Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Slinga. Sekolah ini beralamat di desa Slinga Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga. Peneliti memilih sekolah ini sebagai tempat penelitian karena di sekolah ini
terdapat masalah dalam pembelajaran IPA materi perubahan lingkungan fisik di kelas IV.
3.5
Data dan Teknik Pengumpulan Data
Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai cara peneliti dalam memperoleh data penelitian tindakan kelas. Penjelasan mengenai data dan teknik pengumpulan data meliputi sumber data, jenis data, teknik pengumpulan data, dan alat pengumpul data.
3.5.1 Sumber Data
Dalam penelitian tindakan kelas ini peneliti menggunakan data dari beberapa sumber diantaranya meliputi :
3.5.1.1 Guru
Guru merupakan salah satu sumber data yang digunakan pada penelitian tindakan kelas ini. Dalam hal ini adalah guru kelas IV SD Negeri 1 Slinga yaitu Ibu Suningsih. Beliau memberikan data-data siswa yang diperlukan dalam penelitian. Pada penelitian ini, peneliti menjadi pelaksana pembelajaran di SD Negeri 1 Slinga. Ibu Suningsih bertindak sebagai pengamat yang melakukan pengamatan untuk memperoleh data performansi guru yang dilakukan peneliti pada saat pembelajaran berlangsung pada siklus I dan siklus II.
3.5.1.2 Siswa
Sumber data selanjutnya adalah siswa SD Negeri 1 Slinga. Penelitian ini akan dilakukan di kelas IV SD Negeri 1 Slinga. Kelas ini terdiri dari 16 siswa dengan 7 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Data yang akan diambil dari
siswa adalah tentang aktivitas dan hasil belajar siswa selama proses pembelajaran pada siklus I dan II.
3.5.1.3 Data Dokumen
Data Dokumen merupakan sumber data yang digunakan peneliti pada penelitian tindakan kelas ini. Data dokumen berupa daftar nilai siswa kelas IV tahun 2011/2012 , daftar nama siswa kelas IV tahun 2012/2013, daftar nilai ujian tengah semester siswa kelas IV tahun 2012/2013 dan daftar hadir siswa kelas IV tahun 2012/2013. Selain itu juga dokumentasi selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
3.5.2 Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini ada 2 yaitu data kualitatif dan data kuantitatif.
3.5.2.1 Data Kualitatif
Data kualitatif dijelaskan dalam Sugiyono (2011: 6) sebagai data yang berbentuk kata, kalimat, gerak tubuh, ekspresi wajah, bagan, gambar, dan foto. Dalam penelitian ini data diperoleh melalui pengamatan terhadap performansi guru, kesesuaian model yang dilaksanakan guru serta aktivitas belajar siswa, selama pembelajaran berlangsung pada siklus I dan siklus II. Data yang digunakan dalam pengolahan data adalah performansi guru dan aktivitas belajar siswa. Hasil pengamatan akan dicatat dalam lembar pengamatan. Penjabaran hasil pengamatan inilah merupakan data kualitatif dalam penelitian tindakan kelas ini. Hasil pengamatan akan dijabarkan dalam bentuk kalimat. Selain itu data kualitatif juga berupa hasil foto selama pembelajaran berlangsung.
3.5.2.2 Data Kuantitatif
Data kuantitaif dijelaskan dalam Sugiyono (2011: 6) sebagai data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan/scoring. Data kuantitatif dalam penelitian ini berupa data hasil belajar siswa. Data ini diperoleh melalui kuis individu pada setiap pertemuan dan tes formatif yang dilakukan setiap akhir siklus (pertemuan 2). Pada penelitian ini data yang digunakan dalam pengolahan data hanyalah nilai tes formatif yang dilaksanakan pada setiap akhir siklus. Nilai rata-rata kelas juga merupakan data kuantitatif pada penelitian ini.
3.5.3 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik non tes dan tes.
3.5.3.1 Teknik Non Tes
Teknik non tes dapat dilakukan dengan menggunakan observasi/pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Pada penelitian ini teknik non tes digunakan dalam kegiatan pengamatan aktivitas siswa dan performansi guru. Dokumentasi berupa daftar nilai siswa kelas IV tahun 2011/2012 sebagai acuan peningkatan hasil belajar siswa serta dokumentasi selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Teknik wawancara yang digunakan kepada guru kelas IV SD Negeri 1 Slinga menggunakan wawancara tidak terstruktur untuk memperoleh data awal mengenai pembelajaran IPA di SD.
3.5.3.2 Teknik Tes
Teknik ini dilakukan dengan melakukan tes berupa kuis individu pada setiap pertemuan dan tes formatif pada setiap akhir siklus (pertemuan 2). Tes
formatif dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pada siklus I dan siklus II. Tes formatif menurut Purwanto (2011: 67) dimaksudkan sebagai tes yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah terbentuk setelah mengikuti proses belajar mengajar. Teknik tes ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa.
3.5.4 Alat Pengumpul Data
Dalam melakukan pengumpulan data, peneliti menggunakan alat pengumpul data berupa pedoman wawancara, lembar pengamatan, dan tes.
3.5.4.1 Pedoman Wawancara
Dalam memperoleh data mengenai pembelajaran yang berlangsung di kelas IV SD Negeri 1 Slinga maka peneliti melakukan wawancara dengan guru kelas IV. Wawancara yang dilakukan ialah wawancara tidak terstruktur dimana peneliti tidak membuat daftar pertanyaan secara rinci tetapi membuat pedoman berupa garis-garis besar pertanyaan yang akan ditanyakan.
3.5.4.2 Lembar Pengamatan
Alat pengumpul data yang digunakan peneliti selanjutnya adalah lembar pengamatan untuk mengamati performansi guru dan aktivitas belajar siswa selama pembelajaran berlangsung di siklus I dan siklus II. Untuk menilai performansi guru digunakan Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG) yang dimodifikasi menggunakan model pembelajaran STAD dengan media audio visual. APKG ini terdiri dari APKG I dan APKG II yang disertai deskriptornya. APKG I digunakan untuk menilai guru pada saat merencanakan pembelajaran sedangkan APKG II digunakan untuk menilai performansi guru pada saat pelaksanaan pembelajaran. Selain itu untuk mengetahui apakah guru sudah melaksanakan pembelajaran
sesuai dengan langka-langkah STAD atau belum digunakan lembar pengamatan model.
Dalam menilai aktivitas belajar siswa digunakan lembar pengamatan aktivitas belajar siswa beserta deskriptornya sehingga memudahkan peneliti/guru yang akan menilai aktivitas belajar siswa. Aktivitas belajar siswa telah disesuaikan menggunakan model pembelajaran STAD dengan media audio visual. Setiap siswa dinilai berdasarkan keaktifannya selama mengikuti pembelajaran di kelas.
3.5.4.3 Tes
Tes digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar siswa. Pada model pembelajaran STAD tes berupa kuis individu pada setiap pertemuan dan tes formatif yang dilakukan pada akhir siklus (pertemuan 2). Soal tes berbentuk pilihan ganda dan isian singkat. Untuk kuis individu soalnya berjumlah 5 soal isian singkat. Sedangkan untuk tes formatif terdiri dari 10 soal pilihan ganda dan 5 soal isian singkat. Pada pertemuan 2 tes formatif sekaligus sebagai kuis individu tetapi yang diambil untuk nilai kuis individu hanya 5 soal isian singkat pada tes formatif.