Menimbang, bahwa maksud dan tujuan Gugatan Penggugat adalah seperti dalam duduknya sengketa di atas;---
Menimbang bahwa terhadap gugatan Penggugat tersebut, Tergugat telah menyerahkan Jawabannya tertanggal 26 April 2012 melalui kuasanya, ternyata dari jawaban tersebut memuat beberapa eksepsi, maka sebelum mempertimbangkan pokok perkara Majelis Hakim terlebih dahulu akan mempertimbangkan eksepsi tersebut sebagai berikut ;--- Dalam Eksepsi ;--- Eksepsi Ke-1 (satu) : Tentang Kompetensi Absolut,yang pada pokoknya adalah sebagai berikut.;--- - Bahwa pada tanggal 18 Januari 2012, Drs. H. Alwis, M.Si. keputusan
a quo (Surat Perintah Penugasan) an. Mustafa (Penggugat) yang dibuat Tergugat ditembuskan ke Bupati Kuantan Singingi cq. Kepala
BKD Kuantan Singingi sebagai pejabat atasan Tergugat untuk dimintakan persetujuan sehingga nantinya Surat Keputusan a quo ini terhadap perpindahan Penggugat bersifat definitive apabila nantinya disetujui Bupati Kuantan Singingi sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian di daerah; ---
- Bahwa keputusan a quo ini belum menimbulkan akibat hukum yang ada karena gaji Penggugat masih ditempat/sekolah yang masih definitive yaitu SMP Negeri 1 Benai dengan golongan dan pangkat yang sama; --- - Bahwa berdasarkan dalil-dalil yang telah dikemukakan Tergugat di atas, obyek perkara a quo ini berupa Surat Perintah Penugasan Nomor : 820/DISDIK-UM/071 yang dibuat dan ditandatangani oleh Drs. Alwis, M.Si. selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kuantan Singingi pada tanggal 18 Januari 2012 bukanlah Keputusan Tata Usaha Negara yang dimaksud dalam Pasal 1 butir angka 9 Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 karena sifatnya belum final, masih memerlukan persetujuan atau tindakan lebih lanjut dari Badan atau pejabat Tata Usaha Negara lainnya, serta belum menimbulkan akibat hukum bagi Penggugat karena haknya tetap melekat di tempat Penggugat dinas sebelumnya.;--- Eksepsi ke-2 (dua) Tentang Gugatan Prematur yang pada pokoknya adalah sebagai berikut.;--- - Bahwa dengan objek perkara seperti tersebut diatas, maka Tergugat
dapat menyampaikan bahwa gugatan Penggugat ini belum saatnya diajukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara atau dengan kata lain gugatan ini masih sangat premature.;---
- Bahwa yang berwenang dalam pemindahan dan penempatan Pegawai Negeri Sipil baik menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2003, Tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan Dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil adalah Bupati/Walikota sebagai Kepala Daerah, bukan Kepala Dinas Pendidikan. Demikian juga Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah juga menyebutkan kewenangan Kepala Daerah dalam melakukan Pengangkatan dan Pemindahan Pegawai Negeri Sipil dalam ruang lingkup kekuasaannya ;--- - Bahwa objek perkara yang dikeluarkan oleh Tergugat bukanlah
bentuk dari Surat Keputusan Pejabat Tata Usaha Negara yang bersifat Final, karena Tergugat bukan pihak yang berwenang dalam Pemindahan dan penempatan sebagai Pegawai Negeri Sipil akan tetapi kewenangan itu ada pada Bupati sebagai Kepala Daerah, dengan kata lain objek perkara yang dikeluarkan Tergugat masih memerlukan persetujuan dari Bupati sebagai Kepala Daerah.;--- Eksepsi ke-3 (tiga) Tentang Gugatan Obscur Libel (gugatan Kabur) antara Posita dan Petitum, yang pada pokoknya mendalilkan adalah sebagai berikut;--- - Bahwa tidak adanya petitum dalam gugatan Penggugat yang
menyangkut kerugian yang diterima oleh Penggugat ;--- - Bahwa tidak adanya petitum dalam gugatan Penggugat yang menyangkut Rehabilitasi ;--- - Bahwa dalil gugatan Penggugat tersebut kabur karena obyek perkara a quo ialah Surat Perintah Penugasan Nomor : 820/DISDIK-UM/071 yang dibuat dan ditandatangani oleh Drs. Alwis, M.Si. selaku Kepala
Dinas Pendidikan Kabupaten Kuantan Singingi pada tanggal 18 Januari 2012 bukan mengenai Surat Keputusan Penjatuhan hukuman disiplin, karena tidaklah benar kalau Penggugat dijatuhi hukumuan karena hak Penggugat masih menerima gaji dan tunjangan sesuai dengan pangkat Penata TK. I (III/d), sedangkan Keputusan a quo ini belum bersifat final karena masih memerlukan persetujuan juga belum memiliki dampak hukum bagi Penggugat, oleh karena petitum gugatan Penggugat yang menyatakan batal atau tidak sah Surat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kuantan Singingi Nommor : 820/DISIDIK-UM/071 tanggal 18 Januari 2012 Tentang Surat Perintah Penugasan berlainan dengan positanya (kabur), seharusnya dalam petitum Penggugat mengenai Surat Keputusan Penjatuhan Hukuman Disiplin; ---
Menimbang, bahwa terhadap eksepsi-eksepsi tersebut Majelis Hakim menilai bahwa eksepsi ke-1 (satu) dan eksepsi ke-2 (dua) substansinya adalah sama, maka untuk itu Majelis Hakim akan mempertimbangkan sekaligus kedua Eksepsi tersebut;---
Menimbang, bahwa mencermati dalil Tergugat tersebut Majelis Hakim berpendapat bahwa yang dimaksud bersifat Final disini artinya, bahwa akibat hukum yang dikeluarkan oleh Pejabat Tata Usaha Negara, serta dimaksudkan dengan mengeluarkan Penetapan tertulis itu harus sudah menimbulkan akibat hukum yang definitif, yang ditentukan posisi hukum dari satu subjek atau objek hukum dan hanya pada saat itulah dikatakan bahwa suatu akibat hukum itu telah ditimbulkan oleh Keputusan Tata Usaha Negara tersebut secara final, Oleh karena itu bahwa dalam sengketa in litis bahwa Pejabat Tata Usaha Negara telah
mengeluarkan Penetapan tertulis berupa Surat Perintah Tugas yang ditujukan kepada Penggugat telah menimbulkan akibat hukum yang definitif karena saat ini Penggugat tidak lagi bertugas sebagai guru SMPN I Benai Kecamatan Benai akibat dikeluarkannya Penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh Tergugat sehingga telah menimbulkan suatu perubahan dalam suasana hukum yang telah ada dan telah melahirkan hubungan hukum yang baru dimana saat Penggugat ditugaskan ditempat baru yaitu di SMPN I Logas sesuai dengan surat perintah penugasan yang dikeluarkan oleh Tergugat, maka dengan demikian telah menghapus hubungan hukum yang ada yang dikeluarkan oleh Pejabat yang berwenang sebelumnya dan menetapkan suatu status baru bagi Penggugat yaitu sebagai guru SMPN 1 Logas Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi sesuai dengan surat penetapan yang dibuat oleh Tergugat dan Perintah Penugasan tersebut telah dilaksanakan oleh Penggugat dengan itikad baik mencari sekolah yang dimaksud dalam Surat Perintah Penugasan tersebut dan saat ini Penggugat tidak lagi bertugas di SMPN I Benai Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi sehingga akibat dikeluarkannya objek sengketa in casu telah final, telah menetapkan suatu status baru bagi Penggugat ;---
Menimbang, bahwa memperhatikan pengertian tentang Kewenangan Absolut dari Pengadilan Tata Usaha Negara adalah tertuang dalam ketentuan Pasal 47, Pasal 50 dan Pasal 54 angka (1) Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1986 sebagaimana telah diubah dua kali dengan Undang - Undang Nomor 51 Tahun 2009 yaitu :--- Pasal 47 : Pengadilan bertugas dan berwenang memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara;
Pasal 50 : Pengadilan Tata Usaha Negara bertugas dan berwenang memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara ditingkat pertama.;--- Pasal 54 angka (1) : Gugatan Sengketa Tata Usaha Negara diajukan
kepada Pengadilan yang berwenang yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan Tergugat.;---- Menimbang, bahwa berdasarkan dalil-dalil dan ketentuan– ketentuan Undang-Undang Peradilan Tata Usaha Negara tersebut di atas, dihubungkan dengan objek gugatan yang diajukan oleh Penggugat maka Majelis Hakim berpendapat bahwa gugatan yang diajukan oleh Penggugat sudah tepat dan benar sehingga sangat beralasan hukum gugatan Penggugat diajukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru karena telah sesuai dengan ketentuan Peraturan perundang-undangan yang berlaku, untuk itu maka dalil-dalil eksepsi ke-1 (satu) dan eksepsi ke-2 (dua), yang telah dipertimbangkan bersama-sama patut untuk ditolak ;--- Menimbang, bahwa oleh karena eksepsi ke-1 (satu) tentang Kewenangan Absolut dan eksepsi ke-2 (dua) tentang Gugatan Premature ditolak, maka selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan eksepsi ke-3 (tiga) Tentang Gugatan Obscur Libel (gugatan Kabur) ;---
Menimbang, bahwa terhadap eksepsi ke-3 (tiga) tersebut, Majelis Hakim berpendapat bahwa substansi dari eksepsi yang didalilkan oleh Tergugat telah memasuki pokok perkara, untuk itu maka harus dipertimbangkan bersama-sama dalam Pokok Perkara a quo, oleh karenanya Eksepsi ke-3 tersebut harus dinyatakan ditolak ;---
Menimbang, bahwa oleh karena Eksepsi-eksepsi Tergugat tersebut ditolak untuk seluruhnya, maka selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan mengenai Pokok Perkara ; --- DALAM POKOK PERKARA
Menimbang, bahwa maksud dan tujuan Gugatan Penggugat adalah sebagaimana yang diuraikan dalam duduk sengketa di atas; --- Menimbang, bahwa Keputusan Tata Usaha Negara yang dijadikan obyek gugatan dalam perkara a quo yang dimohonkan pembatalannya oleh Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru adalah Surat Perintah Penugasan Nomor : 820/DISDUK-UM/071 tertanggal 18 Januari 2012, tentang Perintah Penugasan Tempat Tugas Baru. (vide bukti P-4 dan bukti T-1)) ; --- Menimbang, bahwa Penggugat di dalam gugatannya mendalilkan hal-hal yang pada pokoknya sebagai berikut : --- - Bahwa Surat Keputusan a quo yang diterbitkan oleh Tergugat, telah
merugikan kepentingan Penggugat yang mana Pangkat/Golongan Penggugat yang sebenarnya adalah Penata TK. I (III/d) yang diturunkan satu tingkat menjadi Penata (III/c) dan juga dengan dipindahkannya Penggugat dari guru SMPN 1 Benai Kecamatan Benai ke guru SMPN 1 Logas Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi sehingga menghilangkan Insentif dari PT. Duta Palma sebesar Rp. 750.000,- /bulan ditambah beras sebanyak 30 Kg yang selama ini Penggugat terima, sehingga Gugatan yang Penggugat ajukan telah sesuai dan memenuhi ketentuan Pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 yang telah direvisi dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004;---
- Bahwa pada tanggal 19 Januari 2012 Penggugat telah mendapat Surat Perintah Penugasan dengan Nomor : 820/DISDIK-UM/071 tertanggal 18 Januari 2012 yang dikeluarkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kuantan Singingi, guna kepentingan Penempatan Tugas Baru sebagai Guru SMPN 1 Logas Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi, yang anehnya setelah Penggugat mencari tempat dimana beradanya SMPN 1 Logas ternyata SMPN 1 Logas tersebut tidak ada (Fiktif) ; --- - Bahwa dasar Usulan Penempatan Tugas Penggugat yang
disampaikan oleh Tergugat kepada Bupati Kuantan Singingi Cq. Kepala BKD tertanggal 18 Januari 2012 adalah penuh rekayasa belaka karena Penggugat tidak pernah menulis Surat Permohonan Pindah Tugas Pegawai Negeri Sipil dari Guru SMPN 1 Benai Kecamatan Benai ke guru SMPN 1 Logas Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi.;--- - Bahwa Penggugat menyakini Penerbitan Surat Perintah Penugasan
Nomor : 820/DISDIK-UM/071 tanggal 18 Januari 2012 Tentang Surat Perintah Penugasan yang menjadi obyek sengketa dalam perkara a quo yang diterbitkan oleh Tergugat nyata-nyata telah bertentangan dengan Pasal 9 ayat (1) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 1980 Tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil, yang menegaskan sebagai berikut : ---
(1). Sebelum menjatuhkan hukuman disiplin, pejabat yang berwenang menghukum wajib memeriksa lebih dahulu Pegawai Negeri Sipil yang disangkakan melakukan pelanggaran disiplin itu” ; ---
- Bahwa disamping tindakan dan perbuatan Tergugat bertentangan dengan Pasal 9 ayat (1) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 1980, Surat Edaran Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Nomor : 32/SE/1980 tanggal 30 Oktober 1980 dan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan Republik Indonesia Nomor : SE-99/SJ/2000, juga bertentangan dengan Azas-Azas Umum Pemerintahan yang Baik yakni melanggar Azas-Azas Kepastian Hukum, Azas Kecermatan Formal dan Azas Proporsionalitas, sehingga dengan demikian tindakan Penggugat yang mengajukan gugatan ini telah memenuhi ketentuan Pasal 53 ayat (2) huruf a dan b Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 yang telah direvisi dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004, yang berbunyi : ---
“Alasan-alasan yang dapat digunakan dalam gugatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah : --- a. Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; --- b. Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu bertentangan dengan Azas-Azas Umum Pemerintahan yang Baik; --- Menimbang, bahwa Tergugat telah membantah dalil-dalil Penggugat tersebut, dengan dalil-dalil yang pada pokoknya sebagai berikut ;--- - Bahwa keputusan a quo bukanlah merupakan bentuk hukuman disiplin yang diterbitkan oleh Tergugat, melainkan Surat Perintah Penugasan Nomor : 820/DISDIK-UM/071, yang dibuat dan ditandatangani oleh Drs. Alwis M.Si selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kuantan Singingi pada tanggal 18 Januari 2012 ;---
- Bahwa Tergugat mengakui ada salah pengetikan terhadap keputusan a quo tersebut yaitu sekolah SMPN 1 Logas seharusnya SMPN 5 Logas dan terhadap pangkat Penggugat dari Penata TK I (III/d) menjadi Penata (III/c) akan tetapi Penggugat sejak keputusan a quo dikeluarkan tidak menimbulkan akibat hukum bagi Penggugat karena Penggugat masih menerima gaji dengan pangkat dan golongan yang sama yaitu Penata TK I (III/d); --- - Bahwa dalil Penggugat yang mengatakan bahwa tidak pernah menulis surat permohonan pindah tugas PNS dari guru SMPN 1 Benai Kecamatan Benai ke guru SMPN 1 Logas Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi dan Penggugat menganggap Tergugat telah memalsukan dokumen administrasi tidaklah pantas karena pemalsuan dokumen tersebut sampai sekarang Tergugat tidak pernah membuatnya; --- - Bahwa Keputusan a quo telah sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku yaitu : --- a. Bahwa secara substansial Tergugat mempunyai kewenangan menfasilitasi/memproses pemindahan guru Pegawai Negeri Sipil dari sekolah yang kelebihan guru ke sekolah yang kekurangan guru sesuai dengan Bab III Mekanisme Pelaksanaan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Refomasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan dan Menteri Agama Nomor : 05/X/PB/2011, Nomor : SPB/03/M.PAN-RB/10/2011, Nomor : 48 Tahun 2011, Nomor : 158/PMK.01/2011, Nomor : 11 Tahun 2011 Tentang Penataan dan Pemerataan Guru
Pegawai Negeri Sipil TK/TKLB, SD/SDLB, SMP/SMPLB, SMA/SMALB dan SMK; --- b. Bahwa secara prosedural walaupun keputusan a quo ini belum
bersifat definitive/final melainkan masih memerlukan persetujuan pembentukannya akan tetapi keputusan a quo ini telah sesuai dengan laporan bulanan sekolah SMPN 5 Logas yang membuat laporan bulanan telah ada kekurangan guru IPS di SMPN 5 Logas;--- - Bahwa Keputusan a quo tidak bertentangan dengan Azas-Azas
Umum Pemerintahan yang Baik : --- a. Bahwa Keputusan a quo tersebut dibuat secara cermat dan
prosedural tepat penggunaan sesuai dengan laporan bulanan sekolah SMPN 5 Logas yang membuat laporan bulanan telah ada kekurangan guru IPS di SMPN 5 Logas; --- b. Bahwa dasar penerbitan keputusan a quo wajar karena untuk
meningkatkan program pendidikan bagi anak-anak yang kekurangan guru di wilayah Tergugat sebagai kepala satuan pendidikan khusunya di wilayah Kecamatan Logas; ---
Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil gugatannya Penggugat telah mengajukan alat bukti surat bertanda P-1 sampai dengan P-10, sedangkan Tergugat untuk menguatkan dalil sangkalannya telah mengajukan alat bukti surat bertanda T-1 sampai dengan T-6 ; ---
Menimbang, bahwa oleh karena Tergugat telah membantah dalil Gugatan Penggugat, maka Majelis Hakim akan menguji dalil-dalil para pihak tersebut berdasarkan fakta-fakta dan bukti-bukti yang diperoleh dalam persidangan a quo ; ---
Menimbang, bahwa dari surat gugatan Penggugat dan Jawaban dari Tergugat serta bukti-bukti surat kedua belah pihak, Majelis Hakim akan mencermati fakta-fakta hukum sebagai berikut ; --- 1. Bahwa apakah benar Penggugat telah mengajukan Surat Permohonan pindah tugas Pegawai Negeri Sipil, pada tanggal 18 Januari 2012 An. MUSTAFA NIP. 131095898 dari Guru SMPN I Benai Kecamatan Benai ke Guru SMPN I Logas Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi ;--- 2. Bahwa apakah benar terjadi salah pengetikan terhadap surat
keputusan a quo tentang penurunan Pangkat dari Penata TK.I (III/d), Turun satu tingakat menjadi Penata (III/c) bukan merupakan bentuk hukuman disiplin, dan penempatan tugas baru sebagai Guru SMPN I Logas Kecamatan Singingi Kabupaten Singingi adalah SMPN yang fiktif;--- 3. Apakah benar penerbitan Objek Sengketa a quo telah sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan dan tidak bertentangan dengan Azas-Azas Umum Pemerintahan yang Baik ;--- Menimbang, bahwa Terhadap Point Nomor 1, apakah benar Penggugat telah mengajukan Surat Permohonan pindah tugas. Majelis Hakim akan mempertimbangkan sebagai berikut :---
Menimbang, bahwa salah satu sumber masalah dalam Penerbitan Surat Keputusan Tata Usaha Negara yang dikeluarkan oleh Tergugat adalah mengenai Nomenklatur /Dasar dari Surat Perintah yang dikeluarkan oleh Tergugat tentang adanya Surat Permohonan pindah tugas Pegawai Negeri Sipil yang tidak diakui kebenarannya oleh Penggugat (vide bukti P4, bukti P-5 dan bukti T-1);---
Menimbang, bahwa untuk membuktikan kebenaran dalil kedua belah pihak, dan sesuai dengan Berita Acara Persidangan tanggal 28 Juni 2012, Majelis Hakim dalam persidangan telah membebankan kepada Tergugat untuk membawa bukti surat Permohonan Pindah Tugas An. Mustafa sebagaimana dasar terbitnya Surat Pindah Tugas Penggugat dari SMPN 1 Benai kecamatan Benai ke Guru SMPN 1 Logas Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi pada Persidangan selanjutnya, namun sampai tahap kesimpulan dan sampai tahap Majelis Hakim untuk mengambil Sikap terhadap perkara in-casu, pihak Tergugat tidak pernah menyerahkan bukti yang dimohonkan oleh Majelis Hakim dalam beberapa kali Persidangan tersebut.;---
Menimbang, bahwa oleh karena Tergugat tidak bisa menyampaikan bukti-bukti surat yang dimohonkan Majelis Hakim dalam persidangan, maka Majelis Hakim berpendapat bahwa surat permohonan pindah tugas atas nama Penggugat beralasan hukum untuk diragukan kebenarannya, maka dengan demikian terhadap dalil-dalil sanggahan terhadap surat permohonan yang disampaikan Penggugat dalam Gugatannya patut untuk diyakini kebenarannya, dan hal tersebut diperkuat oleh keterangan Saksi Junaidi Yakub, dan saksi Syapriadi, S.PD. yang pada pokoknya menerangkan bahwa Penggugat tidak pernah mengajukan permohonan pindah tugas;---
Menimbang, bahwa dengan demikian terhadap dasar surat Permohonan Pindah Tugas Pegawai Negeri Sipil tanggal 18 Januari 2012 An. MUSTAFA NIP. 131.095.898 dari Guru SMPN 1 Benai Kecamatan Benai ke Guru SMPN 1 Logas Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singing adalah tidak berdasar dan tidak bisa dibuktikan kebenarannya ;---
Menimbang, bahwa kemudian terhadap Poin ke-2 apakah benar terjadi salah pengetikan terhadap surat keputusan a quo tentang penurunan Pangkat dari Penata TK.I (III/d), Turun satu tingakat menjadi Penata (III/c) bukan merupakan bentuk hukuman disiplin, dan penempatan tugas baru sebagai Guru SMPN I Logas Kecamatan Singingi Kabupaten Singingi adalah SMPN yang fiktif (vide bukti P4 dan bukti T-1);--- Menimbang, bahwa terhadap pernyataan Tergugat dalam Jawabannya yang menyatakan telah terjadi adanya salah pengetikan pada substansi surat yang dikeluarkan oleh Tergugat, Majelis Hakim berkeyakinan bahwa alasan telah terjadi salah pengetikan dalam objek sengketa in casu patut untuk diyakini kebenarannya karena segala hak-hak yang diterima oleh Penggugat berupa gaji masih sesuai dengan pangkat/golongan yang sama sebelum terbitnya objek sengketa in casu, maka dengan demikian sangat tidak relevan dalil-dalil Penurunan pangkat yang didalilkan oleh Penggugat dihubungkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil, untuk itu terhadap dalil yang diajukan Penggugat patut untuk dikesampingkan ;--- Menimbang, bahwa walau diyakini kebenarannya bahwa objek sengketa in litis terdapat salah pengetikan dalam pangkat/golongan serta tempat tugas baru. Namun sampai saat ini, sampai Persidangan memasuki tahap pengambilan sikap oleh Majelis Hakim berupa putusan, Tergugat belum pernah merubah atau tidak pernah memperbaiki objek sengketa in litis, maka dengan demikian menurut Majelis Hakim bahwa Surat Perintah Tugas yang dikeluarkan oleh Tergugat tetap sah untuk
dipersengketakan di Peradilan Tata Usaha Pekanbaru sesuai dengan Pasal 47 bahwa Pengadilan bertugas dan berwenang menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara ;---
Menimbang, bahwa kemudian terhadap poin ke 3 apakah benar penerbitan Objek Sengketa a quo telah sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan dan tidak bertentangan dengan Azas-Azas Umum Pemerintahan yang Baik ?;---
Menimbang, bahwa mencermati kewenangan pemindahan seorang Pegawai Negeri Sipil tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 9 Tahun 2003 Tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil, yaitu : ---
- Pasal 1 angka 5 bahwa Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota adalah Bupati atau Walikota. ;--- - Pasal 14 angka 1 huruf d : Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah
Kabupaten/Kota menetapkan; pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan struktural esselon III kebawah dan jabatan fungsional yang jenjangnya setingkat dengan jabatan struktural eselon II kebawah dilingkungan Pemerintah Daerah kabupaten/kota ;---
Menimbang, bahwa dengan demikian yang berwenang terhadap pemindahan Pegawai Negeri Sipil adalah Bupati sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah, dan sebagai Kepala Dinas yang mengetahui tentang peraturan tersebut seharusnya Tergugat menunggu usulan yang diajukan tersebut apakah diterima atau tidak usulan pemindahan tugas seorang pegawai negeri sipil tersebut, namun
Tergugat tetap mengeluarkan Surat Keputusan memindahkan seseorang tanpa menunggu keputusan Pejabat yang lebih berwenang adalah tindakan yang sewenang-wenang yang dilakukan oleh Tergugat dan melanggar ketentuan Peraturan Pemerintah RI Nomor : 9 Tahun 2003 Tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil, Pasal 1 angka 5 bahwa Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota adalah Bupati atau Walikota ;---
Menimbang, bahwa substansi surat yang menjadi objek sengketa in litis telah diakui pula oleh Tergugat terdapat kesalahan ketik tentang substansi pangkat/golongan serta tempat tugas baru, namun Tergugat tidak memperbaiki kesalahan dari surat keputusan tersebut maka dengan demikian dapat dipastikan bahwa objek sengketa yang dikeluarkan oleh Tergugat adalah cacat hukum karena kesalahan substansi surat tersebut menimbulkan ketidakpastian hukum bagi Penggugat, sehingga surat perintah penugasan tersebut telah melanggar Azas-Azas Umum Pemerintahan yang Baik khusunya Azas Kepastian Hukum karena sampai saat ini Penggugat tidak jelas dimana tempat untuk melaksanakan tugas mengajarnya sebagai guru karena surat perintah yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Kabupaten Kuantan Singingi secara hukum adalah cacat formal dan cacat materiil ;---
Menimbang, bahwa oleh karena surat keputusan yang dikeluarkan oleh Tergugat tersebut telah cacat secara hukum maka dengan demikian Majelis Hakim berkesimpulan bahwa Tergugat dalam hal ini adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kuantan Singing telah melanggar Azas-Azas Umum Pemerintahan yang Baik dan telah mengabaikan peraturan perundang-undangan;---
Menimbang, bahwa dengan demikian objek sengketa yang dikeluarkan oleh Tergugat tidak memenuhi syarat materiil karena tidak didasarkan atas kepastian hukum, dan tidak mempertimbangkan kepatutan bagi Penggugat, sehingga Surat Keputusan yang menjadi