• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN UMUM

4. Tenaga kerja yang relatif murah (+) (sumber : Kemendag 2015)

5. Teknologi untuk memproduksi komponen di dalam negeri masih belum maksimal (-) (sumber : Kemenperin 2015).

Kondisi Permintaan

Permintaan produk otomotif terdiri dari permintaan domestik dan permintaan luar negeri. Permintaan produk otomotif sangat tinggi baik bagi konsumen dalam negeri maupun luar negeri. Neraca perdagangan otomotif selalu positif meskipun impor otomotif juga tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa produk otomotif Indonesia diminati oleh konsumen luar negeri. Kondisi permintaan otomotif berdasarkan hasil studi literatur adalah seperti dibawah ini.

1. Jumlah penduduk Indonesia yang menempati posisi terbesar keempat di dunia pada tahun 2014 menjadikan Industri otomotif Indonesia memiliki pangsa pasar yang besar di dalam negeri (+) (sumber : Detik 2014).

2. Berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini, terlihat bahwa GDP rill negara tujuan dan populasi negara tujuan berpengaruh positif terhadap volume ekspor Otomotif, sehingga negara-negara yang memiliki GDP rill dan populasi tinggi dapat menjadi target pasar Otomotif Indonesia (+).

3. Nilai ekspor otomotif Indonesia ke negara tujuan masih mengalami peningkatan (+) (sumber : Kemenperin 2015).

4. Berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini, nilai RCA >1 yang menunjukkan bahwa komoditi otomotif Indonesia memiliki daya saing komparatif yang kuat. (+)

5. Jumlah penduduk negara tujuan yang meningkat setiap tahun sehingga berpotensi menjadi negara tujuan ekspor (+) (sumber : UNCTAD 2016). 6. Jarak ekonomi di dalam ekspor dan impor menggambarkan biaya

transportasi. Biaya transportasi merupakan salah satu faktor penghambat dalam perdagangan, sehingga jarak ekonomi yang semakin jauh akan menyebabkan biaya transportasi meningkat.(-)

Industri Terkait dan Penunjang

Peran industri pendukung dan industri terkait dengan industri otomotif Indonesia merupakan salahsatu faktor penting dalam menunjang daya saing otomotif. Industri yang terkait dengan industri otomotif berdasarkan hasil studi literatur adalah seperti berikut ini:

1. Industri komponen lokal juga semakin mampu meningkatkan kapasitas produksinya untuk memasok kebutuhan dalam negeri sehingga mendorong terjadinya peningkatan kandungan lokal dan secara bertahap komponen impor semakin mengecil yang pada gilirannya dapat tergantikan oleh komponen local (+) (sumber: Kemenperin 2015).

2. Industri mengalami kenaikan produksi mobil adalah PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Perusahaan ban ini telah merasakan untung dari investasi baru pabrik mobil low cost green car (LCGC) milik agen pemegang merek (APM) (+) (sumber: Gaikindo 2015).

33

3. Perusahaan tiga raksasa kaca dunia memutuskan untuk membuka pabrik kaca mobil di Indonesia. Mereka adalah Asahi Glass asal Jepang, Saint-Gobain asal Perancis dan Central Glass dari Amerika Serikat (AS). (-) (sumber: Gaikindo 2015).

4. Berdasarkan Laporan Kinerja Perindustrian tahun 2014, salahsatu permasalahan industri otomotif di Indonesia adalah lemahnya penguasaan dan penerapan teknologi dalam industri (-) (sumber: Kemenperin 2015).

Strategi, Struktur, dan Persaingan Perusahaan

Kondisi persaingan dalam industri otomotif sangat ketat baik antar perusahaan dalam negeri maupun perusahaan luar negeri. Perusahaan luar negeri masuk sebagai pesaing industri otomotif nasional karena Indonesia menganut sistem perdagangan bebas terutama dengan negara-negara ASEAN dan Cina. Hal ini menyebabkan produk otomotif nasional akan bersaing dengan produk negara lain baik di pasar dalam negeri maupun di pasar Internasional. Kondisi strategi, struktur, dan persaingan pada industri otomotif berdasarkan hasil studi literatur adalah seperti di bawah ini.

1. Produksi Industri otomotif Indonesia berada pada peringkat ke 15 dunia (-) (sumber: Kemenperin 2015 ).

2. Ketidakstabilan politik dan ekonomi menyebabkan terganggunya kestabilan nilai tukar yang selanjutnya berdampak pada fluktuasi biaya produksi (-) (sumber: Kemendag 2016).

3. Pasar Indonesia tetap menjadi sasaran para investor untuk mengembangkan industrinya (+) (sumber: Kemendag 2016).

4. Malaysia dan Philippiness berada di posisi retreat, diakibatkan adanya pesaing baru Indonesia di pasar negara tujuan ekspor utama. (-)

Peran Pemerintah

1. Pemerintah berupaya meningkatkan penggunaan mobil Hibrida sebagai program jangka pendek dan mengembangkan teknologi mobil listrik untuk jangka panjang (+) (sumber: Kemenperin 2016).

2. Pemerintah melalui kementrian perindustrian sudah melahirkan kebijakan produksi kendaraan bermotor roda empat yang disebut Low Cost Green Car atau populer dengan mobil murah. (+) (sumber : Kemenperin 2015).

3. Pemerintah menciptakan aturan yang mendorong pengembangan industri hulu dan industri penunjang. Dari awal pengembangannya industri otomotif Indonesian dimaksudkan untuk dimulai dari hilirnya untuk dikembangkan ke hulu. Dari proses assembling untuk kemudian ditindak lanjuti ke kemampuan manufacturing. Mulai dari kemampuan pembuatan ke kemampuan design. Dari komponen dikembangkan ke kemampuan pembuatan materialnya. Sehingga tercipta struktur industri yang lengkap untuk memberi sumbangan maksimal penambahan nilai lokal dalam industri otomotif (+) (sumber:Tempo 2015).

34

Kesempatan

1. Kondisi pasar ekspor otomotif Indonesia di Singapore rising star. (+)

2. Kondisi pasar ekspor otomotif Indonesia di Malaysia dan Philippines retreat. (-)

3. Kondisi pasar ekspor otomotif Indonesia di Thailand lost opportunity. (+) 4. Kondisi pasar ekspor otomotif Indonesia di Cambodia, Bruneii Darusallam

dan Vietnam falling star. (-)

5. Komoditi otomotif termasuk sepuluh besar komoditi utama Indonesia di pasar tujuan ekspor utama (Kemendag 2016). (+)

6. Adanya paket kebijakan Jokowi yang ketiga dengan tujuan untuk menurunkan impor dan mendongkrak ekspor (+) (sumber : Kemendag 2011) Diagram analisis Porter’s Diamond ditunjukkan pada Gambar

Gambar 12 Diagram analisis Porter’s Diamond

Peran Pemerintah

1. Pemerintah menciptakan aturan yang mendorong pengembangan industri hulu dan industri penunjang

2. Upaya penerapan Low Cost Green Car. (+)

3.Pemerintah berupaya meningkatkan penggunaan mobil Hibrida sebagai program jangka pendek dan mengembangkan teknologi mobil listrik untuk jangka panjang. (+)

Strategi, Struktur, dan Persaingan Perusahaan

1. Ketidakstabilan politik dan ekonomi menyebabkan terganggunya kestabilan nilai tukar yang selanjutnya berdampak pada fluktuasi biaya produksi. (-)

2. Produksi Industri otomotif Indonesia berada pada peringkat ke 15 dunia (Kemenperin 2014). (-) 3. Pasar Indonesia tetap menjadi sasaran para

investor untuk mengembangkan industrinya.(+)

Kondisi Faktor

1. Fluktuasi nilai tukar rill terhadap dolar Amerika Serikat. (-)

2. Teknologi untuk memproduksi komponen di dalam negeri masih belum maksimal.(-)

3. Tenaga kerja yang relatif murah.(+)

4. Jumlah investasi di sektor otomotif dan komponen yang terus meningkat secara signifikan.(+)

Industri Terkait dan Penunjang 1.Mobil Hibrida sebagai

program jangka pendek dan mengembangkan teknologi mobil listrik untuk jangka panjang. (+)

2. Low Cost Green Car atau populer dengan mobil murah. (+)

3.Pemerintah menciptakan aturan yang mendorong pengembangan industri hulu dan industri penunjang. 4. Lemahnya penguasaan dan

penerapan teknologi dalam industri otomotif (-)

Kondisi Permintaan

1.Nilai ekspor otomotif Indonesia ke negara tujuan masih mengalami peningkatan. (+)

2. jarak ekonomi(-) 3 .populasi.(+)

Kesempatan

1.Kondisi pasar ekspor otomotif Indonesia di Malaysia dan Philippines

retreat. (-)

2.Kondisi pasar ekspor otomotif Indonesia di Thailand lost opportunity. (+)

3.Kondisi pasar ekspor otomotif Indonesia di Singapore rising star. (+)

4.Adanya paket kebijakan Jokowi yang ketiga (+)

35

Berdasarkan analisis Porter’s Diamond Model yang meliputi faktor kondisi, faktor kondisi permintaan, faktor industri terkait dan industri pendukung, faktor persaingan industri, faktor peran pemerintah, serta faktor peran kesempatan. Hasil analisis dengan Porter’s Diamond Model menunjukkan bahwa pada ekspor otomotif, terdapat empat faktor utama yang memengaruhi jalannya ekspor otomotif ini yakni persaingan industri yang meliputi tingkat persaingan antar perusahaan dan strategi yang digunakan, kondisi permintaan domestik seperti jumlah pembeli dengan preferensi konsumen akan produk otomotif yang dihasilkan, kondisi faktor diantaranya nilai tukar, teknologi, SDM dan investasi. Faktor utama yang terakhir adalah industri terkait dan industri penunjang yang meliputi pemerintah dan perusahaan. Selain itu terdapat dua faktor pendukung diluar dari empat faktor utama yang mempengaruhi daya saing ekspor otomotif , dimana kedua faktor tersebut berada diluar kendali pemilik perusahaan otomotif. Faktor tersebut adalah faktor kesempatan dan peran pemerintah berupa regulasi yang dikeluarkan untuk mengatur jalannya ekspor otomotif ini. Berdasarkan analisis Porter’s Diamond Model, otomotif Indonesia juga memiliki keunggulan secara komparatif yang didukung oleh kondisi permintaan, strategi, stuktur dan persaingan, kebijakan pemerintah, serta kesempatan

Dokumen terkait