• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III TINJAUAN TEORITIS TENTANG MEKANISME

C. Teori Administrasi Kependudukan

Administrasi Kependudukan adalah rangkaian kegiatan penataan dan

penerbitan dalam penerbitan dokumen dan Data Kependudukan melalui

Pendaftaran Penduduk, Pencatatan Sipil, pengelolaan informasi Administrasi

Kependudukan serta pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik dan

pembangunan sektor lain.

35

Dari pengertian diatas dapat diambil kesimpulan

35

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, Pasal 1 ayat 1

betapa pentingnya administrasi kependudukan untuk penerbitan dan terutama

sebagai dokumen dasar yang akan menjadi rujukan dalam hal

dokumen-dokumen selanjutnya.

Menurut Pasal 9 Dalam Undang-Undang ini juga dinyatakan bahwa

Data kependudukan adalah data perorangan dan/ atau data agregat yang

terstruktur sebagai hasil dari kegiatan pendaftaran penduduk dan pencatatan

sipil. Dari pasal ini juga ditarik sebuah kesimpulan bahwa data kependudukan

adalah data yang agregat dari kegiatan pendaftaran penduduk mulai dari hal

yang paling bawah sampai ke tingkat nasional, data ini sangat diperlukan

untuk memetahkan kekuatan maupun kekurangan dari semua program yang

sudah dijalankan oleh pemerintah, baik pemerintah daerah maupun

pemerintah pusat.

36

Dalam organisasi pemerintah, pelayanan kepada masyarakat adalah

tujuan utama yang tidak mungkin dapat dihindari karena sudah merupakan

kewajiban menyelenggarakan pelayanan dengan menciptakan yang terbaik

kepada masyarakat. Bahwa efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan dan

pemerintahan daerah perlu ditingkatan dengan lebih memperhatikan

aspek-aspek hubungan antar susunan pemerintahan dan antar pemerintahan daerah,

potensi dan keanekaragaman daerah, peluang dan tantangan persaingan global

dengan memberikan kewenangan seluas-luasnya kepada daerah disertai

36

Hamirul, Kereta Troika Dalam Pelayanan Publik di Era Revolusi 4.0, (Jambi : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Setih Setio, 2019), h. 2

dengan pemberian hak dan kewajiban menyelenggarakan otonomi daerah

dalam kesatuan penyelenggaraan pemerintahan negara.

37

Pemerintah Kabupaten/Kota berkewajiban dan bertanggung jawab

menyelenggarakan urusan Administrasi Kependudukan, yang dilakukan oleh

Bupati/Walikota dengan kewenangan meliputi : Koordinasi penyelenggaraan

administrasi kependudukan, Pembentukan instansi pelaksana yang tugas dan

fungsinya di bidang administrasi kependudukan, Pengaturan teknis

penyelenggaraan administrasi kependudukan sesuai dengan ketentuan

Peraturan Perundang-undangan, Pembinaan dan sosialisasi penyelenggaraan

administrasi kependu dukan, Pelaksanaan kegiatan pelayanan masyarakat di

bidang administrasi kependudukan, Penugasan kepada desa untuk

menyelenggarakan sebagian urusan administrasi kependudukan berdasarkan

asas tugas pembantuan, Penyajian data kependudukan berskala

Kabupaten/Kota berasal dari data kependudukan yang telah dikonsolidasikan

dan dibersihkan oleh kementrian yang bertanggung jawab dalam urusan

pemerintahan dalam negeri, Koordinasi pengawasan atas penyelenggaraan

administrasi kependudukan.

38

Dasar hukum administrasi kependudukan di atur dalam Peraturan

Pemerintah nomor 37 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Undang-Undang

Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Sebagaimana

37

Wilige Eko Raharjo, “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Pegawai Bidang Administrasi Kependudukan Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kampar”, eJournal Administrasi Negara UR, (Pekanbaru : Universitas Riau, 2007), h. 2

38

Wika Difa Kartini, “Pelayanan Administrasi Kependudukan Bagi Komunitas Adat Terpencil (KAT) Di Desa Talang Perigi Kecamatan Rakit Kulim Kabupaten Indragiri Hulu”, Jurnal Online Mahasiswa UR, volume 6, edisi II, (Pekanbaru : Universitas Riau, 2019), H. 6

telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang

Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 dan perlu

menerapkan Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2018 tentang Persyaratan

dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil. Serta Menteri

Dalam Negeri (MENDAGRI) yang mengatur Pelayanan Administrasi

pembuatan KPT, pembuatan KK, pembuatan SKTM, Akta Kelahiran, Akta

Kematian, Akta Perceraian, Akta Perkawinan, Surat Pengantar Nikah,

pembuatan Surat Pindah Datang/Domisili, maka Administraasi

Kependudukan haruslah diselenggarakan dengan baik.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang

Administrasi Kependudukan, menjelaskan bahwa : Administrasi

Kependudukan sebagai suatu sistem diharapkan dapat diselenggarakan

sebagai bagian dari penyelenggaraan Administr asi Negara. Dari segi

kepentingan penduduk, administrasi kependudukan memberikan pemenuhan

hak-hak administratif, seperti pelayanan publik serta perlindungan yang

berkenaan dengan Dokumen Kependudukan, tanpa adanya perlakuan yang

diskriminatif. Dalam penyelenggaraan urusan administrasi kependudukan

dimana yang berperan penting dan yang berkewajiban menyelenggarakan

urusan administrasi kependudukan adalah Pemerintah, Pemerintah Provinsi

dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Peranan pemerintah adalah untuk

memastikan bahwa interplay kepentingan pribadi bagi setiap individu bisa

dijalankan secara bebas dan terbuka.

39

Sedangkan Sufian Hanim mengatakan Administrasi adalah sebagai

kegiatan suatu kelompok yang bekerjasama terdiri dari dua orang atau lebih

yang terdapat pada semua usaha kelompok. Berdasarkan pengertian

administrasi kependudukan diatas, maka ruang lingkup administrasi

kependudukan meliputi tiga komponen yaitu: Kegiatan penataan dan

penerbitan dalam penerbitan dokumen dan data kependudukan melalui

pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, dan pengelolaan informasi

administrasi kependudukan. Sejak tahun 2006, pemerintah telah menetapkan

kebijakan administrasi kependudukan yang berdasarkan Undang-Undang

Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

Undang-Undanng ini kemudian ditindak lanjuti dengan Peraturan Pemerintah Nomor

37 Tahun 2007, tertanggal 28 Juni 2007 tentang Pelaksanaan Undang-Undang

Nomor 23 Tahun tentang Administrasi Kependudukan.

40

Pendaftaran penduduk adalah pencatatan biodata penduduk,

pencatatan atas pelaporan peristiwa kependudukan dan pendataan penduduk

rentan administrasi kependudukan serta penerbitan Dokumen Kependudukan

berupa kartu identitas atau surat keterangan kependudukan. Administrasi

39

Rahma Yunita, “Studi Pelayanan Tentang Administrasi Kependudukan Di Desa Bukit Makmur Kecamatan Kaliorang Kabupaten Kutai Timur”, PeJournal Pemerintahan Integratif UNMUL, volume 5, nomor 3, (Kalimantan Timur : Universitas Mulawarman, 2017), h. 382-383, td

40

Didik Fatkhur Rohman, Imam Hanafi, & Minto Hadi, “Implementasi Kebijakan Pelayanan Administrasi Kependudukan Terpadu”, Jurnal Administrasi Publik UB, volume 1, nomor 5, (Malang: Universitas Brawijaya), h. 965, td.

adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap suatu pekerjaan yang

dilakukan oleh sekelompok orang yang bekerjasama dengan maksud untuk

mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

41

Pendaftaran penduduk di Indonesia pada dasarnya menganut stelsel

aktif bagi penduduk. Sistem ini menuntut penduduk lebih aktif dalam

mendaftarkan diri kepada Departemen Dalam Negeri (Depdagri) untuk

dilakukan pendataan terhadap dirinya. Pendaftaran penduduk didasarkan pada

asas domisili atau tempat tinggal atas terjadinya peristiwa kependudukan

yang dialami oleh seseorang dan/atau keluarganya.

42

Berkaitan dengan pembangunan kependudukan, pembangunan

administrasi kependudukan berperan penting dalam memberikan jaminan

kepastian hukum dan perlindungan terhadap hak-hak individu penduduk.

Perlindungan tersebut berupa pelayanan publik melalui penerbitan dokumen

kependudukan seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Tanda

Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan akta-aktacatatan sipil, termasuk

Akta Kelahiran. Dengan adanya pelayanan administratif tersebut maka hak

dan kebutuhan dasar warga negara akan terjamin karena dokumen yang dapat

menjamin keberadaan, identitas warga dan hak-hak sipil lainnya tersebut

sangat vital dalam kehidupan warga. Sehingga pelayanan tersebut sangat

41

Mariati Rahman, Ilmu Administrasi, (Makasar : CV Sah Media, 2017), h. 2-3 42

Firmanzah, Persaingan, Ligitimasi Kekuasaan, dan Marketing Politik, (Jakarta : Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2010), h. 408

penting dan menjadi bagian dari pelayanan publik yang harus

diselenggarakan oleh negara.

43

Dalam hal ini, Departemen Dalam Negeri (Depdagri) mendata

perkembangan penduduk Indonesia dengan melakukan proses administrasi

kependudukan yang merupakan rangkaian penataan dan penerbitan dalam

peneribitan dokumen dan data kependudukan. Adapun proses yang dilakukan

dengan pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, pengelolaan informasi

administrasi kependudukan, serta pendayagunaan hasilnya pelayanan publik

dan pembangunan sektor.

Adapun penyelenggaraan Administrasi Kependudukan yang dilakukan

Departemen Dalam Negeri bertujuan untuk :

1. Memberikan keabsahan identitas dan kepastian hukum atas dokumen

penduduk untuk setiap Peristiwa Kependudukan dan Peristiwa Penting

yang dialami oleh penduduk.

2. Memberikan perlindungan status hak sipil penduduk.

3. Menyediakan data dan informasi kependudukan secara nasional mengenai

Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil pada berbagai tingkatan

secara akurat, lengkap, mutakhir, dan mudah diakses sehingga menjadi

acuan bagi perumusan kebijkan dan pembangunan pada umumnya.

4. Mewujudkan tertib Administrasi Kependudukan secara nasional dan

terpadu.

43

Stefanus Arwandi Jai, Dody Setyawan, & Ignatius Adiwidjaja, “Implementasi Sitem Informasi Administrasi Kependudukan”, Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNITRI, volume 5, nomor 1, (Malang : Universitas Tribhuwana Tunggadewi, 2016), h. 35, td

5. Menyediakan data penduduk yang menjadi rujukan dasar bagi sektor

terkait dalam penyelenggaraan setiap kegiataan pemerintahan,

pembangunan, dan kemasyarakatan.

Prinsip-prinsip tersebut di atas menjadi dasar terjaminnya

penyelenggaraan administrasi kependudukan sebagaimana yang dilakukan

oleh Undang-Undang. Dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan,

pemerintah yang diwakili Departemen Dalam Negeri berkewajiban dan

bertanggung jawab menyelenggarakan administrasi kependudukan secara

nasional.

44

Sehingga administrasi kependudukan menjadi semakin penting

karena sealu bersentuhan dengan setiap aktivitas kehidupan di indonesia.

45

44

Firmanzah, Op. Cit, h. 407-409 45

Koko Mulyanto Angkat, Abdul Kadir, & Isnaini, “Analisis Pelayanan Administrasi Kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Dair”, Jurnal Administrasi Publik UMA, (Medan : Universitas Medan Area, 2017), h. 34, td

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah penulis

uraikan pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Mekanisme pelayanan pendaftaran penduduk berdasarkan Peraturan

Presiden Republik Indonesia Nomor 96 Tahun 2018 tentang Persyaratan

dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil di Dinas

Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Indragiri Hulu belum

terlaksana dengan baik. Karena masih terdapat mekanisme pendaftaran

penduduk yang belum terlaksana sesuai dengan Peraturan Presiden

Republik Indonesia Nomor 96 Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata

Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil yang terdapat pada pasal

63 yang menyebutkan bahwa tahapan-tahapan ataupun mekanisme

pendaftaran penduduk meliputi : pelaporan, verifikasi dan validasi,

perekaman data, pencatatan dan/atau penerbitan dokumen. Sedangkan

mekanisme pelayanan pendaftaran penduduk yang dilakukan di Dinas

Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Indragiri Hulu seperti :

melengkapi persyaratan, mengisi blangko yang telah di siapkan dari desa

masing-masing.

2. Faktor utama yang menjadi penghambat dalam mekanisme pelayanan

terhadap pendaftaran penduduk adalah kurangnya pegawai dinas ataupun

minimnya sumber daya manusia, karena dalam pelayanan pendaftaran

penduduk dan pencatatan sipil sangat diperlukan adanya sumber daya

manusia agar tidak terjadinya rangkap jabatan. Selain itu juga terdapat

faktor lainnya yaitu : Adanya data yang kurang lengkap seperti yang tidak

sekolah tentu tidak memiliki ijazah. Akses menuju Dinas Kependudukan

dan Pencatatan Sipil dari sebagian Kecamatan tergolong jauh, sehingga

yang tidak bersangkutan yang membawa dokumennya kesini melainkan

orang lain. Terdapatnya masyarakat yang tidak memiliki NIK/Identitas.

Dan terjadinya Duplicate Record, yaitu kondisi dimana seseorang

melakukan perekaman E-KTP lebih dari sekali (perekaman ganda), yang

menyebabkan biometric individu seseorang terekam secara identik.

B. Saran

Berdasarkan uraian yang terdapat pada bab-bab sebelumnya, maka

penulis dapat memberikan beberapa saran untuk menjadi pertimbangan

kedepannya sebagai berikut:

1. Harus adanya kesadaran Pemerintah Daerah dalam memperhatikan

permasalahan pada pelaksanaan mekanisme pelayanan pendaftaran

penduduk dan harus peduli terhadap kendala-kendala yang dialami oleh

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Indragiri Hulu,

untuk mewujudkan pelaksaan Administrasi Kependudukan. Serta

memenuhi pelayanan pendaftaran penduduk sesuai dengan prosedur yang

sudah ada.

2. Untuk dinas yang terkait harus lebih peduli lagi terhadap kurangnya

pemahaman masyarakat dalam pelayanan pendaftaran penduduk, agar

lebih optimal lagi seharusnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

memberikan informasi secara menyeluruh kepada masyarakat dengan

melakukan sosialisasi secara langsung mengenai pelayanan pendaftaran

penduduk.

DAFTAR PUSTAKA

A. Buku

Amiruddin dan Zainal Asikin. 2008. Pengantar Metode Penelitian Hukum.

Jakarta: Rajawali Pers.

Asri, Muhammad. 2018. Hak Asasi Manusia. Makassar : CV. Social Politic

Genius.

Dwiyanto, Agus. 2008. Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan

Publik. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Firmanzah. 2010. Persaingan, Ligitimasi Kekuasaan, dan Marketing Politik.

Jakarta : Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Hamirul. 2019. Kereta Troika Dalam Pelayanan Publik di Era Revolusi 4.0.

Jambi : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Setih Setio.

Hendratno, Edie Toet. 2009. Negara Kesatuan, Desentralilasi, dan

Federalisme. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Huda, Ni’matul. 2009. Otonomi Daerah Filosofi Sejarah Perkembangan dan

Problematikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Husen, La Ode. 2019. Negara Hukum, Demokrasi dan Pemisahan

Kekuasaan. Makassar : CV. Social Politic Genius.

Istianto, Bambang. 2011. Manajemen Pemerintahan Dalam Perspektif

Pelayanan Publik. Jakarta : Mitra Wacana Media.

Kadir, Abdul. 2019. Modul Pelatihan Aplikadi Sistem Administrasi

Pemerintahan Desa Terpadu. Yogyakarta: CV Budi Utama.

Mindarti, Lely Indah. 2016. Manajemen Pelayanan Publik. Malang : UB

Press.

Moeljono, Djokosantoso. 2003. Budaya Korporat dan Keunggulan Korporasi.

Jakarta : PT Elex Media Komputindo.

Muchsin dan Fadillah Putra. 2002. Hukum dan Kebijakan Publik. Malang :

Averroes Press.

Muhtaj, Majda El. 2005. Hak Asasi Manusia dalam Konstitusi Indonesia dari

UDD 1945 Sampai dengan Perubahan UUD 1945 Tahun 2002.

Jakarta : Kencana.

Napitupulu, Paimin. 2012. Pelayanan Publik & Customer Satisfaction.

Bandung: PT. Alumni.

Nuswardani, Nunuk. 2019. Pengantar Hukum Administrasi. Surabaya :

Scopindo Media Pustaka.

Puspitosari, Hesti, dkk. 2011. Filosofi Pelayanan Publik. Malang : Setara

Press.

Rahman, Mariati. 2017. Ilmu Administrasi. Makasar : CV Sah Media.

Ridwan, Juniarso dan Achmad Sodik Sudrajat, 2009. Hukum Administrasi

Negara dan Kebijakan Pelayanan Publik. Bandung : Nuansa.

Sellang, Kamaruddin, dkk, 2019. Strategi Dalam Peninggkatan Kualitas

Pelayanan Publik Dimensi, Konsep, Indikator dan Implementasinya.

CV. Penerbit Qiara Media.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantatif dan Kualitatif dan R&D.

Bandung: Alfabeta.

Suratman dan Philips. 2014. Metode Penelitian Hukum. Bandung: Alfabet.

Wahono dan Abdul Atsar. 2019. Pendidikan Pancasila dan

Kewarganegaraan. Yogyakarta : CV. Budi Utama.

Widjaja, HAW. 2002. Otonomi Daerah dan Daerah Otonomi. Jakarta:

PT.Rajagrafindo Persada.

B. Undang-undang

Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 yang sudah

diamandemen, (Jakarta : Sandro Jaya).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 tentang

Pelayanan Publik.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2013 tentang

Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang

Administrasi Kependudukan, Pasal 1 ayat 1.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur

Sippil Negara.

Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Pasal 1.

Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Pasal 26.

Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Pasal 72.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2019 tentang

Pengelolaan Keuangan Daerah.

Peraturan Presiden Repubik Indonesia Nomor 96 Tahun 2018 tentang

Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan

Sipil.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 96 Tahun 2018 tentang

Persyaratan san Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil.

Bab III Pasal 63.

Peraturan Bupati Indragiri Hulu Nomor 59 Tahun 2016 tentang Kedudukan,

Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Cara Kerja Dinas

Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Indragiri Hulu.

C. Internet

https://www.lapor.go.id/instansi/dinas-kependudukan-dan-pencatatan-sipil-kab-indragiri-hulu/done?page=3

http://m.facebook.com/dinasdukcapilkotabengkulu/posts/1682971175314259,

diakses pada Jum’at 05 Juni 2020 Pukul 20.50 WIB

https://referensi.elsam.or.id/wp-content/uploads/2015/01/perkembangan-Pemikiran-HAM.pdf, diakses pada Selasa 05 Mei 2020 Pukul 21.08

WIB

D. Jurnal

Bayu Dwiwiddy Jatmiko. 2018. Menelisik Pengakuan dan Perlindungan

Hak-Hak Asasi Politik Pasca Perubahan UUD 1945. Jurnal Panorama

Hukum. Vol 3 (2).

Didik Fatkhur Rohman, Imam Hanafi, & Minto Hadi. Implementasi

Kebijakan Pelayanan Administrasi Kependudukan Terpadu. Jurnal

Administrasi Publik. Vol 1 (5).

Efi Yulistyowati, Endah Pujiastuti, & Tri Mulyani. 2016. Penerapan Konsep

Trias Politica dalam Sistem Pemerintahan Republik Indonesia : Studi

Komperatif ata Undang-Undang Dasar Tahun 1945 Sebelum dan

Sesudah Amandemen. Jurnal Dinamika Sosial Budaya. Vol 18 (2).

Koko Mulyanto Angkat, Abdul Kadir, & Isnaini. 2017. Analisis Pelayanan

Administrasi Kependudukan pada Dinas Kependudukan dan

Pencatatan Sipil Kabupaten Dair. Jurnal Administrasi Publik.

Rahma Yunita. 2017. Studi Pelayanan Tentang Administrasi Kependudukan

Di Desa Bukit Makmur Kecamatan Kaliorang Kabupaten Kutai

Timur. PeJournal Pemerintahan Integratif. Vol 5 (3).

Rika Marlina. 2018. Pembagian Kekuasaan Dalam Penyelenggaraan

Pemerintahan di Indoneisa. Jurnal Daulat Hukum. Vol 1 (1)

Stefanus Arwandi Jai, Dody Setyawan, & Ignatius Adiwidjaja. 2016.

Implementasi Sitem Informasi Administrasi Kependudukan. Jurnal

Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Vol 5 (1).

Suparto. 2016. Pemisahan Kekuasaan, Konstitusi dan Kekuasaan Kehakiman

yang Independen Menurut Islam. Jurnal Selat. Vol 4 (1).

Wika Difa Kartini. 2019. Pelayanan Administrasi Kependudukan Bagi

Komunitas Adat Terpencil (KAT) Desa Talang Perigi Kecamatan

Rakit Kulim Kabupaten Indragiri Hulu. Jurnal Online Mahasiswa.

Vol 6 edisi II.

Wilige Eko Raharjo. 2007. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja

Pegawai Bidang Administrasi Kependudukan Dinas Kependudukan

Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kampar. eJournal Administrasi

Negara.

Pertanyaan untuk Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil :

1. Bagaimana mekanisme/prosedur dalam pelayanan pendaftaran penduduk di

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Indragiri Hulu pak ?

2. Selama dalam melayani masyarakat apa saja faktor yang menjadi

penghambatnya ?

3. Bagaimana upaya atau langkah yang diambil dalam untuk menyelesaikan

masalah tersebut ?

4. Setelah mengetahui adanya kendala tersebut, siapakah yang berwenang untuk

menyelesaikan atau mengatasinya ?

Pertanyaan untuk Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk :

1. Bagaimana mekanisme/prosedur dalam pelayanan pendaftaran penduduk di

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Indragiri Hulu pak ?

2. Selama dalam melayani masyarakat apa saja faktor yang menjadi

penghambatnya ?

3. Jika terjadi kekosongan blangko dan masyarakat banyak yang ingin membuat

KTP, KK, Akte Kelahiran, Akte Kematian dan lainnya. Berapa lama waktu

minimal atau maksimal yang dibutuhkan untuk mengatasi itu ?

4. Setelah mengetahui adanya kendala tersebut, siapakah yang berwenang untuk

menyelesaikan atau yang mengatasinya ?

Pertanyaan untuk Kepala Seksi Pendataan Penduduk :

1. Bagaimana mekanisme/prosedur dalam pelayanan pendaftaran penduduk di

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Indragiri Hulu pak ?

2. Selama dalam melayani masyarakat apa saja faktor yang menjadi

penghambatnya ?

3. Bagaimana upaya atau langkah yang diambil dalam untuk menyelesaikan

masalah tersebut ?

4. Setelah mengetahui adanya kendala tersebut, siapakah yang berwenang untuk

menyelesaikan atau mengatasinya ?

Pertyaan untuk Kepala Seksi Identitas Penduduk :

1. Selama dalam melayani masyarakat apa saja faktor yang menjadi

penghambatnya?

2. Bagaimana upaya atau langkah yang diambil dalam untuk menyelesaikan

masalah tersebut ?

3. Setelah mengetahui adanya kendala tersebut, siapakah yang berwenang untuk

menyelesaikan atau mengatasinya ?

Pertanyaan untuk Pelaksana Disdukcapil :

1. Selama dalam melayani masyarakat apa saja faktor yang menjadi

penghambatnya?

2. Bagaimana upaya atau langkah yang di ambil untuk menyelesaikan

masalah/faktor penghambat tersebut ?

3. Setelah mengetahui adanya masalah/faktor penghambat tersebut, siapakah

yang berwenang untuk menyelesaikan atau yang mengatasinya ?

Pertanyaan untuk masyarakat :

1. Apakah penyedian informasi tentang prosedur atau mekanisme pelayanan

dalam pendaftaran penduduk mudah untuk di dapatkan ?

2. Apakah persyaratan pendaftaran penduduk mudah untuk di dapatkan ?

3. Bagaimana kemampuan petugas dalam memberikan informasi pelayanan

pendaftarana penduduk kepada masyarakat ?

DAFTAR PENGISIHAN ANGKET

A. Kata Pengantar

Pertanyaan yang terdapat dalam angket ini hanya untuk memperoleh

data tentang “Mekanisme Pelayanan Terhadap Pendaftaran Penduduk Pada

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Indragiri Hulu

Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 96 Tahun 2018

Tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan

Sipil”.

B. Petunjuk Pengisian Angket

1. Lingkari huruf a dan b sesuai jawaban yang anda pilih

2. Angket ini hanya digunakan untuk penelitian

3. Kejujuran sangat dibutuhkan pada pengisian angket ini

C. Identitas Mahasiswa

Nama : Delwita Elsanti

Nim : 1162720398

Jurusan : Ilmu Hukum

D. Identitas Responden

Nama

Umur

Jenis

keamin

1. Laki-laki 2. Perempuan

Pendidikan

Terakhir

1. SLTP

2. SLTA

3. D1,D2,D3,D4

4. S1

5. S1 Keatas

Pekerjaan

1. PNS/TNI/Polri

2. Karyawan/BUMN

3. Karyawan Swasta

4. Pelajara/Mahasiswa

5. Wiraswasta/Pengusaha

6. Lainnya

E. Pertanyaan

a.

1. Apakah informasi mengenai persyaratan pendaftaran penduduk mudah

di dapatkan ?

a. Mudah

b. Tidak mudah

2. Apakah kemampuan petugas sudah cukup jelas dalam memberikan

informasi pelayanan pendaftaran penduduk ?

a. Jelas

b. Tidak jelas

3. Apakah petugas pelayanan bersikap ramah dalam memberikan

pelayanan ?

a. Ramah

b. Tidak ramah

4. Apakah waktu penyelesaian akta pencatatan sipil sudah tepat waktu

dengan ketentuan yang berlaku ?

a. Tepat waktu

b. Tidak tepat waktu

DOKUMENTASI

Wawancara dengan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Kabupaten Indragiri Hulu

Wawancara dengan Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas

Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Indragiri Hulu

Wawancara dengan Kepala Seksi Identitas Penduduk Dinas Kependudukan

dan Pencatatan Sipil Kabupaten Indragiri Hulu

Wawancara dengan Pelaksana Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Kabupaten Indragiri Hulu

RIWAYAT PENULIS

Delwita Elsanti, dilahirkan di Kota Baru pada tanggal

10 Juni 1998. Anak pertama dari tiga bersaudara ini

merupakan putri dari pasangan Darmawil dan Eliya.

Penulis menempuh pendidikan mulai dari TK Raudatul

Jannah tamat pada tahun 2004. Kemudian melanjutkan

ke SD Negeri 003 Kota Baru tamat pada tahun 2010,

kemudian melanjutkan Sekolah Menengah Pertama

(SMP) Negeri 001 Rakit Kulim tamat pada tahun 2013

dan setelah itu penulis melanjutkan sekolah ke SMA

Negeri 001 Rakit Kulim yang tamat pada tahun 2016.

Pada tahun 2016 penulis diterima di Perguruan Tinggi yang ada di

Pekanbaru yaitu Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (UIN

SUSKA RIAU) pada Fakultas Syariah dan Hukum dengan jurusan Ilmu Hukum

dan memilih konsentrasi Hukum Tata Negara.

Pada tahun 2019 Penulis melakukan magang di Pengadilan Negeri

Pekanbaru setelah itu melanjutkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pelangko

Kecamatan Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu. Pada tanggal 25 Juni 2020

penulis dinyatakan lulus dengan judul skripsi “Mekanisme Pelayanan terhadap

Pendaftaran Penduduk pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten

Indragiri Hulu Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 96

Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk Dan

Pencatatan Sipil”.

Dokumen terkait