• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teori Khusus

Dalam dokumen BAB 2 LANDASAN TEORI (Halaman 31-38)

Dalam teori khusus penulis menyajikan teori-teori khusus yang berkaitan dengan topik dalam penulisan Laporan Tugas Akhir ini, yang meliputi sistem basis data pendaftaran, sistem basis data penjadwalan dan sistem basis data penggajian.

2.2.1. Jasa/Pelayanan (Service)

Perkembangan jasa berawal dari tukar-menukar barang secara sederhana tanpa menggunakan alat tukar berupa uang ataupun logam mulia. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, maka semakin dibutuhkannya suatu alat tukar yang berlaku umum dan untuk itulah diciptakan uang. Di samping itu, manusia juga memerlukan jasa yang mengurus hal-hal tertentu, sehingga jasa menjadi bagian utama dalam pemasaran (Supranto, 2006, p226).

Menurut Supranto (2006, p227), jasa/pelayanan merupakan suatu kinerja penampilan, tidak berwujud dan cepat hilang, lebih dapat dirasakan dari pada dimiliki, serta pelanggan lebih dapat berpartisipasi aktif dalam proses mengkonsumsi jasa tersebut. Dalam strategi pemasaran, definisi jasa harus diamati dengan baik, karena pengertiannya sangat berbeda dengan produk berupa barang. Kondisi dan cepat lambatnya pertumbuhan jasa akan sangat tergantung pada penilaian pelanggan terhadap kinerja (penampilan) yang ditawarkan oleh pihak produsen.

2.2.2. Karakteristik Jasa

Menurut Philip Kotler didalam buku Supranto (Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan, 2006, p227), karakteristik jasa dapat diuraikan sebagai berikut:

Intangible (Tidak Berwujud)

Suatu jasa mempunyai sifat tidak berwujud, tidak dapat dirasakan dan dinikmati sebelum dibeli oleh konsumen.

Inseparibility (Tidak Dapat Dipisahkan)

Pada umumnya jasa yang diproduksi (dihasilkan) dan dirasakan pada waktu bersamaan dan apabila dikehendaki oleh seseorang untuk diserahkan kepada pihak lainnya, maka dia akan tetap merupakan bagian dari jasa tersebut.

Variability (Bervariasi)

Jasa senantiasa mengalami perubahan , tergantung dari siapa penyedia jasa dan kondisi dimana jasa tersebut diberikan.

Perishability (Tidak Tahan Lama)

Daya tahan suatu jasa tergantung suatu situasi yang diciptakan oleh berbagai factor.

2.2.3. Pengertian Dasar Kualitas

Kata kualitas memiliki banyak definisi yang berbeda dan bervariasi dari yang konvesional sampai yang lebih strategik. Definisi konvesional dari kualitas biasanya menggambarkan karateristik langsung dari suatu produk seperti: performansi (perfomance), keandalan (reliability), mudah dalam penggunaan (easy of use), estetika (esthetics), dan sebagainya. Dalam ISO 8402 Quality Vocabulary, kualitas didefinisikan sebagai totalitas dari karateristik suatu produk yang menunjang kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dispesifikasikan atau ditetapkan. Kualitas seringkali diartikan sebagai kepuasan pelanggan atau konformansi terhadap kebutuhan atau persyaratan. Sedangkan produk menurut ISO 8402 diartikan sebagai hasil dari aktivitas atau proses. Suatu produk dapat berbentuk, tak berbentuk, atau campuran antara keduanya. Dengan definisi ini produk bisa diidentifikasikan dalam tiga kategori, yaitu:

Barang (goods), seperti: ban, cat, mobil, motor, dll

Perangkat lunak (software), seperti: program komputer, laporan keuangan, dll

Hanya saja menurut Vincent gaspersz (2002), para manajemen dari perusahaan yang berkompetisi dalam pasar global harus memberikan perhatian yang serius pada definisi strategik, yang menyatakan bahwa kualitas adalah segala sesuatu yang mampu memenuhi keinginan atau kebutuhan pelanggan. Dan inipun mencakup para manajemen perusahaan jasa konstruksi. 8 Mengacu pada pengertian tentang kualitas baik yang konvesional maupun yang lebih strategik, bisa disimpulkan bahwa pada dasarnya kualitas mengarah pada pengertian pokok berikut:

• Kualitas terdiri dari sejumlah keistimewaan produk, baik keistimewaan langsung maupun attraktif yang memenuhi keinginan pelanggan dan dengan demikian memberikan kepuasan atas penggunaan produk tersebut.

• Kualitas terdiri dari segala sesuatu yang bebas dari kekurangan atau kerusakan. dengan demikian produk-produk didesain, diproduksi, serta pelayanan diberikan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Artinya suatu produk dikatakan berkualitas apabila telah memenuhi keinginan pelanggan, dapat dimanfaatkan dengan baik, serta dibuat dengan cara yang baik dan benar.

2.2.4. Pramuniaga

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 699), istilah pramuniaga adalah karyawan perusahaan dagang yang bertugas melayani konsumen, Peran seorang pramuniaga dalam melayani pembeli dirasakan sangat penting. dilihat dari eksistensi para pramuniaga di daerah itu, maka pramuniaga tersebut dapat diklasifikasikan misalnya, Pelayan toko atau Pramuniaga Wanita, yakni pelayan atau pegawai yang digaji untuk menjualkan barang/ produk di toko atau outlet. Raharti (2001:223) menyatakan bahwa terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pramuniaga Wanita, yaitu :

Performance

Performance ini merupakan tampilan fisik yang dapat diindera dengan menggunakan penglihatan. Dalam perspektif ini, performance juga mengilustrasikan tentang pembawaan seseorang. Pembawaan ini diukur dari penampilan outlook (penampilan fisik) dan desain dress code (desain pakaian), ukuran dari pembawaan ini subyektif (setiap orang dimungkinkan berbeda).

Communicating Style

Komunikasi mutlak harus terpenuhi oleh Pramuniaga Wanita karena melalui komunikasi ini akan mampu tercipta interaksi antara konsumen dan Pramuniaga Wanitas. Komunikasi ini diukur dari gaya bicara dan cara berkomunikasi. Pengukuran atas communicating style ini dikembalikan kepada konsumen karena bisa bersifat subyektif.

Body Language

Body language ini lebih mengarah pada gerakan fisik (lemah lembut, lemah gemulai, dan lainnya). Gerak tubuh ketika menawarkan produk dan sentuhan fisik (body touch) adalah deskripsi dari body language ini. Pengukuran atas body language dikembalikan kepada konsumen karena bisa bersifat subyektif. Jika memenuhi unsur tersebut, sangat dimungkinkan Pramuniaga yang direkrut perusahaan akan mampu menciptakan persepsi yang baik tentang produk yang di iklankan, dan akan di ikuti dengan minat pembelian.

2.2.5. Pengertian Pendaftaran

Menurut Lembaga Bahasa Indonesia (2008), kata pendaftaran di ambil dari kata dasar daftar, definisi daftar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah catatan sejumlah nama atau hal yang disusun berderet dari atas ke bawah. Juga menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendaftaran didefinisikan sebagai suatu proses, cara, dan perbuatan mendaftar.

2.2.6. Perekrutan atau Seleksi

Rekrutmen merupakan suatu keputusan perencanaan manajemen sumber daya manusia mengenai jumlah karyawan yang dibutuhkan, kapan diperlukan, serta kriteria apa saja yang diperlukan dalam suatu organisasi. Rekrutmen pada dasarnya merupakan usaha untuk mengisi jabatan atau pekerjaan yang kosong di lingkungan suatu organisasi atau perusahaan, untuk itu terdapat dua sumber sumber tenaga kerja yakni sumber dari luar (eksternal) organisasi atau dari dalam (internal) organisasi. Penarikan (rekrutmen) pegawai merupakan suatu proses atau tindakan yang dilakukan oleh organisasi untuk mendapatkan tambahan pegawai melalui beberapa tahapan yang mencakup identifikasi dan evaluasi sumber-sumber penarikan tenaga kerja, menentukan kebutuhan tenaga kerja, proses seleksi, penempatan, dan orientasi tenaga kerja. Penarikan pegawai bertujuan menyediakan pegawai yang cukup agar manajer dapat memilih karyawan yang memenuhi kualifikasi yang mereka perlukan (Mathis, R. L., dan J.H. Jackson, 2001:273).

2.2.7. Pengertian Kontrak Kerja

Di dalam Undang-Undang No. 13 tahun 2003 didefiniskan bahwa Perjanjian kerja adalah “Perjanjian antara pekerja dengan pengusaha/pemberi kerja yang memuat syarat-syarat kerja, hak, dan kewajiban para pihak”. Perjanjian kerja ini dibuat antara lain untuk memberikan perlindungan kepada pekerja dalam mewujudkan kesejahteraan dan, meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarga.

Jenis Perjanjian Kerja dibagi menjadi perjanjian kerja waktu tertentu dan perjanjian kerja tidak tertentu, pengertian perjanjian kerja waktu tertentu dan perjanjian kerja waktu tidak tertentu tersebut dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 100/MEN/IV/2004 tentang Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu.

2.2.8. Event

Menurut Noor Any (2009:p7) definisi dari event adalah suatu kegiatan yang diselenggarakan untuk memperingati hal-hal penting sepanjang hidup manusia, baik secara individu atau kelompok yang terikat secara adat, budaya, tradisi, dan agama yang diselenggarakan untuk tujuan tertentu serta melibatkan lingkungan masyarakat yang diselenggarakan pada waktu tertentu. Setiap event selalu mempunyai tujuan utama untuk apa diselenggarakan. Salah satu tujuan utama dari event ada pada target sasarannya atau target pengunjung yang diharapkan akan hadir dalam event yang diadakan. Menurut Any Noor didalam buku Event Management kunci utamanya adalah pengunjung mengetahui manfaat apa yang akan didapat melalui sebuah event (2009:179). Event yang diadakan memang bertujuan untuk mendatangkan jumlah pengunjung yang mencapai target atau bahkan melebihi target yang diharapkan dan ditetapkan. Karena jumlah pengunjung yang sesuai atau melebihi target adalah salah satu kesuksesan sebuah event (Any Noor,2009:182). Definisi event menurut ahli, diantaranya Shone and Parry (2002): “ Event are that phenomenon arising from those non-routine occasion which have leisure, cultural, personal or organizational objectives set apart from the normal activity of daily life, whose purpose is to enlighten, celebrate, entertain or challenge the experience of a group of people”.

Event adalah fenomena yang muncul dari kesempatan non rutin itu yang memiliki leisure, kultural, personal atau sasaran dari organisasi di pisahkan dari aktivitas normal untuk kehidupan sehari-hari, dimana tujuannya adalah untuk memberikan penerangan, merayakan , menghibur atau menantang pengalaman dari sebuah grup masyarakat.

2.2.9. Pengertian Penjadwalan

Menurut Lembaga Bahasa Indonesia (2008), kata penjadwalan di ambil dari kata dasar jadwal, definisi jadwal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pembagian waktu berdasarkan rencana pengaturan urutan kerja; daftar atau tabel kegiatan atau rencana kegiatan

dengan pembagian waktu pelaksanaan yang terperinci. Dan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, penjadwalan didefinisikan sebagai suatu proses, cara, dan perbuatan menjadwalkan atau memasukkan dalam jadwal.

2.2.10. Pengertian Pembayaran

Menurut Lembaga Bahasa Indonesia (2008), definisi bayar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah suatu proses, cara, dan perbuatan membayar. Yang dimaksud dengan membayar adalah memberikan uang untuk pengganti harga barang yang diterima. Jadi Pembayaran adalah suatu kegiatan membayar, atau cara untuk membayar.

2.2.11. Pengertian Penggajian

Penggajian Menurut Warren, et al. (2008, p489) In accounting, payroll refers to the amount paid employess for services they provided during the period (Dalam akuntansi, istilah gaji diartikan sebagai jumlah tertentu yang dibayarkan kepada karyawan untuk jasa yang diberikan selama periode tertentu). Jadi menurut kelompok kami penggajian adalah pemberian upah kepada pekerja yang sudah melaksanakan pekerjaannya dalam suatu periode tertentu.

Dalam dokumen BAB 2 LANDASAN TEORI (Halaman 31-38)

Dokumen terkait