BAB IV PAPARAN DATA DAN HASIL PENELITIAN
C. Temuan Penelitian
1. Identifikasi Siswa yang Mempunyai Minat dan Bakat Dakwah
a. Identifikasi Siswa yang Mempunyai Minat dan Bakat Dakwah di MAN 1 Malang
Identifikasi minat dakwah siswa di MAN 1 Malang dilakukan melalui: 1. Pemilihan jurusan sesuai minat masing-masing siswa, 2. membuka pendaftaran terbuka untuk mengikuti ekskul BDI (bidang dakwah Islam). 3. Wali kelas menawarkan kepada semua siswa untuk mewakili kelas dalam khitobah setelah solat dhuhur.
Identifikasi siswa yang mempunyai minat dan bakat dakwah di MAN 1 Malang dilakukan dengan cara: 1. memanfaatkan seleksi penerimaan siswa baru berdasar prestasi siswa khususnya dibidang dakwah seperti prestasi pidato, ceramah, MC (master of ceremony), lomba dakwah. 2. Berdasar kesepakatan teman satu kelas dan wali kelas. 3. Guru wali kelas menentukan 3 (tiga) dari beberapa siswa pilihan.
Tabel 4.1 Analisis Identifikasi Siswa yang Mempunyai Minat dan Bakat Dakwah di MAN 1 Malang
b. Identifikasi Siswa yang Mempunyai Minat dan Bakat Dakwah di MAN 3 Malang
Dari beberapa hasil wawancara tersebut dapat diketahui cara Identifikasi minat dakwah siswa di MAN 3 Malang dilakukan melalui: 1. Pemilihan jurusan sesuai minat masing-masing siswa, 2. membuka pendaftaran terbuka untuk mengikuti ekskul BDI (bidang dakwah Islam), 3. Anggota BDI membuka pendaftaran terbuka untuk semua siswa guna menyampaikan khitobah setelah solat dhuhur.
Sedangkan cara identifikasi bakat dakwah siswa di MAN 3 Malang di lakukan dengan: 1. Tes tulis. 2. Tes wawancara. 3. Observasi guru terhadap kemampuan keseharian siswa. 4. Nominasi guru.
Media Portofolio Observasi Nominasi Guru Seleksi minat Bentuk Memanfaatkan seleksi penerimaan siswa baru berdasar prestasi siswa khususnya dibidang dakwah seperti prestasi pidato, ceramah, MC (master of ceremony), lomba dakwah. Seleksi berdasar kesepakatan teman satu kelas Guru wali kelas menentukan 3 (tiga) dari beberapa siswa pilihan. Pemilihan jurusan sesuai minat masing-masing siswa Pendaftaran terbuka bagi siswa baru untuk menjadi anggota BDI. Pendaftaran terbuka untuk pelatihan dakwah.
Tabel 4.2 Analisis Identifikasi Siswa yang Mempunyai Minat dan Bakat Dakwah di MAN 3 Malang
Media Portofolio Nominasi Guru Seleksi Minat
Bentuk Tes tulis. Tes wawancara terkait pengetahuan dakwah dan komitman dakwah siswa. Rekomendasi dari guru pembina BDI. Pendaftaran pelatihan dakwah. Pemilihan jurusan sesuai minat masing-masing siswa Pendaftaran terbuka siswa untuk menjadi anggota BDI. Pendaftaran terbuka untuk pelatihan dakwah.
2. Pengembangan Minat dan Bakat Dakwah Siswa.
a. Pengembangan Minat dan Bakat Dakwah Siswa di MAN 1 Malang Pengembangan minat dan bakat dakwah siswa di MAN 1 Malang melalui : 1. Pengenalan BDI pada masa MOS. 2. „mulok‟ (muatan lokal) khitobah. 3. khitobah singkat setelah solat dzuhur. 4. Melalui perlombaan baik di dalam maupun di luar sekolah 5. Pelatihan seni qiroatul qur‟an. 6. pelatihan kaligrafi. 7. Mengajak siswa lain untuk mengikuti kegiatan keagamaan sehari-hari. 8. Bakti sosial. 9. Bertakbir di malam hari raya idul adha. 10. Menyembelih hewan qurban, dan membersihkan serta membagikan daging qurban kepada yang berhak. 11. Ziarah wali dan meneladani cara dakwahnya. 12. Pelatihan kepemimpinan dan materi organisasi kepada anggota BDI. 13. Bimbingan baca Al-qur‟an. 14. pengkajian materi-materi atau hal-hal yang terkait dengan kegiatan dakwah. 15. Mendatangkan ahli dari luar.
16. Membaca alqur‟an. 17. Istighosah. 18. Berzakat dan membagikan kepada yang berhak.19. Terintegrasi dalam proses pembelajaran. Metode dakwah yang dikembangkan yaitu bil hikmah dan bil mauidzoh hasanah. Sedangkan bil mujadlah dikembangkan di dalam proses pembelajaran.
Tabel 4.3. Analisis Pengembanagn Minat Dan Bakat Dakwah Siswa di MAN 1 Malang.
No Strategi Bentuk pengembangan
1. Memberikan rangsangan untuk mengembangkan minat dakwah siswa.
Mengenalkan siswa baru dengan ekstrakurikuler BDI dan menjelaskan progam-progamnya serta dokumentasi kegiatan. 2. Membuat kelompok
belajar khusus yang mempunyai kemampuan serupa.
Membuka pendaftaran anggota baru BDI dan menerima serta mengesahkannya.
3. Pengembangan dengan pengayaan dalam bentuk ruang reguler,
Menambah mata pelajaran muatan lokal khitobah khusus untuk kelas penjurusan agama. 4. Memberikan tugas-tugas
terindividualisasi (sesuai kemampuan siswa)
memberikan tugas-tugas yang terindividualisasi sesuai kemampuan siswa.
perlombaan baik di dalam maupun di luar sekolah.
Pelatihan seni qiroatul qur‟an dan kaligrafi.
Mengajak siswa lain untuk mengikuti kegiatan keagamaan sehari-hari seperti solat dan lain-lain.
bertakbir di malam hari raya idul adha dan Ziarah serta meneladani cara dakwah wali songo.
mengadakan bimbingan baca Al-qur‟an.
Membaca alqur‟an setiap sebelum pembelajaran dimulai. Istighosah pada waktu-waktu tertentu.
Berzakat dan membagikan kepada yang berhak.
5. Siswa di dorong untuk
menetapkan dan
mencapai sasaran yang tinggi,
Mengikutsertaka pada acara perlombaan baik di dalam maupun di luar sekolah.
6. Mengadakan program layanan kerja/ studi dan/ atau masyarakat,
Bakti sosial.
Mengadakan Pelatihan kepemimpinan dan materi organisasi kepada anggota BDI. 7. Cara memberikan
kesempatan kepada siswa untuk mengkaji topik tertentu,
pengkajian materi-materi atau hal-hal yang terkait dengan kegiatan dakwah.
8. Cara mendatangkan ahli dari luar.
Mendatangkan ahli dari luar juga dilakukan di MAN 1 Malang untuk memberikan ceramah agama.
b. Pengembangan Minat dan Bakat Dakwah Siswa di MAN 3 Malang Pengembangan minat dan bakat dakwah siswa di MAN 3 Malang melalui : 1. memperkenalkan BDI (Badan Dakwah Islam). 2. Pelatihan anggota BDI tentang kepemimpinan dan materi organisasi dakwah. 3. Mendatangkan tutor dari luar untuk menjadi pemateri maupun untuk berceramah agama. 4. Kajian-kajian Al-quran dan hal-hal terkait permasalahan agama tentang tema keputrian bagi siswi. dan tema-tema umum bagi siswa pada rapat anggota BDI. 5. bakti sosial dan memperbaiki tempat ibadah masyarakat. 6. Berqurban dan membersihkan serta membagikan daging qurban kepada yang berhak menerima. 7. Dakwah ceria (pendidikan TPQ/TPA). 8. Kegiatan keagamaan sehari-hari seperti solat berjamaah di masjid. Mengatur ketertiban jamaah dan menata sandal. 9. „kultum‟ (kuliah tujuh menit) setelah solat dzuhur
setiap hari senin dan kamis. 10. pembinaan „kultum‟ (kuliah tujuh menit) dan perlombaan. 11. Memberikan kritik dan memberi masukan hasil dakwah serta program kerja. 12. Membuat buletin, dan poster, komik, stiker dakwah. sebulan sekali 13. Berlatih Seni solawat, qiroatul quran.14. pembinaan terintegrasi dalam proses pembelajaran. 15. Media dakwah yang dikembangkan yaitu bervariasi, yaitu media visual, audio visual, audio, seni, tulisan, buletin. Membuat poster, komik, stiker dakwah. Sedangkan metode dakwah yang digunakan lebih banyak mengunakan bil-hikmah dan bil mau‟idzoh hasanah.
Tabel 4.4. Analisis Pengembangan Minat dan Bakat Dakwah di MAN 3 Malang
No Strategi Bentuk pengembangan
1. Memberikan rangsangan untuk mengembangkan minat dakwah siswa.
Mengenalkan siswa baru dengan ekstrakurikuler BDI dan menjelaskan progam-progamnya serta dokumentasi kegiatan.
2. Membuat kelompok belajar khusus yang mempunyai kemampuan serupa.
Membuka pendaftaran anggota baru BDI dan menerima serta mengesahkannya.
3. Memberikan tugas-tugas terindividualisasi (sesuai kemampuan siswa)
Pelatihan seni qiroatul qur‟an dan solawat.
Mengajak siswa lain untuk mengikuti kegiatan keagamaan sehari-hari seperti solat dan lain-lain.
mengadakan bimbingan baca Al-qur‟an.
Membaca alqur‟an setiap sebelum pembelajaran dimulai.
Istighosah pada waktu-waktu tertentu.
Berzakat dan membagikan kepada yang berhak.