• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tenaga Kesehatan dan Non Kesehatan

Dalam dokumen Profil Kesehatan Kab. Garut Tahun (Halaman 125-134)

SUMBER DAYA KESEHATAN

6.1.1 Tenaga Kesehatan dan Non Kesehatan

Tahun 2016 Kabupaten Garut memiliki tenaga kesehatan sebanyak 2.242 orang yang tersebar di enam puluh tujuh (67) UPT Puskesmas, Akper dan Labkesda, serta 1097 orang yang bekerja di RSUD Dr. diantaranya tenaga kesehatan yang bekerja di Klinik, Rumah Bersalin, Praktik Dokter Mandiri dan Praktik Bidan Mandiri.

Apabila dilihat dari jumlah tenaga medis dokter yang ada di Kabupaten Garut tahun 2016 sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan dokter di puskesmas baik itu dengan status kepegawaian

Profil Kesehatan Kab. Garut Tahun 2016| 126 PNS, PTT maupun magang. Adapun sebaran tenaga medis di Kabupaten Garut tahun 2016 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 6.1

Proporsi Dokter di Kabupaten Garut Tahun 2016 No Nama Puskesmas Jumlah Dokter

Umum Jumlah Dokter Gigi

1. Siliwangi 2 1

Profil Kesehatan Kab. Garut Tahun 2016| 127 No Nama Puskesmas Jumlah Dokter

Umum Jumlah Dokter Gigi

36. Bayongbong DTP 3 -

Sumber : Seksi Ditgunakes Tahun 2016

Sebanyak enam puluh tujuh (67) puskesmas yang ada di Kabupaten Garut sudah memiliki tenaga dokter, artinya setiap puskesmas minimal sudah terdapat satu (1) orang dokter. Akan tetapi apabila berdasarkan Kepmenkes No. 81 Tahun 2004 idealnya satu dokter melayani 4.000 penduduk, apabila mengacu pada pelaturan tersebut, maka Kabupaten

Profil Kesehatan Kab. Garut Tahun 2016| 128 Garut masih membutuhkan tenaga dokter sebanyak 529 dokter. Selain tenaga dokter, tenaga kesehatan yang kurang di Kabupaten Garut yaitu tenaga apoteker, tenaga gizi, teknis medis, sanitarian dan kesehatan masyatakat.

Jumlah Tenaga Kesehatan dan Non Kesehatan Menurut Unit Kerja Di Kabupaten Garut Tahun 2016

No UNIT KERJA

TENAGA KESEHATAN

Jumlah

Medis Perawat Bidan Kefarmasian Gizi Teknis Medis Sanitarian Kesmas Teknik Fisik Non Kesehatan

1. Sumber : Seksi Ditgunakes Tahun 2016

Profil Kesehatan Kab. Garut Tahun 2016| 129 6.2 SARANA KESEHATAN

Salah satu indikator derajat kesehatan masyarakat salah satunya ditunjang oleh sarana kesehatan. Sarana kesehatan yang ada di Kabupaten Garut terdiri dari fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah dan swasta.

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menyatakan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan adalah suatu alat dan/atau tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat.

Disamping memiliki UPT Puskesmas yang mampu PONED, Kabupaten Garut juga mempunyai rumah sakit yang mampu melayani Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komperhensif (PONEK) yaitu Rumah Sakit Umum Daerah dr. Slamet.

6.2.1 Puskesmas

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas menyebutkan bahwa puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.

Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka mendukung terwujudnya kecamatan sehat. Selain melaksanakan tugas tersebut, puskesmas memiliki fungsi sebagai penyelenggara Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) tingkat pertama dan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) tingkat pertama serta sebagai wahana pendidikan tenaga kesehatan.

Profil Kesehatan Kab. Garut Tahun 2016| 130 Upaya kesehatan masyarakat adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan dengan sasaran keluarga, kelompok dan masyarakat. Upaya kesehatan perseorangan adalah suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk peningkatan, pencegahan, penyembuhan penyakit, pengurangan penderitaan akibat penyakit dan memulihkan kesehatan perseorangan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Garut tahun 2016 mempunyai enam puluh tujuh (67) UPT puskesmas yang terdiri dari lima belas (15) UPT Puskesmas Dengan Tempat Perawatan (DTP), lima puluh dua (52) UPT Puskesmas Tanpa Perawatan (TTP) yang tersebar di empat puluh dua (42) kecamatan. Dari enam puluh tujuh (67) puskesmas tersebut tiga puluh (30) puskesmas diantaranya telah mampu melayani Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar (PONED).

Grafik 6.1

Jumlah Puskesmas di Kabupaten Garut Tahun 2012 – 2016

Sumber : Seksi Ditgunasarkes Tahun 2016

Pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan dasar dapat digambarkan secara umum oleh indikator rasio puskesmas terhadap 30.000 penduduk.

Profil Kesehatan Kab. Garut Tahun 2016| 131 Pada tahun 2012 jumlah puskesmas di Kabupaten Garut sebanyak enam puluh lima (65) puskesmas dan meningkat menjadi enam puluh tujuh (67) puskesmas, ada peningkatan sebesar 2,98% dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2016.

Jumlah sarana pelayanan kesehatan tersebut melayani penduduk Kabupaten Garut sebanyak 2.569.505 jiwa.

Secara konseptual puskesmas menganut konsep wilayah dan diharapkan dapat melayani sasaran penduduk rata-rata 30.000 penduduk. Dengan jumlah puskesmas yang ada, ini berarti satu (1) puskesmas rata-rata melayani sebanyak 38.041jiwa.

Grafik 6.2

Jumlah Puskesmas Rawat Inap dan Non Rawat Inap Kabupaten Garut Tahun 2012-2016

Sumber : Seksi Ditgunasarkes Tahun 2016

Pada grafik di atas diketahui bahwa jumlah puskesmas non rawat inap meningkat, dari lima puluh (50) puskesmas menjadi lima puluh dua (52) puskesmas di tahun 2016. Sedangkan untuk Puskesmas Dengan Tempat Perawatan (DTP) masih belum meningkat yaitu lima belas (15) puskesmas.

Profil Kesehatan Kab. Garut Tahun 2016| 132 Puskesmas berkomitmen terhadap penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui upaya kesehatan kesehatan ibu, anak, gizi, promosi kesehatan serta penyelenggaraan puskesmas mampu PONED. Pada tahun 2016 puskesmas yang mampu memberikan Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED) sebanyak tiga puluh (30) puskesmas. Secara rinci dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 6.3

Jumlah Puskesmas Mampu PONED Di Kabupaten Garut Tahun 2016

No NAMA PUSKESMAS KECAMATAN

1 UPTD PKM GARAWANGSA SUCINARAJA

2 UPTD PKM TAROGONG TAROGONG KALER

3 UPTD PKM BAGENDIT BANYURESMI

4 UPTD PKM LEMBANG LELES

5 UPTD PKM CIBATU CIBATU

6 UPTD PKM MALANGBONG MALANGBONG

7 UPTD PKM MARIPARI SUKAWENING

8 UPTD PKM BAYONGBONG BAYONGBONG

9 UPTD PKM CILAWU CILAWU

10 UPTD PKM CISURUPAN CISURUPAN

11 UPTD PKM SUKAMULYA CIGEDUG

12 UPTD PKM CIKAJANG CIKAJANG

13 UPTD PKM SINGJAYA SINGAJAYA

14 UPTD PKM CIHURIP CIHURIP

15 UPTD PKM BANJARWANGI BANJARWANGI

16 UPTD PKM PEUNDEUY PEUNDEUY

17 UPTD PKM PAMEUNGPEUK PAMEUNGPEUK

18 UPTD PKM CISOMPET CISOMPET

19 UPTD PKM CIKELET CIKELET

20 UPTD PKM CIBALONG CIBALONG

21 UPTD PKM MAROKO CIBALONG

22 UPTD PKM BUNGBULANG BUNGBULANG

Profil Kesehatan Kab. Garut Tahun 2016| 133

23 UPTD PKM MEKARMUKTI MEKARMUKTI

24 UPTD PKM SINDANGRATU SINDANGRATU

25 UPTD PKM CISEWU CISEWU

26 UPTD PKM SUKARAME SUKARAME

27 UPTD PKM TALEGONG TALEGONG

28 UPTD PKM PAMULIHAN PAKENJENG

29 UPTD PKM LIMBANGAN LIMBANGAN

30 UPTD PKM SELAAWI SELAAWI

Sumber : Seksi Ditgunasarkes Tahun 2015

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014, dalam rangka meningkatkan aksesibilitas pelayanan, puskesmas didukung oleh jaringan pelayanan puskesmas dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan.

Jejaring pelayanan kesehatan terdiri atas Puskesmas pembantu, Puskesmas keliling dan bidan desa. Sedangkan jejaring fasilitas kesehatan terdiri atas klinik, rumah sakit, apotek, laboratorium dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Di Kabupaten Garut jejaring pusekesmas yang ada dari tahun 2012 – 2016 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 6.4

Jumlah Jejaring Pelayanan Kesehatan dan Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Garut Tahun 2012 – 2016

No.

Jejaring Pelayanan Kesehatan/Jejaring Fasilitas Kesehatan

2012 2013 2014 2015 2016

1. Jejaring Pelayanan Kesehatan

Profil Kesehatan Kab. Garut Tahun 2016| 134 mengelompokkan rumah sakit berdasarkan jenis pelayanan yang diberikan menjadi rumah sakit umum dan rumah sakit khusus.

Rumah sakit umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit. Adapun rumah sakit khusus adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau satu jenis penyakit tertentu berdasarkan disiplin ilmu, golongan umur, organ, jenis penyakit atau kekhususan lainnya. Pada tahun 2016 Kabupaten Garut mempunyai enam (6) rumah sakit umum. Kabupaten Garut belum memiliki rumah sakit khusus.

Tabel 6.5

Jumlah Rumah Sakit Berdasarkan Kepemilikan Di Kabupaten Garut Tahun 2016

No Pengelola/Kepemilikan Jenis Rumah Sakit Jumlah

1 Pemerintah Kabupaten Garut Umum 1

2 Pemerintah Provinsi Jawa Barat Umum 1

3 TNI AD Umum 1

4 Swasta Umum 3

Sumber : Seksi Ditgunasarkes Tahun 2015

6.3 PEMBIAYAAN KESEHATAN

Pembiayaan kesehatan di Kabupaten Garut tahun 2015 berasal dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi, dan APBN. Salah satu tolok ukur keberhasilan reformasi kesehatan adalah adanya peningkatan proporsi dana pembangunan kesehatan terhadap dana pembangunan APBD

Dalam dokumen Profil Kesehatan Kab. Garut Tahun (Halaman 125-134)

Dokumen terkait