• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEORI DAN PEMBAHASAN

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 48-53)

Pendaftaran pangan olahan merupakan salah satu upaya sebelum produk tersebut beredar (pre market). Pendaftaran pangan olahan ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari pangan olahan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, mutu dan gizi pangan. Pangan olahan yang diproduksi oleh industri pangan perlu dilakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum beredar di pasaran agar dapat memenuhi persyaratan keamanan, mutu dan gizi pangan.

Dengan banyaknya makanan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, mutu dan gizi pangan, maka harus dilakukan pengawasan sebelum makanan tersebut beredar (pre market). Badan POM adalah Lembaga Pemerintahan Non Kementrian yang dibentuk untuk melaksanakan tugas pemerintah dalam hal pengawasan obat dan makanan. Badan POM beraada dibawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Salah satu unit di Badan POM adalah Direktorat Penilaian Keamanan pangan yang bertugas untuk menilai keamanan, mutu dan gizi pangan sebelum beredar di masyarakat.

Pendaftaran pangan olahan berlaku untuk makanan yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Peraturan yang terkait pendaftaran pangan olahan ini antara lain Peraturan Kepala Badan POM RI No. HK.031.5.12.11.09955 tentang Pendaftaran Pangan olahan dan Peraturan Badan POM RI No.HK.03.1.5.12.11.09956 tentang Tata Laksana Pendaftaran Pangan Olahan.

Tidak semua pangan olahan wajib didaftarkan di Badan POM, salah satu contohnya adalah pangan olahan yang diproduksi oleh Industri Rumah Tangga. Untuk pangan hasil produksi Industri Rumah Tangga cukup didaftarkan di Dinas Kesehatan Daerah TK II Kotamadya/Kabupaten.

Universitas Indonesia Pendaftaran pangan olahan awalnya dilakukan secara manual. Pada pendaftaran pangan secara manual ini, industri dalam negeri harus melampirkan Surat Izin Usaha Industri (IUI) atau Surat Tanda Industri, dan untuk importir harus melampirkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Sertifikat Kesehatan atau Sertifikat Bebas Jual yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang di negara asalnya. Selain itu, perusahaan harus melampirkan data produk antara lain nama jenis, nama dagangm berat bersih, jenis kemasan, komposisi, spesifikasi bahan, kode produksi, masa simpan produk, hasil analisa produk, rancangan label. Dokumen-dokumen tersebut dievaluasi untuk melihat kesesuaian dengan standar yang telah ditetapkan, Dokumen yang sesuai dengan standar akan diterbitkan Surat Persetujuan Pendaftaran Pangan yang menandakan pangan tersebut aman dan layak konsumsi sehingga dapat beredar di pasaran.

Pada tanggal 1 Maret 2012, Direktorat Penilaian Keamanan Pangan membuka pendaftaran pangan olahan secara elektronik dan berbasis internet, yang disebut e-regristration (e-reg). Tahapan pendaftaran setiap perusahaan yang akan mendaftarkan produknya secara elektronik (e-reg) terlebih dahulu melakukan pendaftaran akun perushaan untuk mendapatkan password. Setelah mendapatkan

password, perusahaan tersebut bisa mendaftarkan produknya secara elektronik.

Tahap selanjutnya, industri melakukan pendaftaran pangan olahannya dengan cara menginput data-data yang diperlukan seperti data produk yang akan didaftarkan, komposisi, hasil analisa produk akhir, proses produksi, penjelasan kode produksi, info kadaluarsa, spesifikasi Bahan Tambahan Pangan (BTP), dan dokumen lain. Setelah data tersebut diinput, data tersebut di-upload ke sistem e-registration. Setelah data di-upload, pendaftar harus tetap melampirkan hasil analisa asli ke Badan POM RI (bisa datang langsung atau melalui pos).

Proses penilaian pangan olahan dilakukan oleh evaluator. Evaluator bertugas untuk mengevaluasi data produk antara lain komposisi, proses produksi, hasil analisa dan label. Apabila masih ada data yang kurang maka evaluator akan memberikan catatan kepada pendaftar untuk melengkapi data yang kurang tersebut. Setelah data tersebut telah dilengkapi dan sesuai persyaratan, maka akan

Universitas Indonesia diterbitkan SPB (Surat Perintah Bayar), lalu pendaftar meng-upload bukti pembayaran, selanjutnya dilakukan verifikasi dan validasi. Setelah diverifikasi dan divalidasi, maka pendaftar akan mendapatkan SPP (Surat Persetujuan Pendaftaran Pangan Olahan).

Direktorat Penilaian Keamanan Pangan dibagi menjadi 3(tiga) Sub Direktorat (Subdit), yaitu Subdit Penilaian Makanan dan Bahan Tambahan Pangan, Subdit Penilaian Pangan Khusus dan Subdit Penilaian Pangan Olahan Tertentu.

Subdit Penilaian Makanan dan Bahan Tambahan Pangan bertugas menilai semua jenis pangan low risk, medium risk antara lain daging olahan, makanan dalam kaleng. Pangan ini tidak mengandung komponen tertentu,tidak perlu kajian lebih lanjut dan tidak menggunakan proses dan teknologi tertentu.

Subdit Penilaian Pangan Olahan Tertentu bertugas menilai pangan bayi dan pangan diet khusus. Pangan diet khusus ini diperuntukkan bagi penderita gagal ginjal, susu penderita kanker, serta makanan rendah kalori untuk orang yang ingin menurunkan berat badan.

Subdit Penilaian Pangan Khusus bertugas menilai pangan yang berklaim yaitu pangan yang berasal dari hasil rekayasa genetika (PHRG), pangan radiasi, pangan fungsional dan pangan organik.

Nomor pendaftaran pangan digolongkan menjadi dua, yaitu BPOM RI MD untuk produk dalam negeri dan BPOM RI ML untuk produk luar negeri atau impor. Hal-hal yang dapat mempengaruhi pemberian nomor pendaftaran antara lain jenis kemasan kategori pangan, lokasi pabrik/propinsi (untuk dalam negeri) atau lokasi negara (untuk produk impor). Surat Persetujuan Pendaftaran Pangan berlaku selama 5 tahun. Hal ini sesuai dengan Keputusan Kepala Badan POM tentang Pendaftaran Pangan Olahan. Enam bulan sebelum masa berlaku habis, pendaftar diharapkan sudah wajib mendaftarkan kembali produknya ke Badan POM. Timeline proses pendaftaran pangan secara online e-regristration adalah 14 hari kerja. Timeline untuk pendaftar adalah 1 (satu) bulan untuk penyerahan

Universitas Indonesia

hardcopy hasil analisa, 7 hari untuk perbaikan label, 7 hari untuk pembayaran dan

pengisian bukti bayar dan 7 hari untuk penyerahan bukti bayar dan pengambilan SPP.

Pendaftaran e-registration memiliki keuntungan dibandingkan dengan pendaftaran manual, yaitu perusahaan hanya melakukan satu kali pendaftaran akun perusahaan, akses pendaftaran dapat dilakukan dimana saja, tidak ada pembatasan jumlah pendaftaran, persyaratan per jenis pangan sudah ditetapkan, persyaratan sudah tercantum dalam sistem sehingga tidak ada perbedaan persepsi. Selain keuntungan tersebut, pendaftaran dengan e-regristration juga terdapat hambatannya, yaitu sistem yang kadang eror, jaringan yang tidak selalu bagus dan jumlah pangan yang didaftarkan tidak dibatasi sehingga jumlah pangan yang dinilai tidak sesuai dengan kapasitas evaluator yang tersedia.

Pada saat melakukan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA), tugas yang diberikan adalah melakukan evaluasi lembar konsultasi. Konsultasi dapat juga dengan cara email, telepon atau SMS. Konsultasi dengan cara email dapat dikirim ke masing-masing subdit, salah satu contohnya apabila ingin konsultasi tentang makanan dan minuman dapat konsultasi ke [email protected]. Konsultasi yang dilakukan secara langsung maupun via email adalah salah satu bentuk penerapan sistem manajemen mutu yang dilakukan oleh Direktorat PKP. Hasil dari layanan konsultasi ini dibuat grafiknya untuk melihat topik konsultsi terkait permasalahan pendaftaran pangan yang nantinya menjadi tolak ukur peningkatan pemahaman pendaftar mengenai cara pendaftaran pangan maupun persyaratan dan masalah terkait pangan.

Selain melakukan pencatatan evaluasi konsultasi, dilakukan penyandingan antara Surat Persetujuan Pendaftaran dengan hasil analisa produk akhir yang asli dan selanjutnya dokumen ini akan diarsipkan ke dalam gudang. Hal tersebut berkaitan dengan tupoksi yang dilakukan oleh unit ini. Dokumen yang telah melebihi 5 tahun akan disimpan di dalam gudang arsip dan tidak boleh dimusnahkan.

Universitas Indonesia Terhadap pangan yang sudah terdaftarkan, apabila perusahaan ingin melkukan perubahan maka harus melakukan permohonan perubahan data. Untuk pendaftarannya yang manual, maka perubahan datanya dilakukan secara manual juga. Untuk pendaftaran yang sudah melalui elektronik (e-reg), maka perubahan datanya melalui elektronik juga. Pada tahun 2013, perubahan data dibagi menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu perubahan minor dan perubahan mayor. Perubahan minor meliputi perubahan nama perusahaan, perubahan nama importir dan/atau distributor, perubahan nama dagang, perubahan dan/atau penambahan berat/isi bersih, pencantuman tulisan halal dan perubahan untuk kepentingan promosi dalam waktu tertentu. Perubahan mayor meliputi perubahan desain label, pencantuman dan atau perubahan Informasi Nilai Gizi (ING), perubahan dan/atau penambahan klaim dan perubahan komposisi.

Kegiatan lain yang dilakukan adalah pencatatan nota dinas. Nota dinas berasal dari Direktorat Standarisasi mengenai kajian suatu bahan yang umumnya adalah herbal yang baru di Indonesia dan tidak lazim fungsinya berada di pangan.

40 Universitas Indonesia

BAB 6

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 48-53)