BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.2. Teorema Titik Tetap pada Ruang Metrik Fuzzy
4.2. Teorema Titik Tetap pada Ruang Metrik Fuzzy
Pada subbab ini, dibuat teorema titik tetap dari ๐: ๐ โ ๐ pada ruang metrik fuzzy. Pada ruang metrik fuzzy ini, diberikan fungsi ๐: [0,1] โ [0,1] yang memenuhi kriteria-kriteria berikut:
(P1) ๐ fungsi turun tegas dan left continuous (P2) ๐(๐) = 0 โ ๐ = 1
Setelah mendefinisikan fungsi ๐, dibahas suatu teorema titik tetap pada ruang metrik fuzzy dari [14]
Teorema 4.2.1
Diberikan (๐, ๐๐,โ) ruang metrik fuzzy lengkap, fungsi ๐: ๐ โ ๐, fungsi ๐: [0,1] โ [0,1] yang memenuhi (P1) dan (P2) dan fungsi ๐: (0, โ) โ (0,1). Jika untuk sebarang ๐ก > 0, T memenuhi kondisi
๐ (๐๐(๐๐ฅ, ๐๐ฆ, ๐ก)) โค ๐(๐ก) โ ๐(๐๐(๐ฅ, ๐ฆ, ๐ก))
(4.1)
48
dimana ๐ฅ, ๐ฆ โ ๐, ๐ฅ โ ๐ฆ, maka T punya titik tetap tunggal.
Bukti:
Akan dibuktikan sama seperti pada [3, Teorema 5.1.2].
Pertama, dengan mengambil barisan {๐ฅ๐} pada (๐, ๐๐,โ), akan ditunjukkan bahwa {๐ฅ๐} barisan Cauchy pada (๐, ๐๐,โ).
Sebelum itu, diberikan ๐ฅ0โ ๐ dan โbarisan iterasiโ dengan ๐ฅ1 = ๐๐ฅ0
๐ฅ2 = ๐๐ฅ1
โฎ ๐ฅ๐+1= ๐๐ฅ๐
dan ๐๐(๐ก) = ๐(๐ฅ๐+1, ๐ฅ๐, ๐ก) โ๐ โ โ โช {0}, ๐ก > 0. Misal, diasumsikan 0 < ๐๐(๐ก) < 1, Pertidaksamaan (1) dapat ditulis menjadi
๐(๐๐(๐ก)) = ๐ (๐๐(๐ฅ๐+1, ๐ฅ๐, ๐ก))
= ๐ (๐๐(๐๐ฅ๐, ๐๐ฅ๐โ1, ๐ก))
โค ๐(๐ก) โ ๐ (๐๐(๐ฅ๐, ๐ฅ๐โ1, ๐ก))
= ๐(๐ก) โ ๐(๐๐โ1(๐ก))
< ๐(๐๐โ1(๐ก)) atau
๐(๐๐(๐ก)) < ๐(๐๐โ1(๐ก))
(4.2) Karena ๐ fungsi turun tegas, berakibat {๐๐(๐ก)} merupakan barisan monoton naik โ๐ก > 0. Misalkan lim
๐โโ๐๐(๐ก) = ๐(๐ก).
Akibat dari hal ini, asumsi menjadi 0 < ๐(๐ก) < 1. Dari Pertidaksamaan (4.2) dapat pula ditulis
๐(๐๐(๐ก)) > ๐(๐ก) โ ๐(๐๐(๐ก))
= ๐(๐ก) โ ๐ (๐๐(๐ฅ๐+1, ๐ฅ๐, ๐ก))
49
โฅ ๐ (๐๐(๐๐ฅ๐+1, ๐๐ฅ๐, ๐ก))
= ๐(๐ฅ๐+2, ๐ฅ๐+1, ๐ก)
= ๐(๐๐+1(๐ก)) atau
๐(๐๐+1(๐ก)) โค ๐(๐ก) โ ๐(๐๐(๐ก))
(4.3) Untuk ๐ โ โ,
๐โโlim ๐(๐๐+1(๐ก)) โค lim
๐โโ๐(๐ก) โ ๐(๐๐(๐ก))
๐โโlim ๐(๐๐+1(๐ก)) โค ๐(๐ก) โ ๐(๐(๐ก))
Karena fungsi ๐ left continuous, berakibat
๐โโlim ๐(๐๐+1(๐ก)) = ๐(๐(๐ก)) sehingga
๐(๐(๐ก)) โค ๐(๐ก) โ ๐(๐(๐ก))
< ๐(๐(๐ก))
(4.4) Terlihat bahwa terjadi kontradiksi pada Pertidaksamaan (4.4), yaitu ๐(๐(๐ก)) < ๐(๐(๐ก)). Karenanya, ๐(๐ก) โก 1 atau {๐(๐(๐ก))} โ 1 โ๐ก > 0.
Lalu, untuk tahap menunjukkan barisan {๐ฅ๐} Cauchy di (๐, ๐,โ), dilakukan dengan kontradiksi, yaitu andaikan {๐ฅ๐} bukan barisan Cauchy pada (๐, ๐,โ) sehingga ada ๐ โ (0,1) dan barisan {๐(๐)} dan {๐(๐)} berakibat โ๐ โ โ โช {0} dan ๐ก > 0 didapat
๐(๐) > ๐(๐) โฅ ๐, (4.5a)
๐๐(๐ฅ๐(๐), ๐ฅ๐(๐), ๐ก) โค 1 โ ๐, (4.5b) ๐๐(๐ฅ๐(๐)โ1, ๐ฅ๐(๐)โ1, ๐ก) > 1 โ ๐, (4.5c) ๐๐(๐ฅ๐(๐)โ1, ๐ฅ๐(๐), ๐ก) > 1 โ ๐ (4.5d)
50
Dimisalkan ๐ ๐(๐ก) = ๐๐(๐ฅ๐(๐), ๐ฅ๐(๐), ๐ก). Lalu, โ๐ โ โ โช {0}, dengan menjabarkan Pertidaksamaan (4.5b) menggunakan MF4 pada Definisi 4.1.2 didapat
1 โ ๐ โฅ ๐ ๐(๐ก) menggunakan (4.2) pada (4.5b),
๐ (๐๐(๐ฅ๐(๐), ๐ฅ๐(๐), ๐ก)) = ๐ (๐๐(๐๐ฅ๐(๐)โ1, ๐๐ฅ๐(๐)โ1, ๐ก))
51 Dari Pertidaksamaan (4.5b), akibat dari (4.8) dan (4.5c), bisa dituliskan
1 โ ๐ โฅ ๐๐(๐ฅ๐(๐), ๐ฅ๐(๐), ๐ก)
> ๐๐(๐ฅ๐(๐)โ1, ๐ฅ๐(๐)โ1, ๐ก)
> 1 โ ๐
(4.9) Terlihat bahwa terjadi kontradiksi pada Pertidaksamaan (4.9), yaitu 1 โ ๐ > 1 โ ๐.
Jadi, {๐ฅ๐} barisan Cauchy di ruang metrik fuzzy lengkap.
Akibatnya, bisa disimpulkan ada ๐ฅ โ ๐ sehingga lim
๐โโ๐ฅ๐= ๐ฅ.
Untuk selanjutnya, akan ditunjukkan bahwa ๐ฅ adalah titik tetap dari T. Akibat dari 0 < ๐๐(๐ก) < 1, maka ada subbarisan {๐ฅ๐(๐)} dari {๐ฅ๐} sehingga ๐ฅ๐(๐)โ ๐ฅ โ๐ โ โ. Dari (4.2), dengan menggunakan ๐ฅ๐(๐) dan ๐๐ฅ didapat
0 โค ๐ (๐๐(๐ฅ๐(๐)+1, ๐๐ฅ, ๐ก))
= ๐ (๐๐(๐๐ฅ๐(๐), ๐๐ฅ, ๐ก))
โค ๐(๐ก) โ ๐ (๐๐(๐ฅ๐(๐), ๐ฅ, ๐ก)) atau
๐ (๐๐(๐ฅ๐(๐)+1, ๐๐ฅ, ๐ก)) โค ๐(๐ก) โ ๐ (๐๐(๐ฅ๐(๐), ๐ฅ, ๐ก)) (4.10) Dari (4.10), untuk ๐ โ โ,
๐โโlim๐ (๐๐(๐ฅ๐(๐)+1, ๐๐ฅ, ๐ก)) โค lim
๐โโ๐(๐ก) โ ๐ (๐๐(๐ฅ๐(๐), ๐ฅ, ๐ก)) Karena ๐ฅ๐(๐) subbarisan dari ๐ฅ๐ dan ๐ฅ๐โ ๐ฅ, berakibat ๐ฅ๐(๐)โ ๐ฅ untuk ๐ โ โ sehingga
๐โโlim๐ (๐๐(๐ฅ๐(๐)+1, ๐๐ฅ, ๐ก)) โค lim
๐โโ๐(๐ก) โ ๐ (๐๐(๐ฅ๐(๐), ๐ฅ, ๐ก))
52
๐ (๐๐(๐ฅ, ๐๐ฅ, ๐ก)) โค ๐(๐ก) โ ๐ (๐๐(๐ฅ, ๐ฅ, ๐ก))
(4.11) Dengan MF2 pada Definisi 4.1.2 dan (P2), dapat ditulis
๐ (๐๐(๐ฅ, ๐๐ฅ, ๐ก)) โค ๐(๐ก) โ ๐(1)
= ๐(๐ก) โ 0
= 0
(4.12) Dari (4.10) sampai (4.12), didapat ๐ (๐๐(๐ฅ, ๐๐ฅ, ๐ก)) = 0.
Berdasarkan (P2), bisa ditunjukkan bahwa ๐๐(๐ฅ, ๐๐ฅ, ๐ก) = 1.
Berdasarkan MF2 pada Definisi 4.1.2, dapat disimpulkan bahwa ๐๐ฅ = ๐ฅ sehingga ๐ฅ adalah titik tetap dari T.
Untuk menunjukkan ketunggalannya, andaikan ada titik tetap yang lain, katakan ๐ฆ โ ๐ dan ๐ฆ โ ๐ฅ. Akibat dari pengandaian ini didapat
๐ (๐๐(๐ฅ, ๐ฆ, ๐ก)) = ๐ (๐๐(๐๐ฅ, ๐๐ฆ, ๐ก))
(4.13) Berdasarkan (1) dan (2), Persamaan (4.13) dapat ditulis
๐ (๐๐(๐ฅ, ๐ฆ, ๐ก)) = ๐ (๐๐(๐๐ฅ, ๐๐ฆ, ๐ก))
โค ๐(๐ก) โ ๐ (๐๐(๐ฅ, ๐ฆ, ๐ก))
< ๐ (๐๐(๐ฅ, ๐ฆ, ๐ก))
(4.14) Terlihat bahwa terjadi kontradiksi pada Pertidaksamaan (4.14), yaitu ๐ (๐๐(๐ฅ, ๐ฆ, ๐ก)) < ๐ (๐๐(๐ฅ, ๐ฆ, ๐ก)). Karena hal ini, haruslah ๐ฆ = ๐ฅ yang berakibat ๐ฅ adalah titik tetap tunggal dari T.
Setelah itu, diberikan contoh yang memenuhi Teorema 4.2.1 yang terdapat pada [14]
53 Contoh 4.2.2
Misalkan ๐ โ โ2 yang didefinisikan ๐ = {๐ด, ๐ต, ๐ถ, ๐ท, ๐ธ}
dengan ๐ด = (0,0), ๐ต = (1,0), ๐ถ = (1,2), ๐ท = (0,1), ๐ธ = (1,3), ๐(๐) = 1 โ โ๐ โ๐ โ [0,1] dan ๐๐โ(๐ฅ, ๐ฆ, ๐ก) = exp (โ2๐(๐ฅ,๐ฆ)
๐ก )
โ๐ก > 0 dengan ๐(๐ฅ, ๐ฆ) merupakan metrik Euclid pada โ2. Misalkan ๐: ๐ โ ๐ dengan
๐(๐ด) = ๐(๐ต) = ๐(๐ถ) = ๐(๐ท) = ๐ด ๐(๐ธ) = ๐ต
dan fungsi ๐: (0, โ) โ (0,1) yang didefinisikan
๐(๐ก) = {1 โ ๐โ4๐ก, 0 < ๐ก โค 2 ๐ก
๐ก + 1, ๐ก > 2
Dari Contoh 4.2.2, akan ditunjukkan ๐ฅ adalah titik tetap tunggal dari T dengan ๐ฅ = ๐ด.
Penyelesaian:
Dari Contoh 4.2.2 di atas, berdasarkan Definisi 4.1.2 hingga Teorema 4.1.7, (๐, ๐๐โ,โ) merupakan ruang metrik fuzzy lengkap.
Untuk membuktikan fungsi ๐ memenuhi (P1) dan (P2), diambil sebarang ๐๐, ๐๐ โ [0,1] dengan ๐ โ ๐. Jika diasumsikan ๐๐ < ๐๐, maka
โ๐๐ < โ๐๐
โโ๐๐ > โโ๐๐
1 โ โ๐๐ > 1 โ โ๐๐
๐(๐๐) > ๐(๐๐)
54
Sehingga, dari hasil di atas, dengan mengambil sebarang elemen pada [0,1] bisa dipaparkan bahwa fungsi ๐ monoton, dimana untuk kasus ini monoton turun. Untuk left continuous, dimisalkan ada ๐ โ โ+ dan ๐ โ 0 yang memenuhi
๐(๐ โ ๐) = ๐(๐) Untuk fungsi ๐ yang diberikan,
๐(๐ โ ๐) = 1 โ โ๐ โ ๐ Untuk ๐ โ 0+
๐โ0lim+๐(๐ โ ๐) = lim
๐โ0+1 โ โ๐ โ ๐
= 1 โ โ๐ โ 0
= 1 โ โ๐
= ๐(๐)
Sehingga, untuk (P1) terpenuhi. Untuk (P2), dibagi dalam dua kasus
(โ) ๐(๐) = 0
๐(๐) = 0 1 โ โ๐ = 0 1 โ 0 = โ๐
1 = โ๐ ๐ = 1 (โ) ๐ = 1
๐ = 1
โ๐ = โ1
โ๐ = 1 1 โ โ๐ = 0 ๐(๐) = 0
55 Sehingga (P2) terpenuhi. Jadi, fungsi ๐ memenuhi (P1) dan (P2).
Lalu, selanjutnya dibuktikan fungsi ๐(๐ก) memenuhi Persamaan (4.1), yaitu
๐ (๐๐โ(๐๐ฅ, ๐๐ฆ, ๐ก)) โค ๐(๐ก) โ ๐(๐๐โ(๐ฅ, ๐ฆ, ๐ก))
Akan dibuktikan Pertidaksamaan (4.1) dengan kontradiksi, yaitu andaikan
๐(๐ก) โ ๐ (๐๐โ(๐ฅ, ๐ฆ, ๐ก)) < ๐ (๐๐โ(๐๐ฅ, ๐ ๐ฆ, ๐ก))
Diketahui bahwa ๐ฅ๐โ ๐ฅ dan ๐ฆ๐โ ๐ฆ untuk ๐ฅ, ๐ฆ โ ๐.
Menurut [3, Teorema 1.4.8], akibat dari kekonvergenan ๐ฅ๐ dan ๐ฆ๐ berimplikasi ๐๐ฅ๐โ ๐๐ฅ dan ๐๐ฆ๐โ ๐๐ฆ sehingga
๐(๐ก) โ ๐ (๐๐โ(๐ฅ, ๐ฆ, ๐ก)) < ๐ (๐๐โ(๐๐ฅ, ๐๐ฆ, ๐ก))
๐โโlim ๐(๐ก) โ ๐ (๐๐โ(๐ฅ๐, ๐ฆ๐, ๐ก)) < lim
๐โโ๐ (๐๐โ(๐๐ฅ๐, ๐๐ฆ๐, ๐ก)) Dengan menghilangkan limit di kedua ruas,
๐(๐ก) โ ๐ (๐๐โ(๐ฅ๐, ๐ฆ๐, ๐ก)) < ๐ (๐๐โ(๐๐ฅ๐, ๐๐ฆ๐, ๐ก)) Berdasarkan (4.2) didapat
๐(๐ก) โ ๐ (๐๐โ(๐ฅ๐, ๐ฆ๐, ๐ก)) < ๐ (๐๐โ(๐๐ฅ๐, ๐๐ฆ๐, ๐ก))
= ๐ (๐๐โ(๐ฅ๐+1, ๐ฆ๐+1, ๐ก))
Dengan meninjau pertidaksamaan di atas, terdapat kontradiksi dengan (4.3), yaitu
๐ (๐๐โ(๐ฅ๐+1, ๐ฆ๐+1, ๐ก)) โค ๐(๐ก) โ ๐ (๐๐โ(๐ฅ๐, ๐ฆ๐, ๐ก)) Sehingga pengandaian salah.
56
Karena telah dibuktikan bahwa ๐ (๐๐โ(๐๐ฅ, ๐๐ฆ , ๐ก)) โค ๐(๐ก) โ ๐ (๐๐โ(๐ฅ, ๐ฆ, ๐ก)) dan diketahui ๐(๐ก) โ ๐ (๐๐โ(๐ฅ, ๐ฆ, ๐ก)) <
๐ (๐๐โ(๐ฅ, ๐ฆ, ๐ก)) untuk ๐(๐ก) โ (0,1) dengan ๐ก > 0, berakibat memenuhi ๐ (๐๐โ(๐๐ฅ, ๐๐ฆ, ๐ก)) < ๐ (๐๐โ(๐ฅ, ๐ฆ, ๐ก))
Karena (๐, ๐๐โ,โ) yang didefinisikan merupakan ruang metrik fuzzy lengkap, fungsi ๐ pada Contoh 4.2.2 memenuhi (P1) dan (P2) dan fungsi k memenuhi Pertidaksamaan (4.1), berakibat menurut Teorema 4.2.1, dijamin fungsi T mempunyai titik tetap.
Untuk menunjukkan ๐ด adalah titik tetap dari T, atau dengan kata lain
๐๐ด = ๐ด
Digunakan Persamaan (4.10)-(4.12), yaitu 0 โค ๐ (๐๐โ(๐ด, ๐๐ด, ๐ก))
= ๐ (๐๐โ(๐๐ด, ๐๐ด, ๐ก))
โค ๐(๐ก) โ ๐ (๐๐โ(๐ด, ๐ด, ๐ก))
= ๐(๐ก) โ ๐(1)
= ๐(๐ก) โ 0
= 0
didapat ๐ (๐๐โ(๐ด, ๐๐ด, ๐ก)) = 0. Berdasarkan (P2), bisa ditunjukkkan bahwa ๐๐โ(๐ด, ๐๐ด, ๐ก) = 1. Berdasarkan MF2 pada Definisi 4.1.2, bisa disimpulkan bahwa ๐๐ด = ๐ด yang berakibat ๐ด adalah titik tetap dari fungsi T.
Untuk menunjukkan ketunggalannya, andaikan ada titik tetap yang lain, katakan ๐ดโฒโ ๐ dan ๐ดโฒโ ๐ด. Akibat dari pengandaian ini, berdasarkan (4.13) dan (4.14),
๐๐โ(๐ด, ๐ดโฒ, ๐ก) = ๐๐โ(๐๐ด, ๐๐ดโฒ, ๐ก)
โค ๐(๐ก) โ ๐๐โ(๐ด, ๐ดโฒ, ๐ก)
57
< ๐๐โ(๐ด, ๐ดโฒ, ๐ก)
Didapat suatu kontradiksi, yaitu ๐๐โ(๐ด, ๐ดโฒ, ๐ก) < ๐๐โ(๐ด, ๐ดโฒ, ๐ก) yang mengakibatkan pengandaian salah. Karena hal ini, ๐ดโฒ = ๐ด yang berakibat ๐ด adalah titik tetap tunggal dari T
59 BAB V PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah disajikan pada bab sebelumnya, terkait ruang metrik fuzzy, baik dari kekonvergenan barisan, barisan Cauchy dan kelengkapannya serta teorema titik tetap yang berlaku, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
1. (๐, ๐๐โ,โ) merupakan ruang metrik fuzzy lengkap dengan ๐ fungsi metrik di ๐, ๐๐โโ (๐, ๐)2ร (0, โ) dan ๐๐โ: ๐๐โ โ [0, 1] yang didefinisikan ๐๐โ(๐ฅ, ๐ฆ, ๐ก) = exp (โ2๐(๐ฅ,๐ฆ)
๐ก ) โ๐ฅ, ๐ฆ โ ๐ ๐ก > 0 serta โ norm-t kontinu yang didefinisikan ๐ โ ๐ = ๐๐.
2. Jika {๐ฅ๐} konvergen pada (๐, ๐), maka {๐ฅ๐} konvergen pada (๐, ๐๐โ,โ). Begitu pula jika {๐ฅ๐} barisan Cauchy pada (๐, ๐), maka {๐ฅ๐} barisan Cauchy pada (๐, ๐๐โ,โ) 3. Dari Teorema 4.2.1, dengan mendefinisikan ๐ =
{๐ด, ๐ต, ๐ถ, ๐ท, ๐ธ} dengan ๐ด = (0,0), ๐ต = (1,0), ๐ถ = (1,2), ๐ท = (0,1), ๐ธ = (1,3), ๐(๐) = 1 โ โ๐ โ๐ โ [0,1], ๐๐โ(๐ฅ, ๐ฆ, ๐ก) = exp (โ2๐(๐ฅ,๐ฆ)
๐ก ) โ๐ก > 0 dengan ๐(๐ฅ, ๐ฆ) merupakan metrik Euclid pada โ2, fungsi ๐: ๐ โ ๐ dengan ๐(๐ด) = ๐(๐ต) = ๐(๐ถ) = ๐(๐ท) = ๐ด dan ๐(๐ธ) = ๐ต serta fungsi ๐: (0, โ) โ (0,1) yang didefinisikan seperti pada Contoh 4.2.2, didapat suatu titik tetap dari ๐, atau ๐๐ฅ = ๐ฅ dengan ๐ฅ = ๐ด
60
5.2. Saran
Ada beberapa hal yang terkait dengan ruang metrik fuzzy yang belum diteliti lebih dalam, sehingga penulis memberikan saran untuk penelitian selanjutnya, antara lain :
1. Pada penelitian selanjutnya, bisa digunakan kembali fungsi yang sama pada Tugas Akhir ini, yaitu
๐๐โ(๐ฅ, ๐ฆ, ๐ก) = ๐โ2๐(๐ฅ,๐ฆ)๐ก
dengan ๐ = ๐, namun menggunakan nilai ๐ yang berbeda, antara lain ๐ = โ+โ {1, ๐} atau ๐ = โโ
2. Menggunakan norm-s (conorm-t) sebagai pembanding dengan penelitian ini, seperti yang dipaparkan pada [16].
61 DAFTAR PUSTAKA
[1]. Kumam Poom dan Wutiphol Sintunavarat. 2011.
Common Fixed Point Theorems for a Pair of Weakly Compatible Mappings in Fuzzy Metric Spaces.
Bangkok. Hindawi Publishing Corp.Hlm 1-14 [2]. Turkoglu D., S. Sedghi, N. Shobe. 2009. A Common
Fixed Point Theorem in Complete Fuzzy Metric Spaces. Ankara. Novi Sad J. Math. Hlm 11-20 [3]. Kreyszig Erwin. 1978. Introductory Functional
Analysis with Applications. Kanada. John Wiley &
Sons, Inc.
[4]. Yunus Mahmud. 2005. Modul Ajar Pengantar Analisis Fungsional. Surabaya. Departemen Matematika ITS.
[5]. Gregori Valentin, Juan Jose Minana, Samuel Morillas. 2015. On Completable Fuzzy Metric Spaces. Valencia. Elsevier. Hlm 133-139
[6]. Zadeh L. A.. 1965. Fuzzy Sets. California. Inform and Control 8. Hlm 338-353
[7]. Zimmerman. 1992. Fuzzy Set Theory and Its Applications 2ed. Massachusetts. Kluwer Academic Publishers
[8]. Czerwik S.. 1993. Contraction Mappings in b-Metric Spaces. Ostrava. Acta Mathematica et Informatica Universitatis Ostraviensis. Hlm 5-11
62
[9]. LG Huang dan Zhang Xian. 2006. Cone Metric Spaces and Fixed Point Theorems of Contractive Mappings. Xiamen. J. Math. Anal. Appl. Hlm 1468-1476.
[10]. Kramosil Ivan dan J. Michalek. 1975. Fuzzy Metric and Statistical Metric Spaces. Kybernetika 11. Hlm 326-334
[11]. George A. dan P. Veeramani. 1993. On Some Results in Fuzzy Metric Spaces. India. Madras-600 036. Hlm 395-399
[12]. Sapena Almanzor. 2001. A Contribution to Study of Fuzzy Metric Spaces. Valencia. Universidad Politecnica de Valencia. Vol 2, No. 1, hlm 63-75.
[13]. Bartle Robert G., dan Donald R. Sherbert. 2010.
Introduction to Real Analysis. Illinois. University if Illinois, Urbana-Champaign. John Wiley & Sons, Inc.
[14]. Shen Y. et al. 2011. Fixed Point Theorems in Fuzzy Metric Spaces. Tianshui. Tianshui Normal University. Elsevier. Hlm 138-141.
[15]. Nuril Z. Auda, Sunarsini, Yunus M., Sadjidon. 2016.
Pemetaan Kontraktif pada Ruang b-Metrik Cone โ Bernilai โ2. Surabaya. J. Math and Its Appl. Vol 13 No 2. Hlm 1-10
[16]. Noorani M. S. M. dan M. Rafi. 2006. Fixed Point Theorem on Intuitionistic Fuzzy Metric Spaces.
Iranian Journal of Fuzzy Systems Vol. 3, No. 1, hlm 23-29
63 [17]. Lebl Jiri. 2018. Basic Analysis I, Introduction to
Real Analysis Vol. I. California.
64
65 BIODATA PENULIS
Penulis bernama Zicky Lukman, lahir di Jember, 29 Oktober 1995. Penulis memulai jenjang pendidikan formal dari TK Al Furqon Jember (2001-2002), SDN Jember Lor 1 (2002-2008), Semesta Bilingual Boarding School (2008-2011) sampai SMAN 1 Jember (2011-2014). Setelah lulus dari pendidikan menengah atas, penulis melanjutkan studi ke jenjang S1 di Departemen Matematika ITS pada tahun 2014 hingga sekarang melalui jalur SBMPTN dengan NRP 06111440000084. Selama menempuh studi di Departemen Matematika, penulis mengambil bidang minat Matematika Analisis. Selain aktif berkuliah, penulis sempat aktif di organisasi kerohanian melalui Lembaga Dakwah Jurusan Ibnu Muqlah Matematika ITS sebagai Ketua Biro Pelatihan di Departemen Kaderisasi (2015-2016) dan Ketua Departemen Kaderisasi (2016-2017). Selain itu juga, dalam kurun 2015-2018, penulis menjadi asisten dosen, baik Kalkulus 1 maupun Kalkulus 2, di ITS selama 6 semester.
Untuk pertanyaan lebih lanjut mengenai Tugas Akhir ini, bisa menghubungi penulis via WA (085859557005) atau email ke [email protected]