• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Temuan Umum

B. Temuan Khusus

1. Strategi KPAN Dalam Melindungi Anak Dari Tindakan Kejahatan Anak yang menjadi korban tindakan kejahatan sudah semestinya mendapatkan perlindungan dan penanganan dari berbagai pihak. Dan hal itu dibutuhkan strategi dalam penanganannya yang mampu mencegah dan menangani tindakan kejahatan. Karena saat sekarang ini keberlangsungan anak sebagai generasi mulai terancam dengan tindakan-tindakan yang tidak manusiawi, dan hal ini tidaklah menjadi rahasia umum lagi melainkan sudah menjadi hal yang biasa.

Terlebih lagi, perbandingan populasi antara orang dewasa dengan anak-anak lebih banyak mendominasi. Makanya fenomena kejahatan

58 Lasmidar, (Wakil Ketua KPAN Batu Balang), Wawancara, Nagari Batu Balang Kabupaten Lima Puluh Kota, 1 Oktober 2021

terhadap anak di Nagari Batu Balang sendiri menurut salah satu anggota KPAN Nagari Batu Balang, ibu Nur sebagai berikut :

“Kalau menurut saya, tindakan kejahatan itu terjadi, karena adanya penyimpangan di dalam lingkungan, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan yang lebih luas. Dan penyimpangan itu terkait dengan sistem atau norma di dalam lingkunan itu sendiri. Ketika ada seseorang yang menyimpang, maka akan timbul reaksi kejahatan, kalau seseorang itu memahami bahwa yang ia lakukan adalah sebuah penyimpangan, maka kejahatan tidak akan terjadi. Jadi, kejahatan itu terjadi karena adanya penyimpangan terhadap sistem didalam suatu lingkungan, baik itu lingkungan keluarga ataupun lingkungan luas sekalipun.59

Ungkapan dari informan menjelaskan bahwa tindakan kejahatan bermula dari tidak adanya kepatuhan seseorang dalam bermasyarakat, terhadap suatu sistem, yang berupa aturan atau norma yang sudah dibuat dalam lingkungan kemasyarakatan. Ketika seseorang melanggar ataupun melampaui batas suatu aturan maka seseorang itu dikatakan telah meyimpang dari segi hukum ataupun dari norma-norma masyarakat, seperti norma agama, kesopanan, kesusilaan dan lain sebagainya. Dan jika seseorang itu mengetahui bahwa itu perbuatan menyimpang, yang bertolak belakang dari segi hukum ataupun norma sosial, maka tindakan kejahatan itu tidak akan terjadi.

Hal ini juga dijelaskan oleh sekretaris dari KPAN Nagari Batu Balang, Ibu Sopiati, sebagai berikut:

“Tontu sangat miris, soalnyakan kejahatan itu banyak macamnyo, banyak pulo modusnya. Korbanyopun beragam, apalagi pelakunya. Kalau dulukan kejahatan yang kami terima hanyalah anak-anak yang tidak mendapatkan akta kelahiran,

59Nur, (Anggota KPAN Nagari Batu Balang), Wawancara Pribadi, 22 Juni 2021

sedangkan sekarang kami telah mendampingi anak yang menerima tindakan kekerasan dari ayahnya sendiri. Dan kejahatan iko dulu kita peroleh dari orang jahat ataupun orang lain, kalau sekarang kita lihat tidak dari orang lain lagi melainkan dari orang-orang terdekat anak. Makanya hal ini amat sangat miris dan sangat di sayangkan.”60

Dari apa yang disampaikan oleh informan, fenomena kejahatan di Nagari Batu Balang cukup memprihatinkan karena di lihat dari kasus yang di dampingi sekarang yang meningkat dan dengan pelakunya saat ini tidak lagi dari orang jahat ataupun orang lain, melainkan dari orang-orang terdekat korban sendiri misalnya keluarga, teman, tetangga, dan lain-lain. Karena itulah fenomena ini cukup miris jika dilihat dan kritis untuk segera ditangani dan ditindaklajuti, karena anak merupakan generasi penerus cita-cita bangsa. Dalam hal ini sekretaris wali Nagari Batu Balang berpendapat bahwa:

“Anak merupakan anugerah terindah sekaligus amanah yang diberikan oleh Allah SWT, yang diberikan kepada orang tua dan keluarga untuk dilindungi dengan sebaik-baiknya. Dan yang pada dasarnya undang-undang juga telah menjelaskan ketentuan-ketentuan dalam melindungi anak.”61

Setelah melakukan wawancara, peneliti melakukan pengamatan terhadap kasus-kasus yang didampingi oleh KPAN. Terlihat bahwa kasus-kasus yang didampingi oleh KPAN meningkat. Hal ini dapat di lihat pada dokumen di bawah sebagai berikut:

60Sopiati, (Sekretaris KPAN Nagari Batu Balang), Wawancara Pribadi, 22 Juni 2021

61Syawal, (Sekretaris, nagari Batu Balang), Wawancara secara Pribadi, 21 Juni 2021

Gambar 4.4. Data kasus yang didampingi oleh KPAN di Nagari Batu Balang.

Terlihat pada dokumen di atas kasus yang didampingi oleh KPAN Nagari Batu Balang sangat miris, karena kejahatan yang diperoleh anak tidak lagi dari orang-orang yang jauh melainkan dari orang-orang terdekat. Ini membuktikan bahwa kasus yang ditangani atau didampingi oleh KPAN sekarang ialah kasus kejahatan yang di lakukan oleh ayah dan teman-teman sepermainan anak. Maka dari itu perlindungan anak itu penting, karena anak adalah penerus bangsa.62

62 Observasi Penelitian di aula pertemuan Kntor Wali Nagari Batu Balang, 20 Juni 2021

Dari penjelasan yang di paparkan di atas, maka anak memiliki peran strategis dalam menjamin eksitensi bangsa dan negara di masa yang akan datang. Agar anak kelak mampu memikul tanggung jawab itu. Makanya anak perlu mendapatkan kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, psikis, sosial, maupun spiritualnya. Hal itu bisa terlaksana jika beberapa strategi pencegahan serta penanggulangan masalah kejahatan terhadap anak dilakukan dengan maksimal oleh sebuah negara. Dan dalam hal ini salah satu masyarakat nagari Batu Balang yang mengetahui tentang KPAN berpendapat sebagai berikut:

“Kalau menurut ambo, perlindungan anak ko, indak mesti awak manunggu dari pemerintahan se doh yang akan menanganinyo, tantu iyo ado inisiatif dari masyarakat itu sendiri untuk manjago anak ko dengan elok-elok. Kalaulah awak cuman manunggu atau maharoaan dari pemerintah atau negara sajo pasti anak-anak banyak taniayo. Makonyo awak bakarajo samo dalam mealindungi anak ko dari hal-hal buruk yang akan manyakiti anak. Jadi, apo yang dilakukan atau di gerakan oleh KPAN ko menurut ambo cukup mambantulah dalam memenuhi hak-hak anak dan melindungi anak”.63

Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh ibu Sari, selaku orang tua dari korban tindakan kejatan atau kekerasan anak dari ayahnya sendiri sebagai berikut:

“Dalam penyelesaian kasus yang dihadapi anak saya, saya cukup merasa terbantu oleh adanyo KPAN ko, kareno inyo maagih pelayan dan sakaligus solusi untuk penyelesaian permasalahan yang tengah anak awak hadapi, dan inyo mandampingi awak sampai permasalahan ko salasai”.64

63Junaidi, (Mayarakat nagari Batu Balang), Wawancar secara Pribadi, 21 Juni 2021

64Sari, (Ibu dari korban), Wawancara Secara Pribadi, 23 Juni 2021

Dari penjelasan yang disampaikan oleh informan di atas, dapat diketahui bahwa yang dilakukan oleh KPAN cukup membantu masyarakat Nagari Batu Balang dalam menangani kasus anak yang tidak menerima hak-haknya dan anak yang terkena tindakan kejahatan.

Dan dalam hal ini KPAN memberikan strategi penyelesaian permasalahan terhadap hal ini cukup baik. Dalam hal ini ketua KPAN Nagari Batu Balang mengungkapkan strategi penanggulangan terhadap anak sebagai berikut:

“Untuk mengurangi dan menyelesaikan kasus tindakan kejahatan terhadap anak, kami melakukan pencegahan,dengan cara sosialisasi, mediasi, parenting kepada para orang tua dan mengadakan workshop setiap sabulan duo kali, supayo masyarakaik tau caro-caro untuk malindungi anak. Dan kami juga mendampingi korban dalam menyalasaian kasus yg dihadapi oleh korban dengan caro kami yang akan mandatangi untuk mencegah atau mengurangi terjadinya kasus-kasus kejahatan terhadap anak yaitu, dengan memberikan layanan sosialisai, mediasi, parenting dan sekaligus workshop setiap sebulan dua kali yang ditujukan langsung kepada orang tua dan juga masyarakat luas. Dan juga melakukan pendampingan terhadap masyarakat yang terkena kasus tindakan kejahatan anak dengan cara masing-masing anggota

65Uwa, (Ketua KPAN, nagari Batu Balang), Wawancara Secara Pribadi, 23 Juni 2021

KPAN datang langsung menjumpai masyarakat yang telah melaporkan permasalahan anaknya, sehingga masyarakat mudah bercerita tentang permasalahan anaknya, dan peyelesaianya cepat terlaksana.

Berdasarkan hasil wawancara di atas peneliti juga melakukan pengamatan terhadap strategi yang dilakukan oleh KPAN Nagari Batu Balang. Dengan cara melakukan sosialisasi dan parenting, yang mengundang langsung orang yang ahli di bidang anak.66 Dapat di lihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 4.5. Sosialisasi dan Parenting yang disediakan oleh KPAN Nagari Batu Balang

Gambar di atas memperlihatkan beberapa masyarakat Nagari Batu Balang, yang terlihat sedang melakukan sosialisasi ataupun berdiskusi langsung dengan pihak KPAN tentang penyelesaian kasus pemasalahan kejahatan anak yang terjadi di Nagari Batu Balang.67 Dan KPAN juga mengadakan workshop dan hal itu dapat di lihat pada gambar dibawah ini.

66 Observasi Penelitian di aula pertemuan Kntor Wali Nagari Batu Balang, 19 Desember 2019.

67 Observasi Penelitian di aula pertemuan Kntor Wali Nagari Batu Balang, 19 Desember 2019.

Gambar 4.6. Workhsop sosialisasi perlindungan anak di Tahun 2019 Gambar di atas mememperlihatkan kegiatan workshop sebagai langkah untuk pencegahan agar tidak terjadinya tindakan kejahatan terhadap anak ataupun cara untuk mensejahterahkan anak-anak di Nagari Batu Balang.

2. Hambatan KPAN dalam MelindungiAnak Dari Tindakan Kejahatan Berdasarkan hasil wawancara dengan informan bapak Uwa dan Ibu Sopiati, ditemukan dua faktor yang menjadi hambatan dalam melindungi anak dari tindakan kejahatan di KPAN Nagari Batu Balang sebagai berikut:

1. Faktor Internal

Hambatan internal merupakan hambatan yang berasal dari dalam KPAN Nagari Batu Balang, yang mengakibatkan kinerja dari KPAN dalam melindungi anak dari tindakan kejahatan dalam aspek pelecehan seksual menjadi kurang maksimal. Menurut ketua KPAN bapak Uwa menyampaikan hambatan internal yang dialami KPAN ialah sebagai berikut:68

68Uwa, (Ketua KPAN, nagari Batu Balang), Wawancara Secara Pribadi, 23 Juni 2021

a. Keterbatasan Dana

Dalam pelaksanaan melindungi anak dari tindakan kejahatan terdapat berbagai biaya pengeluaran yang tidak sedikit.

Demikian pula dalam melakukan penyuluhan yang dilakukan oleh KPAN diberbagai sekolah Nagari Batu Balang, yang juga membutuhkan biaya yang besar, seperti biaya untuk perlengkapan maupun trasnportasi dan dana yang diperoleh masih kurang cukup.

b. Keterbatasan Fasilitas

Dalam melindungi anak dari tindakan kejahatan, KPAN mengalami kendala berupa tidak adanya seorang psikolog, sehingga dalam kasus ini harus dilakukan pelimpahan berkas perkara kepada P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak).

2. Faktor Eksternal

Faktor yang menghambat KPAN dalam melindungi anak dari tindakan kejahatan, menurut ibu Sopiati ialah karena engganya dari keluarga korban untuk melaporkan hal tersebut karena malu dan susanya korban untuk dimintai keterangan apa yang terjadi yang disebabkan anak mengalami trauma secara mental.

C. Pembahasan

1. Strategi KPAN Dalam Melindungi Anak Dari Tindakan Kejahatan Di Nagari Batu Balang Kabupaten Lima Puluh Kota

Dari paparan para informan yang telah menjelaskan mengenai strategi KPAN nagari Batu Balang dalam melindungi anak, maka penulis akan membagi tiga kelompok terhadap tindakan yang dilakukan oleh KPAN Nagari Batu Balang dalam melayani masyarakat dan juga korba dari kejahatan, seperti berikut;69

a. Strategi Preventif

Tindakan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kasus kejahatan terhadap anak, dilakukan dengan cara sosialisasi atau pembiasaan kepada masyarakat ataupun kelompok-kelompok tertentu, dengan menanamkan nilai-nilai agama, kesehatan, sosial dan budaya serta norma hukum yang berlaku agar siapapun tidak akan melakukan kejahatan dan tidak akan pula ada korban dari tindakan kejahatan.

Tindakan pencegahanya ini dengan memberikan contoh yang baik dari sikap perilaku orang tua kepada anaknya dan juga saling mengingatkan jika adanya indikasi kejahatan di lingkungan sosial.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya strategi preventif KPAN nagari Batu Balang dalam melindungi anak dari tindakan kejahatan dengan cara melakukan sosialisasi, mulai dari kelompok-kelompok tertentu hingga masyarakat yang lebih luas.

69Abu Huraerah, Kekerasan Terhadap Anak, Bandung: Nuansa, 2007, hal. 50

b. Strategi Edukatif

Tindakan ini merupaka strategi KPAN Nagari Batu Balang dalam memberikan edukasi atau pendidikan di dalam masyarakat mengenai kejahatan, mulai dari latar belakang terjadinya, faktor-faktor yang mepengaruhi terjadinya tindakan kejahatan, dampaknya dan lain-lain. Hal ini dilakukan oleh KPAN nagari Batu Balang dengan cara melakukan kegiatan-kegiatan ilmiah atau forum-forum pencegahan yang dilakukan di masyarakat, seperti melakukan pertemuan di setiap dua kali dalam satu bulan, mengadakan workshop sosialisasi perlindungan anak dan inilah salah satu bentuk dari strategi edukatif yang diberikan oleh KPAN kepada masyarakat agar memudahkan masyarakat dalam mengetahui cara menanggulangi dan melindungi anak dari tindakan kejahatan lebih jauh lagi dengan dialog interaktif di dalam forum tersebut. Tidak hanya itu saja KPAN juga memberikan cara parenting sehat dalam pengasuhan anak yang benar.

c. Strategi Kuartif

Tindakan yang dilakukan oleh KPAN Nagari Batu Balang disini akan memberikan bantuan untuk memudahkan korban mendapatkan perlindungan. Seperti yang yang telah dipaparkan di atas, bahwa KPAN memberikan pelayanan sosalisasi, mediasi, parenting yang diberikan untuk orang tua dan merujuk ke P2TP2A untuk menyembuhkan mental si korban karena trauma terhadap kejadian tersebut.

2. Hambatan KPAN dalam Melindungi Anak Dari Tindakan Kejahatan Di Nagari Batu Balang Kabupaten Lima Puluh Kota

Dari hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi KPAN dalam melindungi anak dari tindakan kejahatan yang dijalankanya memiliki dua faktor hambatan yaitu:

1. Terdapat faktor internal, yang mana KPAN memiliki keterbatasan dana dan kekurangan fasilitas yang mengakibatkan kurang maksimalnya KPAN dalam melindungi atau menangani kasus anak dari tindakan kejahatan.

2. Terdapat faktor eksternal, yang mana enggannya keluarga korban dalam melaporkan kejahatan tersebut karena keluarga merasa malu dan kurangnya kerja sama anak sebagai korban untuk dimintai keterangan karena anak mengalami trauma secara mental.

Strategi KPAN ini sesuai dengan teori kotrol sosial yang dibahas oleh Travis Hirschi, yang mana KPAN mensosialisasikan dengan baik terhadap pelayanan yang dibuat oleh KPAN di Nagari Batu Balang yang mengakibatakan kurangnya angka kejahatan di nagari Batu balang.

59 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait