• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN A.Jenis Penelitian

C. Tempat dan Waktu Penelitian 1.Tempat Penelitian 1.Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di ruang kelas V SD N Pengkol yang beralamat di dusun Pengkol, Gulurejo, Lendah, Kulon Progo.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2016. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 2015/2016. D.Desain Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan dalam siklus pertama mendasari penentuan dan pengembangan siklus kedua. Pada akhir pembelajaran siklus pertama dilakukan evaluasi dan refleksi. Evaluasi dan refleksi dilakukan dengan guru kelas sebagai kolaborator untuk mengetahui efektivitas pembelajaran dan mengatasi kendala yang ditemukan.

48

Siklus pembelajaran menurut Kemmis dan MC Taggart, (Suharsimi Arikunto 2010 : 17) terdiri dari tiga komponen, yaitu perencanaan (planning), tindakan/perlakuan dan pengamatan (acting and observing), dan refleksi (reflecting). Alur dalam penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut :

Gambar 1. Siklus PTK menurut MC Taggart Keterangan :

1. Tahap Perencanaan

Perencanaan adalah langkah yang dilakukan ketika akan melakukan tindakan. Dalam tahap perencanaan ini dilakukan rencana tindakan yang akan dilakukan. Kegiatan yang harus dilakukan dalam rencana tindakan ini adalah membuat panduan yang menggambarkan apa yang harus dilakukan oleh siswa, kapan dan berapa lama dilakukan, dimana dilakukan, sarana yang dibutuhkan, dan tindakan apa selanjutnya.

49 2. Tahap Pelaksanaan dan pengamatan

Pelaksanaan adalah implementasi dari perencanaan yang sudah dibuat. Yang harus diperhatikan dalam tahap pelaksanaan adalah kesesuaian antara perencanaa dan pelaksanaan, apakah proses tindakan yang dilakukan terhadap siswa lancar, situasi proses tindakan, apakah siswa melaksanaan pembelajaran dengan semangat dan bagaimanakah keseluruhan hasil dari tindakan. Pengamatan adalah proses mencermati jalannya pelaksanaan tindakan. Hal yang diamati adalah hal-hal yang telah disebutkan dalam tahap pelaksanaan. 3. Tahap Refleksi

Refleksi adalah langkah mengingat kembali kegiatan yang sudah dilakukan oleh guru. Dalam tahap refleksi, guru dan peneliti mencari kekurangan selama prose pembelajaran. Apabila ditemukan kekurangan maka langkah selanjutnya adalah memperbaiki kekurangan tersebut untuk diterapkan pada siklus berikutnya.

Dalam penelitian tindakan kelas ini peneliti akan berkolaborasi dengan guru kelas V SD N Pengkol, guru akan bertindak sebagai pelaksana kegiatan dan peneliti akan bertindak sebagai pengamat jalannya pembelajaran dengan dibantu oleh 2 orang teman sebagai pengamat. Penelitian akan dilakukan sekurang-kurangnya dua siklus, apabila dalam dua siklus telah diketahui adanya indikator keberhasilan maka penelitian dihentikan. Namun apabila dalam dua siklus belum terlihat indikator keberhasilan maka dilanjutkan dengan siklus

50

berikutnya. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan dan dalam setiap siklus terdiri dari dua pertemuan.

Tindakan dalam siklus pertama yang akan diberikan pada siswa kelas V SD N Pengkol adalah sebagai berikut ini :

1. Perencanaan

Langkah-langkah dalam tahap perencanaan yang dilaksanakan yaitu :

a. Menyamakan persepsi antara peneliti dan guru tentang model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick.

b. Mempersiapkan materi pembelajaran

c. Membuat Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick pada mata pelajaran IPS. d. Membuat lembar observasi

e. Membuat skala motivasi belajar

f. Mempersiapkan pertanyaan yang akan digunakan pada permainan Talking stick.

g. Membuat soal evaluasi

h. Berlatih menerapkan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah dibuat. 2. Pelaksanaan dan Pengamatan

Tindakan akan dilakukan dengan berpedoman pada perencanaan yang telah dibuat pada tahap perencanaan. Pada siklus ini pelaksanaan akan dilakukan selama dua kali pertemuan dan dalam pelaksanaannnya peneliti menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick.

51 Langkah pembelajaran siklus I : a. Pertemuan 1

Kegiatan awal

1) Siswa menjawab salam dari guru.

2) Siswa berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. 3) Siswa dipresensi oleh guru.

4) Siswa menyimak apersepsi dari guru.

5) Siswa menyimak informasi dari guru terkait kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan, yaitu menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan penjumlahan

Kegiatan Inti

6) Siswa mengingat kembali materi sebelumnya, yaitu penjumlahan bersusun pendek

7) Siswa bertanya jawab dengan guru terkait materi menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan penjumlahan

8) Siswa mendengarkan penjelasan guru terkait materi menyelesaikan soal cerita penjumlahan

9) Siswa membaca materi untuk lebih memahami materi yang dipelajari. 10) Siswa mendengarkan peraturan permainan Talking Stick. Ketentuan

permainan :

a. Siswa duduk melingkar.

b. Siswa menerima stick dari guru sebagai alat permainan.

c. Siswa bernyanyi sembari mengurutkan stick yang diberikan oleh guru. d. Apabila guru mengucapkan “STOP” maka stick harus berhenti atau

52

e. Siswa yang mendapatkan tongkat terakhir harus menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.

f. Permainan Talking Stick dilanjutkan, begitu seterusnya hingga sebagian besar siswa berkesempatan menjawab pertanyaan dari guru. 11) Siswa membentuk kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5

anggota

12) Siswa bersama kelompok mengerjakan soal LKS yang diberikan oleh guru

13) Siswa bersama dengan guru membahas hasil pekerjaan siswa Kegiatan Akhir

14) Siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran. 15) Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu. 16) Siswa menjawab salam dari guru.

b. Pertemuan 2 Kegiatan awal

1) Siswa menjawab salam dari guru.

2) Siswa berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. 3) Siswa dipresensi oleh guru.

4) Siswa menyimak apersepsi dari guru.

5) Siswa menyimak informasi dari guru terkait kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan, yaitu menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan penjumlahan

Kegiatan Inti

6) Siswa mengingat kembali materi sebelumnya, yaitu penjumlahan bersusun pendek

53

7) Siswa bertanya jawab dengan guru terkait materi menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan penjumlahan

8) Siswa mendengarkan penjelasan guru terkait materi menyelesaikan soal cerita penjumlahan

9) Siswa membaca materi untuk lebih memahami materi yang dipelajari.

10) Siswa mendengarkan peraturan permainan Talking Stick. Ketentuan permainan :

a. Siswa duduk melingkar.

b. Siswa menerima tongkat dari guru sebagai alat permainan.

c. Siswa bernyanyi sembari mengurutkan tongkat yang diberikan oleh guru. d. Apabila guru mengucapkan “STOP” maka stick harus berhenti atau tidak

boleh diberikan kepada teman lainnya.

e. Siswa yang mendapatkan tongkat terakhir harus menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.

f. Permainan Talking Stick dilanjutkan, begitu seterusnya hingga sebagian besar siswa berkesempatan menjawab pertanyaan dari guru.

11) Siswa membentuk kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 anggota

12) Siswa bersama kelompok mengerjakan soal LKS yang diberikan oleh guru 13) Siswa bersama dengan guru membahas hasil pekerjaan siswa

Kegiatan Akhir

14) Siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran. 15) Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu. 16) Siswa menjawab salam dari guru.

54

Dalam tahap pengamatan, kegiatan yang dilakukan adalah mengamati motivasi belajar siswa selama proses pembelajaran. Hasil pengamatan kemudian dicatat oleh observer (peneliti). Pengamatan didasarkan pada lembar observasi motivasi belajar.

3. Refleksi

Setelah dilakukan tindakan dan pengamatan, kemudian dilakukan refleksi. Kegiatan dalam tahap refleksi adalah mendiskusikan dan menganalisis tindakan yang telah dilakukan. Analisis oleh guru dan peneliti dilakukan untuk mengetahui apakah ada kekurangan dalam pelaksanaan tindakan siklus I. Refleksi pada siklus I akan menentukan tindakan perbaikan pada siklus berikutnya.