• Tidak ada hasil yang ditemukan

SAKSI PIHAK TERKAIT

B. ASPEK TINDAK LANJUT PELANGGARAN

29 Temuan Nomor

Tmn-01/Panwaslu-Mks/VI/2013

Bahwa menindaklanjuti Temuan Nomor Tmn-01/Panwaslu-Mks/VI/2013 tertanggal 13 Juni 2013 tentang ketidaknetralan Camat Manggala, Panwaslu Kota Makassar telah mengklarifikasi terlapor dan saksi-saksi serta bukti-bukti dan berdasarkan hasil kajian (A6-KWK) serta Rapat pleno Panwaslu Kota Makassar disimpulkan bahwa ketidaknetralan tersebut tidak terbukti.

30 Temuan Nomor

Tmn-02/Panwaslu-Mks/VI/2013

Bahwa menindaklanjuti temuan Nomor Tmn-02/Panwaslu-Mks/VI/2013 tertanggal 10 Juni 2013 tentang dugaan ketidaknetralan Lurah Sinrijala yang memakai atribut salah satu bakal pasangan calo dan ikut mengantar pasangan calon tersebut melakukan pendaftaran di KPU Kota Makassar yang diduga sebagai bentuk dukungan terhadap bakal calon Walikota (Drs. H. Supomo Guntur), Panwaslu Kota Makassar telah mengklarifikasi terlapor dan saksi-saksi serta bukti-bukti dan berdasarkan hasil kajian (A6-KWK) serta Rapat pleno Panwaslu Kota Makassar disimpulkan bahwa laporan tersebut diteruskan ke Pemerintah Kota Makassar untuk ditindaklanjuti berdasarkan perundang-undangan terkait Disiplin Pegawai Negeri Sipil. (surat penerusan Nomor 097/B/Panwaslu-Mks/VI/2013).

31 Temuan Nomor

Tmn-03/Panwaslu-Mks/VI/2013

Bahwa menindaklanjuti temuan Nomor Tmn-03/Panwaslu-Mks/VI/2013 tertanggal 25 Juni 2013 tentang pemukulan narasumber Celebes TV oleh orang yang diduga sebagai pendukung salah satu pasangan calon, Rapat pleno Panwaslu Kota Makassar disimpulkan bahwa laporan tersebut bukan kewenangan Pengawas Pemilu.

32 Temuan Nomor

Tmn-04/Panwaslu-Mks/VI/2013

Bahwa menindaklanjuti temuan Nomor Tmn-04/Panwaslu-Mks/VI/2013 tertanggal 24 Juni 2013 tentang dugaan Black Campaign terhadap salah satu Bakal Pasangan calon Walikota dan wakil Walikota (Drs. Supomo Guntur-Drs. H. A. Kadir Halid), Rapat pleno Panwaslu Kota Makassar disimpulkan bahwa laporan tersebut bukan kewenangan Pengawas Pemilu karena belum ada pasangan calon.

33 Temuan Nomor

Tmn-05/Panwaslu-Mks/VI/2013

Bahwa menindaklanjuti temuan Nomor Tmn-05/Panwaslu-Mks/ /2013 tertanggal 27 Juni 2013 tentang dugaan ketidaknetralan Pegawai Negeri Sipil (Dr. Abdul Haris) yang menghadiri dan membawakan kata sambutan pada sosialisasi, yang diduga sebagai bentuk dukungan terhadap salah satu bakal calon Walikota (Irman Yasin Limpo, SH), Panwaslu Kota Makassar telah mengklarifikasi terlapor dan saksi-saksi serta bukti-bukti dan berdasarkan hasil kajian (A6-KWK) serta Rapat pleno Panwaslu Kota Makassar disimpulkan bahwa laporan tersebut diteruskan ke

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk ditindaklanjuti berdasarkan perundang-undangan terkait Disiplin Pegawai Negeri Sipil. (surat penerusan Nomor 122/B/Panwaslu-Mks/VII/2013).

34 Temuan Nomor

Tmn-06/Panwaslu-Mks/VI/2013

Bahwa menindaklanjuti temuan Nomor Tmn-06/Panwaslu-Mks/VII/2013 tertanggal tertanggal 6 Juli 2013 tentang ketidaknetralan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan yang menjadi narasumber bersama salah satu Pasangan Calon Walikota, yang diduga sebagai bentuk dukungan terhadap salah satu bakal calon Walikota (Irman Yasin Limpo, SH), Panwaslu Kota Makassar tidak meneruskan karena syarat materil temuan (tidak ditemukannya bukti-bukti) tidak terpenuhi.

35 Temuan Nomor

Tmn-07/Panwaslu-Mks/VII/2013

Bahwa menindaklanjuti temuan Nomor Tmn-07/Panwaslu-Mks/VII/2013 tertanggal 6 Juli 2013 tentang dugaan ketidaknetralan pegawai negeri sipil atas nama Marsuki yang berada dilokasi sosialisasi Bakal Pasangan Calon Walikota (Muh. Ramdhan Pomanto), Panwaslu Kota Makassar tidak meneruskan karena syarat materil temuan (tidak ditemukannya bukti-bukti) tidak terpenuhi

36 Temuan Nomor

Tmn-08/Panwaslu-Mks/VII/2013

Bahwa menindaklanjuti temuan Nomor Tmn-08/Panwaslu-Mks/VII/2013 23 Juli 2013 tentang alat peraga seluruh pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota yang terpasang sebelum dimulainya masa kampanye,. Panwaslu kota Makassar telah menindaklanjuti dengan

a. Menyampaikan surat berisi himbauan kepada semua pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar untuk menurunkan sendiri alat peraga dan tidak memasang lagi alat peraga kampanye yang baru. (Lampiran B.10)

b. Menyampaikan surat kepada pemerintah Kota Makassar untuk bekerjasama melakukan pembersihan alat peraga Kampanye.(Lampiran B.11)

c. Melakukan penurunan alat peraga kampanye seluruh pasangan calon Walikota dan wakil Walikota Makassar bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Makassar, Kepolisian Resort Kota Besar Makassar dan Kepolisian Resort Pelabuhan Makassar.(Lampiran B. 12)

37 Temuan Nomor

Tmn-09/Panwaslu-Mks/VII/2013

Bahwa menindaklanjuti temuan Nomor Tmn-09/Panwaslu-Mks/VII/2013 tertanggal 30 Juli 2013 tentang penggunaan Fasilitas Negara yaitu adanya pemasangan sticker pasangan calon Walikota dan Wakil walikota (Irman Yasin Limpo, SH-H. A. M. Busrah Abdullah. A, SE, M. Si) pada kendaraan dinas

salah seorang anggota fraksi PAN DPRD Kota Makassar. berdasarkan hasil kajian (A6-KWK) serta Rapat pleno Panwaslu Kota Makassar disimpulkan bahwa laporan tersebut diteruskan ke Badan Kehormatan DPRD Kota Makassar untuk ditindaklanjuti. (Surat Penerusan Nomor 150 /B/Panwaslu-Mks/VIII/2013).

38 Temuan Nomor

Tmn-10/Panwaslu-Mks/VIII/2013

Bahwa menindaklanjuti temuan Nomor Tmn-10/Panwaslu-Mks/VIII/2013 tertanggal 10 Agustus 2013 tentang Kampanye diluar jadwal pasangan Nomor urut 7 ( Hj. Sitti Muhyina Muin,SP,MM- Ir.H.Muh. Syaiful Shaleh, M. Si) 7 Agustus 2013 di Kecamatan Tallo. Berdasarkan hasil kajian (Model A.6-KWK), Rapat pleno Panwaslu Kota Makassar serta Rapat Pembahasan Sentra Gakkumdu disimpulkan bahwa temuan tersebut tidak dapat diteruskan karena unsur-unsur kampanye pada kegiatan tersebut tidak terpenuhi.

39 Temuan Nomor

Tmn-11/Panwaslu-Mks/VIII/2013

Bahwa menindaklanjuti temuan Nomor Tmn-11/Panwaslu-Mks/VIII/2013 tertanggal 14 Agustus 2013 tentang Kampanye diluar jadwal berupa Adanya kegiatan Pemaparan Visi misi pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar yang diagendakan menghadirkan seluruh pasangan calon yang dilaksanakan oleh Jaringan Do’a Sekota (JDS) dengan mengundang seluruh pasangan calon. Setelah adanya pembahasan mengenai acara tersebut yang melibatkan Penyelenggara acara, Panwaslu Kota Makassar dan Kepolisian Maka penyelenggara kegiatan tersebut dalam hal ini Jaringan Do’a Sekota (JDS) menyampaikan Surat Konfirmasi (ditembuskan ke Panwaslu Kota Makassar) kepada seluruh pasangan calon mengenai format acara tersebut yang diubah dari pemaparan visi misi menjadi acara silaturrahmi. Berdasarkan hasil pengawasan panwaslu kota Makassar, setelah adanya pembahasan dan surat konfirmasi sebagaimana dimaksud pada poin 1 maka acara tersebut berlangsung sesuai dengan apa yang dipersyaratkan dalam hasil pembahasan dan surat konfirmasi yaitu tidak adanya kegiatan kampanye dan pemaparan visi misi.

40 Temuan Nomor

Tmn-12/Panwaslu-Mks/VIII/2013

Bahwa menindaklanjuti Temuan Nomor Tmn-12/Panwaslu-Mks/VIII/2013 tertanggal 21 Agustus 2013 tentang dugaan pemberian bantuan modal usaha dengan tujuan mempengaruhi pemilih untuk memilih pasangan calon tertentu, Panwaslu Kota Makassar telah melakukan klarifikasi terhadap saksi-saksi termasuk Calon Walikota Nomor urut 6 (Tamsil Linrung-Das’ad Latief) serta pemeriksaan terhadap dokumen-dokumen terkait serta berdasarkan hasil

kajian, rapat pleno panwaslu kota makassar dan hasil rapat pembahasan sentra Gakkumdu, dapat disimpulkan bahwa peristiwa tersebut bukanlah bentuk kegiatan sebagaimana dimaksud pada pasal 117 ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

41 Temuan Nomor

Tmn-13/Panwaslu-Mks/IX/2013

Bahwa menindaklanjuti Temuan Nomor Tmn-13/Panwaslu-Mks/IX/2013 tertanggal 6 September 2013 tentang dugaan ketidaknetralan pegawai negeri sipil (Kepala Dinas Provinsi Sulawesi Selatan) dengan perbuatan menghadiri Kampanye salah satu pasangan calon yaitu Pasangan Nomor Urut 9 (Irman Yasin Limpo, SH-H. A. M. Busrah Abdullah. A, SE, M. Si), berdasarkan hasil klarifikasi saksi-saksi dan terduga pelaku, bukti-bukti, Hasil kajian serta Rapat pleno Panwalu Kota Makassar maka temuan tersebut diteruskan ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk ditindaklanjuti sesuai dengan perundang-undangan terkait Netralitas Pegawai Negeri Sipil. (Surat penerusan Nomor 223/B/Panwaslu-Mks/IX/2013).

42 Temuan NomorTmn-

14/Panwaslu-Mks/IX/2013

Menindaklanjuti Temuan NomorTmn-14/Panwaslu-Mks/IX/2013 tertanggal 12 September 2013 tentang adanya barang berupa beras sebanyak 92 Karung dan 4 karung Atribut Pasangan Calon Nomor Urut 9 ( Irman Yasin Limpo, SH-H. A. M. Busrah Abdullah. A, SE, M. Si) yang diduga akan digunakan untuk melakukan pelanggaran pidana pemilukada sebagaimana dimaksud pada Pasal 117 ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi, bukti-bukti, Hasil kajian (Model A.6-KWK, Rapat pleno panwaslu Kota Makassar serta Hasil Rapat pembahasan sentra Gakkumdu maka dapat disimpulkan bahwa Unsur pasal Pasal 117 ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah tidak terpenuhi akan tetapi sebagai langkah pencegahan terjadinya pelanggaran maka barang tersebut akan tetap diamankan oleh Panwaslu Kota Makassar sampai selesainya tahapan penetapan calon Walikota terpilih.

43 Temuan NomorTmn-

15/Panwaslu-Mks/IX/2013

Menindaklanjuti Temuan Nomor Tmn-15/Panwaslu-Mks/IX/2013 tertanggal 12 September 2013 tentang adanya barang berupa Sembako dan Atribut Pasangan Calon Nomor Urut 8 (Muh. Ramdhan Pomanto-Syamsu Risal) yang diduga akan digunakan untuk melakukan pelanggaran pidana pemilukada sebagaimana dimaksud pada Pasal 117 ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, berdasarkan hasil pemeriksaan

saksi-saksi, bukti-bukti, Hasil kajian (Model A.6-KWK), Rapat pleno panwaslu Kota Makassar serta Hasil Rapat pembahasan sentra Gakkumdu maka dapat disimpulkan bahwa unsur pasal Pasal 117 ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah tidak terpenuhi akan tetapi sebagai langkah pencegahan terjadinya pelanggaran maka barang tersebut akan tetap diamankan oleh Panwaslu Kota Makassar sampai selesainya tahapan penetapan calon Walikota terpilih.

44 Temuan NomorTmn-

16/Panwaslu-Mks/IX/2013

Menindaklanjuti Temuan NomorTmn-16/Panwaslu-Mks/IX/2013 tertanggal 22 September 2013 tentang pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu yaitu dengan adanya spanduk hasil perolehan suara dari masing-masing PPS di Kecamatan Manggala. Berdasarkan hasil klarifikasi saksi dan terduga pelaku dapat disimpulkan bahwa perbuatan tersebut bukan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu.

45 Laporan Nomor