SAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA PENELITIAN
C. Temuan Studi yang Dihubungkan dengan Kajian Teori
Pada sub bab sebelumnya dijelaskan dengan adanya penyajian data serta temuan penelitian yang ada di lapangan. Pada sub bab ini akan menyajikan pembahasan lebih lanjut. Pembahasan ini dimaksudkan untuk memperoleh makna yang mendasari hasil temuan penelitian yang berkaitan dengan teori-teori yang relevan dan dapat menemukan teori baru dari hasil penelitian yang ada, kemudian dibuat dalam suatu kesimpulan. Temuan hasil data penelitian ini lalu dianalisis berdasarkan teori-teori atau pendapat yang ada atau sedang berkembang. Untuk lebih jelasnya sebagai berikut :
1. Penyesuaian diri Ibu sebagai Kepala Keluarga
a. Penyesuaian diri Ibu sebagai Kepala Keluarga dalam penerimaan diri Manusia berhubungan dengan masyarakat maka tingkah lakunya selalu memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan fisik dan lingkungan sosialnya yang tidak terlepas dari aturan maupun norma yang mengatur tingkah laku manusia, sehingga seorang individu sebagai makhluk individual dan sebagai makhluk sosial dituntut oleh lingkungannya untuk bertingkah laku sesuai dengan lingkungannya. Menurut Yustinus Samiun (2009: 41-47), menjelaskan ciri-ciri yang digunakan dalam menentukan tingkah laku dapat dikatakan menyesuaiakan diri atau tidak menyesuaikan diri :
d) Kriteria yang berkenaan dengan diri sendiri
Penyesuaian diri dimana pengendalian diri sendiri yang berarti orang mengatur impuls-impuls, pikiran-pikiran, kebiasaan-kebiasaan, emosi-emosi, dan tingkah laku berkaitan denga prinsip-prisip yang dikenakan pada diri sendiri atau tuntutan-tuntutan yang dikenakan oleh masyarakat.
Penyesuaian diri yang langsung berkaitan dengan hubungan seseorang dengan yang orang lain, salah satu yang paling penting adalah perasaan tanggung jawab. Orang yang menyesuaikan diri dengan baik, yang menikmati semangat hidup walaupun mengalami segi-segi hidup yang sedikit berat, tetap menerima tanggung jawab.
f) Kriteria yang berkenaan dengan pertumbuhan pribadi
Penyesuaian diri yang memerlukan sikap yang sehat dan realistik yang menyanggupi seseorang untuk menerima kenyataan sebagaimana adanya bukan sebagaimana diharapkan atau diinginkan.
Sesuai dengan hasil temuan memang manusia dipandang sebagai makhluk yang pada hakekatnya selalu mengadakan usaha semaksimal mungkin guna mencapai keseimbangan dalam diri yaitu dengan mengatur emosi dan menyeimbangkan diri dengan lingkungan sehingga konflik, kesulitan ataupun frustasi pada diri dapat diatasi guna mendapat situasi yang selaras dan dinamis.
Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penyesuaian diri 4. Sanggup mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan. Dalam
hal ini ibu harus mampu dan bersedia mengekang/ menahan perasaan, menerima segala sesuatu yang terjadi dengan ikhlas, menyadari adanya kebutuhan hidup yang harus terus dipenuhi untuk keberlangsungan hidup selanjutnya.
5. Mampu mengubah/ mempengaruhi keadaan lingkungan sesuai dengan keadaan diri. Dalam hal ini ibu sebagai kepala keluarga memiliki peran yang besar untuk memberikan dorongan dan motivasi bagi dirnya dan bagi anak-anak, serta bagi masyarakat untuk melanjutkan hidup yang lebih baik lagi demi terjaminnya kesejahteraan hidup.
6. Bertindak sesuai dengan potensi positif yang dapat dikembangkan, sehingga dapat menerima dan diterima lingkungan dengan menjalankan perannya sebagai kepala keluarga, dengan mencari nafkah dan mendidik anak-anak serta bertanggung jawab dalam
peranannya dalam kehidupan sosial sehingga bermanfaat bagi diri maupun lingkungan.
Hal ini sesuai dengan hasil penelitian akan penerimaan diri dengan peranan-peranan yang baru sebagai kepala keluarga, beberapa subyek penelitian antara lain Ibu Co, Ibu Mm, Ibu Di, Ibu Sm, Ibu Mk, Ibu Sy, Ibu Sn yang menyatakan bahwa membutuhkan waktu untuk mengadakan penyesuaian diri dengan keadaan yang baru namun dengan seiring berjalannya waktu ibu dapat sanggup menyesuaikan diri menerima kematian suami/ayah dengan ikhlas, mampu mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan diri dan bertindak positif dalam menjalani hidup demi anak-anak sehingga terjaminnya kesejahteraan hidup.
b. Penyesuaian diri Ibu sebagai Kepala Keluarga dalam hal ekonomi Dalam hal ekonomi setelah ibu menajdi kepala keluarga adalah menjadi tanggung jawab ibu sepenuhnya. Ibu yang dahulu telah bekerja harus menangung perekonomian sendiri bagi ibu rumah tangga harus dapat bekerja atau mengusahakan perekonomian karena kini ibulah yang harus menanggung total seluruh biaya untuk kebutuhan keluarga. Menurut Woodworth dalam Barker (2000:265), ”ibu sebagai orangtua tunggal dan sebagai sebagai kepala keluarga diidealkan sebagai ibu yang mandiri yang tidak hanya mengurusi rumah dan pengasuhan anak, namun juga mendukung otonomi dan bekerja”. Dengan bekerja ibu sebagai kepala keluarga akan mendapat penghasilan sendiri guna menopang kebutuhan hidup keluarga. Menurut J. Cohen Bruse (2003:51) ”keluarga secara bersama akan saling menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan keluarga untuk mencukupi kebutuhan hidup anggota keluarganya...”seperti yang dikatakan oleh Ibu Di, setelah suaminya meninggal begitu pula yang dirasakan oleh Ibu Co karena pencari nafkah utama dalam keluarga adalah tanggung jawab suami namun untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan tidak bergantung pada suami, Ibu Di dan Ibu Co yang tadinya sebagai ibu rumah tangga juga berusaha sebaik mungkin untuk bekerja dalam mencari nafkah.
Dari hasil temuan penelitian tersebut dapat menunjuk pada pendapat Parsons (Ritzer George, 2004: 50), menyusun skema unit-unit dasar tindakan sosial dengan karakteristik sebagai berikut:
e) Adanya individu sebagai aktor
f) Aktor dipandang sebagai pemburu tujuan-tujuan tertentu
g) Aktor mempunyai alternatif cara, alat serta teknik untuk mencapai tujuannya.
h) Aktor berhadapan dengan sejumlah kondisi situasional yang dapat membatasi tindakannya dalam mencapai tujuan.
Ibu yang menyandang kepala keluarga adalah sebagai aktor utama yang memiliki tanggung jawab penuh akan kesejahteraan keluarga. Ibu dengan berusaha sebaik mungkin berjualan makanan dengan memanfaatkan uang yang ada, menjadi buruh sampai ke luar kota, ibu yang tadinya sebagai ibu rumah tangga kemudian bekerja mencari nafkah keluarga, berusaha untuk berjualan pakaian walau pada akhirnya tidak berhasil, bahkan menjual rumah demi terpenuhinya kebutuhan keluarga. Hal ini merupakan cara ataupun usaha yang ditempuh oleh ibu dalam memenuhi tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga. Ibu sebagai kepala keluarga menghadapi kondisi yang mengharuskannya dimana memegang tanggung jawab yang besar dalam hal ekonomi kelurga, hal ini dijalani ibu dengan baik dengan berbagai usaha yang dilakukan guna mencapai kesejahteraan hidup keluarga dan memenuhi kebutuhan keluarga demi anak-anak tanpa bergantung secara ekonomi.
c. Penyesuaian diri Ibu sebagai Kepala Keluarga dalam pendidikan kepada anak
Keluarga merupakan lembaga pendidikan utama bagi anak-anak. Tampak jelas bahwa peran ibu sebagai kepala keluarga memiliki tanggung jawab yang penuh mengenai perkembangan pendidikan anak. Ibu adalah sosok yang paling dekat dengan anak-anaknya untuk itu sadar akan peran pentingnya dalam hal pendidikan kepada anak. Selain mendapat pendidikan dalam pendidikan formal pendidikan dalam keluarga kini
menjadi tugas ibu sebagai orangtua tunggal. Perannya dalam mendidik anak digolongkan tindakan sosial . Tindakan sosial menurut Weber (2004: 39), dapat berupa:
f) Tindakan manusia, yang menurut si aktor mengandung makna yang subyektif. Ini meliputi berbagai tindakan nyata.
g) Tindakan nyata yang bersifat membatin sepenuhnya dan bersifat subyektif.
h) Tindakan yang meliputi pengaruh positif dari suatu situasi, tindakan yang sengaja diulang serta tindakan dalam bentuk persetujuan secara diam-diam.
i) Tindakan itu diarahkan kepada seseorang atau kepada beberapa individu.
j) Tindakan itu memperhatikan tindakan orang lain dan terarah kepada orang lain.
Sesuai dengan penelitian terhadap subyek, tindakan yang dilakukan ibu adalah menanamkan nasehat-nasehat yang berguna bagi kehidupannya mendatang, menjaga perkataan dan perbuatan dengan memberikan contoh yang dilakukan oleh ibu, menanamkan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat supaya anak dapat membawa diri dengan baik, dapat mengeyam bangku kehidupan dengan baik serta menjalankan ajaran agama dengan benar sebagai pedoman dalam kehidupan. Tindakan yang dilakukan ibu didasarkan kasih sayang kepada anak-anaknya dimana hanya memiliki ibu sebagai orangtua tunggal dapat menjadi pribadi yang baik pula, dengan begitu ibu mendapat penghargaan dari masyarakat bahwa seorang ibu dengan segala kesibukannya mampu membimbing dan mengarahkan anak dengan baik.
Goffman menyatakan bahwa individu atau kelompok harus mengerti ia berada pada posisi panggung depan (front stage atau front region) atau panggung belakang (back stage atau back region). Panggung depan Seorang ibu sebagai kepala keluarga dalam keluarga berusaha untuk menjalani hidup dengan sebaik mungkin melakukan tugas sebagai orangtua. Di panggung belakang ibu akan menampilkan perilaku apa adanya dan tidak dibuat-buat menjalani aktivitasnya mengerjakan
pekerjaan rumah dan melakukan kegiatan yang ibu gemari. Dalam kehidupan sehari-hari ibu sebagai kepala keluarga menjalankan dua peran sekaligus yaitu sebagai ayah dan ibu yang bertanggung jawab pada perekonomian keluarga dan pendidikan anak. Pendekatan yang digunakan Goffman melihat dimana setiap individu melakukan pertunjukan bagi orang lain. Ibu ingin memberikan kesan yang baik untuk anak-anak sehingga anak-anakpun memberi respon yang baik, dimana dapat menjalani kehidupan dengan baik tanpa adanya ayah.
d. Penyesuaian diri Ibu sebagai Kepala Keluarga dalam kehidupan bermasyarakat
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat sendiri tanpa bantuan orang lain. Ibu sebagai kepala keluarga menjaga hubungan dengan masyarakat sekitar. Ibu sebagai kepala keluarga mengadakan penyesuaian akan peran-peranannya sebagai kepala keluarga dengan menjaga keselarasan dalam hubungan sosialnya dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurut Soerjono Soekanto (2006: 244) menjelaskan Peranan mencangkup tiga hal, yakni :
d) Peranan meliputi norma–norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat. Peranan dalam arti ini merupakan rangkaian peraturan–peraturan yang membimbing seseorang dalam masyarakat.
e) Peranan adalah suatu konsep tentang apa yang dapat dilakukan oleh individu dalam masyarakat sebagai organisasi.
f) Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku yang penting dalam masyarakat
Dalam menjalankan peran di kehidupan masyarakat merupakan wujud penghargaan kepada masayarakat sehingga tercipta suasana harmonis. Dengan menjalankan peran yang ada dalam masyarakat ibu secara tidak langsung tetap menjaga keseimbangan hak dan kewajiban sesuai dengan peranannya. Hubungan sosial yang ada dalam masyarakat merupakan hubungan antara peranan-peranan individu yang diatur oleh norma yang berlaku dalam masyarakat. Demi tercipta suatu kesejahteraan bersama maka peranan-peranan harus dilaksanakan sehingga tercipta hubungan timbal balik dengan individu yang lain dan
tercipta keselarasan masayarakat.
David Berry (1982:101) menjelaskan di dalam peranan terdapat dua macam harapan :
c) Harapan-harapan dari masyarakat terhadap pemegang peran atau kewajiban-kewajiban dari pemegang peran.
d) Harapan-harapan yang dimiliki oleh si pemegang peran terhadap ”masyarakat” atau terhadap orang-orang yang berhubungan dengannya dalam menjalankan perannya atau kewajiban-kewajibannya.
Menjalin hubungan dengan masyarakat dilakukan oleh ibu-ibu dengan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan seperti PKK, pengajian, pengurus RW maupun RT serta kerja bakti, apabila ibu tidak dapat mengikuti kegiatan bapak-bapak seperti kerja bakti maka ibu akan membantu dalam penyediaan makanan untuk kegiatan arisan ibu biasanya akan menitip atau meminta rumah mendapat bagian jadwal untuk ditempati, selain itu ibu senantiasa menanamkan kepada anak-anaknya untuk senantiasa menjaga hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar karena apabila dalam kesulitan pasti tetangga yang akan membantu serta menjunjung tinggi sikap saling tolong menolong. Ibu sebagai kepala keluarga menjalankan peranannya sesuai dengan harapan masyarakat untuk terus ikut ambil bagian dalam kegiatan masyarakat serta masyarakatpun diharapkan untuk dapat menghargai ibu dalam menjalani peranannya sebagai kepala keluarga.
Dari penjelasan dapat disimpulkan bahwa ibu sebagai kepala keluarga dalam menjalani kehidupannya mengalami berbagai hambatan. Untuk itu ibu selalu berusaha sebaik mungkin dalam menjalani peranan-peranan yang baru, mulai dari mencari nafkah, pendidikan anak dan ikut ambil bagian dalam kegiatan kemasyarakatan dengan demikian ibu berhasil dalam menyesuaikan diri dengan peran dan fungsi yang baru sebagai kepala keluarga.
108