BAB IV TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Temuan Hasil Penelitian
1. Deskriptif Variabel Penelitian
Sebelum dilakukan pengujian untuk mendapatkan hasil serta analisis
data, terlebih dahulu dilakukan analisis statistik deskriptif, untuk melihat
deskripsi singkat terhadap variabel-variabel yang berkaitan dengan
penelitian ini. Sebagaimana yang telah dijelaskan pada bab selanjutnya
bahwa penelitian ini melibatkan 6 (enam) variabel independen, yaitu
Current Ratio (CR), Firm Size (FSA), Price to Book Value (PBV), Return On Asset (ROA), Debt to Equity Ratio (DER) dan Total Asset Turnover
(TATO) dan 1 (satu) variabel dependen, yaitu Harga Saham.
Dengan menggunakan software Eviews 9.0 berikut hasil statistik
deskriptif dari data yang diolah sesuai dengan kriteria yang telah dipaparkan
sebelumnya, maka didapatkan output untuk mendeskripsikan data baik
untuk nilai minimum, maximum, mean dan standard deviation yang
kemudian dijelaskan satu persatu dari variabel-variabel yang ada dalam
penelitian ini, baik variabel independen dan variabel dependen, sehingga
73 Tabel 4.2
Uji Statistik Deskriptif
Harga
Saham
CR FSA ROA PBV DER TATO
Mean 7.8305 32 4.731 412 30.657 89 1.0625 73 5.5895 73 4.8603 20 2.5673 70 Max. 9.1875 83 6.353 639 33.140 00 2.8021 48 7.6920 63 7.4105 41 4.1708 43 Min. 6.1903 15 3.126 322 27.470 00 -1.5606 48 3.5547 76 3.2240 62 0.9932 52 Std. Dev. 0.7094 80 0.762 932 1.4656 35 0.9210 31 0.8897 69 0.8819 85 0.7691 07 Obs. 161 161 161 161 161 161 161
Sumber: Output Eviews 9.0 (data diolah)
Tabel 4.2, menunjukkan hasil dari statistik deskriptif penelitian
masing-masing variabel. Hasil uji statistik deskriptif terhadap harga saham
menunjukkan nilai minimum sebesar 6.190315, nilai maksimum sebesar
9.187583, dengan rata-rata (mean) sebesar 7.830532 dan memperoleh nilai
standar deviasi sebesar 0.709480. Hasil uji statistik deskriptif terhadap
Current Ratio (CR) menunjukkan nilai minimum sebesar 3.126322, nilai
maksimum sebesar 6.353639, dengan rata-rata (mean) sebesar 4.731412 dan
74
deskriptif terhadap Firm Size (FSA) menunjukkan nilai minimum sebesar
27.47000, nilai maksimum sebesar 33.14000, dengan rata-rata (mean)
sebesar 30.65789 dan memperoleh nilai standar deviasi sebesar 1.465635.
Hasil uji statistik deskriptif terhadap Return On Asset (ROA) menunjukkan
nilai minimum sebesar -1.560648, nilai maksimum sebesar 2.802148,
dengan rata-rata (mean) sebesar 1.062573 dan memperoleh nilai standar
deviasi sebesar 0.921031. Hasil uji statistik deskriptif terhadap Price to
Book Value (PBV) menunjukkan nilai minimum sebesar 3.554776, nilai
maksimum sebesar 7.692063, dengan rata-rata (mean) sebesar 5.589573 dan
memperoleh nilai standar deviasi sebesar 0.889769. Hasil uji statistik
deskriptif terhadap Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan nilai
minimum sebesar 3.224062, nilai maksimum sebesar 7.410541, dengan
rata-rata (mean) sebesar 4.860320 dan memperoleh nilai standar deviasi
sebesar 0.881985. Hasil uji statistik deskriptif terhadap Total Asset
Turnover (TATO) menunjukkan nilai minimum sebesar 0.993252, nilai
maksimum sebesar 4.170843, dengan rata-rata (mean) sebesar 2.567370 dan
memperoleh nilai standar deviasi sebesar 0.769107.
Variabel CR, FSA, ROA, PBV, DER, TATO dan Harga Saham
memiliki nilai rata-rata lebih besar dari nilai standar deviasi. Hal ini
menunjukkan bahwa kualitas data dari variabel tersebut baik, karena nilai
rata-rata yang lebih besar dari nilai standar deviasinya mengidentifikasikan
75 2. Uji Pemilihan Model Regresi Data Panel
Analisis model data panel dalam penelitian ini dilakukan dengan lima
model yaitu common effect model, fixed effect model, random effect model,
uji chow dan uji hausman.
a. Common Effect Model
Langkah pertama adalah dengan melakukan olah data
menggunakan pendekatan Common Effect Model (CEM).
Hasil pengolahan menggunakan program Eviews 9.0 seperti pada
tabel 4.3 di bawah ini:
Tabel 4.3
Hasil Regresi Data Panel Menggunakan Common Effect
Dependent Variable: Y_SAHAM? Method: Pooled Least Squares Date: 04/08/21 Time: 15:23 Sample (adjusted): 2015Q1 2020Q3 Included observations: 23 after adjustments Cross-sections included: 7
Total pool (balanced) observations: 161
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -1.755929 1.105990 -1.587653 0.1144 X1_CR? 0.507510 0.079292 6.400539 0.0000 X2_FSA? 0.150758 0.040734 3.701049 0.0003 X3_PBV? 0.814632 0.086278 9.441937 0.0000 X4_ROA? -0.195766 0.073345 -2.669120 0.0084 X5_DER? -0.307296 0.070421 -4.363715 0.0000 X6_TATO? -0.112405 0.101498 -1.107462 0.2698
R-squared 0.457505 Mean dependent var 7.830532
Adjusted R-squared 0.436369 S.D. dependent var 0.709480
S.E. of regression 0.532645 Akaike info criterion 1.620581
Sum squared resid 43.69140 Schwarz criterion 1.754555
Log likelihood -123.4567 Hannan-Quinn criter. 1.674979
F-statistic 21.64562 Durbin-Watson stat 0.433330
Prob(F-statistic) 0.000000
76 b. Fixed Effect Model
Langkah kedua dilakukan pengolahan data menggunakan
pendekatan Fixed Effect Model (FEM).
Hasil pengolahan menggunakan program Eviews 9.0 seperti pada
tabel 4.4 di bawah ini:
Tabel 4.4
Hasil Regresi Data Panel Menggunakan Fixed Effect
Dependent Variable: Y_SAHAM? Method: Pooled Least Squares Date: 04/08/21 Time: 15:23 Sample (adjusted): 2015Q1 2020Q3 Included observations: 23 after adjustments Cross-sections included: 7
Total pool (balanced) observations: 161
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -9.317440 4.786079 -1.946779 0.0535 X1_CR? 0.309125 0.087538 3.531313 0.0006 X2_FSA? 0.385815 0.152922 2.522951 0.0127 X3_PBV? 0.980618 0.084471 11.60887 0.0000 X4_ROA? -0.167103 0.071483 -2.337666 0.0207 X5_DER? -0.347744 0.127295 -2.731788 0.0071 X6_TATO? 0.094867 0.090384 1.049608 0.2956
Fixed Effects (Cross)
BALI--C 0.027773 CMNP--C 0.445925 IBST--C 1.154302 PGAS--C -0.373251 TBIG--C 0.132661 TLKM--C -0.787913 TOWR--C -0.599497 Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)
R-squared 0.736267 Mean dependent var 7.830532
Adjusted R-squared 0.714883 S.D. dependent var 0.709480
S.E. of regression 0.378836 Akaike info criterion 0.973873
Sum squared resid 21.24049 Schwarz criterion 1.222682
Log likelihood -65.39675 Hannan-Quinn criter. 1.074899
F-statistic 34.43117 Durbin-Watson stat 0.448376
Prob(F-statistic) 0.000000
77 c. Uji Chow
Langkah selanjutnya adalah dilakukan pengujian untuk memilih
model data panel yang akan digunakan. Untuk memilih common effect
atau fixed effect maka digunakan uji likelihood atau uji chow. Jika
probabilitasnya > 0.05 maka H₀ diterima, artinya model yang terpilih
adalah common effect. Dan sebaliknya, jika probabilitas < 0.05 maka H₀
ditolah dan Hₐ diterima, artinya model yang terpilih adalah fixed effect. Berikut merupakan hasil dari uji chow:
Tabel 4.5 Hasil Uji Chow
Redundant Fixed Effects Tests Pool: KODE
Test cross-section fixed effects
Effects Test Statistic d.f. Prob.
Cross-section F 26.072333 (6,148) 0.0000
Cross-section Chi-square 116.119969 6 0.0000
Sumber: Output Eviews 9.0 (data diolah)
Nilai yang harus diperhatikan pada uji chow adalah nilai
probabilitas dari F-Statistik. Hipotesis yang digunakan dalam uji chow
adalah sebagai berikut:
H₀ : Common Effect Model Hₐ : Fixed Effect Model
Berdasarkan tabel 4.5 di atas, model yang terpilih untuk sementara
adalah fixed effect. Hal ini dikarenakan nilai probabilitasnya adalah <
78 d. Random Effect Model
Setelah dilakukannya uji chow, maka dilakukan pengolahan data
dengan metode pendekatan Random Effect Model (REM) untuk
dibandingkan dengan Fixed Effect Model (FEM). Adapun hasil
pengolahan dari program Eviews 9.0 didapatkan data sebagai berikut:
Tabel 4.6
Hasil Regresi Data Panel Menggunakan Random Effect
Dependent Variable: Y_SAHAM?
Method: Pooled EGLS (Cross-section random effects) Date: 04/08/21 Time: 15:23
Sample (adjusted): 2015Q1 2020Q3 Included observations: 23 after adjustments Cross-sections included: 7
Total pool (balanced) observations: 161
Swamy and Arora estimator of component variances
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -1.755929 0.786620 -2.232245 0.0270 X1_CR? 0.507510 0.056395 8.999176 0.0000 X2_FSA? 0.150758 0.028971 5.203686 0.0000 X3_PBV? 0.814632 0.061364 13.27539 0.0000 X4_ROA? -0.195766 0.052165 -3.752790 0.0002 X5_DER? -0.307296 0.050086 -6.135396 0.0000 X6_TATO? -0.112405 0.072189 -1.557095 0.1215
Random Effects (Cross)
BALI--C -3.78E-11 CMNP--C -4.37E-12 IBST--C 6.56E-11 PGAS--C -2.15E-11 TBIG--C 4.09E-11 TLKM--C 5.09E-12 TOWR--C -4.78E-11 Effects Specification S.D. Rho
Cross-section random 8.42E-07 0.0000
Idiosyncratic random 0.378836 1.0000
Weighted Statistics
R-squared 0.457505 Mean dependent var 7.830532
Adjusted R-squared 0.436369 S.D. dependent var 0.709480
S.E. of regression 0.532645 Sum squared resid 43.69140
79
Prob(F-statistic) 0.000000
Unweighted Statistics
R-squared 0.457505 Mean dependent var 7.830532
Sum squared resid 43.69140 Durbin-Watson stat 0.433330
Sumber: Output Eviews 9.0 (data diolah) e. Uji Hausman
Langkah selanjutnya adalah memilih metode data panel yang akan
digunakan yaitu uji hausman. Uji hausman ini dilakukan untuk
menentukan model pendekatan yang digunakan fixed effect atau random
effect. Hipotesis yang digunakan dalam uji hausman adalah sebagai
berikut:
H₀ : Random Effect Model Hₐ : Fixed Effect Model
Jika nilai probabilitasnya > 0.05 maka H₀ diterima atau model yang
digunakan adalah pendekatan random effect.
Jika nilai probabilitasnya < 0.05 maka H₀ ditolak, artinya model
regresi data panel yang tepat digunakan adalah fixed effect.
Berikut ini merupakan hasil uji hausman:
Tabel 4.7 Hasil Uji Hausman
Correlated Random Effects - Hausman Test Pool: KODE
Test cross-section random effects
Test Summary
Chi-Sq.
Statistic Chi-Sq. d.f. Prob.
Cross-section random 156.434001 6 0.0000
80
Berdasarkan tabel 4.7 di atas, maka model yang terpilih adalah
Fixed Effect. Hal ini dikarenakan angka probabilitasnya < 0.05
(0.0000 < 0.05) yang berarti H₀ ditolak dan Hₐ diterima.
3. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Tabel 4.8 Hasil Uji Normalitas
0 4 8 12 16 20 -1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 Series: Residuals Sample 1 167 Observations 161 Mean -3.62e-15 Median 0.021732 Maximum 1.090318 Minimum -1.369731 Std. Dev. 0.522562 Skewness 0.052212 Kurtosis 2.778706 Jarque-Bera 0.401664 Probability 0.818050
Sumber: Output Eviews 9.0 (data diolah)
Berdasarkan histogram Uji Normalitas di atas dapat diketahui
bahwa Probability Jarque-Bera > 0.05 (0.818050 > 0.05) artinya data
pada penelitian ini berdistribusi secara normal. Oleh karena itu tidak
perlu dilakukan perbaikan atas data outlier.
b. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada tidaknya
hubungan antar variabel bebas. Pada asumsi ini diharapkan dapat
81
asumsi multikolinearitas dilakukan dengan melihat Variance Inflation
Factor (VIF). Jika nilai VIF < 10 maka model dinyatakan tidak terdapat
gejala multikolinearitas. Berikut ini adalah pengujian multikolinearitas
menggunakan Centered VIF:
Tabel 4.9
Hasil Uji Multikolinearitas
Variance Inflation Factors Date: 04/08/21 Time: 15:30 Sample: 1 168
Included observations: 161
Coefficient Uncentered Centered
Variable Variance VIF VIF
C 1.223214 694.1495 NA X1_CR 0.006287 81.93463 2.063822 X2_FSA 0.001659 887.0211 2.010064 X3_PBV 0.007444 135.3036 3.323529 X4_ROA 0.005379 6.020246 2.573533 X5_DER 0.004959 68.65401 2.175546 X6_TATO 0.010302 41.97033 3.436624
Sumber: Output Eviews 9.0 (data diolah)
Berdasarkan hasil uji multikolinearitas di atas, terlihat nilai
Centered VIF lebih kecil dari 10. Dengan demikian model regresi yang
terbentuk tidak mengandung gejala multikolinearitas.
c. Uji Heteroskedastisitas
Asumsi heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui apakah
residual memiliki ragam yang homogen (konstan) atau tidak. Pengujian
asumsi heteroskedastisitas diharapkan residual memiliki ragam yang
homogen. Pengujian asumsi heteroskedastisitas dapat dilihat melalui uji
82 Tabel 4.10
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Heteroskedasticity Test: White
F-statistic 0.594858 Prob. F(27,126) 0.9411
Obs*R-squared 17.41094 Prob. Chi-Square(27) 0.9205
Scaled explained SS 108.3344 Prob. Chi-Square(27) 0.0000
Sumber: Output Eviews 9.0 (data diolah)
Kriteria pengujian menyatakan jika semua probabilitas (Obs*R²) >
level of significance (α) maka dapat dinyatakan bahwa residual
menyebar secara acak atau memiliki ragam yang homogen, sehingga
dapat dinyatakan asumsi heteroskedastisitas terpenuhi. Berdasarkan
hasil uji asumsi heteroskedastisitas menggunakan Uji White
Heteroskedasticity diperoleh nilai Obs*R² sebesar 17.41094 dengan
probabilitas sebesar 0.9205. Hasil ini menunjukkan bahwa probabilitas
> level of significance (level α = 5%). Hal ini berarti residual memiliki
ragam homogen. Dengan demikian asumsi heteroskedastisitas
terpenuhi.
d. Uji Autokorelasi
Asumsi autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah pada korelasi
antar keseluruhan pangganggu (residual) pada periode t dengan
kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). Uji autokorelasi diharapkan
observasi residual tidak saling berkorelasi. Pengujian asumsi
autokorelasi dapat dilihat melalui Lagrange Multiplier Test (LM Test).
83 Tabel 4.11
Hasil Uji Autokorelasi
Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:
F-statistic 1.358835 Prob. F(2,145) 0.2602
Obs*R-squared 2.833250 Prob. Chi-Square(2) 0.2425
Sumber: Output Eviews 9.0 (data diolah)
Kriteria pengujian menyatakan jika semua probabilitas (Obs*R²) >
level of significance (α) atau (Obs*R²) > 0.05 maka dapat dinyatakan
bahwa observasi residual tidak saling berkorelasi, sehingga dapat
dinyatakan asumsi autokorelasi terpenuhi. Hasil pengujian asumsi
autokorelasi menggunakan Lagrange Multiplier Test (LM Test)
diperoleh nilai Obs*R² sebesar 2.833250 dengan probabilitas sebesar
0.2425. Hasil ini menunjukkan bahwa kedua probabilitas > level of
significance (level α = 5%). Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa
antar observasi residual tidak saling berkorelasi, sehingga asumsi
autokorelasi terpenuhi.
4. Hasil Uji Signifikansi
a. Uji Signifikansi Simultan (Uji F)
Uji F digunakan untuk mengetahui Current Ratio, Firm Size, Price
to Book Value, Return On Asset, Debt to Equity Ratio dan Total Asset Turnover terhadap Harga Saham secara simultan (Uji F). Uji F
digunakan untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel independen
secara keseluruhan atau bersama-sama terhadap variabel dependen.
84
Hₐ ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel independen secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel
dependen. Sedangkan apabila probabilitas < level of significance (0.05)
maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel independen berpengaruh signifikan secara simultan terhadap
variabel dependen. Uji hipotesis secara simultan dapat dilihat dari tabel
berikut:
Tabel 4.12 Hasil Uji F
Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)
R-squared 0.736267 Mean dependent var 7.830532
Adjusted R-squared 0.714883 S.D. dependent var 0.709480
S.E. of regression 0.378836 Akaike info criterion 0.973873
Sum squared resid 21.24049 Schwarz criterion 1.222682
Log likelihood -65.39675 Hannan-Quinn criter. 1.074899
F-statistic 34.43117 Durbin-Watson stat 0.448376
Prob(F-statistic) 0.000000
Sumber: Output Eviews 9.0 (data diolah)
Dengan hipotesis;
H₀ : CR, FSA, PBV, ROA, DER dan TATO secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham
Hₐ : CR, FSA, PBV, ROA, DER dan TATO secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham
Berdasarkan hasil uji F dapat dilihat bahwa nilai probabilitas
F-statistic sebesar 0.000000, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan
85
yang signifikan antara variabel independen (CR, FSA, PBV, ROA, DER
dan TATO) terhadap harga saham.
b. Uji Signifikansi Parsial (Uji t)
Uji t dilakukan untuk menunjukkan seberapa jauh Current Ratio,
Firm Size, Price to Book Value, Return On Asset, Debt to Equity Ratio
dan Total Asset Turnover secara parsial terhadap Harga Saham.
Pengujian secara parsial digunakan untuk menguji apakah pengaruh
variabel independen terhadap variabel dependen. Jika nilai probabilitas
> 0.05 atau 5% maka secara parsial variabel independen tidak
berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Sedangkan jika
nilai probabilitas < 0.05 atau 5% maka secara parsial variabel
independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Uji
hipotesis secara parsial dapat dilihat dari tabel berikut:
Tabel 4.13 Hasil Uji t
Dependent Variable: Y_SAHAM? Method: Pooled Least Squares Date: 04/08/21 Time: 15:23 Sample (adjusted): 2015Q1 2020Q3 Included observations: 23 after adjustments Cross-sections included: 7
Total pool (balanced) observations: 161
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -9.317440 4.786079 -1.946779 0.0535 X1_CR? 0.309125 0.087538 3.531313 0.0006 X2_FSA? 0.385815 0.152922 2.522951 0.0127 X3_PBV? 0.980618 0.084471 11.60887 0.0000 X4_ROA? -0.167103 0.071483 -2.337666 0.0207 X5_DER? -0.347744 0.127295 -2.731788 0.0071 X6_TATO? 0.094867 0.090384 1.049608 0.2956
Fixed Effects (Cross)
86 CMNP--C 0.445925 IBST--C 1.154302 PGAS--C -0.373251 TBIG--C 0.132661 TLKM--C -0.787913 TOWR--C -0.599497 Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)
R-squared 0.736267 Mean dependent var 7.830532
Adjusted R-squared 0.714883 S.D. dependent var 0.709480
S.E. of regression 0.378836 Akaike info criterion 0.973873
Sum squared resid 21.24049 Schwarz criterion 1.222682
Log likelihood -65.39675 Hannan-Quinn criter. 1.074899
F-statistic 34.43117 Durbin-Watson stat 0.448376
Prob(F-statistic) 0.000000
Sumber: Output Eviews 9.0 (data diolah)
Berdasarkan tabel 4.12 di atas, maka dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut:
1) Pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Harga Saham
Hasil pengujian dengan analisis regresi data panel di atas
menunjukkan bahwa nilai coefficient CR sebesar 0.309125 yang
menunjukkan bahwa arah koefisien positif, sedangkan probabilitas
CR sebesar 0.0006 < 0.05 menyebabkan H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa CR berpengaruh signifikan
terhadap harga saham.
2) Pengaruh Firm Size (FSA) terhadap Harga Saham
Hasil pengujian dengan analisis regresi data panel di atas
menunjukkan bahwa nilai coefficient FSA sebesar 0.385815 yang
menunjukkan bahwa arah koefisien positif, sedangkan probabilitas
87
Sehingga dapat disimpulkan bahwa FSA berpengaruh signifikan
terhadap harga saham.
3) Pengaruh Price to Book Value (PBV) terhadap Harga Saham
Hasil pengujian dengan analisis regresi data panel di atas
menunjukkan bahwa nilai coefficient PBV sebesar 0.980618 yang
menunjukkan bahwa arah koefisien positif, sedangkan probabilitas
PBV sebesar 0.0000 < 0.05 menyebabkan H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa PBV berpengaruh
signifikan terhadap harga saham.
4) Pengaruh Return On Asset (ROA) terhadap Harga Saham
Hasil pengujian dengan analisis regresi data panel di atas
menunjukkan bahwa nilai coefficient ROA sebesar -0.167103 yang
menunjukkan bahwa arah koefisien negatif, sedangkan probabilitas
ROA sebesar 0.0207 < 0.05 menyebabkan H₀ ditolak dan Hₐ
diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ROA berpengaruh
signifikan terhadap harga saham.
5) Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Harga Saham
Hasil pengujian dengan analisis regresi data panel di atas
menunjukkan bahwa nilai coefficient DER sebesar -0.347744 yang
menunjukkan bahwa arah koefisien negatif, sedangkan probabilitas
DER sebesar 0.0071 < 0.05 menyebabkan H₀ ditolak dan Hₐ
diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa DER berpengaruh
88
6) Pengaruh Total Asset Turnover (TATO) terhadap Harga Saham
Hasil pengujian dengan analisis regresi data panel di atas
menunjukkan bahwa nilai coefficient TATO sebesar 0.094867 yang
menunjukkan bahwa arah koefisien positif, sedangkan probabilitas
TATO sebesar 0.2956 > 0.05 menyebabkan H₀ diterima dan Hₐ
ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa TATO tidak
berpengaruh signifikan terhadap harga saham.
c. Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R²)
Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar
kemampuan model dalam penelitian menerangkan variabel dependen.
Koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.14
Hasil Uji Adjusted R-Square
R-Squared 0.736267
Adjusted R-squared 0.714883
Sumber: Output Eviews 9.0 (data diolah)
Berdasarkan tabel 4.14 di atas besarnya nilai Adjusted R-square
adalah 0.714883. Hal ini menunjukkan bahwa Harga Saham dapat
dijelaskan oleh variabel (CR, FSA, PBV, ROA, DER dan TATO)
sebesar 71.48%. Sedangkan sisanya (100% - 71.48% = 28.52%)
89 5. Hasil Analisis Regresi Data Panel
Penelitian ini menguji pengaruh Current Ratio, Firm Size, Price to
Book Value, Return On Asset, Debt to Equity Ratio dan Total Asset Turnover
terhadap Harga Saham periode 2015-2020 triwulan III. Model yang dipakai
adalah Fixed Effect Model. Berikut hasil dari regresi panel dengan variabel
dependen Harga Saham.
Tabel 4.15
Hasil Regresi Data Panel Fixed Effect
Dependent Variable: Y_SAHAM? Method: Pooled Least Squares Date: 04/08/21 Time: 15:23 Sample (adjusted): 2015Q1 2020Q3 Included observations: 23 after adjustments Cross-sections included: 7
Total pool (balanced) observations: 161
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -9.317440 4.786079 -1.946779 0.0535 X1_CR? 0.309125 0.087538 3.531313 0.0006 X2_FSA? 0.385815 0.152922 2.522951 0.0127 X3_PBV? 0.980618 0.084471 11.60887 0.0000 X4_ROA? -0.167103 0.071483 -2.337666 0.0207 X5_DER? -0.347744 0.127295 -2.731788 0.0071 X6_TATO? 0.094867 0.090384 1.049608 0.2956
Fixed Effects (Cross)
BALI--C 0.027773 CMNP--C 0.445925 IBST--C 1.154302 PGAS--C -0.373251 TBIG--C 0.132661 TLKM--C -0.787913 TOWR--C -0.599497 Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)
R-squared 0.736267 Mean dependent var 7.830532
Adjusted R-squared 0.714883 S.D. dependent var 0.709480
S.E. of regression 0.378836 Akaike info criterion 0.973873
Sum squared resid 21.24049 Schwarz criterion 1.222682
Log likelihood -65.39675 Hannan-Quinn criter. 1.074899
90
Prob(F-statistic) 0.000000
Sumber: Output Eviews 9.0 (data diolah)
Y = -9.317440 + 0.309125CRit + 0.385815FSAit + 0.980618PBVit –
0.167103ROAit – 0.347744DERit + 0.094867TATOit + e
Berdasarkan persamaan regresi diatas, maka dapat diinterpretasikan
sebagai berikut:
a. Berdasarkan persamaan diatas diperoleh besarnya konstanta sebesar
-9.317440. Hal ini mengindikasikan bahwa jika variabel independen
(CR, DER, ROA, TATO, PBV dan FSA) sama dengan (0), maka harga
saham sebesar -9.3174440 atau -931.744%.
b. Besarnya koefisien regresi Current Ratio (CR) sebesar 0.309125. Hal
ini mengindikasikan bahwa apabila variabel independen Current Ratio
(CR) naik sebesar 1% maka akan menaikan harga saham sebesar
0.309125 atau 30.9125%.
c. Besarnya koefisien regresi Firm Size (FSA) sebesar 0.385815. Hal ini
mengindikasikan bahwa apabila variabel independen Firm Size (FSA)
naik sebesar 1% maka akan menaikan harga saham sebesar 0.385815
38.5815%.
d. Besarnya koefisien regresi Price to Book Value (PBV) sebesar
0.980618. Hal ini mengindikasikan bahwa apabila variabel independen
Price to Book Value (PBV) naik sebesar 1% maka akan menaikan harga
91
e. Besarnya koefisien regresi Return On Asset (ROA) sebesar -0.167103.
Hal ini mengindikasikan bahwa apabila variabel independen Return On
Asset (ROA) naik sebesar 1% maka akan menurunkan harga saham
sebesar -0.167103 atau -16.7103%.
f. Besarnya koefisien regresi Debt to Equity Ratio (DER) sebesar
-0.347744. Hal ini mengindikasikan bahwa apabila variabel independen
Debt to Equity Ratio (DER) naik sebesar 1% maka akan menurunkan
harga saham sebesar -0.347744 atau -34.7744%.
g. Besarnya koefisien regresi Total Asset Turnover (TATO) sebesar
0.094867. Hal ini mengindikasikan bahwa apabila variabel independen
Total Asset Turnover (TATO) naik sebesar 1% maka akan menaikan
harga saham sebesar 0.094867 atau 9.4867%.