Pada tahun 2016 jumlah tenaga kesehatan yang bekerja di sarana pelayanan kesehatan adalah 4.373 orang yang tersebar di 6 Kecamatan yang ada di Kota Balikpapan.
Jenis tenaga kesehatan terbanyak adalah tenaga keperawatan berjumlah 1.780 orang yang terdiri dari 674 bidan, 1.067 perawat, dan perawat gigi 37 orang, sedangkan tenaga kefarmasian berjumlah 562 orang terdiri dari apoteker 278 Orang dan asisten apoteker 284 Orang dan untuk tenaga kesehatan masyarakat dan sanitasi 25 orang, keterapian fisik 32 orang, keteknisian medis 28 orang. Radiographer 18 orang, refraksionis optician 5 orang, sedangkan tenaga sanitarian 25 orang.
Untuk tenaga medis berjumlah 1.126 orang terdiri dari dokter spesialis 204 orang, dokter umum 745 orang dan 157 orang dokter gigi dan 20 dokter spesialis gigi. Rincian data adalah melalui tabel berikut :
Tabel 51
Rasio Tenaga Kesehatan Tahun 2016
No Jenis Tenaga Jumlah
Rasio Tenaga/100.000
Penduduk
1 Dokter Umum 754 119
2 Dokter Spesialis 203 32
3 Dokter Spesialis Gigi 22 3
4 Dokter Gigi 155 25 5 Apoteker 314 44 6 Asisten Apoteker 322 45 7 Bidan 493 107 8 Perawat 1.607 256 9 Perawat Gigi 27 6 10 Perekam Medis 28 4 11 Tenaga Analis 116 27 12 Tenaga Gizi 68 11
13 Tenaga Kesehatan Lingkungan 29 4
14 Tenaga Fisioterapi 23 5
15 Tenaga Refraksionis 18 3
16 Tenaga Keteknisian Medis 28 4
17 Penata Anestesi 17 3
Sumber : Bidang PSDK Dinkes Kota Balikpapan
C. PEMBIAYAAN KESEHATAN
1. Alokasi Anggaran Kesehatan
Alokasi anggaran kesehatan khususnya bersumber dari APBD Kota Balikpapan tahun 2016 mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 2015. Namun proporsi
anggaran pembangunan kesehatan terhadap keseluruhan APBD Kota Balikpapan mengalami peningkatan.
Tabel 52
Proporsi Alokasi Anggaran Dinas Kesehatan Kota Balikpapan
Tahun 2014 - 2016
Tahun APBD Kesehatan APBD Kota %
2014 195.313.314.483,00,- 3.171.727.528.472,00,- 6,16
2015 195.704.661.650,00,- 2.353.610.037.029,00,- 8,32
2016 195.151.692.969,00,- 1.705.891.634.508,00,- 11,92
Sumber : Sub.Bag Perencanaan Program Dinkes Kota Balikpapan
Tabel di atas tidak termasuk Belanja Tidak Langsung (BTL) tahun 2016 sebesar Rp 51.480.400.000,-
2. Realisasi Anggaran
Alokasi Anggaran Kesehatan di Kota Balikpapan dalam bentuk anggaran rutin dan kegiatan operasional di Dinas Kesehatan dan UPT Dinas dengan realisasi anggaran sebagai berikut:
Tabel 53
Realisasi Anggaran Kesehatan Kota Balikpapan Tahun 2015 - 2016
Tahun Anggaran dan Jenis Belanja Realisasi % 2015 Pagu Anggaran 159.499.365.150,00 132.474.704.294,08 83,06 BTL 59.276.958.000,00 50.470.378.142,00 85,14 BL 100.222.407.150,00 82.004.326.152,08 81,82 2016 Pagu Anggaran 134.859.245.009,00 134.859.245.009,00 100,00 BTL 51.480.400.000,00 51.480.400.000,00 100,00 BL 83.378.845.009,00 83.378.845.009,00 100,00
Sumber : Sub.Bag Perencanaan Program Dinkes Kota Balikpapan
Dari tabel diatas proporsi realisasi alokasi anggaran kesehatan tahun 2016 mengalami penurunan dari tahun 2015. Khusus untuk Belanja Tidak Langsung Tahun 2016 Rp 51.480.400.000,- realisasi sebesar Rp. 51.480.400.000,- atau (100%).
3. Jaminan Pelayanan Kesehatan A. Jaminan Bagi PBI
Tabel 54
Anggaran Pelayanan Keluarga Miskin Kota Balikpapan
Tahun 2014 - 2016
Sumber : Bagian Keuangan DKK Balikpapan
B. Jaminan Kesehatan Nasional
Pelaksanaan Program Jamkesda sesuai Peraturan Walikota Balikpapan No. 29 Tahun 2013 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan di Kota Balikpapan merupakan bantuan biaya pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Balikpapan yang bekerja di sektor informal dan belum memiliki jaminan kesehatan, di berikan bantuan biaya rawat inap di puskesmas 24 jam, klinik dan rumah sakit yang menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Balikpapan. Bantuan diberikan di kelas 3 dengan batasan sampai tindakan medis sedang, hal ini menginat Jamkesda bukanlah masyarakat miskin sehingga tetap mengedepankan prinsip kemandirian
masyarakat dalam hal pembiayaan kesehatan agar masyarakat tetap
mempertahankan upaya promotif dan preventif yang sudah berjalan.
Pemberian bantuan bertujuan untuk menurunkan angka kematian khususnya bagi ibu dan bayi, menurunkan angka kesakitan dan kematian penyakit seperti : demam berdarah yang selalu menjadi problem di Balikpapan, penyakit infeksi dan
lainnya serta penanganan kasus gizi buruk dalam upaya pencapaian target SDG’s 2016.
Tahun Alokasi Realisasi %
2014 500.000.000,00 245.448.274,19,- 49,09
2015 881.900.000,00 854.563.900,- 96,90
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Dari hasil penyusunan profil kesehatan 2016, status kesehatan kota Balikpapan termasuk dinilai cukup baik , ditinjau dari indikator kematian Ibu, Bayi, dan Balita. Hal
ini ditandai dengan beragamnya kegiatan – kegiatan bersifat inovatif yang
diimplementasikan oleh Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dalam upaya percepatan peningkatan keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan.
Meskipun demikian pembangunan kesehatan masih merupakan kebutuhan masyarakat yang akan terus ditingkatkan sesuai dengan perkembangan pembangunan secara menyeluruh utamanya dalam menghadapi era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean).
Upaya pembangunan kesehatan, yang terus tetap dilaksanakan untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan hasil yang dicapai antara lain upaya peningkatan dan perbaikan terhadap derajat kesehatan masyarakat, upaya peningkatan pelayanan kesehatan, pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan dan sumber daya kesehatan baik dari sisi kuantitas maupun kualitas seiring penerapan akreditasi sarana kesehatan.
Hasil kegiatan pembangunan bidang kesehatan baik keberhasilan maupun ketidakberhasilan dalam pencapaian upaya pembangunan kesehatan yang menyeluruh di Kota Balikpapan selama tahun 2016 tergambar dalam Profil Kesehatan Kota Balikpapan Tahun 2016.
B. SARAN
1. Dari hasil menyusunan profil kesehatan Kota Balikpapan ada beberapa program yang
belum mencapai hasil yang diharapkan. Tentunya masih diperlukan perhatian dan penanganan yang lebih serius karena pembangunan kesehatan tetap merupakan kebutuhan masyarakat yang perlu ditingkatkan secara terus - menerus sesuai dengan perkembangan pembangunan nasional.
2. Dalam penyusunan buku Profil Kesehatan ini terlihat secara nyata respon dari stakeholder terutama pemberi layanan di bidang kesehatan yang senantiasa
melaporkan secara rutin progress pelaksanaan kegiatan di masing – masing instansi
Dinas Kesehatan Kota Balikpapan akan lebih mengoptimalkan lagi untuk update data
dari klinik – klinik kesehatan yang seiring era JKN berjalan juga terlihat pertumbuhan
atau peningkatan adanya sarana/fasilitas kesehatan baru agar tergambar dalam profil kesehatan dan dapat digunakan sebagai bahan analisis, evaluasi dan perencanaan kegiatan pembangunan kesehatan, khususnya pembangunan kesehatan di Kota Balikpapan.
3. Perlu selalu ditingkatkan pertemuan validasi data serta peningkatan kapasitas SDM dalam hal peningkatan kemampuan/ketrampilan pengelolaan data dan pemegang program dalam menganalisa data guna peningkatan kualitas data yang ada dalam profil kesehatan.
BAB VII P E N U T U P
Gambaran tentang peningkatan terhadap status kesehatan, upaya dan sumber daya kesehatan yang dicapai sebagai hasil dari pembangunan kesehatan dalam profil kesehatan tahun 2016, merupakan gambaran adanya perbaikan kondisi dan sosial ekonomi masyarakat diKota Balikpapan dengan segenap dinamika kemajuan di berbagai bidang/sektor.
Oleh karena itu bagaimanapun juga pembangunan kesehatan masih merupakan kebutuhan masyarakat yang akan terus meningkat sesuai dengan perkembangan pembangunan secara menyeluruh.
Kondisi perekonomian tidak mengendurkan semangat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan segala keterbatasan sumber daya yang ada, baik dari sisi anggaran maupun sumber daya kesehatan.
Semoga Buku Profil Kesehatan Tahun 2016 ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukannya, kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan Buku Profil Kesehatan pada tahun-tahun mendatang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan
KABUPATEN/KOTA BALIKPAPAN TAHUN 2016
L P L + P Satuan