eksposi 70 kV arah kanan menunjukkan penurunan paparan radiasi dari jarak 1 meter ke jarak 2 meter sebesar 55,6 %. Dari jarak 2 meter ke 3 meter sebesar 66,4 %. Arah kiri menunjukkan penurunan paparan radiasi dari jarak 1 meter ke jarak 2 meter sebesar 54,9%, dari jarak 2 meter ke jarak 3 meter sebesar 62,2 %.
Tabel 4.2 Arah depan menunjukkan penurunan paparan radiasi dari jarak 1 meter ke jarak 2 meter sebesar 50,8 %, dari jarak 2 meter ke jarak 3 meter sebesar 55,8 %. Arah belakang menunjukkan penurunan paparan radiasi dari jarak 1 ke jarak 2 sebesar 50,8 %, dari jarak 2 ke jarak 3 sebesar 50,8 %. Perubahan paparan radiasi sangat bervariasi di setiap jarak dan faktor eksposi hal ini di sebabkan oleh alat ukur radiasi yang sangat sensitive.
Gambar 4.2.1 Kurva 50 kV, 60 kV, 70 kVdengan Arah Kanan dan Arah Kiri.
Berdasarkan gambar 4.2.1 kurva dengan faktor eksposi 50 kV, 60 kV, 70 kV Settingan 50 kV arah kanan dan arah kiri menunjukkan bahwa pada jarak 1 meter arah kanan paparan radiasinya 46 μSv, arah kiri jarak 1 meter paparan radiasinya 48 μSv sehingga paparan radiasi terlihat lebih tinggi arah kiri pesawat sinar-X. Jarak 2 meter arah kanan paparan radiasinya 37 μSv Sedangkan untuk. Jarak 2 meter arah kiri paparan radiasinya 38 μSv,
paparan radiasi arah kiri lebih besar,dan jarak 3 meter arah kanan paparan radiasinya 23 μSv, jarak 3 meter arah kiri paparan radiasinya 28 μSv. Terlihat bahwa arah kiri paparan radiasinya lebih besar dibandingkan arah kanan, hal ini di sebabkan oleh pengaruh antara titik sumber terhadap jarak dengan dinding, dan ketebalan dinding.
Settingan 60 kV arah kanan dan arah kiri menunjukkan bahwa pada jarak 1 meter arah kanan paparan radiasinya 76 μSv, arah kiri jarak 1 meter paparan radiasinya 78 μSv sehingga paparan radiasi terlihat lebih tinggi arah kiri pesawat X. Jarak 2 meter arah kanan paparan radiasinya 65 μSv Sedangkan untuk Jarak
2 meter arah kiri paparan radiasinya 68 μSv, paparan radiasi arah kiri lebih besar dan jarak 3 meter arah kanan paparan radiasinya 26 μSv, jarak 3 meter arah kiri paparan radiasinya 35 μSv. Terlihat bahwa arah kiri paparan radiasinya lebih besar dibandingkan arah kanan, hal ini di sebabkan oleh pengaruh antara titik sumber dengan jarak terhadap dinding, dan ketebalan dinding.
Settingan 70 kV arah kanan dan arah kiri menunjukkan bahwa pada jarak 1 meter arah kanan paparan radiasinya 89 μSv, arah kiri jarak 1 meter paparan radiasinya 96 μSv sehingga paparan radiasi terlihat lebih tinggi arah kiri pesawat sinar-X. Jarak 2 meter arah kanan paparan radiasinya 71 μSv Sedangkan untuk Jarak 2 meter arah kiri paparan radiasinya 79 μSv, paparan radiasi arah kiri lebih besar dan jarak 3 meter arah kanan paparan radiasinya 36 μSv, jarak 3 meter arah kiri paparan radiasinya 48 μSv. Terlihat bahwa arah kiri paparan radiasinya lebih besar dibandingkan arah kanan, hal ini disebabkan oleh pengaruh antara titik sumber dengan jarak terhadap dinding, dan ketebalan dinding.
Berdasarkan kurva 4.2.1 tampak hubungan antara faktor eksposi dengan jarak terhadap sumber radiasi, semakin rendah faktor eksposi maka paparan radiasi semakin kecil, semakin jauh jauh jarak dari sumber radiasi maka semakin rendah paparan radiasinya. Dari hasil pengukuran arah kanan, arah kiri pesawat sinar-X dengan variasi faktor eksposi 50kV, 60kv, 70kV berdasarkan SK BAPPETEN tahun 1999 untuk keselamatan kerja operasional radiologi, nilai batas dosis (NBD) untuk operator atau pekerja radiasi tidak aman di tunjukkan pada faktor eksposi 50 kV jarak 3 meter.
Gambar 4.2.2 Kurva 50 kV, 60 kV 70 kVdengan Arah Depan dan Belakang
Berdasarkan gambar 4.2.2 kurva dengan faktor eksposi 50 kV, 60kV, 70kV arah depan dan arah belakang. Settingan 50 kV menunjukkan bahwa pada jarak 1 meter arah depan paparan radiasinya 206 μSv Sedangkan untuk arah belakang pada jarak 1 meter paparan radiasinya 131 μSv, jarak 2 meter arah depan paparan radiasinya 186 μSv, jarak 2 meter arah belakang paparan radiasinya 125 μSv, jarak 3 meter arah depan paparan radiasinya 170 μSv dan jarak 3 meter arah belakang paparan radiasinya 102 μSv. Terlihat bahwa arah belakang paparan radiasinya lebih besar dibandingkan arah depan, hal ini di sebabkan oleh pengaruh antara titik sumber, jarak dengan dinding, dan ketebalan dinding.
Settingan 60 kV menunjukkan bahwa pada jarak 1 meter arah depan paparan radiasinya 310 μSv Sedangkan untuk arah belakang pada jarak 1 meter paparan radiasinya 230 μSv, jarak 2 meter arah depan paparan radiasinya 270 μSv, jarak 2 meter arah belakang paparan radiasinya 210 μSv, jarak 3 meter arah depan paparan radiasinya 265 μSv dan jarak 3 meter arah belakang paparan radiasinya 195 μSv.
Terlihat bahwa arah belakang paparan radiasinya lebih besar dibandingkan arah depan, hal ini di sebabkan oleh pengaruh antara titik sumber, jarak dengan dinding, dan ketebalan dinding.
Settingan 70 kV menunjukkan bahwa pada jarak 1 meter arah depan paparan radiasinya 607 μSv Sedangkan untuk arah belakang pada jarak 1 meter paparan radiasinya 315 μSv, jarak 2 meter arah depan paparan radiasinya 587 μSv, jarak 2 meter arah belakang paparan radiasinya 305 μSv, jarak 3 meter arah depan paparan radiasinya 565 μSv dan jarak 3 meter arah belakang paparan radiasinya 295 μSv.
Terlihat bahwa arah depan paparan radiasinya lebih besar dibandingkan arah belakang, hal ini di sebabkan oleh pengaruh antara titik sumber, jarak dengan dinding, dan ketebalan dinding.
Dari setiap arah pengukuran yang telah dilakukan nampak paparan radiasi terbesar berada pada sisi depan pesawat sinar-X, kemudian arah belakang, arah kiri, dan paparan radiasi terendah berada pada arah kanan pesawat sinar-X.
Berdasarkan gambar 4.2.2 tampak hubungan antara faktor eksposi dengan jarak terhadap sumber radiasi, semakin rendah faktor eksposi maka paparan radiasi semakin kecil, semakin jauh jauh jarak dari sumber radiasi maka semakin rendah paparan radiasinya.
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian serta analisis yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Dengan penggunaan faktor eksposi dan jarak yang sama, paparan radiasi dari arah kiri settingan 70kV paparan radiasinya 97μSv lebih besar dibanding arah kanan dengan settingan 70kV paparan radiasinya 89μSv, sedangkan arah depan settingan 70kV paparan radiasi 607μSv lebih besar di banding arah belakang tabung sinar-X dengan settingan 70kV paparan radiasinya 315μSv, dari semua sisi pesawat sinar-X paparan radiasi yng paling besar yaitu sisi depan tabung pesawat.
2. Dari setiap arah pengukuran yang telah dilakukan nampak paparan radiasi terbesar berada pada sisi depan paparannya sebesar 607μSv, kemudian arah belakang paparan radiasinya 315μSv, arah kiri paparan radiasinya 97μSv, dan paparan radiasi terendah berada pada arah kanan paparan radiasinya86μSv pada pesawat sinar-X.
3. Jarak titik aman untuk pasien ICU yang dekat dengan pasien yang difoto sebaiknya lebih dari 3 (tiga) meter dengan peggunaan kV rendah.
5.2 Saran
Untuk penelitian selanjutnya diharapkan bisa menutupi kekurangan dan kelemahan yang terdapat pada penelitian tugas akhir ini. Beberapa saran dapat saya berikan sebagai berikut:
1. Setiap pesawat sinar-X perlu di lakukan uji kesesuaian.
3. Sebaiknya meminimalisir pemeriksaan radiologi di ruang ICU dan menghindari pemeriksaan radiologi di ruangan yang tidak memiliki proteksi radiasi.
4. Sebaiknya di ruang ICU disediakan perisai radiasi mobile untuk pasien sesuai standar yang telah ditetapkan.
DAFTAR PUSTAKA
Lukman, D. (1991). Dasar-Dasar Radiologi dalam Ilmu Kedokteran Gigi: Widya Medika, Jakarta. Hilliday, david. Resnick, Robert. (1990), Fisika Modern, Erlangga, Jakarta.
Chember, Herman, Introduction to Health Physics, Pergamon Press, New York (1987).
International Atomic Energy Agency, Absorbed Dose Determination in Photon and Electron Beams – an International Code of Practice, TechnicalReports Series No. 277, IAEA, Vienna (1987).
http://www.scribd.com/doc/14318273/Gelombang-Elektromagnetik, diakses 6 Juni 2012.
Gautreau, R. And Savin, W., Fisika Modern (terjemahan oleh Hans. J. Wopspakirk), Penerbit Erlangga, Jakarta (1995).
Halliday, David., Resnick, Robert, (1990), “Fisika Modern”, Erlangga,Jakarta.
Anonim. 2003. Dasar proteksi radiasi. Jakarta: Pusdiklat
Zubaidah, A. 2005. Efek Paparan Radiasi pada Manusia. Artikel. Jakarta : Badan Tenaka Nuklir.
Akhadi, Mukhlis. Drs. 2000. Dasar-Dasar Proteksi Radiasi. Jakarta: PT. Renika Cipta.
Bidang Fisika Dasar, (2006), “Fisika Dasar ” Universitas Hasanuddin Makassar.
http://www.radiodiagnostik2.blogspot.com diakses 12 April 2012 http://www.antonine-education.co.uk, diakses 10 April 2012 http://www.id Wikipedia.org, diakses 8 mei 2012
LAMPIRAN
6. Alat alat persiapan untuk melakukan pengukuran paparan radiasi berupa Meteran dan Surveymeter.
7. Settingan kV=50 dan mAs=10 pada alat mobile rontgen.
8. Settingan kV=60 dan mAs=10 pada alat mobile rontgen.
9. Settingan kV=70 dan mAs=10 pada alat mobile rontgen.
10. Pengukuran variasi jarak dari 1 meter sampai 3 meter.