• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

C. Temuan Penelitian

Temuan penelitian yang dilakukan di Mabna Ummu Salamah, selain menjawab rumusan masalah dalam mengambil data mengenai Hubungan Kecerdasan Sosial dan Kepercayaan Diri dengan Penyesuaian Diri pada Mahasantri Mabna Ummu Salamah UIN Malang, peneliti menemukan beberapa temuan diantaranya sebagai berikut:

1. Tidak terdapat perbedaan penyesuaian diri dengan latar belakang tempat tinggal antara Jawa dan luar Jawa. Nilai yang dihasilkan pada analisis perbedaan yakni 0,814 > 0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan dalam menyesuaikan diri dengan latar belakang tempat tinggal pada Mabna Ummu Salamah Universitas Islam Negeri Malang. Perolehan hasil analisis dipaparkan pada lampiran 15.

2. Tidak terdapat perbedaan penyesuaian diri dengan asal pendidikan antara lain SMA, SMK, dan MA. Nilai yang dihasilkan pada analisis perbedaan yakni sebesar 0,773 > 0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan dalam menyesuaian diri dengan asal pendidikan pada Mabna Ummu Salamah Universitas Islam Negeri Malang. Perolehan hasil analisis dipaparkan pada lampiran 15.

3. Tidak terdapat perbedaan penyesuaian diri dengan latar belakang tempat tinggal dan asal pendidikan. Nilai yang dihasilkan pada analisis perbedaan yakni sebesar 0,910 > 0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan dalam menyesuaikan diri terhadap latar belakang dan asal pendidikan pada Mabna Ummu Salamah Universitas Islam Negeri Malang. Perolehan hasil analisis dipaparkan pada lampiran 15.

4. Rata-rata yang diperoleh oleh asal pendidikan (SMA) dengan latar belakang Jawa yakni sebesar 98,9 sedangkan dengan luar Jawa 98,2. Berhasilkan data di atas ditemukan bahwa nilai terendah dari latar belakang Jawa sebesar 96,6 dan nilai tertinggi 100,9. Dan nilai terendah dari latar belakang luar Jawa yakni sebesar 92,2 dan nilai tertinggi sebesar 104,2. Dari paparan di atas dapat disimpulkan yakni mahasantri yang berasal dari pendidikan SMA dan berasal dari Jawa mampu menyesuaikan diri dibandingkan mahasantri yang berasal dari luar Jawa. Perolehan hasil analisis dipaparkan pada lampiran 15.

5. Rata-rata yang diperoleh oleh asal pendidikan (SMK) dengan latar belakang Jawa yakni sebesar 97,3 sedangkan dengan luar Jawa 97,8.

Berhasilkan data di atas ditemukan bahwa nilai terendah dari latar belakang Jawa sebesar 93,6 dan nilai tertinggi 101,01. Dan nilai terendah dari latar belakang luar Jawa yakni sebesar 88,3 dan nilai tertinggi sebesar 107,2. Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa mahasantri yang berasal dari pendidikan SMK dan berasal dari Jawa kurang mampu menyesuaikan diri yakni dengan nilai terendah Jawa lebih besar daripada nilai terendah luar Jawa pada mahasantri yang berasal dari luar Jawa. Perolehan hasil analisis dipaparkan pada lampiran 15.

6. Rata-rata yang diperoleh oleh asal pendidikan (MA) dengan latar belakang Jawa yakni sebesar 99 sedangkan dengan luar Jawa 101. Berhasilkan data di atas ditemukan bahwa nilai terendah dari latar belakang Jawa sebesar 97,3 dan nilai tertinggi 100,8. Dan nilai terendah dari latar belakang luar Jawa yakni sebesar 91,55 dan nilai tertinggi sebesar 110,4. Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa mahasantri yang berasal dari pendidikan MA dan berasal dari luar Jawa mampu menyesuaikan diri yakni dengan nilai rata-rata yang lebih besar dibandingkan dengan asal pendidikan SMA dan SMK. Pada mahasantri yang berasal dari luar Jawa memperoleh rata-rata lebih besar dari pada mahasantri yang berasal dari Jawa yakni berbeda. Perolehan hasil analisis dipaparkan pada lampiran 15 dan kesimpulan grafik akan dijelaskan sebagai berikut

Gambar 4.4 Perbandingan Penyesuaian Diri pada Latar Belakang dan Asal Pendidikan

7. Tidak terdapat perbedaan kecerdasan sosial dengan latar belakang tempat tinggal antara Jawa dan luar Jawa. Nilai yang dihasilkan pada analisis perbedaan yakni 0,594 > 0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan kecerdasan sosial dengan latar belakang tempat tinggal pada Mabna Ummu Salamah Universitas Islam Negeri Malang. Perolehan hasil analisis dipaparkan pada lampiran 16.

8. Tidak terdapat perbedaan kecerdasan sosial dengan asal pendidikan antara lain SMA, SMK, dan MA. Nilai yang dihasilkan pada analisis perbedaan yakni sebesar 0,928 > 0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan kecerdasan sosial dengan asal pendidikan pada Mabna Ummu Salamah Universitas Islam Negeri Malang. Perolehan hasil analisis dipaparkan pada lampiran 16.

9. Tidak terdapat perbedaan kecerdasan sosial dengan latar belakang tempat tinggal dan asal pendidikan. Nilai yang dihasilkan pada analisis perbedaan yakni sebesar 0,919 > 0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan pada kecerdasan sosial dengan latar belakang dan asal pendidikan pada Mabna

Ummu Salamah Universitas Islam Negeri Malang. Perolehan hasil analisis dipaparkan pada lampiran 16.

10. Rata-rata yang diperoleh oleh asal pendidikan (SMA) dengan latar belakang Jawa yakni sebesar 78,05 sedangkan dengan luar Jawa 76,6. Berhasilkan data di atas ditemukan bahwa nilai terendah dari latar belakang Jawa sebesar 76,2 dan nilai tertinggi 79,9. Dan nilai terendah dari latar belakang luar Jawa yakni sebesar 71,6 dan nilai tertinggi sebesar 81,6. Dari paparan di atas dapat disimpulkan yakni mahasantri yang berasal dari pendidikan SMA dan berasal dari Jawa mampu mengembangkan kecerdasan sosial dibandingkan mahasantri yang berasal dari luar Jawa. Perolehan hasil analisis dipaparkan pada lampiran 16. 11. Rata-rata yang diperoleh oleh asal pendidikan (SMK) dengan latar

belakang Jawa yakni sebesar 78,4 sedangkan dengan luar Jawa 76,3. Berhasilkan data di atas ditemukan bahwa nilai terendah dari latar belakang Jawa sebesar 75,3 dan nilai tertinggi 81,5. Dan nilai terendah dari latar belakang luar Jawa yakni sebesar 68,4 dan nilai tertinggi sebesar 84,1. Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa mahasantri yang berasal dari pendidikan SMK dan berasal dari Jawa mampu mengembangkan kecerdasan sosial yakni dengan nilai rata-rata Jawa lebih besar daripada nilai rata-rata luar Jawa pada mahasantri yang berasal dari luar Jawa. Perolehan hasil analisis dipaparkan pada lampiran 16.

12. Rata-rata yang diperoleh oleh asal pendidikan (MA) dengan latar belakang Jawa yakni sebesar 76,3 sedangkan dengan luar Jawa 76,5. Berhasilkan

data di atas ditemukan bahwa nilai terendah dari latar belakang Jawa sebesar 74,9 dan nilai tertinggi 77,84. Dan nilai terendah dari latar belakang luar Jawa yakni sebesar 68,6 dan nilai tertinggi sebesar 84,4. Pada mahasantri yang berasal dari luar Jawa memperoleh nilai rata-rata lebih besar daripada mahasantri yang berasal dari Jawa. Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa mahasantri yang berasal dari pendidikan MA dan berasal dari luar Jawa mampu mengembangkan kecerdasan sosial dibandingkan dengan mahasantri yang berasal dari Jawa. Perolehan hasil analisis dipaparkan pada lampiran 16 dan kesimpulan grafik akan dijelaskan sebagai berikut:

Gambar 4.5 Perbandingan Kecerdasan Sosial pada Latar Belakang dan Asal Pendidikan

13. Tidak terdapat perbedaan dalam kepercayaan diri dengan latar belakang tempat tinggal antara Jawa dan luar Jawa. Nilai yang dihasilkan pada analisis perbedaan yakni 0,884 > 0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan dalam kepercayaan diri dengan latar belakang tempat tinggal

pada Mabna Ummu Salamah Universitas Islam Negeri Malang. Perolehan hasil analisis dipaparkan pada lampiran 17.

14. Tidak terdapat perbedaan dalam kepercayaan diri dengan asal pendidikan antara lain SMA, SMK, dan MA. Nilai yang dihasilkan pada analisis perbedaan yakni sebesar 0,418 > 0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan dalam kepercayaan diri dengan asal pendidikan pada Mabna Ummu Salamah Universitas Islam Negeri Malang. Perolehan hasil analisis dipaparkan pada lampiran 17.

15. Tidak terdapat perbedaan dalam kepercayaan diri dengan latar belakang tempat tinggal dan asal pendidikan. Nilai yang dihasilkan pada analisis perbedaan yakni sebesar 0,693 > 0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan pada dalam kepercayaan diri dengan latar belakang dan asal pendidikan pada Mabna Ummu Salamah Universitas Islam Negeri Malang. Perolehan hasil analisis dipaparkan pada lampiran 17.

16. Rata-rata yang diperoleh oleh asal pendidikan (SMA) dengan latar belakang Jawa yakni sebesar 66,4 sedangkan dengan luar Jawa 65,8. Berhasilkan data di atas ditemukan bahwa nilai terendah dari latar belakang Jawa sebesar 64,7 dan nilai tertinggi 68,2. Dan nilai terendah dari latar belakang luar Jawa yakni sebesar 61,1 dan nilai tertinggi sebesar 70,5. Nilai rata mahasantri berasal dari Jawa lebih besar daripada rata-rata mahasantri yang berasal dari luar Jawa. Dari paparan di atas dapat disimpulkan yakni mahasantri yang berasal dari pendidikan SMA dan

berasal dari Jawa memilki kepercayaan diri dibandingkan mahasantri yang berasal dari luar Jawa. Perolehan hasil analisis dipaparkan pada lampiran 17. Rata-rata yang diperoleh oleh asal pendidikan (SMK) dengan latar

belakang Jawa yakni sebesar 66,5 sedangkan dengan Luar Jawa 64. Berhasilkan data di atas ditemukan bahwa nilai terendah dari latar belakang Jawa sebesar 63,6 dan nilai tertinggi 69,4. Dan nilai terendah dari latar belakang luar Jawa yakni sebesar 56,6 dan nilai tertinggi sebesar 71,4. Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa mahasantri yang berasal dari pendidikan SMK dan berasal dari Jawa mampu memiliki kepercayaan diri yakni dengan nilai rata-rata Jawa lebih besar daripada nilai rata-rata luar Jawa pada mahasantri yang berasal dari luar Jawa. Perolehan hasil analisis dipaparkan pada lampiran 17.

18. Rata-rata yang diperoleh oleh asal pendidikan (MA) dengan latar belakang Jawa yakni sebesar 67,5 sedangkan dengan luar Jawa 69,8. Berhasilkan data di atas ditemukan bahwa nilai terendah dari latar belakang Jawa sebesar 66,15 dan nilai tertinggi 69. Dan nilai terendah dari latar belakang luar Jawa yakni sebesar 62,4 dan nilai tertinggi sebesar 77. Pada mahasantri yang berasal dari luar Jawa memperoleh nilai rata-rata lebih besar daripada mahasantri yang berasal dari Jawa. Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa mahasantri yang berasal dari pendidikan MA dan berasal dari luar Jawa mampu memiliki kepercayaan diri dibandingkan dengan mahasantri yang berasal dari Jawa. Perolehan hasil

analisis dipaparkan pada lampiran 17 dan kesimpulan grafik akan dijelaskan sebagai berikut:

Gambar 4.6 Perbandingan Kepercayaan Diri pada Latar Belakang dan Asal Pendidikan

19. Faktor utama dalam membentuk variabel penyesuaian diri pada subjek adalah aspek personal dengan nilai korelasi sebesar 0,885. Perolehan masing-masing aspek dalam membentuk penyesuaian diri secara sederhana dijabarkan sebagai berikut:

Tabel 4.20. Korelasi Aspek Penyesuaian Diri Aspek Nilai Korelasi

Personal 0,885

Sosial 0,808

20. Faktor utama dalam membentuk variabel kecerdasan sosial pada subjek adalah aspek kesadaran sosial dengan nilai korelasi sebesar 0,909. Perolehan masing-masing aspek dalam membentuk kecerdasan sosial secara sederhana dijabarkan sebagai berikut:

Tabel 4.21. Korelasi Aspek Kecerdasan Sosial

Aspek Nilai Korelasi

Kesadaran Sosial 0,909

Relasi Manajemen 0,850

21. Faktor utama dalam membentuk variabel kepercayaan diri pada subjek adalah aspek keyakinan kemampuan dalam diri dengan nilai korelasi sebesar 0,738. Perolehan masing-masing aspek dalam membentuk kepercayaan diri secara sederhana dijabarkan sebagai berikut:

Tabel 4.22. Korelasi Aspek Kepercayaan Diri

Aspek Nilai Korelasi

Keyakinan Kemampuan Diri 0,738

Optimis 0,555

Objektif 0,629

Tanggung Jawab 0,680

Rasional dan Realistis 0,369

Dokumen terkait