BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Temuan Penelitian
lxxi
1. Pelaksanaan Program prom osi kesehat an yang dilaksanakan t erkait dengan penyakit diare oleh :
a) Dinas Kesehat an Kabupat en Kut ai Kart anegara adalah sebagai berikut : 1) Bidang Pencegahan dan Pemberant asan penyakit : kegiat an yang
dilakukan adalah penemuan dan pengobat an penderit a diare, PHN (Public Health Nursing), pelat ihan kader dan penyuluhan kepada masyarakat .
2) Seksi Penyuluhan M asyarakat : kegiat an yang dilakukan adalah program PHBS yang dilakukan m elalui penyuluhan kelompok, dialog int erakt if, kampanye dan pemut aran film . Kegiat an-kegiat an t ersebut dilakukan dengan kerjasama lint as sekt oral dengan dinas t erkait . Dinas t erkait yang bekerjasama dengan subdinas promosi kesehat an adalah bagian sosial Kabupat en Kut ai Kart anegara dan Dinas pendidikan. Selain dengan dinas bagian promosi juga bekerja sama dengan Lembaga Sw adaya M asyarakat yait u Sanggar Padmaya dan Unilever. Dinas kesehat an bert indak sebagai koordinat or sedangkan pelaksanaan oleh LSM . Kegiat an t ersebut dilakukan secara rut in set iap t ahun.
3) Seksi Kesehat an Lingkungan: kegiat an yang dilakukan adalah peningkat an kualit as air bersih dengan cara inspeksi sanit asi, pem eriksaan rumah dan pem bangunan sarana M CK bekerja sama dengan LSM yait u Yayasan Sri Sat ya Sai Bara Indonesia dan kegiat an pembinaan masyarakat melalui program Kabupat en Sehat .
Sement ara it u Dinas Kesehat an Kabupat en Kut ai Kart anegara juga m enggunakan m edia audio visual sebagai alat bant u dalam m elakukan penyuluhan kesehat an. M edia
lxxii
audio visual dimaksud adalah film layar lebar dan vidio. Unt uk pemut aran film layar lebar di ruang t erbuka kurang m endapat masyarakat . Sepert i penut uran berikut :
” ...Karena orang lebih senang lihat Tukul dari pada lihat layer t ancap, soalnya begit u…[diput ar film], lama-lama yang belakang it u habis. ‘Abot Tukul’ git u... it u... pada pulang....” (informan D3).
Selain pem ut aran film layar lebar di ruang t erbuka , Dinas Kesehat an juga m enggunakan vidio sebagai alat bant u dalam penyuluhan kelompok. Pemut aran vidio dilakukan dalam ruangan t ert ut up dengan sasaran kelompok t ert ent u sepert i kader dan t okoh masyarakat at au kelompok di masyarakat yang lain. Penyuluhan kelompok ini dilakukan dengan pem ut aran vidio sebagai perm ulaan kemudian diikut i dengan diskusi kelompok unt uk mem bahas mat eri yang disam paikan m elalui film sebelum nya.
M enurut informan peran Dinas Kesehat an adalah sebagai regulat or dan pem egang kebijakan selain berfungsi pula dalam m onit oring dan evaluasi kegiat an sedangkan pelaksana kegiat an adalah Puskesmas. Sepert i penut uran berikut :
” ...jadi di kabupat en ini adalah pada pengam bil kebijakan ya, sement ara pada pelaksanaannya adalah di puskesmas...”
(informan D1)
Perencanaan lebih dit ekankan pada perencanaan unt uk kebut uhan dana, kebut uhan unt uk operasional, perencanaan logist ik dan perencanaan unt uk evaluasi. M eskipun dem ikian Dinas Kesehat an juga m em iliki perencanaan kegiat an unt uk Puskesmas sehingga t erdapat perencanaan ganda unt uk Puskesmas.
lxxiii
b) Kegiat an Prom kes yang dilaksanakan t erkait dengan diare oleh Puskesmas M angkurang :
Berdasar hasil w aw ancara dan observasi kegiat an yang dilakukan di Puskesmas M angkuraw ang t erkait dengan diare t erdapat penyuluhan, konseling di poli, pojok PHBS, PHN, inspeksi sanit asi dan pem eriksaaan rumah. Penyuluhan dilakukan bersamaan dengan kegiat an posyandu dan rakor kader. Pelaksanaan kegiat an di pojok PHBS t ergant ung rujukan dari poliklinik apabila dit emukan kasus.
Sasaran program m enurut informan adalah masyarakat , ibu bayi dan balit a sert a kader kesehat an. Kegiat an unt uk masyarakat dilakukan bersamaan dengan posyandu at au pert emuan w arga lainnya, sedangkan kegiat an unt uk kader dilakukan pada w akt u pelat ihan kader dan rapat koordinasi kader di t ingkat desa. Tet api m enurut informan pelat ihan kader t idak dilaksanakan secara khusus melainkan hanya berupa pembinaan dan pemberian informasi saja.
Berdasar st udi dokumen kegiat an penyuluhan dan pembinaan kader t idak t erprogram dengan baik. Kegiat an dilakukan secara insident il apabila dit emukan masalah at au ada kegiat an perayaan hari-hari t ert ent u dan bukan kegiat an yang direncanakan dari aw al baik dalam hal mat eri, w akt u pelaksanaan maupun pelaksana kegiat an.
Sebagian kegiat an penyuluhan dilakukan dengan m enggunakan m et ode ceramah dan konseling. Ceramah dilakukan bersamaan dengan kegiat an di masyarakat sepert i pert emuan w arga dan arisan. Umumnya ceramah dilakukan t anpa m enggunakan m edia. Konseling dilakukan bersamaan dengan kegiat an Posyandu dan pengobat an. Umum nya kegiat an ini juga t idak mempergunakan alat bant u. Kegiat an pem eriksaan
lxxiv
rumah dan inspeksi sanit asi dilakukan set iap bulan, akan t et api m enurut informan jum lah rumah yang diperiksa hanya 10 buah set iap bulan dari jum lah t ot al 9391 rumah di Kecamat an M angkuraw ang.
M at eri yang diberikan dalam penyuluhan unt uk pencegahan diare adalah dengan pemasyarakat an Perilaku Hidup Bersih Sehat . Permasalahan yang dit ekankan dalm m emberikan penyuluhan PHBS adalah kebersihan, sepert i penut uran berikut :
” ... Biasa m emasyarakat kan ... t api yang..yang belum bisa m elakukan it u kan harapan kam i unt uk sedikit -sedikit sudah m erubah. M isalnya dulu e… dari…dari saw ah masuk rumah langsung pegang m inuman, dim inum t anpa cuci t angan. Sekarang diusahakan dari saw ah harus cuci t angan cuci kaki baru bisa m inum ... kan kalau dulu kan dari saw ah langsung ambil air dari gent ong, air ment ah dim inum ...” (informan P2).
Selain dengan m elakukan penyuluhan pet ugas penyuluhan kesehat an masyrakat Puskesmas M angkuraw ang juga melakukan pendekat an kepada t okoh masyarakat dan kader unt uk m endorong t erjadinya perubahan perilaku di masyarakat , sepert i penut uran berikut :
” ...Ya, kalau unt uk perilaku, kit a m endekat i t okoh masyarakat nya t ermasuk kepala dusunnya t erus kadernya, t erus bagian masyarakat nya karena …karena pet ugas puskesmas it u t anpa dukungan dari Kadus, t okoh masyarakat apalagi masyarakat nya sendiri nggak mau, it u t idak akan berhasil. Saya m int a kesadaran dari masyarakat nya it u sendiri dan t okoh masyarakat nya giat m emberikan penjelasan...” (informan P2).
lxxv
Penyuluhan biasanya dilakukan dengan ceramah dan konseling. M enurut informan penyuluhan dilakukan bersamaan dengan Posyandu sedangkan konseling dilakukan bersamaan dengan pengobat an baik di Posyandu maupun di Puskesmas at au prakt ek sw ast a. Selain penyuluhan yang bersamaan dengan Posyandu, Puskesmas juga malakukan penyuluhan di daerah yang t erkena w abah dengan mat eri sesuai dengan permasalahan yang dit emukan di daerah t ersebut .
Berdasar observasi diket ahui bahw a masyarakat sudah menerima kegiat an t erkait promosi diare yait u penyediaan sarana air bersih dan jamban. Diket ahui bahw a kegiat an ceramah dan konseling dilakukan di Posyandu sesuai ket ersediaan dana dan bukan m erupakan kegiat an yang sudah t erprogram . Pelaksanaan kegiat an yang t idak t erprogram ini sesuai dengan penut uran informan berikut :
” ... pelaksanaannya sesuai dana yang ada, kan Puskesmas it u unit pelaksana kerja, jadi pada beberapa hal t ert ent u sangat t ergant ung pada dinas...t idak bisa sert a-m ert a a-merencanakan sendiri, t ergant ung dari dana yang ada dan it u sangat t ergant ung dari dinas...” (informan P1)
Hambat an lain yang dihadapi adalah t erbat asnya pet ugas dan belum adanya pet ugas khusus promosi kesehat an. Promosi kesehat an selama ini dilakukan oleh pet ugas yang m erangkap t ugas, di samping m elaksanakan t ugas-t ugas yang lain. Pet ugasnya juga t idak t et ap dan sering bergant i-gant i. Sehingga program t idak berkesinambungan.
lxxvi
M enurut informan ada beberapa kegiat an yang dilaksanakan puskesmas t ernyat a juga dilaksanakan pihak dinas kesehat an.
M enurut informan hal t ersebut t erjadi pada beberapa program yang direncanakan Puskesmas t et api t ernyat a Dinas Kesehat an juga merencanakan kegiat an yang sama di w ilayah Puskesmas.
” ...yang m erencanakan di Puskesmas it u sebenarnya ee...dat anya dobel ya, jadi dinas juga m embuat perencanaan unt uk Puskesmas, Puskesmas juga m embuat sendiri...m erencanakan sendiri...” (informan P1).
” ...kecuali kebet ulan kam i m erencanakan ee..t ernyat a proyek at au dinas juga m erencanakan kegiat an yang sama, sehingga kam i t idak jadi m embiayai sendiri t api dibiayai oleh dinas. (informan P1).
M enurut semua informan belum ada pedoman unt uk pelaksanaan kegiat an yang dikembangkan secara khusus unt uk Kabupat en Kut ai Kart anegara. Perencanaan dan pelaksanaan kegiat an selama ini m enggunakan pedoman yang diberikan oleh Depart emen Kesehat an.
Di Puskesmas perencanaan kegiat an dilakukan m elalui lokakarya m ini Puskesmas oleh semua karyaw an Puskesmas. Lokakarya m ini Puskesmas dilakukan unt uk m embicarakan usulan kegiat an dari pemegang program di Puskesmas kemudian diw ujudkan dalam rencana kerja Puskesmas (POA= plan of act ion). Pokok-pokok kegiat an yang direncanakan m eliput i bent uk kegiat an yang akan dilakukan, sumber
lxxvii
dana, pelaksana dan w akt u kegiat an. Perencanaan kegiat an di puskesmas sesudah gempa m engalam i hambat an .
Dana unt uk kegiat an di puskesmas berasal dari dana kabupat en yang dikelola langsung oleh puskesmas sebagai pelaksana kegiat an. Selain dana dari Dinas Kesehat an, puskesmas juga m emperoleh dana unt uk kegiat an dari dana Askeskin dan dana pengembalian ret ribusi dan uang t indakan.
2. Hasil yang dicapai oleh program promosi kesehatan dalam upaya pencegahan diare pada anak di bawah tiga tahun.
a). Pemahaman masyarakat t ent ang diare
Dari hasil w aw ancara m endalam dan diskusi kelompok t erarah sebagian masyarakat m emaham i diare sebagai penyakit dan bukan penyakit . Diare dipahami sebagai bukan penyakit apabila t erjadi pada anak berumur kurang dari sat u t ahun. Biasanya diare bukan penyakit ini dit andai dengan adanya buih dalamfeaces.
Diare sepert i ini m enandai anak akan menjadi cepat pint ar karena biasanya set elah diare anak akan bert ambah kepandaiannya. Sebagian informan juga memaham i bahw a diare sepert i ini (denganumpluk) m erupakan bagian dari proses perkembangan anak yang biasa t erjadi. Pemahaman masyarakat bahw a diare adalah hal yang w ajar t erjadi pada anak berusia di baw ah sat u t ahun sebagai pert anda anak akan m enuju t ahap perkembangan berikut nya. Dalam budaya set empat hal ini disebut maruas (m eringankan :( Bahasa Kut ai dan Banjar ) yang berart i anak akan menjadi lebih pandai. Sepert i pernyat aan informan berikut :
lxxviii
” ... iya, it u dulu anak saya kan umur sembilan bulan diare, dia t iga hari t erus dia bisa m erangkak dan berdiri...” (informan M 1).
Diare sebagai penyakit yang berbahaya menurut masyarakat adalah apabila di dalam feaces t erdapat lendir dan at au darah. M asyarakat akan m enggolongkan diare sebagai penyakit yang t idak berbahaya apabila t erjadi kurang dari t iga hari dan t idak t erdapat lendir at au darah dalamfeaces. Sepert i penut uran berikut :
” ...ya...kan m enurut saya sebelum ...maksudnya apa...sehari dua hari it u masih biasa...” (informan M 3).
’ ...t ergant ung sih, kalau sudah ngeluarin lendir sama darah git u menurut saya berbahaya. Kalau nggak ya nggak begit u saya pikirin...(informan M 2).
Pemahaman masyarakat t erhadap diare dapat dilihat dalam gambar berikut :
Gambar 4.1. Pemahaman masyarakat t erhadap diare
M enurut informan penyebab diare karena susu t idak cocok, makanan yang kurang bersih, usus luka, makanan kurang gizi, makanan yang dihinggapi lalat , t anah
Diare
Penyakit
Bukan penyakit: (Maruas)
Berbahaya: ditandai dengan adanya lendir dan atau darah dalamfeaces
Tidak berbahaya: tidak ada lendir dan atau darah serta terjadi tidak lebih tiga hari
lxxix
yang ikut t ermakan anak, mainan yang dimasukkan ke dalam mulut , bot ol susu yang t idak bersih, t idak cuci t angan sebelum makan dan karena cuaca. Berdasar pemaparan t ersebut maka penyebab diare
m enurut masyarakat dapat digolongkan sepert i Tabel 3 berikut .
Tabel 4.3. Penyebab Diare M enurut Pemahaman M asyarakat
No Kat agori Ket erangan
1 M akanan a. M akanan t idak coccok
b. Susu t idak cocok c. M akanan kurang bersih d. M akanan kurang gizi e. M akanan dihinggapi lalat 2 Perkem bangan anak Hal yang biasa t erjadi pada anak
3 Kebersihan a. Tanah yang t ermakan anak
b. Benda kurang bersih c. Kebersihan kurang d. Bot ol susu t idak bersih
e. Tidak cuci t angan sebelum makan
4 Gangguan usus Terdapat luka di usus
5 Cuaca Perubahan cuaca
Sumber : ” Hasil Waw ancara dengan masyarakat di w ilayah kerja Puskesmas M angkuraw ang t ahun 2010”
Sebagian masyarakat juga m emaham i bahw a diare t idak m enular. M enurut informan diare t idak akan m enular karena menurut pemahaman informan penyakit m enular adalah penyakit yang dit ularkan melalui kont ak langsung at au melalui udara saja. Sebagian masyarakat yang lain t erut ama masyarakat di daerah yang t erkena w abah m emaham i bahw a diare akan m enular kepada orang lain, t et api pemahaman masyarakat t erbat as bahw a diare akan m enular karena lingkungan t idak bersih. Kondisi geografis daerah yang pernah t erkena w abah adalah daerah raw a dan aliran sungai .
lxxx
Sumber air yang dipergunakan adalah air sungai yang dialirkan dengan pipa ke dalam bak penampungan umum . Diare akan menular jika diare t ersebut mengandung darah dan at au lendir dalam feaces. Pemahaman masyarakat di daerah w abah yang relat if lebih baik ini dipengaruhi oleh t indakan yang diambil oleh Puskesmas dan Dinas Kesehat an apabila di suat u daerah t erkena w abah.
M asyarakat m elakukan t indakan unt uk pencegahan diare dengan menjaga kebersihan baik kebersihan makanan maupun dengan merebus t erlebih dahulu alat -alat makan unt uk anak dan cuci t angan sebelum makan, sepert i penut uran berikut :
” ...ya berbahaya,makanya sekarang sebelum saya ngasih makan ini (m enunjuk anaknya) it u alat -alat nya saya rebus dulu, t erus saya cuci t angan juga, git u... ini anak segini kan masih raw an ....” (informan M 4)
Penanganan yang diberikan ibu kepada anak yang menderit a diare t ergant ung diare yang diderit a oleh anak. Tindakan akan diambil sesuai jenis diare yang dialam i. Apabila anak m enderit a diare yang diklasifikasikan dalam diare yang bukan penyakit ( maruas) maka m enurut informan penderit a diare ini t idak perlu diberikan t indakan pengobat an karena akan sembuh sendiri. Sepert i penut uran berikut :
” ... ya, kalau sepert i it u [diare] ..ya sembuh sendiri t idak usah diobat i...” (informan M 5)
Unt uk penanganan penderit a diare yang dikat egorikan penyakit , sem ua informan m enyat akan bahw a akan m enangani sendiri t erlebih dahulu dan baru akan m embaw a berobat ke pelayanan kesehat an set elah gejala t idak berkurang. Sebagian informan menyat akan m ereka akan menunggu hasil penanganan sendiri t erlebih dahulu
lxxxi
sebelum membaw a berobat ke sarana pelayanan kesehat an, sebagian informan lain m enyat akan bahw a akan m embaw a anaknya berobat ke sarana kesehat an sepert i Puskesmas maupun prakt ek sw ast a set elah t erdapat t anda-t anda dehidrasi pada anak yait u anak lemah, air kencing sedikit , mat a cekung dan demam . Sepert i diungkapkan informan berikut :
“ …saya pernah dikasih t ahu kat anya kalau anak sudah lem es, kencingnya sedikit , panas t erus mat anya cekung harus cepet -cepet berobat …” (informan M 1).
Selain adanya t anda-t anda dehidrasi informan juga m enyat akan bahw a m ereka akan segera m embaw a anaknya berobat ke sarana pelayanan kesehat an apabila t erdapat lendir dan at au darah dalam feaces penderit a diare. Penanganan sendiri yang dilakukan informan adalah m emberikan oralit at au larut an gula garam , air t eh pahit , dan m emberikan sebanyak mungkin cairan rumah t angga sepert i kuah sayur dan air t ajin. Selain it u informan juga memberikan obat t radisional sepert i m emberikan parut an buah saw o at au pucuk daun saw o dan m emberikan daun jambu biji sebagai pengobat an t erhadap diare. Sepert i diungkapkan informan berikut :
” …kalau yang alam i ya it u dari buah saw o dicuci pakai air hangat t erus diparut langsung at au dari pupuse diulek…” (informan M 5).
Penanganan yang diberikan terhadap penderita dapat dilihat dalam gambar berikut:
Bukan penyakit
lxxxii
Gambar 4.2 Penanganan diare oleh masyarakat
Berdasarkan hasil observasi diket ahui bahw a kondisi lingkungan di sekit ar t empat t inggal sebagian informan t idak bersih. Kondisi di sekit ar air sungai yang digunakan sebagai t empat cuci kakus sangat kot or. Sebagian w arga masih m engunakan jamban di at as sungai sebagai t empat buang hajat . Selain it u beberapa sumber air bersih mempunyai saluran limbah yang berdekat an dengan sum ber air bersih.
Berdasar hasil w aw ancara mendalam diket ahui bahw a bent uk kegiat an yang diinginkan adalah ceramah dan t anya jaw ab dengan m edia ket erangan t ert ulis yang bisa dibaw a pulang.
M enurut informan ket erangan t ert ulis t ersebut dapat mereka pergunakan sebagai panduan selama mendengarkan ceramah. Selain it u ket erangan t ert ulis t ersebut dapat mereka pelajari berulang-ulang sesuai dengan kebut uhan.
Berbahaya Berobat ke sarana
kesehat an Tidak
berbahaya penyakit
diare
Dit angani sendiri: -oralit / cairan rumah t angga
lxxxiii
Dari hasil w aw ancara m endalam , sebagian besar informan m enyat akan bahw a dengan ceramah informan bisa m endapat kan informasi lebih dalam dan jelas. Berdasar observasi diket ahui bahw a sebagian besar masyarakat m erasa lebih nyaman unt uk langsung berhadapan dengan narasumber.
Ket erangan t ert ulis yang diinginkan adalah berupa bahan cet akan berukuran sepert i ukuran buku t ulis. Warna yang diinginkan adalah w arna-w arna yang cerah sepert i hijau, m erah, kuning dan biru. Kert as yang dipergunakan sebaiknya kert as t ebal dengan perm ukaan mengkilat . Tulisan dalam kert as t ersebut berw arna hit am . Beberapa kalimat yang pent ing dit uliskan lebih besar dengan w arna berbeda. Ket erangan t ersebut sebaiknya disert ai dengan gambar yang berkait an dengan t ulisan t ersebut . Gambar yang diinginkan adalah gambar yang sebenarnya bukan animasi at au karikat ur. Apabila dalam bent uk buku sebagian besar informan menghendaki jum lah halaman yang t idak lebih dari sepuluh halaman. Bahasa yang dipergunakan adalah Bahasa Indonesia dengan kalimat pendek dan sederhana.
Televisi kurang menarik minat informan apabila dipergunakan sebagai saluran promosi. Televisi menurut informan m em erlukan perhat ian khusus unt uk menyimak pesan yang disam paikan sement ara informan sebagai ibu rumah t angga m empunyai banyak kegiat an lain di rumah. Televisi menurut informan juga t idak nyaman unt uk digunakan sebagai sarana informasi karena t elevisi dit ont on bersama seluruh anggot a keluarga dan sering bergant i-gant i saluran. M enurut informan m edia radio juga t idak sesuai unt uk dipakai sebagai saluran informan. Sebagian besar informan m enyat akan bahw a mereka t idak pernah m endengarkan radio. M edia lain sepert i post er dan spanduk (media luar ruang) juga kurang disukai sebagai saluran promosi. M enurut
lxxxiv
informan, m ereka mengalam i kesulit an unt uk m elihat m edia luar t ersebut karena penempat an yang kurang t epat . Hal ini t erungkap dalam penut uran berikut :
” ...w ah..kalau post er cuman dipasang t erus dirobek orang, kalau TV, kan kit a m elihat nya cuman sebent ar aja jadi gak konsen...” (informan M 1).
” ...spanduk... kan masangnya di t engah jalan...jadi kit a nggak keliat an...” (informan M 5).
Pelaksanaan kegiat an prom osi yang diinginkan informan adalah kegiat an yang dilakukan secara t erat ur set iap bulan dan dilakukan bersamaan dengan kegiat an lain. Sebagian informan m enyat akan bahw a kegiat an sebaiknya t idak dilakukan bersamaan dengan posyandu karena t erlalu ramai.
Informan juga m enyat akan bahw a sumber informasi yang mereka inginkan adalah pet ugas kesehat an. Informan juga m enyat akan bahw a siapapun pet ugas kesehat an dapat memberikan prom osi kesehat an sepanjang pet ugas kesehat an t ersebut mam pu dan menguasai permasalahan. Sepert i penut uran berikut :
” ...dokt er boleh...bidan gak papa...orang-orang puskesmas yang t ahu masalah kesehat an...(informasi M 3).
Informan menyat akan bahw a bahasa pengant ar yang disukai adalah bahasa Indonesia dengan gaya bahasa yang digunakan sehari-hari yait u bercampur dengan Bahasa Kut ai dan Banjar. M enurut sebagian besar informan lebih mudah dipaham i dan lebih luas pemakaiannya.
lxxxv
Sebagian besar informan m enyat akan mat eri promosi yang diinginkan adalah m engenai penanganan diare m eskipun t erdapat juga sebagian informan yang m enginginkan mat eri m engenai pencegahan dan penget ahuan t ent ang diare secara m enyeluruh. Sebagian informan masyarakat yang jarang m engikut i kegiat an di lingkungan m enyat akan bahw a m ereka belum pernah m enerima penyuluhan dan kegiat an lain yang berkait an dengan promosi pencegahan diare. Sebagian besar