• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.3 Kajian Teori

2.3.1 Teori James S. Coleman (Pilihan Rasional)

Teori yang digunakan dalam penelitian ini adala Teori Pilihan Rasional dari James Coleman. Sebelum membahas mengenai teori pilihan rasional secara komprehensif. Landasan teori tersebut digunakan peneliti untuk menganalisis sekaligus menjelaskan secara mendalam mengenai analisa perekonomian masyarakat petani dan peternak yang melakukan alih profesi pada industri homestay dan terdampak pandemi covid-19.

Teori pilihan rasional merupakan usaha dari salah satu tokoh yaitu James S, Coleman. Coleman membuat sebuah jurnal “Rationality and Society” yang dibaktikan untuk penyemaian karya dari suatu perspektif pilihan rasoinal. Karena alasan lain Coleman telah menerbitkan buku yang sangat berpengaruh “Foundation of Social Theory” yang didasarkan pada perspektif trsebut (Coleman, 1990).

72 Menurut Coleman, sosiologi memusatkan perhatian pada sistem sosial. Dimana fenomena makro harus dijelaskan oleh faktor internalnya,yaitu faktor individu. Alasan untuk memusatkan perhatian pada individu dikarenakan intervensi untuk menciptakan perubahan sosial.

Inti dari perspektif Coleman adalah teori sosial tidak hanya merupakan latihan akademis, melainkan harus dapat mempengaruhi kehidupan sosial melalui intervensi tersebut. Intervensi merupakan sebuah campur tangan yangdilakukan oleh seseorang, dua orang atau bahkan yang dilakukan oleh Negara. Dari adanya intervensi tersebut lah yang kemudian diharapkan mampu menciptakan sebuah perubahan sosial.

Teori pilihan rasional Coleman memiliki ide dasar bahwa “orang-orang bertindak secara sengaja kearah suatu tujuan, dengan tujuan itu dibentuk oleh nilai-nilai atau pilihan-pilihan” (Coleman, 1990b: 13). Para aktor akan melakukan tindakan dalam rangka memaksimalkan manfaat, keuntungan serta pemuasan pada kebutuhan mereka. Ada dua unsur yang harus ada dalam teori ini yaitu aktor dan sumber daya. Tentu sumber daya yang dimaksud dapat dikontrol oleh sang aktor. Coleman memerinci bagaimana interaksi mereka mendorong pada level sistem, ini tentu akan menghubungkan isu mikro-makro. (Ritzer, 2012).

Teori pilihan rasional Coleman ini tampak jelas dalam gagasan dasarnya bahwa tindakan perseorangan mengarah pada suatu tujuan dan tujuan tersebut adalah tindakan yang ditentukan oleh nilai atau preferensi (pilihan). Coleman menyatakan bahwa memerlukan konsep tepat mengenai aktor rasional yang berasal dari ilmu ekonomi yang melihat

73 aktor memilih tindakan yang dapat memaksimalkan kegunaanataupun keinginan serta kebutuhan mereka. Ada dua unsur utama dalam teoriColeman, yaitu aktor dan juga sumber daya.

Aktor merupakan individu yang memiliki suatu tujuan, aktor juga memiliki sebuah pilihan yang bernilai dasar untuk digunakan aktor dalam menentukan pilihan yaiutu menggunakan pertimbangan secara mendalam berdasarkan kesadarannya. Aktor mempunyai power atau kekuatan sebgai upaya untuk menentukan pilihan dan tindakan yang menjadi keinginannya.

Sedangkan Sumber daya merupakan potensi yang ada atau bahkan yang dimiliki. Dalam hal ini sumber daya merupakan sesuatu yang dapat dikendalikan oleh aktor.

Teori pilihan rasional dipopulerkan oleh Coleman yang menyatakan bahwa tindakan seseorang sebagai sesuatu yang purposive atau yang bertujuan. Menurut Coleman (1992) Tindakan purposive merupakan suatu tindakan yang didasarkan keinginan memperoleh keuntungan atas pilihanya. Menurut Angga unita kiranantika (2013) Teori pilihan rasional pada dasarnya menekankan bahwa manusia adalah organisme yang mementingkan dirinya sendiri, maka ia akan memperhitungkan cara bertindak untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan kerugian.

Dengan demikian, teori pilihan rasional pada dasarnya mengarah pada suatu alasan mengapa tindakan itu dilakukan, dan tentunya mengandung suatu keuntungan baik bagi individu sendiri maupun sesuatu yang dapat diterima masyarakat (Handayani, Najib, 2019).

74 Ciri dasar teori pilihan rasional (rasional choice) dari Coleman merupakan paradigma tindakan adalah satu-satunya teori yang memiliki peluang menghasilkan integrasi berbagai paradigma sosiologi (George dan Douglas, 2009:477). Pilihan rasional ini, dijadikan sebagai model penjelasan dari tindakan-tindakan individu yang dimaksudkan untuk memberikan analisa formal dari pengambilan keputusan rasional berdasarkan alasan dan tujuan yang dicapai oleh aktor.

Orientasi pilihan rasional oleh James S. Coleman (George dan Douglas, 2009:480) bahwa tindakan seseorang secara sengaja mengarah kepada suatu tujuan dengan tujuan (dan juga tindakan yang dilakukan) ditentukan oleh nilai atau preferensi. Sesuatu yang dapat dikatan memiliki nilai apabila sesuatu itu memiliki manfaat dan keuntungan untuk kepuasan aktor. James S. Coleman juga mengatakan bahwa aktor akan lebih berkuasa terhadap sumber daya yang dimilikinya. (Astutik, Handoyo, 2019)

Ada dua elemen kunci dalam teori pilihan rasional James S. Coleman yaitu aktor dan sumber daya (George dan Douglas, 2009:480). Aktor dianggap sebagai individu yang memiliki maksud atau tujuan yaitu tujuan yang hendak dicapai dan melakukan tindakan yang terarah pada upaya untuk mencapai tujuan tersebut. Selain itu, aktor juga dipandang memiliki pilihan atau maksud atau sesuatu yang bernilai. Asumsinya yang dilakukan oleh aktor untuk menentukan pilihan adalah dengan menggunakan pertimbangan secara mendalam berdasarkan kesadarannya. Disamping itu,

75 aktor juga memiliki kekuatan untuk menentukan pilihan dan melakukan tindakan dari apa yang menjadi keinginannya.

Menurut Coleman (dalam Upe,2010:193) menjelaskan pilihan rasional memusatkan perhatiannya pada aktor dan sumber daya. Aktor dipandang sebagai manusia yang memiliki maksud dan tujuan yang harus dicapai melalui tindakan atau upaya nyata yang rasional sedangkan sumber daya adalah sesutau yang menarik perhatian dan dapat dikontrol oleh aktor. Perhatian aktor dalam persefektif ini dilakukan dengan cara memandang aktor sebagai manusia yang memiliki tujuan tertentu atau mempunyai prefensi yang membuatnya mengambil tindakan tertentu yang memungkinkannya mencapai tujuan yang hendak diraihnya.

Pilihan rasional Coleman berorientasi pada aspek sosial ekonomi yang meliputi imbalan (reward), pengorbanan (cost), keuntungan (profit).

Imbalan merupakan segala hal yang diperoleh melalui adanya pengorbanan. Pengorbanan yang dimalsud disini adalah semua hal yang dihindarkan, sedangkan keuntungan adalah imbalan dikurangi oleh pengorbanan (Makhfiyana, Mudzakkir, 2013).

Teori pilihan rasional ini menekankan bahwa aktor menjadi kunci terpenting di dalam melakukan sebuah tindakan. Aktor disini bisa dikatakan sebagai individu atau Negara yang melakukan suatu tindakan untuk mencapai kepentingannya dan berusaha memaksimalkan kepentingannya. Hal tersebut dilakukan oleh aktor dengan cara mengambil atau memilih suatu pilihan yang dianggap membawa hasil untuk mencapai kepentinganya tersebut. Sebagai contoh, jika pilihan 1 dianggap lebih

76 penting dan lebih bermakna dari pada pilihan 2, dan 3, maka aktor akan memilih pilihan 1.

Aktor ialah individu, yaitu individu yang melakukan sebuah tindakan.

Aktor tersebut dapat mengatur dirinya sendiri, karena aktor tahu apa yang ia mau dan yang harus dilakukan. Teori pilihan rasional merupakan alat untuk berpikir logis, berfikir rasional, didalam membuat suatu keputusan.

Sama halnya dengan para petani miskin yang memilih suatu pilihan yang dianggap paling rasional (sesuai dengan akal) dibandingkan dengan pilihan-pilihan lainnya untuk tetap dapat mempertahankan hidupnya dan menyambung kehidupannya. Strategi atau cara yang diambil merupakan suatu hal yang telah dipikirkan dan dipertimbangkan sebelumnya hingga pada akhirnya menjadi suatu keputusan yang dipandang sangat rasional (Rejeki, 2019).

Pada penelitian ini aktor adalah masyarakat desa Oro-oro Ombo, khususnya petani dan peternak yang telah melakukan alih profesi menjadi pengelola industri homestay dimana dalam menjalankan usaha di bidang industri penginapan atau homestay mereka harus berhadapan dengan masalah yang menyebabkan penurunan terhadap usaha yang mereka jalankan. Kegiatan alih profesi yang dilakukan oleh masyarakat petani dan peternak di desa Oro-oro Ombo merupakan sebuah pilihan rasional, dimana mereka melihat adanya keuntungan (profit) yang menggiurkan pada industri homestay dibandingkan dengan profesi sebelumnya.

Adanya pandemi virus covid-19 segala aspek kehidupan mendapatkan dampaknya, salah satunya adalah aspek perekonomian dan

77 sektor pariwisata yang di dalamnya terdapat berbagai macam industri yang berjalan dan salah satunya adalah industri penginapan atau homestay itu sendiri, yang mana masyarakat pelaku industri dipaksa untuk melakukan hal yang bertujuan untuk menajaga kestabilan ekonomi mereka meskipun berada di situasi sulit seperti saat pandemi seperti ini.

Adanya kebijakan pembatasan kegiatan pariwisata yang diberikan oleh pemerintah membuat masyarakat sebagai pengelola industri penginapan atau homestay yang merupakan bagian dari kegiatan pariwisata itu sendiri dipaksa untuk mengambil sebuah keputusan atau pilihan rasional kembali yang bertujuan untuk menjaga stabilitas perekonomian mereka. Pilihan yang diambil oleh masyarakat dalam masalah yang dihadapi adalah dengan melakukan kegiatan ekonomi lainnya utuk mendapatkan pemasukan dengan cara melakukan pembaruan terhadap proses marketing industri homestay yang mereka miliki, mengembangkan ketrampilan dengan mengikuti pelatihan ketrampilan.

Sesuai dengan konsep yang dikemukan oleh Coleman bahwa pilihan rasional berorientasi pada aspek sosial ekonomi yang meliputi imbalan (reward), pengorbanan (cost), keuntungan (profit), yang bisa dilihat bahwa masyarakat yang bergerak pada industri homestay yang mana ndustri tersebut terhenti dimasa pandemi seperi ini merupakan sebuah pengorbanan (cost) yang harus dilakukan karena mereka tidak mendapat sesuatu yang berharga lagi ketika adanya pandemi ini, serta mengharapkan keutungan (profit) atas strategi yang dilakukan yang didasari dengan keinginan untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya.

Dokumen terkait