BAB II : KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI
C. Teori
Adapun teori yang digunakan oleh peneliti dalam kajian ini adalah teori AIDA yaitu:
a. Attention (perhatian), pesan harus menarik perhatian konsumen sasaran, karena pesan penarik perhatian akan mudah dilihat oleh khalayak.
b. Interest ( minat), setelah konsumen berhasil direbut, pesan yang dapat menimbulkan minat, sehingga timbul rasa ingin tahu dalam diri konsumen.
c. Disere (keinginan), pesan yang baik harus dapat membimbing keinginan konsumen untuk menikmati produk yang ditampilkan pada pesan.
d. Action (tindakan), upaya akhir yang dilakukan untuk membujuk konsumen agar segera mungkin melakukan suatu tindakan atau berperilaku.
39Ibid. Hal. 193-206
35 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini sangat menentukan kualitas baik tidaknya sebuah penelitian. Dalam proses penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian pustaka (Library Research) dan penelitian lapangan (Field Research). Penelitian pustaka (Library Research) dilakukan untuk menelaah buku-buku, majalah, website dan referensi-referensi yang relevan dengan permasalahan yang ada dalam penelitian ini. Penelitian lapangan (Field Research) yang langsung terjun ke lapangan untuk memperoleh data yang diperlukan. Dalam sebuah penelitian juga diperlukan kemampuan memilih dan menyusun data yang relevan.
Adapun pendekatan penelitian ini adalah kualitatif. Riset kualitatif bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya melalui pengumpulan data sedalam-sedalam-dalamnya. Riset ini tidak mengutamakan populasi atau sampling bahkan populasi atau samplingnya sangat terbatas.40 Penulis menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif analisis, yaitu suatu penelitian dengan mengumpulkan data di lapangan dan menganalisa serta menarik kesimpulan dari data tersebut.41
Menurut Burhan Bungin dalam buku Penelitian Kualitatif menyatakan bahwa; “Format deskriptif kualitatif banyak memiliki kesamaan dengan desain deskriptif kuantitatif. Karena itu deskriptif
40Rachmat Kriyanto, Teknik Praktis Riset Komunikasi: Disertai Contoh Praktis Riset Media, Public Relations, Advertising, Komunikasi Organisasi, Komunikasi Pemasaran, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2006), hal. 56.
41Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian, (Jakarta: Rineka Cipta, 1993), hal. 106.
36
kualitatif bisa disebut pula dengan kuasi kualitatif atau desain kualitatif semu. Artinya, desain ini belum benar-benar kualitatif karena bentuknya masih dipengaruhi tradisi kuantitatif. Terutama dalam menempatkan teori pada data yang diperolehnya. Format deskriptif kualitatif pada umumnya dilakukan pada penelitian dalam bentuk studi kasus. Format deskriptif kualitatif lebih tepat apabila digunakan untuk meneliti masalah-masalah yang membutuhkan studi mendalam, seperti permasalahan tingkahlaku konsumen pada suatu produk, masalah-masalah efek media terhadap pandangan pemirsa terhadap suatu tayangan media, permasalahan implementasi kebijakan publik di masyarakat dan sebagainya.”42
Perlu diketahui juga penelitian ini menggunakan permasalahan pengaruh media, sehingga peneliti ingin menjelaskan bahwa pengaruh dapat diukur bukan hanya melalui wawancara tetapi bisa juga melalui survey atau hasil penelitian orang lain.
Dengan begitu, maka hasil penelitian orang lain tersebut dapat memudahkan kita melakukan suatu penelitian.
B. Informan Penelitian
Informan penelitian di dalam penelitian kualitatif berkaitan dengan bagaimana langkah yang ditempuh peneliti agar data atau informasi dapat diperolehnya. Menentukan informan bisa dilakukan apabila peneliti memahami pula anatomi masyarakat dimana penelitian itu dilaksanakan. Namun apabila peneliti belum
42Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif; Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya, Ed.2, Cet ke 5, (Jakarta: Kencana, 2011), hal. 68-69.
37
memahami anatomi masyarakat tempat penelitian, maka peneliti berupaya agar tetap mendapatkan informan penelitian.
Dari usaha tersebut di atas, maka dalam penelitian kualitatif peneliti menggunakan cara prosedur kuota. Dalam prosedur kuota, peneliti memutuskan saat merancang penelitian, berapa banyak orang dengan karakteristik yang diinginkan untuk dimasukkan sebagai informan. Kriteria yang dipilih memungkinkan peneliti untuk fokus pada orang yang peneliti perkirakan akan paling mungkin memiliki pengalaman, tahu tentang atau memiliki wawasan ke dalam topik penelitian.43
Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat pekerja keras/tukang bangunan di Kecamatan Lhoksukon Aceh Utara.
Menurut Lichman dalam buku Teknik Praktis Riset Komunikasi karangan Rachmat Kriyanto mengungkapkan bahwa jumlah informan dalam riset kualitatif bersifat mudah berubah (bertambah atau berkurang), tergantung ketersediaan data di lapangan. Dikenal istilah „salurasi‟ (saturation), yaitu periset dapat mengakhiri kegiatan pencarian data, jika ia merasa bahwa tidak ada lagi informasi baru yang ia peroleh dari kegiatan mencari data.44
Adapun sampel penelitian dalam penelitian ini terdiri dari masyarakat pekerja keras/tukang bangunan yang berjumlah 15 Orang yang ada di Kecamatan Lhoksukon Aceh Utara. Jadi sampel yang telah ditetapkan di atas telah dianggap mampu memberikan jawaban yang dibutuhkan oleh peneliti.
43Ibid. Hal. 107-108.
44Rachmat Kriyanto, Teknik Praktis Riset Komunikasi…., hal 165.
38 C. Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan periset untuk mengumpulkan data.45 Data terdiri dari dua jenis; data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang didapatkan dari sumber pertama. Data primer dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dan dokumentasi peneliti di Kecamatan Lhoksukon Aceh Utara. Setelah data terkumpul, kemudian peneliti menganalisa. Sedangkan data sekunder adalah yang diperoleh dari sumber kedua. Data sekunder dalam penelitian ini adalah data yang diambil dari: buku, artikel, jurnal, berita dan internet. Peneliti telah menggunakan instrument pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi:
a. Observasi diartikan sebagai kegiatan mengamati secara langsung tanpa mediator sesuatu objek untuk melihat dengan dekat kegiatan yang dilakukan objek tersebut. Dalam penelitian ini peneliti melihat langsung dan mengamati keadaan di lapangan, yaitu bagaimana kondisi masyarakat pekerja keras/tukang bangunan di Kecamatan Lhoksukon Aceh Utara.
b. Wawancara percakapan antara seseorang yang mengharapkan mendapatkan informasi dari informan. Seseorang yang diasumsikan mempunyai informasi penting tentang suatu objek. Wawancara dalam riset kualitatif disebut wawancara mendalam (dept interview). Tujuannya untuk mendapatkan data kualitatif yang mendalam.46 Wawancara ditujukan kepada masyarakat pekerja keras/tukang bangunan di Kecamatan Lhoksukon Aceh Utara. Untuk mendapatkan hasil yang
45Ibid. Hal. 95.
46Ibid. Hal. 100-120.
39
maksimal dalam melakukan wawancara, peneliti menyiapkan daftar pertanyaan terlebih dahulu.
c. Dokumentasi bertujuan untuk menggali data-data masa lampau secara sistematis dan objektif. Metode dokumentasi yaitu mecari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, agenda dan sebagainya.47 Dokumentasi dalam penelitian ini merupakan metode yang digunakan untuk memperoleh data mengenai pengaruh iklan bahaya merokok terhadap tingkat konsumsi rokok pada masyarakat pekerja keras/tukang bangunan di Kecamatan Lhoksukon Aceh Utara.
D. Teknik Pengolahan dan Analisis Data
Analisis data kualitatif digunakan bila data-data yang terkumpul dalam riset adalah data kualitatif. Data kualitatif dapat berupa kata-kata, kalimat-kalimat atau narasi, baik yang diperoleh dari wawancara mendalam maupun observasi. Riset kualitatif adalah riset yang menggunakan cara berfikir induktif, yaitu cara berfikir yang diangkat dari hal-hal khusus (fakta emperis) menuju yang umum (tataran konsep).48
Setelah dilakukan tahap pengolahan data yang kemudian diklasifikasikan, maka tahap selanjutnya adalah menganalisis data.
Pengklasifikasian dan penganalisisan ini dilakukan dengan menempuh langkah-langkah sebagai berikut:
1. Mencari dan mengumpulkan sejumlah data (data kasar) untuk diselidiki dan dianalisis.
47Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian; Suatu Pendekatan Praktik, Jilid-6, Cet ke 13, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006), hal. 231.
48Rachmat Kriyanto, Teknik Praktis Riset Komunikasi…., hal. 196.
40
2. Penyaringan data. Proses ini dilakukan untuk memilih-milih data yang cocok dengan permasalahan yang akan diteliti.
3. Data yang relevan dengan permasalahan yang diteliti akan dianalisis
4. Data yang telah dianalisis kemudian disimpulkan.
41 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Gampong Keutapang terletak di Lhoksukon, yang mana Lhoksukon merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Indonesia. Lhoksukon juga berperan sebagai ibu kota Kabupaten Aceh Utara. Kabupaten Aceh Utara (Bahasa Aceh: Acèh Barôh, Jawi: ) adalah sebuah kabupaten yang terletak di provinsi Aceh, Indonesia. Ibukota kabupaten ini dipindahkan dari Lhokseumawe ke Lhoksukon, menyusul dijadikannya Lhokseumawe sebagai kota otonom. Kabupaten ini tergolong sebagai kawasan industri terbesar di provinsi ini dan juga tergolong industri terbesar di luar pulau Jawa, khususnya dengan dibukanya industri pengolahan gas alam cair PT. Arun LNG di Lhokseumawe pada tahun 1974.49
Di daerah wilayah ini juga terdapat pabrik-pabrik besar lainnya: Pabrik Kertas Kraft Aceh, pabrik Pupuk AAF (Aceh Asean Fertilizer) dan pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM). Dalam sektor pertanian, daerah ini mempunyai unggulan reputasi sendiri sebagai penghasil beras yang sangat penting. maka secara keseluruhan Kabupaten Aceh Utara merupakan daerah Tingkat II yang paling potensial di provinsi dan pendapatan per kapita di atas paras Rp. 1,4 juta tanpa migas atau Rp. 6 juta dengan migas.
Ladang gas dan minyak ditemukan di Lhokseumawe, ibu kota Aceh Utara sekitar tahun 1970-an. Kemudian, Acehpun mulai didatangi para investor luar negeri yang tertarik pada sumber daya
49 https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Aceh_Utara, (Jumat, 26 Oktober 2018)
42
alamnya yang hebat. Sejak saat itu, gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) yang diolah di kilang PT. Arun Natural Gas Liquefaction (NGL) Co, yang berasal dari instalasi ExxonMobil Oil Indonesia Inc. (EMOI) di zona industri Lhokseumawe, telah menyulap wilayah ini menjadi kawasan industri petrokimia modern.
Kegiatan ekonomi Kabupaten Aceh Utara didominasi oleh dua sektor yaitu sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengolahan. Pada sektor pertambangan, sumur-sumur gas yang diolah PT. EMOI tentu menjadi salah satu faktur keunggulan sektor ini. Dengan kontribusi Rp 8,6 trilyun Pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2000, ia menempati peringkat pertama dengan disusul oleh sektor industri sebesar Rp 4,7 trilyun. Di bidang agama, penduduk Aceh Utara adalah penduduk yang beragama Islam yang taat beragama. Pada tahun 1994, tercatat 782 orang yang berangkat naik haji.
B. Pengaruh Iklan Peringatan Bahaya Merokok
Iklan merupakan kegiatan memamerkan suatu produk barang. Iklan dalam hal terbagi dalam dua model yaitu iklan komersial dan iklan nonkomersial. Iklan dalam model komersial adalah kegiatan mempromosikan suatu barang untuk mencapai keuntungan komersial. Komersial berarti menunjukkan manfaat dalam mencapai penghasilan secara ekonomi. Sedangkan iklan dalam model nonkomersial adalah kegiatan mempromosikan sesuatu dalam bentuk Iklan Layanan pada Masyarakat yang berisi pesan, berupa ajakan atau himbauan kepada masyarakat untuk melakukan ataupun tidak melakukan, dengan tujuan atau
43
kepentingan bersama seperti mengubah suatu kebiasaan masyarakat akan sesuatu.
Iklan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah iklan peringatan merokok. Iklan peringatan yang dibuat pemerintah adalah tentang gambar bahaya merokok atau penyakit yang ditimbulkan akibat merokok serta tulisan peringatan bahaya merokok. Gambar peringatan bahaya merokok tersebut berukuran 35 persen dan luasnya kemasan bungkus rokok. Dengan gambar yang mengerikan tersebut, pemerintah berharap jumlah perokok di Indonesia bisa berkurang.
Kementrian kesehatan telah mensosialisasikan dengan memasangkan lima gambar seram di bagian halaman depan atas dan belakang atas pada kemasan bungkus rokok. Lima gambar tersebut adalah gambar kanker mulut, kanker paru-paru dan bronchitis kronis, kanker tenggorokan serta pernyataan merokok membahayakan anak (ilustrasi seorang Bapak menggendong anak sambil merokok) dan rokok membunuhmu.
Dengan gencarnya iklan peringatan bahaya merokok tersebut akan dapat mengubah citra dan menyebabkan orang akan bertambah pengetahuan terhadap bukti-bukti ilmiah bahwa merokok membahayakan kesehatan. Iklan peringatan bahaya merokok tersebut ternyata berpengaruh pada omset penjualan rokok maupun tingkat konsumsi rokok konsumen. Disebabkan karena meningkatnya pengetahuan konsumen terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh rokok dengan iklan merokok tersebut. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara peneliti dengan responden
44
Asnawi sebagai tukang bangunan di Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara.50
Peneliti mewawancarai beberapa informan penelitian yang berkaitan dengan pengaruh iklan bahaya merokok pada masyarakat pekerja keras. Berdasarkan hasil wawancara dengan Armia51 bahwa”ia mengetahui iklan bahaya merokok,namun karena merokok baginya sudah menjadi hal biasa dilakukan. Merokok baginya sebagai sarana refreshing dari aktifitas kesehariannya sebagai pekerja tukang bangunan dan mahasiswa. Namun karena pekerjaan yang terlampau berat yang harus dipikulnya sementara ia tidak berhenti merokok akibatnya dia jatuh sakit dan dirawat selama 3 hari di puskesmas Lhoksukon. Adapun sakit yang dirasakan yaitu dia mengalami sakit dada (sesak) dan tipes. Dokter menyarankan dia harus berhenti merokok selama proses perawatan, Armia berhenti merokok. Namun setelah sembuh dari sakit dan memulai aktifitas ia merokok lagi. Baginya merokok sudah menjadi kebutuhan bahkan boleh menunda makan yang penting menghisap rokok.
Sementara Usman dan Zulkarnain juga mengatakan hal yang kurang lebih sama.52 Mereka mengatakan merokok bukan perkara haram. Mereka mengetahui iklan bahaya merokok. Merokok bagi mereka merupakan hal yang rutin mereka lakukan disela-sela pekerjaannya. Keduanya juga beranggapan bahwa merokok dapat menambah gairah dan semangat dalam bekerja. Mereka mengetahui
50 Wawancara dengan Asnawi (Pekerja Keras/Tukang Bangunan), 29 Juli 2018
51Hasil wawancara dengan Armia, (Pekerja Keras/Tukang Bangunan), 29 Juli 2018
52 Hasil wawancara dengan Usman dan Zulkarnain, (Pekerja Keras/Tukang Bangunan), 28 Juli 2018
45
bahwa merokok dapat membahayakan tubuh. Mereka juga melihat dan juga membaca tulisan yang ada dibungkusan rokok bahwa merokok dapat menyebabkan penyakit,kanker,impotensi,gangguan kehamilan dan lainnya.
Menurut Zulkarnain sebagai pekerja harus cerdas karena ia merokok,ia membarengi dengan makan sehat seperti susu,telur bebek hijau atau telur ayam kampung yang rutin mereka konsumsi untuk menangkal pengaruh berat dari merokok. Sementara Sofyan53 sama sekali tidak merokok,baginya merokok adalah makruh. Ia menambahkan uang yang diperolehnya dari hasil pekerjaan sebagai tukang bangunan bisa dibeli kebutuhan yang lebih penting. Menurut pertimbangan Sofyan apabila ia merokok akan membawa petaka/penyakit bagi tubuhnya. Ia tidak bisa membayangkan kalau itu terjadi pada tubuhnya. Sementara ia tidak ada pendapatan tetap dalam menghidupi keluarganya.
Aan54 sebagai kepala tukang ketika membangun rumah orang ia jatuh dari perancang atap. Akibatnya ia mengalami patah kaki.
Aan berobat didukun urut. Menurut tabib ia harus berhenti merokok minimal selama perawatan. Setelah kakinya sembuh ia kembali bekerja sebagai tukang dan kembali merokok akibat kebiasaan yang tidak bisa ia tinggalkan.
Konsumen yang melihat pertama kali iklan bahaya merokok tersebut kebanyakan dari mereka merasa ngeri, takut dan jijik.
Seperti yang dikatakan Budiman, ia merasa ngeri saat pertama kali
53 Hasil wawancara dengan Sofyan, (Pekerja Keras/Tukang Bangunan), 28 Juli 2018
54 Hasil wawancara dengan Aan, (Pekerja Keras/Tukang Bangunan), 28 Juli 2018
46
melihat iklan merokok yang seram itu, tetapi walaupun ada iklan itu menurutnya orang tetap saja merokok malah lebih banyak. Karena kebanyakan orang mencari atau membeli rokok dengan memilih kemasan bungkus rokok yang iklannya bergambar ayah menggendong bayi.55
B. Pengetahuan Konsumen (tukang bangunan) tentang Bahaya Merokok
Gudang Garam tidak memasarkan produk kepada siapa pun yang berusia di bawah 18 tahun dan dengan tegas menentang kegiatan merokok di kalangan anak-anak. Iklan maupun kegiatan promosi yang dilakukan hanya ditujukan kepada perokok dewasa.
Perusahaan rokok tersebut tidak mendukung pelarangan total atas iklan dan pemasaran produk tembakau. Kemampuan produsen untuk memasarkan produknya kepada perokok dewasa merupakan faktor penting dalam menjamin persaingan yang sehat. Perusahaan rokok percaya bahwa peraturan dapat memberikan keseimbangan antara pembatasan pemasaran produk tembakau dan mengizinkan perusahaan produk tembakau untuk berkomunikasi dengan para perokok dewasa.
Pemasaran produk didasarkan pada tiga prinsip utama:
1. Tidak melakukan pemasaran kepada anak-anak atau menggunakan gambar atau bentuk apa pun yang memiliki daya tarik bagi anak.
2. Mencantumkan peringatan kesehatan bergambar dan tulisan pada semua materi iklan kemasan produk kami.
55 Wawancara dengan Budiman (Pekerja Keras/Tukang Bangunan), 29 Juli 2018
47
3. Seluruh kegiatan pemasaran mentaati standar kepatutan global serta budaya lokal, tradisi dan kebiasaan setempat.
“Saya tahu tentang program rokok Gudang Garan, membuat program orang yang umurnya di bawah 18 tahun tidak boleh diperjualkan rokok. Satu-satunya perusahaan rokok yang mendukung kebijakan pemerintah itu rokok Gudang Garam. Dan satu-satunya rokok yang mengiklankan bahaya rokok itu Gudang Garam,” kata Budiman.
Rokok banyak sekali mengandung zat yang berbahaya bagi kesehatan, akan tetapi tidak semua orang mengetahui bahaya tersebut. Bahkan ada yang kurang yakin dengan adanya penyakit yang ditimbulkan dari merokok. Ketika ditanya kepada responden, apakah anda mengetahui tentang bahaya dan dampak merokok. Dari hasil wawancara peneliti menunjukkan bahwa sebagian responden mengetahui akan adanya bahaya merokok serta penyakit yang ditimbulkan dari merokok.
Merokok menyebabkan penyakit dan kematian yang dapat dicegah. Di negara maju, jumlah perokok mengalami penurunan dengan semakin meningkatnya kesadaran akan bahaya rokok. Tetapi sebaliknya terjadi peningkatan di negara berkembang. Akibat buruk dan rokok bukanlah akibat yang bisa dirasakan dalam waktu singkat. Bahaya rokok bagi kesehatan sudah banyak diketahui masyarakat. Namun akibat merokok bagi kesehatan tubuh yang sudah jelas-jelas berbahaya dikarenakan rokok mengandung banyak zat racun tetap saja diabaikan oleh sebagian besar masyarakat terutama masyarakat Indonesia.
Sementara bahaya yang dapat ditimbulkan oleh rokok tersebut, zat kimia berbahaya yang terkandung dalam rokok pun
48
sebagian besar responden mengetahui dan hanya sebagian kecil sajalah yang tidak mengetahui atau kurang mengetahui. Seperti hasil wawancara peneliti dengan Hasan ketika ditanya apakah anda mengetahui adanya zat berbahaya pada rokok. Ia mengatakan bahwa tidak mengetahuinya.56 Hal ini disebabkan ketidak peduliannya terhadap bahaya rokok karena ia sudah terlanjur kecanduan. Ia hanya sekedar mengetahui bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan saja.
Beda halnya hasil wawancara peneliti dengan Hasbi. “Dulu saya tidak tahu tentang bahaya merokok, tetapi sekarang sudah tahu,”57 kata Hasbi. Maksudnya, pada saat pertama kali ia mencicipi rokok dahulu, ia belum mengetahui dampak yang dapat ditimbulkan dari rokok. Tetapi setelah mengetahui dan menyadari sepenuhnya bahwa rokok berbahaya bagi kesehatan atau merokok akan menimbulkan berbagai macam penyakit pada tubuh, sejak itu ia langsung bertindak untuk mengurangi merokok.
Sebagian orang yang membuat mereka mengetahui bahwa rokok mengandung zat berbahaya adalah karena di bungkus rokok ada pemberitahuan bahwa rokok mengandung nikotin dan tar yang berbeda-beda ukurannya. Demikian juga dijelaskan oleh Fauzan sebagai penjual rokok. “Orang membeli rokok bisa memilih dan melihat zat yang terkandung di dalamnya. Karena di setiap rokok seperti Dji Sam Soe, Mild dan sebagainya mengandung nikotin dengan takaran yang berbeda-beda. Ada yang 1.0 mg nikotinnya dan
56 Wawancara dengan Hasan (Pekerja Keras /Tukang Bangunan), 28 Juli 2018
57 Wawancara dengan Hasbi (Pekerja Keras /Tukang Bangunan), 28 Juli 2018
49
ada juga yang 0,6 mg nikotin,”58 demikian yang disampaikan Asnawi selaku tukang banguna di Kecamatan Lhoksukon Aceh Utara.
Rokok berbahaya bagi kesehatan dan dapat menimbulkan berbagai penyakit yang berbahaya pula. Sebagian besar responden mengetahui akan hal itu, seperti hasil wawancara peneliti dengan Ismail yang mengatakan bahwa merokok dapat menyebabkan kanker paru-paru, rusaknya vital suara, serangan jantung dan sebagainya.59 Hal serupa juga dikatakan oleh T.M. Wali bahwa rokok dapat membuat kerusakan pada saluran pernafasan, menyebabkan kanker paru-paru, kanker mulut dan sebagainya.60
Kemudian responden yang lain juga mengatakan hal serupa seperti Mukhtar, ia mengatakan bahwa merokok menimbulkan kerusakan pada jantung, hati dan sebagainya.61 Mereka mengetahui bahaya yang ditimbulkan dari rokok. Akan tetapi tidak banyak dan mereka yang berusaha untuk berhenti merokok atau mengurangi mengkonsumsi rokok. Sedikit sajalah yang mengatakan bahwa merokok tidak bermanfaat bagi kesehatan dan bertindak langsung untuk berhenti merokok. Seperti Budiman yang mengatakan bahwa rokok itu tidak bermanfaat. “Saya hera hampir setiap saat melihat orang-orang yang merokok tidak ada batasnya. Padahal merokok sangat tidak bermanfaat bagi kesehatan,”62 kata Budiman.
58 Wawancara dengan Asnawi (Pekerja Keras/Tukang Bangunan), 28 Juli 2018
59 Wawancara dengan T. M. Wali (Pekerja Keras/Tukang Bangunan), 28 Juli 2018
60 Wawancara dengan Mukhtar (Pekerja Keras/Tukang Bangunan), 28 Juli 2018
61 Wawancara dengan Mukhtar (Pekerja Keras/Tukang Bangunan), 28 Juli 2018
62 Wawancara dengan Budiman (Pekerja Keras/Tukang Bangunan), 28 Juli 2018
50
Pengetahuan konsumen tentang merokok dalam pandangan Islam sangat sedikit saja yang berpendapat. Muhammad mengatakan bahwa merokok makruh, karena merusak tubuh dan diri sendiri maupun orang lain.63 “Rokok dalam Islam hukumnya antara makruh dan haram, sesuai dengan fatwa ulama Indonesia. Haram merokok di tempat umum, di dalam kendaraan, di samping anak bayi atau anak-anak yang tidak bisa terkena asap rokok. Kalau makruh hukumnya karena asalnya tembakau tidak haram. Karena rokok terbuat dan zat kimia yang dapat membuat kecanduan,”64 kata Murthaza. Responden sebagian besar mengatakan makruh tanpa pendapat. Sebagian kecil yang lain mengaku mereka tidak mengetahui dan kurang mengerti. Hal ini mungkin disebabkan karena banyaknya pendapat-pendapat ulama Islam yang muncul tentang rokok.
Sedangkan pengetahuan responden tentang adanya Kawasan Tanpa Rokok (KTR) hanya sebagian kecil saja yang mengetahuinya.
Dan hasil wawancara peneliti dengan Budiman mengatakan bahwa kawasan yang tidak diperbolehkan merokok yakni seperti tempat-tempat belajar, perkantoran, tempat-tempat umum dan sebagainya.65 Hal serupa juga disampaikan oleh Muhammad, Ia mengatakan bahwa Kawasan Tanpa Rokok seperti tempat umum dan ibadah.66 Sebagian yang lain tidak mengetahui adanya Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
63 Wawancara dengan Muhammad (Pekerja Keras/Tukang Bangunan), 28 Juli 2018
64 Wawancara dengan Murthaza (Pekerja Keras/Tukang Bangunan), 28 Juli 2018
65 Wawancara dengan Budiman (Pekerja Keras/Tukang Bangunan), 28
65 Wawancara dengan Budiman (Pekerja Keras/Tukang Bangunan), 28