• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Temuan Khusus

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti melalui proses observasi dan wawancara yang dilakukan untuk mendapatkan informasi terkait dengan Perspektif Masyarakat terhadap Mantan Narapidana Narkoba di Mandahiling Pagaruyung. Peneliti melakukan wawncara kepada ketua pemuda, Bidan desa, niniak mamak, dan masyarakat terdekat di Mandahiliang.

1. Pandangan masyarakat Mandahiling terhadap mantan narapidana narkoba.

Berdasarkan penelitian tentang Prespektif Masyarakat Mandahiling Pagaruyung terdapat beberapa pandangan yang ditujukan kepada mantan narapidana. Ada beberapa uraian pandangan masyarakat Mandahiling terhadap mantan narapidana narkoba. yaitu:

a. Mantan narapidana tidak berubah

Setelah mencoba memasuki rumah tahanan mantan narapidana narkoba belum melakukan perubahan kearah yang lebih baik. Hal ini memicu pandangan negatif dari masyarakat Mandahiling Pagaruyung yang kemudian memberikan pandangan yang negatif.

Mereka menggangap bahwa masuk dan keluarnya mantan narapidana narkoba dari rumah tahanan tidak mempengaruhi sebuah perubahan ke arah yang lebih baik. Hal ini diungkapkan oleh ketua pemuda jorong Mandahiling Rehan Kamil pada hari Selasa, 8 Desember 2020.

“Menurut pandangan saya respek saya terhadap mantan narapidana berkurang karena kelakuannya tidak berubah malah setelah masuk dan keluar dari penjara narapidana narkoba masih melakukan tindakan kiminal atau perbuatan yang melanggar tersebut, kalau perubahan sebagian kecil dari mantan narapidana narkoba tersebut tapi sebagian lagi malah perlakuannya sama sebelum atau sesudah masuk kedalam penjara jadi sebelum masuk penjara menjadi pemakai dan setelah keluar ada yang jadi pengedar langsung jadi istilahnya menjadi jadi kelakuan buruknya, kalau agama umumnya mantan narapidana narkoba kurang baik agamanya. Kalau agamanya baik tidak mungkin memakai narkoba tersebut karna jelas-jelas itu barang haram”.55

Tambahannya menurut Imam Satria pada wawancara di hari yang sama Selasa, 8 Desember 2020.

“Mengenai perubahanya yang kami lihat di sekitar ini sebagian besar yang pernah memakai narkoba dan yang terlibat dengan narkoba ini dan yang sudah diberi hukuman belum beberapa oknum yang ada perubahan malah peningkatan dalam memakai, kata orang semakin menjadi-jadi tingkah lakunya itu yang awalnya cuman makai besoknya malah menjadi pengedar malah tambah parah, kalau mengenai keagamaan tentang pelaku narkoba ini ya saya lihat belum ada pemingkatan yang biasanya tidak solat jum’at sekarangpun masih belum sholat jum’at. Untuk pergaulanya sendiri tidak bisa dikatakan terlalu berinteraksi dengan mayarakat sekitar”. 56

55 Wawancara. Rehan Kamil. Tanggal 08-12-2020. Jam 07.19

Dalam wawancara yang dilakukan dengan Imam Satria sebagai narasumber Prespektif masyarakat terhadap mantan narapidana narkoba Imam menyatakan bahwa menurutnya pemakai narkoba merupakan suatu tindakan kesalahan yang besar karna itu prilakuyang tidak baik karna itu memang salah yang dia lakukan.

Begitu juga menurut narasumber yang ketiga ibuk bidan (Ratna Zuwelmi)

“Menurut saya mantan narapidana narkoba ini jarang sekali berubah karena mereka sudah kecanduan atau sudah kebiasaan dalam hidupnya sehari-hari. Untuk keimanannya narapidana narkoba tergantung pada keimananya kalau keimananya kuat tentang agama mantan narapidana narkoba akan berubah atau berhenti untuk melakukan tindakan narkoba yang kurang baik itu. Untuk penerimaan mantan narapidanan narkoba ini tergantung pada masyarakat setempat karna rasa cemas anak atau keluarganya ikut-ikutan dalam masalah narkoba. Mantan narapidana narkoba sering kali mengulangi kesalahanya”.57

Hal yang sama dituturkan oleh narasumber yang ke empat, ibuk Elvi Yusta, sebagai berikut:

“Kalaupun ado diantaro mantan narapidana yang berubah lah mungkin yo, tapi banyak juo yang ndk berubah contohnyo jo di siko ko jolah di daerah wak ko baru nyo kalua patang dari panjaro ndk bara bulan do nyo tatangkok lo liak masuak lo nyo k dalam liak, manuruik ibuk mantan narapidana narkoba ko agamanyo tergantung keimannyo jadi buk caliak sebagiannyo ado yang berubah lah pai jumak. Untuk penerimaanyo tu diterima lainnyo karano anak-anak itu lah dakek jo ibuk tamasuak urang tuonyo. Dan ibuk berharap anak-anak tu berubah”.58

57 Wawancara. Ratna Zuwelmi. Tanggal 08-12-2020 Jam 18-03

Terakhir narasumber yang kelimapun oleh bapak Mukhalis menyatakan bahwa:

“Masalah narkoba di Mandahiling ko banyak yang lah terpengaruh masalah narkoba, ado nan lah kalua nyo lai agak insaf sketek sabagian juo ado nan ndk barubah nan apak camehan jan sampai narkoba ko mempengaruhi lingkungan atau anak-anak ketek jan sampai tabaok pulo masalah iko jadi kok dapek jan sampai taulang. Untuk malah agama mantan narapidana narkoba ko di sekitar kitoko ado beberapo urang yang telah masuak atau di tangkok dek polisi masalah narkoba setelah nyo kalua ko ado nyo ko yang telah barubah artinyo masalah keagamaan apak caliak tiok-tiok hari jum’at lai shoolat nyo dimasajik, jadi nan alum barubahko kadang urang pai jumaik nyo ndk pai sambayang do, masalah penerimaan mantan narapidana narkoba ko mau ndk mau harus diterima karano nyo tetangga awak”.59

b. Mantan Narapidana Merugikan masyarakat

Narasumber pertama Rehan Kamil menyatakan bahwa mantan narapidana sangat merugikan masyarakat Mandahiling dibuktikan dengan pernyataan langsung dari narasumber yang di uraikan sebagai berikut.

“Selanjutnya menurut saya narapidana narkoba tersebut merugikan masyarakat sekitar baik materil maupun non materil contohnya mencemarkan nama baik kampung terutama nama baik keluarga mereka sendiri”.60

Hal yang sama yang di ungkapkan oleh narasumber ke dua, Imam Satria menyatakan bahwa:

“Akses bagi mantan narapidana narkoba itu tidak ada karena orang menjadi was-was, jadi ragu jadi tidak terlalu

59 Wawancara. Mukhalis. Tanggal 09-12-2020. Jam 20.06

atau bisa dikatakan tidak mempercayai lagi para pelaku meskipun mereka sudah dikatakan berubah”.61

Narasumber ke tiga oleh Ratna Zuwelmi yang mengatakan bahwa ketakutan masyarakat terhadap mantan narapidana dipicu oleh mantan narapidana tersebut sehingga masyarakat menjadi was-was atau takut keluarganya ikut-ikutan. Dibuktikan oleh pernyataan langsung dari narasumber, sebagai berikut:

“Kebanyakan masyarakat ada merasa cemas, takut karena dia terpengaruhi atau keluarganya ikut-ikutan”.62

Begitu juga pernyataan dari narasumber yang ke empat, ibuk Elvi Yusta.

“Ibuk sebagai urang tuo mempunyai anak bujang jadi takuik atau khawatir anak ko tajarumus ka narkoba ko dari pado itu itulah yang mambuek khawatir ibuk sebagai urang tuo”63

Pernyataan selanjutnya dari narasumber kelima yaitu Bapak Mukhalis

“Kalau kecemasan dek ambo yo jan sampai tabaok adiak-adiak masalah narkoba ko. Cukuik inyo surang jo nan manangguang.”64

c. Masyarakat tidak terlalu menghiraukan keberadaan mantan narapidana narkoba

61Wawancara. Imam Satria. Tanggal 08-12-2020. Jam 08.31

62 Wawancara. Ratna Zuwelmi. Tanggal 08-12-2020 Jam 18-03

63 Wawancara. Elvi Yusta. Tanggal 09-122020 Jam 19.59

Dari hasil wawancara yang dilakukan pada masyarakat Mandahiling, Pagaruyung di dapati bahwasanya masyarakat tidak terlalu menghiraukan atau acuh tak acuh terhadap keberadaan dari mantan narapidana. Hal ini dikarenakan masyarakat tidak melihat perubahan dari mantan narapina selepas kepulangannya dari rumah tahanan.

Pernyataan dari narasumber pertama terkait ketidakpedulian masyarakat terhadap mantan narapidana dengan tuturan sebagai berikut:

“Saya lihat napi tersebut kurang berinteraksi dengan masyarakat, karena melakukan kesalahan yang sangat fatal.65

Didukung oleh Pernyataan menurut Imam Satria

“Menurut saya pribadi apapun khasus yang diakukan baik itu mantan narapidana narkoba ataupun kasus yang lainpun selagi mereka memang sudah benar-benar berubah ya tidak masalah masih bisa diterima”.66

Tambahan informasi narasumber ketiga oleh Ratna Zuwelmi menyatakan bahwa

“masyarakat tidak terlalu menghiraukan keberadaan dari narapidana hanya saja merasa cemas dan takut anak atau keluarganya ikut terjerumus kedalam narkoba”67

Selanjutnya narasumber keempat oleh Elvi Yusta menyatakan bahwa

65 Wawancara. Rehan Kamil. Tanggal 08-12-2020. Jam 07.19

66 Wawancara. Imam Satria. Tanggal 08-12-2020. Jam 08.31

“Sabananyo penerimaan masyarakat lai juo nyo hanyo sajo dek inyo maulangnyo baliak jadi ndk ado raso pacayo masyarakat ko dek nyo doh malah raso hawatir nan timbua deknyo”68

Terakhir pernyataan oleh narasumber Mukhalis yang menyatakan bahwa

“Masalah narapidana narkoba ko iyo harus ditarimo di masyarakat soboknyo nyo kan lah warga siko juo tetangga wak lah tibonyo. Hanyo sajo jan sampai tabaok adiak-adiaknyo”69

Uraian dari wawancara diatas didukung oleh teori dari Goffman dalam Zainul Akhyar dkk, (2014).

2. Respon dari mantan narapidana narkoba terhadap pandangan masyarakat Mandahiling Pagaruyung.

Berdasarkan penelitian tentang Prespektif Masyarakat Mandahiling Pagaruyung terdapat beberapa pandangan yang ditujukan kepada mantan narapidana. Peneliti melakukan wawancara kepada mantan narapidana narkoba (Riski) dalam Prespektif Masyarakat terhadap Mantan Narapidana Narkoba di Mandahiling Pagaruyung, Senin, 7 Desember 2020.

Berikut pernyataannya:

“Pandangan masyarakat ko acuh sajo, masyarakat ko kadang katiko wak barado di kadai dan untuak balanjo kadang wak ndk teralu dihiraukanyo terlalu cuek se nampaknyo, jadi wak raso kayak dikucilkan sajo, padahal dulu sabalumnyo katiko awak alum jadi mantan narapidana narkoba ko lai elok-elok se

68 Wawancara. Elvi Yusta. Tanggal 09-122020 Jam 19.59

nampaknyo jadi perlakuanyo ko nampak se barubah katiko wak lah kalua panjaro. Dan kini wak diperlakuan kayak urang kurang sanang se mancaiak wak, apolai katiko wak lah balanjo di kadai ndak terlalu diiyoan bana do, tapi ndak lo sado masyarakat ko nan modetu ado lo masyarakat ko yang lai maagia arahan atau nasehat untuak ka arah nan elok supayo ndk taulang lo baiak.

Kadang sikap masyarakat ko yo ado nan ndak eloknyo kadang taibo pulo hati wak deknyo tapi wak ndak berlarut lo do ndak lo ambiak pusiang bana apopun omongan urang tu tentang wak, wak ndak terlalu pikian bana, hiduik-hiduik wak jadi terserah urang se lah nio ngecek apo nyo.

Katiko awak di perlakuan elok dek urang tantunyo dengan senang hati wak tarimo perlakuan urang tu, ko nyo maagia saran atau mansehati jo elok-elok yo awak tarimo nasehatnyo tu.70

Peneliti melakukan wawancara kepada mantan narapidana narkoba yang lain (Yudi) dalam rangka mencari Prespektif Masyarakat terhadap Mantan Narapidana Narkoba di Mandahiling Pagaruyung, Jumat, 11 Desember 2020.

Berikut pernyataannya:

“Kadang masyarakat ko ndak peduli se lai, lah acuh sajo inyo ndk lo begitu nyo permasalahan bana, cuman kadang ndak lamak sajo caronyo do ado se sebagian masyarakat ko nan balain se caro mancaliaknyo. Kayak mancaliak buruak se nyo ka awak. Dari tatapan mato urang kan bisa wak manilai mah suko atau ndaknyo urang ka awak. Tapi lai ndak sado masyarakat nan modetu do. Cuman dek apo nan lah wak lakuan ko kebanyakan buruak se caro caliak urang ka wak lai.

Kalau awak surang sih cuek se nyo, walau kadang wak lai pulo tasigguang dek nyo, walau medetu tapi wak ndk lo peduli bana do, lai ndk terlalu wak pikian bana lo do, biaso sajo dek wak nyo ndk peduli bana lo wak lai do ba a pandangan urang ka wak.

Katiko wak dapek perlakuan elok tu wak baleh pulo memperlakukan urang tu jo caro elok pulo, lai ndk do wak perlakuan urang tu jo caro buruak katiko wak di perlakuan elok.71

Dokumen terkait