• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Teori dan Konsep Strategi

Terdapat banyak pendapat ahli tentang pengertian strategi, dalam

hal ini dikemukakan oleh Xenophone dalam Lantip (2018: 16) strategi

adalah mengetahui bisnis apa yang anda usulkan untuk dilakukan.

Pengertian ini menekankan bahwa strategi memerlukan pengetahuan

tentang bisnis, niat untuk masa depan, dan orientasi terhadap tindakan.

Definisi ini juga mengutamakan hubungan antara formulasi kepemimpinan

dan strategi.

Sejalan dengan pendapat tersebut, menurut Clausewits dalam

Wahab (1989: 226) strategi metode operasional yang dipergunakan untuk

mencapai sasaran atau tujuan perang secara keseluruhan, dalam suatu

pertempuran yang luas atau dalam suatu tenggang waktu yang lama.

Menurut Ohmae dalam Lantip (2018: 3) mendefinisikan strategi adalah

keunggulan bersaing guna mengubah kekuatan perusahaan atau organisasi

sehingga menjadi sebanding atau melebihi kekuatan pesaing dengan cara

paling efisien. Menurut Hamel dan Prahalad dalam Umar (2008: 47)

strategi ialah reaksi yang bersifat incremental (senantiasa meningkat)

secara terus-menerus, sehingga dilaksanakan berdasarkan perspektif

mengenai apa yang dicita-citakan oleh para pelanggan di masa yang akan

Hax dan Majluf dalam Salusu (1996: 100) merumuskan secara

komprehensif tentang strategi sebagai berikut:

a. Strategi adalah suatu gambaran penentuan yang konsisten, menyatu,

dan integral.

b. Menetapkan dan menampakkan tujuan organisasi, yang dimaksudkan

adalah sasaran jangka panjang, program bertindak, dan prioritas

penyediaan sumber daya.

c. Menyeleksi bidang yang digeluti organisasi.

d. Mencoba memperoleh keuntungan yang sanggup bertahan lama,

dengan memberi respon yang baik pada peluang dan risiko dari

lingkaran eksternal organisasi, serta kekuatan dan kelemahannya.

e. Melibatkan semua susunan hierarki dari suatu organisasi.

Mcnichols dalam J.Salusu (1996: 101) strategi merupakan suatu

seni dengan memanfaatkan kecakapan dan sumber daya atau kekuatan

organisasi untuk menggapai sasarannya melalui kerjasama yang efektif

dalam lingkungan situasi yang paling menguntungkan.

Dari beberapa definisi strategi menurut para ahli, kita dapat

mengambil kesimpulan bahwa strategi adalah suatu upaya atau cara yang

digunakan seseorang atau kelompok untuk memperoleh satu tujuan dengan

efektif dan efisien.

Menurut Robbins dan Coulter dalam Mintzberg dkk (2003: 19),

1. Strategi Sebagai Rencana

Strategi adalah rencana, semacam sadar dimaksudkan yang

meliputi tindakan, pedoman (atau pedoman yang ditetapkan) untuk

menangani situasi. Dengan definisi ini, strategi memiliki dua

karakteristik penting: mereka dibuat sebelum tindakan yang

menerapkan, dan mereka dikembangkan secara sadar dan sengaja.

Sebagai rencana, strategi berkaitan dengan bagaimana pemimpin

mencoba untuk menetapkan arah untuk organisasi, untuk mengatur

mereka pada tindakan yang telah ditentukan. Dalam mempelajari

strategi sebagai rencana, kita harus entah bagaimana masuk ke dalam

pikiran strategi, untuk mencari tau apa yang benar-benar di maksudkan.

2. Strategi Sebagai Taktik

Sebagai taktik, strategi membawa kita kedalam wilayah persaingan

langsung, dimana ancaman dan feints dan berbagai manufer lain bekerja

untuk mendapatkan keuntungan. Ruang ini sebagai prosedur

pembentukan strategi dalam kekuasaan yang dinamis, dengan tindakan

memprovokasi dan seterusnya. Namun kenyataannya, strategi itu

sendiri merupakan suatu konsep yang muncul tidak dalam perubahan

tetapi dalam kestabilan dalam merencanakan pola didirikannya.

3. Strategi Sebagai Pola

Jika strategi yang dimaksudkan (apakah sebagai rencana umum

lain, menetapkan strategi sebagai rencana ini tidak cukup; kita juga

butuh definisi yang terdiri dari perilaku yang dihasilkan.

Hal ini mungkin terdengar aneh definisi untuk kata yang telah

begitu terikat dengan kehendak bebas. Tetapi faktanya adalah bahwa

sementara hampir tidak ada yang mendefinisikan strategi dalam cara ini,

banyak orang tampak pada suatu waktu menggunakannya. Quinn dalam

Mintzberg dkk (2003: 35) mengatakan, pertimbangkan ini kutipan dari

seorang eksekutif bisnis:

“Secara bertahap pendekatan yang sukses menggabungkan kedalam pola tindakan yang menjadi strategi kami. Kita tidak memiliki strategi

keseluruhan”.

Komentar ini tidak konsisten hanya jika kita membatasi diri untuk salah

satu definisi strategi apa yang orang ini tampaknya katakan adalah bahwa

perusahaan memiliki strategi sebagai pola, tapi bukan sebagai rencana.

Dengan begitu, pengertian strategi sebagai rencana dan desain dapat

cukup mandiri satu sama lain: rencana saya belum direalisasi, sementara

pola mungkin muncul tanpa prasangka sebagai pola, bertitik berat pada

tindakan. Strategi sebagai pola juga menjabarkan gagasan mengenai

konvergensi, pencapaian konsistensi dalam perilaku organisasi. Strategi

yang dimaksud adalah, mengarahkan kita untuk mempertimbangkan

4. Strategi Sebagai Posisi

Strategi sebagai posisi-secara khusus cara untuk menemukan

sebuah organisasi diteori organisasi suka menyebutnya “Lingkungan”. Dengan definisi ini, strategi menjadi mediasi anatara organisasi dan

lingkungan dalan konteks internal dan eksternal. Definisi strategi

sebagai posisi cukup baik (atau semua) dari yang sebelumnya, posisi

dapat dicentang dan bercita-cita untuk memikirkan rencana (atau taktik)

atau dapat dicapai, mungkin bahkan melalui pola perilaku.

Sebagai posisi, strategi ini mendorong kita untuk melihat

organisasi dalam lingkungan kompetitif mereka, bagaimana mereka

menemukan posisi mereka dan melindungi untuk memenuhi

persaingan, menghindarinya, atau menyumbangkannya. Hal ini

memungkinkan kita untuk berfikir organisasi secara ekologis, sebagai

organisme dalam ceruk yang berjuang untuk bertahan hidup didunia

permusuhan dan ketidakpastian serta simbiosis.

5. Strategi Sebagai Perspektif

Definisi keempat strategi sedikit keluar, mencari sesuatu untuk

menemukan wadah dilingkungan eksternal, dan turun pada definisi ke

lima didalam suatu organisasi, semuanya dalam satu kepala pimpinan

kolektif dilihat dari sudut pandang yang lebih luas, strategi merupakan

perspektif, bukan karna terdiri dari beberapa tahap akan tetapi cara yang

Definisi kelima ini menunjukkan bahwa semua konsep strategi

memiliki satu indikator penting, yaitu bahwa semua strategi adalah

abstraksi yang hanya ada di pikiran pihak yang berkepentingan. Perlu

digaris bawahi bahwa tidak ada yang bisa menyentuh dan melihat

strategi, setiap strategi adalah sebuah perancangan, strategi merupakan

rencana dari imajinasi seseorang, apakah dirumuskan sebagai kemauan

untuk mengatur tindakan dan perilaku atau disimpulkan sebagai pola

untuk melaksanakan perilaku yang telah terjadi.

Sebagai perspektif, strategi memunculkan hal baru yang

dipertanyakan tentang kemauan dan perilaku dalam konsep kolektif.

Jika kita mendefinisikan organisasi sebagai tindakan kolektif dalam

mencapai misi umum, kemudian strategi sebagai perspektif

menimbulkan permasalahan bagaimana memunculkan niat melalui

sekelompok orang untuk bersama sebagai norma dan nilai-nilai, lalu

bagaimana pola perilaku menjadi sangat tertanam dalam kelompok.

Seperti yang disarankan diatas, strategi sebagai posisi dan

perspektif dapat kompatibel dengan strategi sebagai rencana atau pola.

Tapi, pada kenyataaannya, hubungan antara definisi yang berbeda ini

bisa lebih terlibat, tapi konsep strategi yang muncul adalah bahwa pola

yang dapat muncul dan diakaui menimbulkan sebuah rencana resmi,

Sementara berbagai hubungan yang ada antara definisi yang

berbeda, satu hubungan, atau satu definisi diutamakan dibanding yang

lain. Dalam beberapa hal definisi ini bersaing (dalam artian bahwa

mereka dapat menggantikan satu sama lain), tetapi mugkin cara yang

lebih penting mereka saling melengkapi. Masing-masing definisi

menambahkan elemen penting untuk pemahaman kita tentang strategi,

mendorong kita untuk mengatasi pertanyaan mendasar mengenai

organisasi secara umum.

b. Pengertian Pengembangan Pariwisata

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun

2002 Pengembangan adalah kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi

yang bertujuan memanfaatkan kaidah dan teori ilmu pengetahuan yang

telah terbukti kebenarannya untuk meningkatkan fungsi, manfaat dan

aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada, atau

menghasilkan teknologi baru.

Menurut Seels & Richey dalam Sumarno (2012: 74)

Pengembangan merupakan bentuk penjabaran proses secara spesifikasi

dalam bentuk fitur fisik, pengembangan secara khusus menghasilkan

sesuatu untuk dijadikan sebagai acuan. Sedangkan menurut Tessmer dan

Richey dalam Sumarno (2012: 76) pengembangan tidak hanya focus pada

seperti analisi kontekstual. Pengembangan memiliki tujuan menghasilkan

barang/produk berdasarkan hasil yang ditemukan dilapangan.

Pengembangan pariwisata tidak terpisah dari suatu perencanaan.

menurut Syamsu dalam Sumarno (2012), perencanaan pengembangan

suatu kawasan wisata memerlukan tahapan-tahapan pelaksanaan seperti:

marketing Research, Situational Analysis, Marketing Target, Tourism Promotion, pembedayaan masyarakat dan swasta dalam promosi dan Marketing. Agar suatu kawasan menjadi tempat wisata yang berhasil maka kita harus memperhatikan beberapa faktor: Faktor kelangkaan (scarcity),

yakni sifat objek/atraksi wisata yang tidak dapat dijumpai di tempat lain,

termasuk kelangkaan alami maupun kelangkaan ciptaan.

1. Faktor kealamiahan (Naturalism), yakni sifat dari objek/atraksi wisata

yang belum tersentuh oleh perubahan akibat perilaku manusia. Atraksi

wisata bisa terwujud suatu warisan budaya, atraksi alam yang belum

mengalami banyak perubahan oleh perilaku manusia.

2. Faktor keunikan (uniqueness), yakni sifat objek/atraksi wisata yang

memiliki keunggulan komparatif disbanding dengan objek lain yang

ada disekitarnya.

3. Faktor pemberdayaan masyarakat (communityempowerment). Faktor ini

mengarahkan agar masyarakat setempat memanfaatkan suatu objek

wisata didaerahnya, sehingga timbul rasa memiliki pada masyarakat

4. Faktor optimalisasi lahan (areaoptimalsation). Maksudnya ialah lahan

yang dimanfaatkan sebagai kawasan wisata alam digunakan

berdasarkan pertimbangan optimalisasi sesuai dengan mekanisme pasar.

Tanpa melupakan pertimbangan konservasi, preservasi, dan proteksi.

5. Faktor pemerataan, harus diatur sedemikian rupa sehingga

menghasilkan manfaat terbesar untuk kelompok masyarakat yang

paling tidak beruntung serta memberikan kesempatan yang sama

kepada individu sehingga tercipta ketertiban masyarakat tuanrumah

menjadi utuh dan padu dengan pengelola kawasan wisata.

Menurut wiryokusumo dalam Sumarno (2012) pada hakikatnya

pengembangan adalah usaha pendidikan baik formal maupun non formal

yang dilaksanakan secara sadar, berencana, terarah, teratur dan

bertanggung jawab dalam rangka memperkenalkan, menumbuhkan,

membimbing, mengembangkan suatu dasar kepribadian yang seimbang,

utuh, selaras, pengetahuan, keterampilan sesuai dengan bakat, keinginan

serta kemampuan-kemampuan, sebagai bekal atas prakarsa sendiri untuk

menambah, meningkatkan, mengembangkan diri kearah tercapainya

martabat, mutu dan kemampuan manusiawi yang optimal serta pribadi

mandiri.

Menurut Darminta dalam Wulandari (2015: 33) pengembangan

pariwisata adalah suatu proses, atau metode untuk meningkatkan sesuatu

Bill Faulkner (2015: 47): dalam Wulandari ada 5 aspek potensi

pariwisata Indonesia:

a. Warisan budaya yang kaya

b. Bentang alam yang indah

c. Letak dekat pasar pertumbuhan asia

d. Penduduk potensial (jumlah dan mampu)

e. Tenaga kerja (jumlah dan murah)

Pengertian pariwisata menurut Norval dalam Muljadi dan

Nurhayati (2002: 80) adalah seluruh kegiatan yang berhubungan dengan

masuk, tinggal, dan pergerakan penduduk asing di dalam atau di luar suatu

negara, kota, atau wilayah tertentu. Menurut definisi yang lebih luas yang

dikemukakan oleh Kodhyat dalam Muljadi dan Nurhayati (2002: 4)

pariwisata adalah perjalanan dari suatu tempat ke tempat lain bersifat

sementara, dilakukan perorangan atau kelompok, sebagai usaha mencari

keseimbangan dan kebahagiaan dengan lingkungan hidup dalam dimensi

social, budaya, alam, dan ilmu.

1. Konsep strategi

Menurut Marrus dalam Umar (2008: 31) strategi dibahasakan

sebagai suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang

berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan

a. Tipe Strategi

Tipe strategi menurut Koteen dalam Salusu (1996: 104-105) antara

lain:

1. Corporate Strategy (strategi organisasi)

Strategi ini berhubungan dengan perumusan misi, nilai, tujuan,

nilai-nilai inisiatif strategi yang baru pembahasan-pembahasan ini

dibutuhkan, yakni apa yang akan dilakukan dan untuk siapa.

2. Program strategy (strategi program)

Strategi ini terfokus pada implikasi-implikasi strategi dari suatu

program tertentu, dampak apa yang terjadi jika suatu program

tertentu dilancarkan, dan apa dampaknya untuk sasaran organisasi.

3. Resource Support Strategy (strategi pendukung sumber daya)

Strategi ini terfokus pada maksimalisasi pemanfaatan sumber

daya essensial yang tersedia demi meningkatkan kualitas kinerja

organisasi. Sumber daya dapat berupa keuangan, tenaga dan

teknologi.

4. Institusional strategy (strategi institusi)

Strategi institusional memfokuskan untuk mengembangkan

kemampuan organisasi dalam melaksanakan inisiatif-inisiatif

b. Aspek-Aspek Strategi

Strategi memiliki banyak aspek, beberapa aspek yang paling

penting akan dijelaskan dibawah ini:

1. Strategi sebagai statement

Tujuan atau maksud harus bertindak sebagai penggerak

(pengemudi) masa depan. Peran strategi adalah menentukan,

mengklarifikasi atau menyempurnakan tujuan.

2. Strategi sebagai suatu rencana tingkat tinggi

Strategi juga memperhatikan cara bagaimana agar tujuan atau

maksud dapat dicapai. Secara umum, strategi cenderung berada

pada tingkat yang kebih tinggi dan mengambil keseluruhan

pandangan: rencana cenderung lebih rinci, lebih kuantitatif, dan

lebih spesifik tentang waktu dan tanggung jawab.

3. Strategi sebagai sarana untuk mengalahkan kompetisi

Salah satu tujuan strategi adalah menang/keberhasilan dalam

arti dapat mengalahkan pesaing dalam suatu permainan/persaingan.

Untuk itu, strategi dibutuhkan agar tetap berada di depan pesaing

sebagai suatu kelompok kekuatan.

4. Strategi sebagai suatu unsur kepemimpinan

Strategi memiliki hubungan erat dengan kepemimpinan dan

pemimpin. Saat pemimpin berubah, strategi cenderung berubah.

Sebaliknya, jika strategi perlu diubah, mungkin perlu menunjuk

pemimpin baru.

5. Strategi sebagai menepatkan posisi untuk masa depan

Satu tujuan strategi untuk memposisikan perusahaan untuk

masa depan sehingga siap menghadapi ketidak pastiannya. Salah

satu cara mencapainya adalah dengan membuat perusahaan lebih

bisa untuk beradaptasi.

6. Strategi sebagai kemampuan membangun

Strategi sebagai pola perilaku yang dihasilkan dari budaya yang

tertanam. Setiap perusahaan memiliki budaya sendiri. Budaya

sangat mudah diamati akan tetapi sulit untuk dirubah, oleh karna

itu strategi yg dapat diadopsi oleh perusahaan sebagian ditentukan

oleh budaya.

c. Tingkatan strategi

1. Strategi tingkat perusahaan (corporate strategy) ditentukan oleh

tingkat manajemen tertinggi dalam suatu organisasi dan mengarah

pada bisnis yang akan dilakukan dan bagaimana sumber daya

diperuntukkan diantara bisnis tersebut. Secara umum Strategi

korporasi menambahkan tujuan jangka panjang yang berhubungan

dengan organisasi secara menyeluruh dan investasi keuangan

2. Strategi tingkat bisnis (business strategy) ditentukan oleh

masing-masing unit bisnis strategi (strategy business Unit=CBU). Biasanya

Strategi bisnis dirumuskan oleh manajer tingkat bisnis melewati

negoiasi dengan manajer korporasi dan mendasar dalam dunia

bisnis bagaimana cara bersaing. Strategi bisnis harus dilalui dan

diperoleh serta didukung oleh strategi korporasi.

3. Strategi tingkat fungsional (functional strategy) memiliki area yang

lebih kecil dibandingkan strategi korporasi dan strategi bisnis.

Berkaitan dengan fungsi bisnis seperti fungsi pemasaran, fungsi

produksi, fungsi keuangan, fungsi SDM, fungsi riset dan

pengembangan (R&D). Strategi fungsional harus mengacu pada

strategi bisnis dan konsep mereka yang paling sentral adalah terkait

kepada hasil jawaban bagaimana cara menjalankannya.

d. Mengevaluasi dan Pengawasan Strategi

Evaluasi dan pengawasan strategi merupakan bagian akhir

dalam proses manajemen strategi. Semua strategi adalah subyek

modifikasi dimasa yang akan datang, karna beragam faktor baik

internal maupun eksternal akan terus terjadi sebuah perubahan.

Evaluasi strategi terdiri dari beberapa hal:

1. Mengevaluasi faktor-faktor internal dan eksternal ialah dasar bagi

setiap strategi yang sedang dilaksanakan.

2. Mengukur kinerja yang sudah dijalankan.

2. Teori Strategi

Berdasarkan penjelasan tentang Strategi Pengembangan

Pariwisata yang telah dijelaskan diatas, maka peneliti menggunakan

indikator strategi yang sesuai pada suatu objek wisata.

Teori ini dikemukakan oleh Chandler dalam Rangkuti (2006: 3)

berpendapat bahwa strategi adalah alat untuk mencapai tujuan

perusahaan dalam hubungannya tujuan jangka panjang, program tidak

lanjut serta prioritas alokasi sumber daya. Alat untuk mencapai tujuan

yang dimaksud adalah Sumber daya manusia, dana, informasi, sarana

dan prasarana. Berdasarkan dari 4 indikator tersebut jika dilaksanakan

maka akan terwujud pariwisata yang dapat meningkatkan pendapatan

dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Teori ini dikemukakan oleh David dalam Lantip (2018: 20-21).

Terdapat beberapa jenis strategi yaitu:

1. Strategi integrasi

Strategi integrasi dapat terbagi dalam beberapa jenis:

a. Integrasi ke depan (forward integration)

Pengertian strategi integrasi kedepan ialah usaha untuk

mendapatkan atau meningkatkan kordinator kepada distributor

dan pengecer. Saat ini, masih banyak perusahaan manufaktur

yang memakai strategi ini dengan membuat situs web yang

Inilah yang dapat menyebabkan kekacauan yang besar pada

beberapa industri.

b. Integrasi ke belakang (backward integration)

Backward integration atau Integrasi ke belakang adalah strategi untuk memiliki atau meningkatkan control pada

perusahaan pemasok. Strategi ini bisa dilaksanakan pada saat

perusahaan pemasok sudah tidak dapat diandalkan atau tidak

sanggup memenuhi kebutuhan. Persaingan di era globalisasi ini

dapat memberi pengaruh pada perusahaan agar mengurangi

pemasok dan pelayanan juga mutu yang lebih baik.

c. Integrasi Horizontal (Horizontal integration)

Strategi integrasi horizontal dilaksanakan dengan

memperoleh perusahaan pesaing yang juga memiliki line of

bisnis yang sama. Sehingga perusahaan bisa meningkatkan skala

perusahaan, meningkatkan angka penjualan dan jumlah laba serta

memperluas pasar potensial perusahaan.

2. Strategi Intensif

Strategi intensif terbagi menjadi sebagai berikut:

a. Penetrasi Pasar (market penetration)

Pada Strategi ini perusahaan ingin melakukan upaya yang

bertujuan meningkatkan pemasaran untuk barang dan jasa yang

telah ada dalam pasar dengan usaha pemasaran yang beruntun.

bisa juga digabungkan dengan strategi lainnya. Penetrasi pasar

ini bisa menambah jumlah sales. Mempromosikan penjualan atau

juga beriklan secara massif.

b. Pengembangan pasar (Market Development)

Pengembangan pasar dalam strategi ini dapat berupa

memperkenalkan dan mempromosikan produk atau jasa yang

tersedia pada daerah yang baru. Kapan strategi pengembangan

pasar disebut efektif, berikut beberapa contohnya:

1). Terdapat prosedur distribusi baru yang laku dipasar yang

menjadi incaran konsumen, murah dan berkualitas baik.

2). Waktu perusahaan berhasil atas hal yang telah dikerjakan.

3). Pasar masih baru dan belum banyak yang memanfaatkannya

secara maksimal.

4). Perusahaan memiliki modal yang cukup serta sumber daya

manusia yang memadai untuk mengolah operasional yang

semakin meningkat.

5). Saat perusahaan memiliki kapasitas produksi yang berlebihan.

c. Pengembangan Produk (product Development)

Pengembangan produk merupakan salah satu jenis strategi

yang memiliki upaya untuk meningkatkan angka penjualan

dengan cara memodifikasi atau mendesain kembali barang atau

membutuhkan biaya yang tidak sedikit dalam melakukan riset

kembali dan mengembangkan produk.

Dokumen terkait