• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.5 Teori Pasar Tenaga Kerja

Solmon (1980) dalam Sinaga (2005) menjelaskan, bahwa pasar tenaga kerja adalah tempat aktivitas dari bertemunya pelaku-pelaku, pencari kerja dan pemberi lowongan kerja. Proses bertemunya pencari kerja dan pemberi lowongan kerja dapat terjadi sebentar saja namun dapat pula memakan waktu yang lama, masalah yang dihadapi oleh kedua belah pihak di pasar yaitu: setiap perusahaan yang menawarkan lowongan kerja maka menginginkan kualitas serta keahlian pekerja berbeda-beda sehingga menyebabkan terjadinya perbedaan tingkat upah. Sedangkan pencari kerja memiliki keahlian juga berbeda-beda sehingga pekerja menginginkan tingkat upah yang juga berbeda-beda pula. Di mana letak masalah dari kedua belah pihak adalah keterbatasan informasi.

Proses interaksi keduanya membutuhkan waktu yang lama karena baik pencari kerja maupun kesempatan kerja tidak homogen dan informasi mengenai keduanya

12

sangat terbatas. Pencari kerja ingin memperoleh pekerjaan dengan kondisi yang paling baik dan pengusaha ingin mencari pekerja yang paling cocok untuk mengisi lowongan.

Simanjuntak (1985) mengemukakan bahwa lamanya waktu yang diperlukan untuk proses pertemuan pencari kerja dan lowongan kerja disebabkan pencari kerja maupun pengusaha dihadapkan pada kenyatan bahwa: (1) pencari kerja mempunyai tingkat pendidikan, keterampilan, kemampuan, dan sikap pribadi yang berbeda.

Sedangkan setiap lowongan yang tersedia mempunyai sifat pekerjaan yang berlainan. Oleh sebab itu untuk mengisi lowongan yang berlainan, pengusaha memerlukan pekerja dengan pendidikan, keterampilan, kemampuan, bahkan mungkin dengan sikap pribadi yang berbeda. Dengan demikian, tidak semua pelamar mampu dan dapat diterima untuk satu lowongan tertentu. (2) Setiap perusahaan atau unit usaha menghadapi lingkungan yang berbeda: keluaran (output), masukan (input), manajemen, teknologi, lokasi, pasar, dan lain –lain, sehingga mempunyai kemampuan yang berbeda dalam memberikan tingkat upah, jaminan sosial dan lingkungan pekerjaan. Di lain pihak, pencari kerja mempunyai produktivitas yang berbeda dan harapan-harapan mengenai tingkat upah yang berlaku di suatu perusahaan dan lingkungan pekerjaan. Oleh sebab itu, tidak semua pencari kerja bersedia menerima pekerjaan dengan tingkat upah yang berlaku di suatu perusahaan. Sebaliknya, tidak semua pengusaha mampu dan bersedia mempekerjakan seorang pelamar dengan tingkat upah dan harapan – harapan yang dikemukakan oleh pelamar tersebut. (3) Baik pengusaha maupun pencari kerja sama – sama mempunyai informasi yang terbatas mengenai hal – hal yang dalam butir (1) dan (2). Dari sekian banyak pelamar, pengusaha biasanya menggunakan waktu yang cukup lama melakukan seleksi guna mengetahui calon yang paling tepat untuk mengisi lowongan yang ada.

Di dalam pasar tenaga kerja terjadi proses penempatan atau hubungan kerja melalui penyediaan dan permintaan tenaga kerja. Proses ini lebih lanjut dijelaskan dalam teori permintaan dan penawaran tenaga kerja. Permintaan dalam konteks ekonomi didefinisikan sebagai jumlah maksimum suatu barang atau jasa yang dikehendaki seorang pembeli untuk dibelinya pada setiap kemungkinan harga dalam jangka waktu tertentu (Sudarsono, 1990). Dalam hubungannya dengan tenaga kerja, permintaan tenaga kerja adalah hubungan antara tingkat upah dan jumlah pekerja yang dikehendaki oleh pengusaha untuk dipekerjakan. Sehingga permintaan

13

tenaga kerja dapat didefinisikan sebagai jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan seorang pengusaha pada setiap kemungkinan tingkat upah dalam jangka waktu tertentu.

Permintaan terhadap tenaga kerja merupakan permintaan tak langsung.

Maksudnya, tenaga kerja dipekerjakan oleh perusahaan dengan tujuan untuk digunakan dalam menghasilkan barang–barang yang akan mereka jual (Sukirno, 2000). Dengan kata lain, pertambahan permintaan pengusaha terhadap tenaga kerja tergantung dari pertambahan permintaan masyarakat terhadap barang yang diproduksinya. Oleh karena itu permintaan akan tenaga kerja merupakan permintaan turunan.

Fungsi permintaan tenaga kerja biasanya didasarkan kepada teori neoklasik, dimana pada ekonomi pasar diasumsikan bahwa seorang pengusaha tidak dapat mempengaruhi harga (price taker). Dalam hal memaksimalkan laba, pengusaha hanya dapat mengatur berapa jumlah karyawan yang dapat dipekerjakan (Simanjuntak, 1985).

Penawaran tenaga kerja adalah jumlah tenaga kerja yang dapat disediakan oleh pemilik tenaga kerja pada setiap kemungkinan upah dalam jangka waktu tertentu.

Dalam teori klasik sumber daya manusia (pekerja) merupakan individu yang bebas mengarnbil keputusan untuk bekerja atau tidak. Bahkan pekerja juga bebas untuk menetapkan jumlah jam kerja yang diinginkannya. Teori ini didasarkan pada teori tentang konsumen, dimana setiap individu bertujuan untuk. Memaksimumkan kepuasan dengan kendala yang dihadapinya.

Menurut Becker (1976), kepuasan individu bisa diperoleh melalui konsumsi atau menikmati waktu luang (leisure). Sedang kendala yang dihadapi individu adalah tingkat pendapatan dan waktu. Bekerja sebagai kontrofersi dari leisure menimbulkan penderitaan, sehingga orang hanya mau melakukan kalau memperoleh kompensasi dalam bentuk pendapatan, sehingga solusi dari permasalahan individu ini adalah jumlah jam kerja yang ingin ditawarkan pada tingkat upah dan harga yang diinginkan.

14 BAB III

METODOLOGI TRACER STUDY

3.1 Rancangan Tracer Study

Tracer Study ini merupakan studi kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui kompetensi lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta di semua Program Studi berdasarkan keselarasan horizontal, keselarasan vertikal, kompetensi, dan lama tunggu.

3.1.1 Populasi

Populasi Tracer Study ini adalah semua alumni FE UNJ dari semua program studi baik yang bekerja pada instansi pemerintah, swasta, wirausaha, maupun yang studi lanjut yang lulus pada semester genap dan ganjil tahun 2017, 2018, dan 2019.

3.1.2 Sumber Data

Data yang digunakan dalam Tracer Study ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari responden dengan menggunakan instrumen kuesioner. Selain data primer juga digunakan data sekunder, yaitu data yang dikumpulkan oleh pihak lain yang dalam hal ini tim Tracer Study Fakultas Ekonomi UNJ menggunakan data berupa database lulusan yang ada di bagian Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Ekonomi untuk menghitung jumlah lulusan pada kurun waktu tersebut.

3.2 Teknik Pengumpulan Data 3.2.1 Surveyor

Salah satu ciri khas dalam pelaksanaan Tracer Study ini adalah adanya peranan surveyor. Surveyor merupakan alumni di angkatan yang akan dijadikan target responden Tracer Study ini. Surveyor ini merupakan wakil dari masing-masing Prodi di FE UNJ pada setiap angkatan yang akan dijadikan responden pada tahun tersebut. Umumnya, jumlah surveyor ini adalah satu dari setiap Prodi di FE UNJ, terkecuali beberapa Prodi yang memiliki alumni angkatan lebih dari 100 orang,

15

jumlah surveyor bisa mencapai dua orang. Pemilihan surveyor dilakukan atas rekomendasi dari para Koordinator Program Studi dengan memperhatikan beberapa kriteria. Surveyor merupakan orang yang dianggap memiliki komunikasi yang baik dengan teman-teman seangkatannya. Surveyor harus dipercaya oleh teman-teman seangkatannya. Surveyor harus mampu memberikan motivasi kepada teman-teman seangkatannya. Surveyor harus mudah dihubungi, baik oleh teman-teman seangkatannya ataupun Tim Tracer Study FE UNJ. Surveyor ini pun dianggap memiliki database lengkap mengenai teman-teman seangkatannya. Surveyor memiliki waktu luang yang cukup dalam membantu pelaksanaan Tracer Study FE UNJ. Surveyor mampu menjalin komunikasi yang baik dengan Tim Tracer Study FE UNJ. Tugas dan tanggung jawab surveyor memperbaiki dan melengkapi database angkatan (email dan no. HP), membantu memberikan penjelasan Tracer Study kepada teman angkatan, mengajak dan mendorong teman seangkatan untuk mengisi kuesioner, berkoordinasi rutin dengan Tim Tracer Study FE UNJ. Tugas dan tanggung jawab surveyor pada dasarnya memiliki peranan sebagai jembatan diantara Tim Tracer Study FE UNJ dengan alumni dari angkatan di masing-masing Prodi. Surveyor berperan dalam melengkapi kekurangan/memperbaharui database teman-teman seangkatannya. Surveyor selalu mengingatkan teman-teman seangkatannya untuk melakukan pengisian kuesioner. Surveyor juga dapat memberikan rekomendasi/masukkan/perbaikan terhadap teknis dan pelaksanaan Tracer Study UNJ.

3.2.2 Menggunakan instrumen kuesioner

Data primer diperoleh dengan memberikan kuesioner melalui e-mail, faksimili atau dengan pengisian langsung.

3.3 Analisis Data Tracer Study

Data yang telah diperoleh selanjutnya akan dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif, yaitu dengan melihat distribusi frekuensi dan distribusi frekuensi relatif serta rata-rata jawaban responden mengenai kompetensi lulusan Fakultas Ekonomi. Laporan Tracer Study memantau dan mengidentifikasi beberapa hal sebagai berikut:

a. Daya saing lulusan yang ditunjukkan melalui waktu tunggu mendapatkan

16

pekerjaan pertama, keberhasilan lulusan berkompetisi dalam seleksi dan gaji yang diperoleh.

b. Relevansi (kesesuaian) pendidikan lulusan ditunjukkan melalui profil pekerjaan (macam dan tempat pekerjaan), relevansi pekerjaan dengan background pendidikan, manfaat mata kuliah yang diprogram dalam pekerjaan, saran lulusan untuk perbaikan kompetensi lulusan.

17 BAB IV ANALISA HASIL

Pada bab ini dijabarkan data-data jejak rekam yang berhasil dikumpulkan dari alumni. Data yang disajikan berupa profil alumni Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta untuk program studi Magister, Sarjana, dan Diploma pada Fakultas Ekonomi dengan periode kelulusan tahun akademik 2017-2019.

4.1 Karakteristik Data

Data yang masuk dan ikut berpartisipasi dari alumni Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta berdasarkan program pendidikan tersaji dalam tabel 4.1

Tabel 4.1 Rekapan Data Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta Lulusan Tahun 2017-2019

No Program Studi Banyaknya Lulusan yang

Memberikan Jawaban

1 S2 Magister Manajemen 9

2 S1 Manajemen 84

3 S1 Akuntansi 44

4 S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran 13

5 S1 Pendidikan Ekonomi 157

6 S1 Pendidikan Bisnis 35

7 D3 Manajemen Pemasaran 19

8 D3 Akuntansi 26

9 D3 Administrasi Perkantoran 27

Total 414

Sumber: data diolah (2020)

Dari tabel diketahui bahwa total alumni yang ikut berpartisipasi dalam program Tracer Study Fakultas Ekonomi sebanyak 414 orang. Pencapaian banyaknya responden yang mengisi kuesioner diharapkan dapat terus meningkat dari tahun ke tahun.

18

4.2 Analisa Hasil

A. Waktu Tunggu Lulusan

Berikut ini hasil survei untuk rata-rata masa tunggu lulusan Alumni Fakultas Ekonomi UNJ.

Tabel 4.2 Waktu Tunggu Lulusan

Sumber: data diolah (2020)

Analisis waktu tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan pertama dilakukan berdasarkan Tabel 4.2. Waktu tunggu lulusan Program Magister Manajemen tidak dilakukan, karena semua alumni Magister Manajemen telah bekerja sebelum melanjutkan studi ke Fakultas Ekonomi UNJ. Dari data yang disajikan dalam tabel tampak bahwa lulusan program S1 Manajemen mendapatkan pekerjaan dalam kurun waktu 2,46 bulan setelah lulus, sedangkan untuk S1 Akuntansi 2,11 bulan, S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran dengan masa tunggu 1,05 bulan, S1 Pendidikan Ekonomi 1,46 bulan, S1 Pendidikan Bisnis 0,97 bulan, D3 Manajemen Pemasaran selama 1,30 bulan, D3 Akuntansi selama 2,35 bulan, dan D3 Administrasi Perkantoran selama 0,79 bulan. Berdasarkan data prodi dengan masa tunggu lulusan paling singkat adalah D3 Administrasi Perkantoran, yang berarti bahwa para lulusan program diploma sangat dinanti bagi dunia industri dengan bekal praktik yang siap kerja.

No Program Studi

4 S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran

1,05

5 S1 Pendidikan Ekonomi 1,46

6 S1 Pendidikan Bisnis 0,97

7 D3 Manajemen Pemasaran 1,30

8 D3 Akuntansi 2,35

9 D3 Administrasi Perkantoran 0,79

19

B. Kesesuaian Bidang Kerja

Berikut ini hasil survei untuk Kesesuaian Bidang Kerja Lulusan

Analisis dilakukan berdasarkan Tabel 4.3 di bawah ini. Kesesuaian bidang lulusan kerja hanya untuk Program Sarjana (program utama). Di tahun 2017-2019 didapatkan data bahwa jumlah tertinggi Prodi dengan kesesuaian Bidang Lulusan Kerja yaitu S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran sebesar 36,84% dan Prodi paling sedikit tingkat kesesuaian bidang kerjanya, yaitu Prodi D3 Manajemen Pemasaran sebesar 5,00%. Kesesuaian bidang kerja tersebut menjadi nilai tambah bagi para Alumni dalam melaksakan pekerjaan dikarenakan telah mempunyai bekal ilmu dan kompetensi yang didapat pada saat kuliah.

Tabel 4.3 Kesesuaian Bidang Kerja Lulusan

Sumber: data diolah (2020)

No Program Studi Persentase Kesesuaian Bidang Kerja (%)

1 S2 Magister Manajemen 0

2 D3 Administrasi Perkantoran 14,29%

3 D3 Akuntansi 17,65%

4 D3 Manajemen Pemasaran 5,00%

5 S1 Akuntansi 6,35%

6 S1 Manajemen 20,49%

7 S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran

36,84%

8 S1 Pendidikan Bisnis 5,63%

9 S1 Pendidikan Ekonomi 10,58%

20

C. Kompetensi dan Daya Saing

Gambar 4.1 Kompetensi dan Daya Saing berdasarkan Pengetahuan di Bidang atau Disiplin Ilmu Lulusan

Berdasarkan kompetensi pengetahuan di bidang alumni FE UNJ pada tahun 2017-2019 terdapat 12% alumni memiliki tingkat pengetahuan di bidang atau disiplin ilmu yang sangat tinggi, 31% memiliki tingkat pengetahuan di bidang yang cukup dan terdapat 61% alumni memiliki tingkat pengetahuan di bidang yang tinggi.

Gambar 4.2 Kompetensi dan Daya Saing berdasarkan Pengetahuan di Luar Bidang atau Disiplin Ilmu Lulusan

31%

57%

12%

Pada saat lulus, pada tingkat mana kompetensi di bawah ini anda kuasai? [Pengetahuan di bidang atau disiplin ilmu anda]

Sangat Rendah

Pada saat lulus, pada tingkat mana kompetensi di bawah ini anda kuasai? [Pengetahuan di luar bidang

atau disiplin ilmu anda]

21

Berdasarkan kompetensi pengetahuan di luar bidang alumni FE UNJ pada tahun 2017-2019 terdapat 11% alumni memiliki tingkat pengetahuan di luar bidang atau disiplin ilmu yang sangat tinggi, 43% memiliki tingkat pengetahuan di luar bidang yang cukup. Terdapat 43% alumni memiliki tingkat pengetahuan di luar bidang yang tinggi, dan 3% memiliki tingkat pengetahuan di luar bidang yang rendah.

Gambar 4.3 Kompetensi dan Daya Saing berdasarkan Pengetahuan Umum

Berdasarkan kompetensi pengetahuan umum alumni FE UNJ pada tahun 2017-2019 terdapat 13% alumni memiliki tingkat pengetahuan umum yang sangat tinggi, 40% memiliki tingkat pengetahuan umum yang cukup.

Terdapat 47% alumni memiliki tingkat pengetahuan umum yang tinggi, dan 0% memiliki tingkat pengetahuan umum yang rendah dan sangat rendah.

0% 0%

40%

47%

13%

Pada saat lulus, pada tingkat mana kompetensi di bawah ini anda kuasai?

[Pengetahuan umum]

Sangat Rendah Rendah Cukup Tinggi Sangat Tinggi

22

Gambar 4.4 Kompetensi dan Daya Saing berdasarkan Kemampuan Bahasa Inggris

Berdasarkan kompetensi bahasa inggris alumni FE UNJ pada tahun 2017-2019 terdapat 8% alumni memiliki kompetensi bahasa inggris yang sangat tinggi, 29% alumni memiliki kompetensi bahasa inggris yang tinggi, 56% memiliki kompetensi bahasa inggris yang cukup, 6% alumni yang memiliki kompetensi bahasa inggris yang rendah dan sisanya 1% alumni yang memiliki kompetensi bahasa inggris rendah.

1%

6%

56%

29%

8%

Pada saat lulus, pada tingkat mana kompetensi di bawah ini anda kuasai?

[Bahasa Inggris]

Sangat Rendah Rendah Cukup Tinggi Sangat Tinggi

23

Gambar 4.5 Kompetensi dan Daya Saing berdasarkan Keterampilan Internet

Berdasarkan kompetensi keterampilan internet Alumni FE UNJ pada tahun 2017-2019 terdapat sekitar 33% alumni memiliki keterampilan internet yang sangat tinggi, 47% alumni memiliki keterampilan internet yang tinggi, 19% alumni memiliki keterampilan internet yang cukup, 1% alumni memiliki keterampilan internet yang rendah dan 0% alumni memiliki keterampilan internet yang sangat rendah.

0%1%

19%

47%

33%

Pada saat lulus, pada tingkat mana kompetensi di bawah ini anda kuasai?

[Ketrampilan internet]

Sangat Rendah Rendah Cukup Tinggi Sangat Tinggi

24

Gambar 4.6 Kompetensi dan Daya Saing berdasarkan Keterampilan Komputer

Berdasarkan kompetensi keterampilan komputer FE UNJ pada tahun 2017-2019 terdapat sekitar 22% alumni memiliki keterampilan komputer yang sangat tinggi, 50% alumni yang memiliki keterampilan komputer tinggi, 26% alumni yang memiliki keterampilan komputer cukup, 2%

alumni memiliki keterampilan komputer rendah dan 0% alumni memiliki keterampilan internet yang sangat rendah.

25

Gambar 4.7 Kompetensi dan Daya Saing berdasarkan Kemampuan untuk Berpikir Kritis

Berdasarkan kompetensi kemampuan berpikir kritis Alumni FE UNJ pada tahun 2017-2019 terdapat sekitar 24% alumni memiliki kemampuan berpikir kritis yang sangat tinggi, 46% alumni yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi, 29% alumni yang memiliki kemampuan berpikir kritis cukup, 1% alumni memiliki kemampuan berpikir kritis rendah dan 0%

alumni memiliki kemampuan berpikir kritis yang sangat rendah.

26

Gambar 4.8 Kompetensi dan Daya Saing berdasarkan Keterampilan Riset

Berdasarkan kompetensi keterampilan riset Alumni FE UNJ pada tahun 2017-2019 terdapat sekitar 12% alumni memiliki keterampilan riset yang sangat tinggi, 36% alumni yang memiliki keterampilan riset tinggi, 46% alumni yang memiliki keterampilan riset cukup, 5% alumni memiliki keterampilan riset rendah dan 1 % alumni memiliki keterampilan riset yang sangat rendah.

27

Gambar 4.9 Kompetensi dan Daya Saing berdasarkan Kemampuan Belajar

Berdasarkan kompetensi kemampuan belajar alumni FE UNJ pada tahun 2017-2019 terdapat 23% alumni memiliki kemampuan belajar yang sangat tinggi, 53% alumni memiliki kemampuan belajar yang tinggi, 23%

alumni memiliki kemampuan belajar yang cukup, 1% alumni memiliki kemampuan belajar yang rendah, dan 0% alumi yang memiliki kemampuan belajar yang sangat rendah.

28

Gambar 4.10 Kompetensi dan Daya Saing berdasarkan Kemampuan Berkomunikasi

Berdasarkan kompetensi kemampuan berkomunikasi alumni FE UNJ pada tahun 2017-2019 terdapat 28% alumni memiliki kemampuan berkomunikasi yang sangat tinggi, 48% memiliki kemampuan berkomunikasi tinggi, 23% alumni memiliki kemampuan berkomunikasi yang cukup dan 1% alumni memiliki kemampuan berkomunikasi rendah dan 0% alumni memiliki kemampuan berkomunikasi sangat rendah.

29

Gambar 4.11 Kompetensi dan Daya Saing berdasarkan Kemampuan Bekerja di Bawah Tekanan

Berdasarkan kompetensi kemampuan bekerja di bawah tekanan alumni FE UNJ pada tahun 2017-2019 terdapat 28% alumni memiliki kemampuan bekerja di bawah tekanan yang sangat tinggi, 46% memiliki kemampuan bekerja di bawah tekanan tinggi, 23% alumni memiliki kemampuan bekerja di bawah tekanan cukup dan 2% alumni memiliki kemampuan bekerja di bawah tekanan rendah dan 1% alumni memiliki kemampuan bekerja di bawah tekanan sangat rendah.

30

Gambar 4.12 Kompetensi dan Daya Saing berdasarkan Manajemen Waktu

Berdasarkan kompetensi manajemen waktu alumni FE UNJ pada tahun 2017-2019. Terdapat 25% alumni memiliki manajemen waktu yang sangat tinggi, 49% memiliki manajemen waktu yang tinggi, 24% alumni memiliki manajemen waktu yang cukup dan 2% alumni memiliki manajemen waktu yang rendah dan 0% alumni memiliki manajemen waktu yang sangat rendah.

25%

49%

24%

2%0%

PADA SAAT LULUS, PADA TINGKAT MANA KOMPETENSI DI BAWAH INI ANDA KUASAI?

[MANAJEMEN WAKTU] JUMLAH

Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah

31

Gambar 4.13 Kompetensi dan Daya Saing berdasarkan Kemampuan Bekerja Secara Mandiri

Berdasarkan kompetensi kemampuan bekerja secara mandiri alumni FE UNJ pada tahun 2017-2019, terdapat 29% alumni memiliki kemampuan bekerja secara mandiri yang sangat tinggi, 54% memiliki kemampuan bekerja secara mandiri yang tinggi, 17% alumni memiliki kemampuan bekerja secara mandiri yang cukup dan 0% alumni memiliki kemampuan bekerja secara mandiri yang rendah dan sangat rendah.

29%

54%

17%

0%0%

PADA SAAT LULUS, PADA TINGKAT MANA KOMPETENSI DI BAWAH INI ANDA KUASAI?

[BEKERJA SECARA MANDIRI] JUMLAH

Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah

32

Gambar 4.14 Kompetensi dan Daya Saing berdasarkan Kemampuan Bekerja Sama dengan Orang Lain

Berdasarkan kompetensi kemampuan bekerja sama dengan orang lain alumni FE UNJ pada tahun 2017-2019, terdapat 30% alumni memiliki kemampuan bekerja sama dengan orang lain yang sangat tinggi, 52% alumni memiliki kemampuan bekerja sama dengan orang lain yang tinggi, 17%

alumni memiliki kemampuan bekerja sama dengan orang lain yang cukup, dan 0% alumni memiliki kemampuan bekerja sama dengan orang lain yang rendah dan sangat rendah.

30%

52%

17%

1%0%

PADA SAAT LULUS, PADA TINGKAT MANA KOMPETENSI DI BAWAH INI ANDA KUASAI?

[BEKERJA DALAM TIM/BEKERJASAMA DENGAN ORANG LAIN] JUMLAH

Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah

33

Gambar 4.15 Kompetensi dan Daya Saing berdasarkan Kemampuan Memecahkan Masalah

Berdasarkan kompetensi kemampuan memecahkan masalah alumni FE UNJ pada tahun 2017-2019, terdapat 18% alumni memiliki kemampuan memecahkan masalah yang sangat tinggi, 46% alumni memiliki kemampuan memecahkan masalah yang tinggi, 33% alumni memiliki kemampuan memecahkan masalah yang cukup, 3% alumni memiliki kemampuan memecahkan masalah yang rendah, dan 0% alumni yang memiliki kemampuan memecahkan masalah yang sangat rendah.

18%

46%

33%

3%0%

PADA SAAT LULUS, PADA TINGKAT MANA KOMPETENSI DI BAWAH INI ANDA KUASAI?

[KEMAMPUAN DALAM MEMECAHKAN MASALAH] JUMLAH

Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah

34

Gambar 4.16 Kompetensi dan Daya Saing berdasarkan Kemampuan Negosiasi

Berdasarkan kompetensi kemampuan negosiasi alumni FE UNJ pada tahun 2017-2019, terdapat 16% alumni memiliki kemampuan negosiasi yang sangat tinggi, 45% alumni memiliki kemampuan negosiasi yang tinggi, 35% memiliki kemampuan negosiasi yang cukup, 4% alumni memiliki kemampuan negosiasi yang rendah, dan 0% alumni yang memiliki kemampuan negosiasi yang sangat rendah.

16%

45%

35%

4%0%

PADA SAAT LULUS, PADA TINGKAT MANA KOMPETENSI DI BAWAH INI ANDA KUASAI?

[NEGOSIASI] JUMLAH

Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah

35

Gambar 4.17 Kompetensi dan Daya Saing berdasarkan Kemampuan Analisis

Berdasarkan kompetensi kemampuan analisis alumni FE UNJ pada tahun 2017-2019, terdapat 21% alumni memiliki kemampuan analisis yang sangat tinggi, 49% alumni memiliki kemampuan analisis yang tinggi, 28%

memiliki kemampuan analisis yang cukup, 2% alumni memiliki kemampuan analisis yang rendah, dan 0% alumni yang memiliki kemampuan analisis yang sangat rendah.

21%

49%

28%

2%0%

PADA SAAT LULUS, PADA TINGKAT MANA KOMPETENSI DI BAWAH INI ANDA KUASAI?

[KEMAMPUAN ANALISIS] JUMLAH

Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah

36

Gambar 4.18 Kompetensi dan Daya Saing berdasarkan Toleransi

Berdasarkan kompetensi toleransi alumni FE UNJ pada tahun 2017-2019, terdapat 38% alumni memiliki toleransi yang sangat tinggi, 47%

alumni memiliki toleransi yang tinggi, 15% memiliki toleransi yang cukup, 0% alumni memiliki toleransi yang rendah dan sangat rendah.

Gambar 4.19 Kompetensi dan Daya Saing berdasarkan Loyalitas Berdasarkan kompetensi loyalitas alumni FE UNJ pada tahun 2017-2019, terdapat 34% alumni memiliki loyalitas yang sangat tinggi, 50%

alumni memiliki loyalitas yang tinggi, 15% alumni memiliki loyalitas yang cukup, 1% alumni memiliki loyalitas yang rendah, dan 0% alumni yang memiliki loyalitas yang sangat rendah.

38%

47%

15%

0%

0%

Pada saat lulus, pada tingkat mana kompetensi di bawah ini anda kuasai? [Toleransi]

Sangat Tinggi

Pada saat lulus, pada tingkat mana kompetensi di bawah ini anda kuasai? [Loyalitas]

Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah

37

Gambar 4.20 Kompetensi dan Daya Saing berdasarkan Kemampuan Adaptasi

Berdasarkan kompetensi kemampuan adaptasi alumni FE UNJ pada tahun 2017-2019. Terdapat 32% alumni memiliki kemampuan adaptasi yang sangat tinggi, 51% alumni memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, 16%

alumni memiliki kemampuan adaptasi yang cukup, 1% alumni memiliki kemampuan adaptasi yang rendah, dan 0% alumni yang memiliki kemampuan adaptasi yang sangat rendah.

Gambar 4.21 Kompetensi dan Daya Saing berdasarkan Integritas

Pada saat lulus, pada tingkat mana kompetensi di bawah ini anda kuasai? [Kemampuan

adaptasi]

Pada saat lulus, pada tingkat mana kompetensi di bawah ini anda kuasai? [Integritas]

Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah

38

Berdasarkan kompetensi integritas alumni FE UNJ pada tahun 2017-2019. Terdapat 30% alumni memiliki integritas yang sangat tinggi, 51%

alumni memiliki integritas yang tinggi, 19% alumni memiliki integritas yang cukup, 0% alumni memiliki integritas yang rendah dan sangat rendah.

alumni memiliki integritas yang tinggi, 19% alumni memiliki integritas yang cukup, 0% alumni memiliki integritas yang rendah dan sangat rendah.

Dokumen terkait