• Tidak ada hasil yang ditemukan

Temuan Hasil Penelitian

Dalam dokumen Oleh Deby Ulfarini NIM: (Halaman 91-110)

BAB IV TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Temuan Hasil Penelitian

1. Deskriptif Variabel Penelitian

Sebelum dilakukan pengujian untuk mendapatkan hasil serta analisis

data, terlebih dahulu dilakukan analisis statistik deskriptif, untuk melihat

deskripsi singkat terhadap variabel-variabel yang berkaitan dengan

penelitian ini. Sebagaimana yang telah dijelaskan pada bab selanjutnya

bahwa penelitian ini melibatkan 6 (enam) variabel independen, yaitu

Current Ratio (CR), Firm Size (FSA), Price to Book Value (PBV), Return On Asset (ROA), Debt to Equity Ratio (DER) dan Total Asset Turnover

(TATO) dan 1 (satu) variabel dependen, yaitu Harga Saham.

Dengan menggunakan software Eviews 9.0 berikut hasil statistik

deskriptif dari data yang diolah sesuai dengan kriteria yang telah dipaparkan

sebelumnya, maka didapatkan output untuk mendeskripsikan data baik

untuk nilai minimum, maximum, mean dan standard deviation yang

kemudian dijelaskan satu persatu dari variabel-variabel yang ada dalam

penelitian ini, baik variabel independen dan variabel dependen, sehingga

73 Tabel 4.2

Uji Statistik Deskriptif

Harga

Saham

CR FSA ROA PBV DER TATO

Mean 7.8305 32 4.731 412 30.657 89 1.0625 73 5.5895 73 4.8603 20 2.5673 70 Max. 9.1875 83 6.353 639 33.140 00 2.8021 48 7.6920 63 7.4105 41 4.1708 43 Min. 6.1903 15 3.126 322 27.470 00 -1.5606 48 3.5547 76 3.2240 62 0.9932 52 Std. Dev. 0.7094 80 0.762 932 1.4656 35 0.9210 31 0.8897 69 0.8819 85 0.7691 07 Obs. 161 161 161 161 161 161 161

Sumber: Output Eviews 9.0 (data diolah)

Tabel 4.2, menunjukkan hasil dari statistik deskriptif penelitian

masing-masing variabel. Hasil uji statistik deskriptif terhadap harga saham

menunjukkan nilai minimum sebesar 6.190315, nilai maksimum sebesar

9.187583, dengan rata-rata (mean) sebesar 7.830532 dan memperoleh nilai

standar deviasi sebesar 0.709480. Hasil uji statistik deskriptif terhadap

Current Ratio (CR) menunjukkan nilai minimum sebesar 3.126322, nilai

maksimum sebesar 6.353639, dengan rata-rata (mean) sebesar 4.731412 dan

74

deskriptif terhadap Firm Size (FSA) menunjukkan nilai minimum sebesar

27.47000, nilai maksimum sebesar 33.14000, dengan rata-rata (mean)

sebesar 30.65789 dan memperoleh nilai standar deviasi sebesar 1.465635.

Hasil uji statistik deskriptif terhadap Return On Asset (ROA) menunjukkan

nilai minimum sebesar -1.560648, nilai maksimum sebesar 2.802148,

dengan rata-rata (mean) sebesar 1.062573 dan memperoleh nilai standar

deviasi sebesar 0.921031. Hasil uji statistik deskriptif terhadap Price to

Book Value (PBV) menunjukkan nilai minimum sebesar 3.554776, nilai

maksimum sebesar 7.692063, dengan rata-rata (mean) sebesar 5.589573 dan

memperoleh nilai standar deviasi sebesar 0.889769. Hasil uji statistik

deskriptif terhadap Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan nilai

minimum sebesar 3.224062, nilai maksimum sebesar 7.410541, dengan

rata-rata (mean) sebesar 4.860320 dan memperoleh nilai standar deviasi

sebesar 0.881985. Hasil uji statistik deskriptif terhadap Total Asset

Turnover (TATO) menunjukkan nilai minimum sebesar 0.993252, nilai

maksimum sebesar 4.170843, dengan rata-rata (mean) sebesar 2.567370 dan

memperoleh nilai standar deviasi sebesar 0.769107.

Variabel CR, FSA, ROA, PBV, DER, TATO dan Harga Saham

memiliki nilai rata-rata lebih besar dari nilai standar deviasi. Hal ini

menunjukkan bahwa kualitas data dari variabel tersebut baik, karena nilai

rata-rata yang lebih besar dari nilai standar deviasinya mengidentifikasikan

75 2. Uji Pemilihan Model Regresi Data Panel

Analisis model data panel dalam penelitian ini dilakukan dengan lima

model yaitu common effect model, fixed effect model, random effect model,

uji chow dan uji hausman.

a. Common Effect Model

Langkah pertama adalah dengan melakukan olah data

menggunakan pendekatan Common Effect Model (CEM).

Hasil pengolahan menggunakan program Eviews 9.0 seperti pada

tabel 4.3 di bawah ini:

Tabel 4.3

Hasil Regresi Data Panel Menggunakan Common Effect

Dependent Variable: Y_SAHAM? Method: Pooled Least Squares Date: 04/08/21 Time: 15:23 Sample (adjusted): 2015Q1 2020Q3 Included observations: 23 after adjustments Cross-sections included: 7

Total pool (balanced) observations: 161

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -1.755929 1.105990 -1.587653 0.1144 X1_CR? 0.507510 0.079292 6.400539 0.0000 X2_FSA? 0.150758 0.040734 3.701049 0.0003 X3_PBV? 0.814632 0.086278 9.441937 0.0000 X4_ROA? -0.195766 0.073345 -2.669120 0.0084 X5_DER? -0.307296 0.070421 -4.363715 0.0000 X6_TATO? -0.112405 0.101498 -1.107462 0.2698

R-squared 0.457505 Mean dependent var 7.830532

Adjusted R-squared 0.436369 S.D. dependent var 0.709480

S.E. of regression 0.532645 Akaike info criterion 1.620581

Sum squared resid 43.69140 Schwarz criterion 1.754555

Log likelihood -123.4567 Hannan-Quinn criter. 1.674979

F-statistic 21.64562 Durbin-Watson stat 0.433330

Prob(F-statistic) 0.000000

76 b. Fixed Effect Model

Langkah kedua dilakukan pengolahan data menggunakan

pendekatan Fixed Effect Model (FEM).

Hasil pengolahan menggunakan program Eviews 9.0 seperti pada

tabel 4.4 di bawah ini:

Tabel 4.4

Hasil Regresi Data Panel Menggunakan Fixed Effect

Dependent Variable: Y_SAHAM? Method: Pooled Least Squares Date: 04/08/21 Time: 15:23 Sample (adjusted): 2015Q1 2020Q3 Included observations: 23 after adjustments Cross-sections included: 7

Total pool (balanced) observations: 161

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -9.317440 4.786079 -1.946779 0.0535 X1_CR? 0.309125 0.087538 3.531313 0.0006 X2_FSA? 0.385815 0.152922 2.522951 0.0127 X3_PBV? 0.980618 0.084471 11.60887 0.0000 X4_ROA? -0.167103 0.071483 -2.337666 0.0207 X5_DER? -0.347744 0.127295 -2.731788 0.0071 X6_TATO? 0.094867 0.090384 1.049608 0.2956

Fixed Effects (Cross)

BALI--C 0.027773 CMNP--C 0.445925 IBST--C 1.154302 PGAS--C -0.373251 TBIG--C 0.132661 TLKM--C -0.787913 TOWR--C -0.599497 Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)

R-squared 0.736267 Mean dependent var 7.830532

Adjusted R-squared 0.714883 S.D. dependent var 0.709480

S.E. of regression 0.378836 Akaike info criterion 0.973873

Sum squared resid 21.24049 Schwarz criterion 1.222682

Log likelihood -65.39675 Hannan-Quinn criter. 1.074899

F-statistic 34.43117 Durbin-Watson stat 0.448376

Prob(F-statistic) 0.000000

77 c. Uji Chow

Langkah selanjutnya adalah dilakukan pengujian untuk memilih

model data panel yang akan digunakan. Untuk memilih common effect

atau fixed effect maka digunakan uji likelihood atau uji chow. Jika

probabilitasnya > 0.05 maka H₀ diterima, artinya model yang terpilih

adalah common effect. Dan sebaliknya, jika probabilitas < 0.05 maka H₀

ditolah dan Hₐ diterima, artinya model yang terpilih adalah fixed effect. Berikut merupakan hasil dari uji chow:

Tabel 4.5 Hasil Uji Chow

Redundant Fixed Effects Tests Pool: KODE

Test cross-section fixed effects

Effects Test Statistic d.f. Prob.

Cross-section F 26.072333 (6,148) 0.0000

Cross-section Chi-square 116.119969 6 0.0000

Sumber: Output Eviews 9.0 (data diolah)

Nilai yang harus diperhatikan pada uji chow adalah nilai

probabilitas dari F-Statistik. Hipotesis yang digunakan dalam uji chow

adalah sebagai berikut:

H₀ : Common Effect Model Hₐ : Fixed Effect Model

Berdasarkan tabel 4.5 di atas, model yang terpilih untuk sementara

adalah fixed effect. Hal ini dikarenakan nilai probabilitasnya adalah <

78 d. Random Effect Model

Setelah dilakukannya uji chow, maka dilakukan pengolahan data

dengan metode pendekatan Random Effect Model (REM) untuk

dibandingkan dengan Fixed Effect Model (FEM). Adapun hasil

pengolahan dari program Eviews 9.0 didapatkan data sebagai berikut:

Tabel 4.6

Hasil Regresi Data Panel Menggunakan Random Effect

Dependent Variable: Y_SAHAM?

Method: Pooled EGLS (Cross-section random effects) Date: 04/08/21 Time: 15:23

Sample (adjusted): 2015Q1 2020Q3 Included observations: 23 after adjustments Cross-sections included: 7

Total pool (balanced) observations: 161

Swamy and Arora estimator of component variances

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -1.755929 0.786620 -2.232245 0.0270 X1_CR? 0.507510 0.056395 8.999176 0.0000 X2_FSA? 0.150758 0.028971 5.203686 0.0000 X3_PBV? 0.814632 0.061364 13.27539 0.0000 X4_ROA? -0.195766 0.052165 -3.752790 0.0002 X5_DER? -0.307296 0.050086 -6.135396 0.0000 X6_TATO? -0.112405 0.072189 -1.557095 0.1215

Random Effects (Cross)

BALI--C -3.78E-11 CMNP--C -4.37E-12 IBST--C 6.56E-11 PGAS--C -2.15E-11 TBIG--C 4.09E-11 TLKM--C 5.09E-12 TOWR--C -4.78E-11 Effects Specification S.D. Rho

Cross-section random 8.42E-07 0.0000

Idiosyncratic random 0.378836 1.0000

Weighted Statistics

R-squared 0.457505 Mean dependent var 7.830532

Adjusted R-squared 0.436369 S.D. dependent var 0.709480

S.E. of regression 0.532645 Sum squared resid 43.69140

79

Prob(F-statistic) 0.000000

Unweighted Statistics

R-squared 0.457505 Mean dependent var 7.830532

Sum squared resid 43.69140 Durbin-Watson stat 0.433330

Sumber: Output Eviews 9.0 (data diolah) e. Uji Hausman

Langkah selanjutnya adalah memilih metode data panel yang akan

digunakan yaitu uji hausman. Uji hausman ini dilakukan untuk

menentukan model pendekatan yang digunakan fixed effect atau random

effect. Hipotesis yang digunakan dalam uji hausman adalah sebagai

berikut:

H₀ : Random Effect Model Hₐ : Fixed Effect Model

Jika nilai probabilitasnya > 0.05 maka H₀ diterima atau model yang

digunakan adalah pendekatan random effect.

Jika nilai probabilitasnya < 0.05 maka H₀ ditolak, artinya model

regresi data panel yang tepat digunakan adalah fixed effect.

Berikut ini merupakan hasil uji hausman:

Tabel 4.7 Hasil Uji Hausman

Correlated Random Effects - Hausman Test Pool: KODE

Test cross-section random effects

Test Summary

Chi-Sq.

Statistic Chi-Sq. d.f. Prob.

Cross-section random 156.434001 6 0.0000

80

Berdasarkan tabel 4.7 di atas, maka model yang terpilih adalah

Fixed Effect. Hal ini dikarenakan angka probabilitasnya < 0.05

(0.0000 < 0.05) yang berarti H₀ ditolak dan Hₐ diterima.

3. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Tabel 4.8 Hasil Uji Normalitas

0 4 8 12 16 20 -1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 Series: Residuals Sample 1 167 Observations 161 Mean -3.62e-15 Median 0.021732 Maximum 1.090318 Minimum -1.369731 Std. Dev. 0.522562 Skewness 0.052212 Kurtosis 2.778706 Jarque-Bera 0.401664 Probability 0.818050

Sumber: Output Eviews 9.0 (data diolah)

Berdasarkan histogram Uji Normalitas di atas dapat diketahui

bahwa Probability Jarque-Bera > 0.05 (0.818050 > 0.05) artinya data

pada penelitian ini berdistribusi secara normal. Oleh karena itu tidak

perlu dilakukan perbaikan atas data outlier.

b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada tidaknya

hubungan antar variabel bebas. Pada asumsi ini diharapkan dapat

81

asumsi multikolinearitas dilakukan dengan melihat Variance Inflation

Factor (VIF). Jika nilai VIF < 10 maka model dinyatakan tidak terdapat

gejala multikolinearitas. Berikut ini adalah pengujian multikolinearitas

menggunakan Centered VIF:

Tabel 4.9

Hasil Uji Multikolinearitas

Variance Inflation Factors Date: 04/08/21 Time: 15:30 Sample: 1 168

Included observations: 161

Coefficient Uncentered Centered

Variable Variance VIF VIF

C 1.223214 694.1495 NA X1_CR 0.006287 81.93463 2.063822 X2_FSA 0.001659 887.0211 2.010064 X3_PBV 0.007444 135.3036 3.323529 X4_ROA 0.005379 6.020246 2.573533 X5_DER 0.004959 68.65401 2.175546 X6_TATO 0.010302 41.97033 3.436624

Sumber: Output Eviews 9.0 (data diolah)

Berdasarkan hasil uji multikolinearitas di atas, terlihat nilai

Centered VIF lebih kecil dari 10. Dengan demikian model regresi yang

terbentuk tidak mengandung gejala multikolinearitas.

c. Uji Heteroskedastisitas

Asumsi heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui apakah

residual memiliki ragam yang homogen (konstan) atau tidak. Pengujian

asumsi heteroskedastisitas diharapkan residual memiliki ragam yang

homogen. Pengujian asumsi heteroskedastisitas dapat dilihat melalui uji

82 Tabel 4.10

Hasil Uji Heteroskedastisitas

Heteroskedasticity Test: White

F-statistic 0.594858 Prob. F(27,126) 0.9411

Obs*R-squared 17.41094 Prob. Chi-Square(27) 0.9205

Scaled explained SS 108.3344 Prob. Chi-Square(27) 0.0000

Sumber: Output Eviews 9.0 (data diolah)

Kriteria pengujian menyatakan jika semua probabilitas (Obs*R²) >

level of significance (α) maka dapat dinyatakan bahwa residual

menyebar secara acak atau memiliki ragam yang homogen, sehingga

dapat dinyatakan asumsi heteroskedastisitas terpenuhi. Berdasarkan

hasil uji asumsi heteroskedastisitas menggunakan Uji White

Heteroskedasticity diperoleh nilai Obs*R² sebesar 17.41094 dengan

probabilitas sebesar 0.9205. Hasil ini menunjukkan bahwa probabilitas

> level of significance (level α = 5%). Hal ini berarti residual memiliki

ragam homogen. Dengan demikian asumsi heteroskedastisitas

terpenuhi.

d. Uji Autokorelasi

Asumsi autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah pada korelasi

antar keseluruhan pangganggu (residual) pada periode t dengan

kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). Uji autokorelasi diharapkan

observasi residual tidak saling berkorelasi. Pengujian asumsi

autokorelasi dapat dilihat melalui Lagrange Multiplier Test (LM Test).

83 Tabel 4.11

Hasil Uji Autokorelasi

Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:

F-statistic 1.358835 Prob. F(2,145) 0.2602

Obs*R-squared 2.833250 Prob. Chi-Square(2) 0.2425

Sumber: Output Eviews 9.0 (data diolah)

Kriteria pengujian menyatakan jika semua probabilitas (Obs*R²) >

level of significance (α) atau (Obs*R²) > 0.05 maka dapat dinyatakan

bahwa observasi residual tidak saling berkorelasi, sehingga dapat

dinyatakan asumsi autokorelasi terpenuhi. Hasil pengujian asumsi

autokorelasi menggunakan Lagrange Multiplier Test (LM Test)

diperoleh nilai Obs*R² sebesar 2.833250 dengan probabilitas sebesar

0.2425. Hasil ini menunjukkan bahwa kedua probabilitas > level of

significance (level α = 5%). Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa

antar observasi residual tidak saling berkorelasi, sehingga asumsi

autokorelasi terpenuhi.

4. Hasil Uji Signifikansi

a. Uji Signifikansi Simultan (Uji F)

Uji F digunakan untuk mengetahui Current Ratio, Firm Size, Price

to Book Value, Return On Asset, Debt to Equity Ratio dan Total Asset Turnover terhadap Harga Saham secara simultan (Uji F). Uji F

digunakan untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel independen

secara keseluruhan atau bersama-sama terhadap variabel dependen.

84

Hₐ ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel independen secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel

dependen. Sedangkan apabila probabilitas < level of significance (0.05)

maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel independen berpengaruh signifikan secara simultan terhadap

variabel dependen. Uji hipotesis secara simultan dapat dilihat dari tabel

berikut:

Tabel 4.12 Hasil Uji F

Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)

R-squared 0.736267 Mean dependent var 7.830532

Adjusted R-squared 0.714883 S.D. dependent var 0.709480

S.E. of regression 0.378836 Akaike info criterion 0.973873

Sum squared resid 21.24049 Schwarz criterion 1.222682

Log likelihood -65.39675 Hannan-Quinn criter. 1.074899

F-statistic 34.43117 Durbin-Watson stat 0.448376

Prob(F-statistic) 0.000000

Sumber: Output Eviews 9.0 (data diolah)

Dengan hipotesis;

H₀ : CR, FSA, PBV, ROA, DER dan TATO secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham

Hₐ : CR, FSA, PBV, ROA, DER dan TATO secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham

Berdasarkan hasil uji F dapat dilihat bahwa nilai probabilitas

F-statistic sebesar 0.000000, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan

85

yang signifikan antara variabel independen (CR, FSA, PBV, ROA, DER

dan TATO) terhadap harga saham.

b. Uji Signifikansi Parsial (Uji t)

Uji t dilakukan untuk menunjukkan seberapa jauh Current Ratio,

Firm Size, Price to Book Value, Return On Asset, Debt to Equity Ratio

dan Total Asset Turnover secara parsial terhadap Harga Saham.

Pengujian secara parsial digunakan untuk menguji apakah pengaruh

variabel independen terhadap variabel dependen. Jika nilai probabilitas

> 0.05 atau 5% maka secara parsial variabel independen tidak

berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Sedangkan jika

nilai probabilitas < 0.05 atau 5% maka secara parsial variabel

independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Uji

hipotesis secara parsial dapat dilihat dari tabel berikut:

Tabel 4.13 Hasil Uji t

Dependent Variable: Y_SAHAM? Method: Pooled Least Squares Date: 04/08/21 Time: 15:23 Sample (adjusted): 2015Q1 2020Q3 Included observations: 23 after adjustments Cross-sections included: 7

Total pool (balanced) observations: 161

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -9.317440 4.786079 -1.946779 0.0535 X1_CR? 0.309125 0.087538 3.531313 0.0006 X2_FSA? 0.385815 0.152922 2.522951 0.0127 X3_PBV? 0.980618 0.084471 11.60887 0.0000 X4_ROA? -0.167103 0.071483 -2.337666 0.0207 X5_DER? -0.347744 0.127295 -2.731788 0.0071 X6_TATO? 0.094867 0.090384 1.049608 0.2956

Fixed Effects (Cross)

86 CMNP--C 0.445925 IBST--C 1.154302 PGAS--C -0.373251 TBIG--C 0.132661 TLKM--C -0.787913 TOWR--C -0.599497 Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)

R-squared 0.736267 Mean dependent var 7.830532

Adjusted R-squared 0.714883 S.D. dependent var 0.709480

S.E. of regression 0.378836 Akaike info criterion 0.973873

Sum squared resid 21.24049 Schwarz criterion 1.222682

Log likelihood -65.39675 Hannan-Quinn criter. 1.074899

F-statistic 34.43117 Durbin-Watson stat 0.448376

Prob(F-statistic) 0.000000

Sumber: Output Eviews 9.0 (data diolah)

Berdasarkan tabel 4.12 di atas, maka dapat ditarik kesimpulan

sebagai berikut:

1) Pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Harga Saham

Hasil pengujian dengan analisis regresi data panel di atas

menunjukkan bahwa nilai coefficient CR sebesar 0.309125 yang

menunjukkan bahwa arah koefisien positif, sedangkan probabilitas

CR sebesar 0.0006 < 0.05 menyebabkan H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa CR berpengaruh signifikan

terhadap harga saham.

2) Pengaruh Firm Size (FSA) terhadap Harga Saham

Hasil pengujian dengan analisis regresi data panel di atas

menunjukkan bahwa nilai coefficient FSA sebesar 0.385815 yang

menunjukkan bahwa arah koefisien positif, sedangkan probabilitas

87

Sehingga dapat disimpulkan bahwa FSA berpengaruh signifikan

terhadap harga saham.

3) Pengaruh Price to Book Value (PBV) terhadap Harga Saham

Hasil pengujian dengan analisis regresi data panel di atas

menunjukkan bahwa nilai coefficient PBV sebesar 0.980618 yang

menunjukkan bahwa arah koefisien positif, sedangkan probabilitas

PBV sebesar 0.0000 < 0.05 menyebabkan H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa PBV berpengaruh

signifikan terhadap harga saham.

4) Pengaruh Return On Asset (ROA) terhadap Harga Saham

Hasil pengujian dengan analisis regresi data panel di atas

menunjukkan bahwa nilai coefficient ROA sebesar -0.167103 yang

menunjukkan bahwa arah koefisien negatif, sedangkan probabilitas

ROA sebesar 0.0207 < 0.05 menyebabkan H₀ ditolak dan Hₐ

diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ROA berpengaruh

signifikan terhadap harga saham.

5) Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Harga Saham

Hasil pengujian dengan analisis regresi data panel di atas

menunjukkan bahwa nilai coefficient DER sebesar -0.347744 yang

menunjukkan bahwa arah koefisien negatif, sedangkan probabilitas

DER sebesar 0.0071 < 0.05 menyebabkan H₀ ditolak dan Hₐ

diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa DER berpengaruh

88

6) Pengaruh Total Asset Turnover (TATO) terhadap Harga Saham

Hasil pengujian dengan analisis regresi data panel di atas

menunjukkan bahwa nilai coefficient TATO sebesar 0.094867 yang

menunjukkan bahwa arah koefisien positif, sedangkan probabilitas

TATO sebesar 0.2956 > 0.05 menyebabkan H₀ diterima dan Hₐ

ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa TATO tidak

berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

c. Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R²)

Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar

kemampuan model dalam penelitian menerangkan variabel dependen.

Koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.14

Hasil Uji Adjusted R-Square

R-Squared 0.736267

Adjusted R-squared 0.714883

Sumber: Output Eviews 9.0 (data diolah)

Berdasarkan tabel 4.14 di atas besarnya nilai Adjusted R-square

adalah 0.714883. Hal ini menunjukkan bahwa Harga Saham dapat

dijelaskan oleh variabel (CR, FSA, PBV, ROA, DER dan TATO)

sebesar 71.48%. Sedangkan sisanya (100% - 71.48% = 28.52%)

89 5. Hasil Analisis Regresi Data Panel

Penelitian ini menguji pengaruh Current Ratio, Firm Size, Price to

Book Value, Return On Asset, Debt to Equity Ratio dan Total Asset Turnover

terhadap Harga Saham periode 2015-2020 triwulan III. Model yang dipakai

adalah Fixed Effect Model. Berikut hasil dari regresi panel dengan variabel

dependen Harga Saham.

Tabel 4.15

Hasil Regresi Data Panel Fixed Effect

Dependent Variable: Y_SAHAM? Method: Pooled Least Squares Date: 04/08/21 Time: 15:23 Sample (adjusted): 2015Q1 2020Q3 Included observations: 23 after adjustments Cross-sections included: 7

Total pool (balanced) observations: 161

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -9.317440 4.786079 -1.946779 0.0535 X1_CR? 0.309125 0.087538 3.531313 0.0006 X2_FSA? 0.385815 0.152922 2.522951 0.0127 X3_PBV? 0.980618 0.084471 11.60887 0.0000 X4_ROA? -0.167103 0.071483 -2.337666 0.0207 X5_DER? -0.347744 0.127295 -2.731788 0.0071 X6_TATO? 0.094867 0.090384 1.049608 0.2956

Fixed Effects (Cross)

BALI--C 0.027773 CMNP--C 0.445925 IBST--C 1.154302 PGAS--C -0.373251 TBIG--C 0.132661 TLKM--C -0.787913 TOWR--C -0.599497 Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)

R-squared 0.736267 Mean dependent var 7.830532

Adjusted R-squared 0.714883 S.D. dependent var 0.709480

S.E. of regression 0.378836 Akaike info criterion 0.973873

Sum squared resid 21.24049 Schwarz criterion 1.222682

Log likelihood -65.39675 Hannan-Quinn criter. 1.074899

90

Prob(F-statistic) 0.000000

Sumber: Output Eviews 9.0 (data diolah)

Y = -9.317440 + 0.309125CRit + 0.385815FSAit + 0.980618PBVit

0.167103ROAit – 0.347744DERit + 0.094867TATOit + e

Berdasarkan persamaan regresi diatas, maka dapat diinterpretasikan

sebagai berikut:

a. Berdasarkan persamaan diatas diperoleh besarnya konstanta sebesar

-9.317440. Hal ini mengindikasikan bahwa jika variabel independen

(CR, DER, ROA, TATO, PBV dan FSA) sama dengan (0), maka harga

saham sebesar -9.3174440 atau -931.744%.

b. Besarnya koefisien regresi Current Ratio (CR) sebesar 0.309125. Hal

ini mengindikasikan bahwa apabila variabel independen Current Ratio

(CR) naik sebesar 1% maka akan menaikan harga saham sebesar

0.309125 atau 30.9125%.

c. Besarnya koefisien regresi Firm Size (FSA) sebesar 0.385815. Hal ini

mengindikasikan bahwa apabila variabel independen Firm Size (FSA)

naik sebesar 1% maka akan menaikan harga saham sebesar 0.385815

38.5815%.

d. Besarnya koefisien regresi Price to Book Value (PBV) sebesar

0.980618. Hal ini mengindikasikan bahwa apabila variabel independen

Price to Book Value (PBV) naik sebesar 1% maka akan menaikan harga

91

e. Besarnya koefisien regresi Return On Asset (ROA) sebesar -0.167103.

Hal ini mengindikasikan bahwa apabila variabel independen Return On

Asset (ROA) naik sebesar 1% maka akan menurunkan harga saham

sebesar -0.167103 atau -16.7103%.

f. Besarnya koefisien regresi Debt to Equity Ratio (DER) sebesar

-0.347744. Hal ini mengindikasikan bahwa apabila variabel independen

Debt to Equity Ratio (DER) naik sebesar 1% maka akan menurunkan

harga saham sebesar -0.347744 atau -34.7744%.

g. Besarnya koefisien regresi Total Asset Turnover (TATO) sebesar

0.094867. Hal ini mengindikasikan bahwa apabila variabel independen

Total Asset Turnover (TATO) naik sebesar 1% maka akan menaikan

harga saham sebesar 0.094867 atau 9.4867%.

Dalam dokumen Oleh Deby Ulfarini NIM: (Halaman 91-110)

Dokumen terkait