Dalam menyatakan persahabatan yang saya alami, saya telah menyaring beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat mencari seorang sahabat.
1. Patokan awal adalah pada diri Anda sendiri. Pepatah lama yang mengatakan "Mempunyai seorang sahabat, berarti harus bersatu" itu memang benar. Kebanyakan persahabatan tidak terjadi begitu saja; itu adalah hasil dari kehendak/keinginan dan rasa keterikatan. Untuk memperoleh faedah jangka panjang dalam persahabatan sangat memerlukan pengorbanan waktu dan tenaga.
Hal ini tidak terjadi pada saya dengan sendirinya. Menyatakan 'ya' terhadap persahabatan biasanya berarti mengatakan 'tidak' terhadap hal-hal yang lain. Kepribadian Corak-A yang ada dalam diri saya, pada tahun-tahun awal saya, tidak banyak memberi kesempatan untuk mencari persahabatan yang
sesungguhnya.
Namun, selama berada di seminari, seorang teman sekelas dan Tuhan telah membuat banyak perubahan didalam diri saya. Steve dan saya bisa saling merasakan hubungan persahabatan yang indah, baik di dalam maupun di luar kelas, tetapi barangkali hubungan itu tidak akan berkelanjutan lebih jauh jika saja Steve tidak mempunyai kemauan yang keras. Upaya yang bertumbuh ini
37
rekan sekelas lainnya menikmati masa liburan ke Minnesota bagian utara untuk memancing ikan.
Sebelumnya saya tak pernah pergi memancing, dan ketika saya diberitahu bahwa kami akan berangkat sesaat setelah lewat tengah malam sehingga kami bisa tiba di danau itu sebelum fajar merekah, aku mulai berpikir seribu kali tentang petualangan itu. Tetapi toh, saya pergi juga. Kesukaan dalam
menyaksikan matahari terbit di Minnesota, pemandangan yang baru pertama kali saya lihat, persahabatan dengan mereka -- semua pengalaman itu telah
meyakinkan saya bahwa korban jam tidur yang tak seberapa itu adalah harga murah yang dibayarkan untuk mendapatkan kebijaksanaan yang besar dalam menumbuhkan persahabatan.
2. Ciri yang paling penting yang perlu dimiliki seorang sahabat adalah membiarkan Anda tetap bersikap/berlaku sebagai Anda. Tanpa hal ini, persahabatan yang sesungguhnya tak mungkin bisa terjadi. Hal tersebut tampaknya cukup
mendasar, tetapi khususnya para pendeta mengalami bahwa karakteristik atau sifat itu sulit sekali untuk ditemukan.
Seorang pendeta harus bersedia untuk "ditanggalkan baju kependetanya", di dalam persahabatan itu. Dan sahabat itu pun harus bersedia menerima diri Anda tanpa jubah atau gelar kependetaan Anda. Persahabatan terjadi di antara dua orang, bukan hanya dari satu orang saja.
Ketika saya tiba di Emmaus, keinginan saya adalah untuk menjadi orang yang sesuai dengan keberadaan saya sebenarnya, dan dalam arti yang lebih dalam menjadi seorang sahabat bagi segenap jemaat. Saya pun segera mengetahui bahwa betapa mustahil hal itu dapat terjadi. Namun di gereja-gereja kecil terdapat begitu banyak anggota jemaat yang dapat menikmati indahnya
hubungan persahabatan yang erat dengan setiap orang lainnya. Lebih jauh, tidak semua orang menginginkan diri saya sebagai sahabat mereka (hal ini sungguh amat mengejutkan saya!) Beberapa orang jemaat lebih menyukai melihat diri saya sebagai pendeta mereka saja, bukan sebagai seorang sahabat. Saya harus bisa menerima kenyataan ini.
Tetapi kenyataan ini justru membuat lebih penting untuk mempererat
persahabatan akan memungkinkan saya menjadi diri saya sendiri. Jika saya ingin memandang tugas kependetaan saya sebagai sarana untuk pelayanan bukannya baju jabatan biasa saja, maka saya harus dapat melepaskannya sewaktu-waktu -- untuk menjadi Rick, bukan Pendeta. Teman-teman saya membiarkan saya berbuat demikian.
Teman-teman seperti itu tidaklah mudah ditemukan. Tetapi saya telah
mengetahui bahwa mereka memperbarui diri saya sebagai pribadi di hadapan Allah, sehingga peranan saya sebagai pendeta di bawah kuasa Allah semakin dipompa dan diteguhkan dengan rasa kemanusiaan yang sesungguhnya.
38
3. Persahabatan itu bersifat timbal balik. Agar hal itu bisa terjadi, maka kedua belah pihak harus mendapatkan sesuatu dari hubungan itu.
Secara sepintas hal itu nampaknya dingin dan terlalu bersifat ekonomis. Di dalam prakteknya hubungan itu dapat berkembang begitu hangat dan dalamnya. Suatu hubungan persabatan yang secara terus- menerus menguras salah
seorang anggotanya, lambat laun pasti akan membosankan.
Seorang sahabat yang sejati mempunyai sesuatu untuk diberikan dan pada suatu saat perlu juga menerima sesuatu. Tanpa keseimbangan ini, tak ada hubungan persahabatan yang lestari. Hubungan itu menjadi suatu pelayanan, bukan suatu persahabatan.
Saya tidak suka mengakui hal itu.tetapi hal itu memang benar. Dan saya percaya bahwa sebagian alasan mengapa persahabatan saya dengan Dick, Jim dan Gary dapat berjalan dengan begitu baik ialah karena kami berada dalam lingkungan yang cukup berbeda sehingga persaingan bukan menjadi pokok persoalan. Kami sungguh-sungguh dapat merasakan kesukaan atas keberhasilan teman-teman kami dan merasa sedih atas kegagalan yang dialami oleh salah seorang di antara kami. Hal ini tak mungkin terjadi apabila terdapat sedikit saja perasaan iri hati di antara kami.
4. Untuk mendapatkan banyak teman berarti harus selalu siap untuk
mengutamakan kepentingan orang lain. Teman-teman itu dapat ditemukan
dalam diri orang-orang yang paling asing atau aneh. Allah menyukai hal-hal yang tak terduga. Dan beberapa di antara hal-hal paling tak terduga yang tak dapat dipercaya sebgai teman- teman yang paling kita kasihi.
Gary, misalnya, mula-mula sangat anti untuk memasuki gereja kami, karena kami adalah orang Baptis. Ketika dia dan isterinya pindah ke Northfield, saya mengunjungi mereka, setelah mereka mengadakan kunjungan perkenalan kepada kami, kebetulan gereja kami adalah yang terdekat dengan rumah mereka. Hanya sebegitu sajalah yang mungkin dapat mereka lakukan jikalau bukan Allah yang terus- menerus mengarahkan Gary dan Susie untuk bergabung ke gereja kami. Saya masih terheran-heran menyaksikan bahwa suatu
kunjungan yang sangat kaku tahu-tahu telah berkembang menjadi salah satu dari hubungan persahabatan saya paling mendalam. Dan saya yakin bahwa salah satu alasan mengapa Tuhan mengarahkan Gary ke sini ialah agar masing- masing kami dapat memperoleh kekuatan dan dukungan satu sama lain mellaui persahabatan kami ini.
Untuk menemukan kata yang jelas dari "Pengkhotbah" dalam Kitab Pengkhotabh mungkin akan merupakan masalah yang sulit. Namun, ada dasar yang kuat di dalam kata-kata ini.
39
"Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. karena kalau mereka jatuh, yang seorang
mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya! (<sweb>Pengkhotbah 4:9-10</sweb>).
Di tengah segala usaha pencarian dan pergumulannya, "sang Pengkhotbah" telah menemukan suatu kebenaran yang tetap menjadi nasihat yang benar bagi para pengkhotbah" yang hidup dalam masa ribuan tahun kemudian: Para
pendeta pun membutuhkan teman-teman. Macam persahabatan yang saya anjurkan ini tidak memberi tempat bagi hak untuk menuntut kembali. Sama sekali benar untuk bersikap bersahabat kepada orang-orang yang tak bersahabat dan untuk mendapatkan kembali orang-orang yang dikalahkan oleh perubahan yang terjadi dalam kehidupan. Namun, tipe pelayanan ini hanya memerlukan sumber-sumber yang lebih besar untuk tetap memelihara diri Anda. Demikian pula, Anda tak dapat menempelkan diri Anda pada orang lain seperti lintah yang menghisap seluruh kehidupan orang itu. Jika suatu persabatan ingin bisa tetap lestari, maka persahabatan itu harus bersifat timbal balik. 5. Meskipun kebanyakan di antara kita agaknya tak mau mengakuinya, barangkali kita tak akan mampu untuk mengembangkan suatu persahabatan yang mendalam dengan seseorang yang kita pandang sebagai saingan kita. Saya tahu bahwa seharusnya kita berbakti kepada Yesus Kristus tanpa memikirkan tentang kedudukan, tempat, atau hak istimewa -- dan semua rekan pelayan adalah saudara kita laki-laki dan
perempuan, mereka bukan sebagai saingan kita. Saya percaya pada idealisme seperti itu. Namun, seringkali saya tak dapat meyakinkan perasaan- perasaan saya. Saya telah berupaya untuk melanjutkan persahabatan saya dengan teman baik saya diseminari maupun pada saat memancing. Steve. Kami sudah
bersama-sama meluangkan waktu yang menyenangkan sejak kami melayani di gereja kami masing-masing, tetapi amatlah sulit dalam mengatasi
kecenderungan untuk membanding-bandingkan. Diperlukan suatu upaya yang besar untuk mengatasi kecenderungan untuk membanding- bandingkan.
Diperlukan suatu upaya yang besar untuk mengatasi daya saing yang mengarah pada sikap membela diri yang dapat merintangi terciptanya persahabatan yang akrab. Saya belum, dan tidak akan melepaskan keinginan saya untuk bersahabat dengan steve, tetapi rintangan ini harus diatas sebelum kami dapat menikmati ikatan persahabatan yang akrab seperti yang pernah kami alami.
Sumber:
Judul Buku : Kepemimpinan (Vol. 10) Penulis : Rick McKinniss
Penerbit : Yayasan Andi, Yogyakarta Halaman : 33-38
41